The Copy Master

The Copy Master
episode 10. MASA LALU PAK PENDI


__ADS_3

tak terasa malam semakin larut dan mereka merasa lega dengan semua yang mereka bicarakan malam ini, dan tak ada raut kesedihan lagi yang nampak dari ke tiganya, yang terlihat hanya pancaran semangat dan harapan yang siap mereka raih di masa masa mendatang.


esok hari pun tiba, terlihat mereka sedang duduk di teras depan pondok, sesekali mereka terlihat tertawa, sungguh berbeda dari pertemuan awal mereka yang di penuhi kesedihan.


...00000000000...


terlihat hari ini pak pendi tak menyibukkan diri dengan pekerjaan di kebunnya.


terlihat mereka menghabiskan waktu dengan bercerita. saat ini obrolan mereka tidak hanya sebatas ibu dan anak. melainkan lebih ke obrolan seperti seorang sahabat, namun tetap dalam batas kesopanan antara seorang anak dan orangtuanya.


ada 1 pertanyaan Joni. yang membuat ayahnya terdiam sesaat bahkan Andre pun tak pernah memikirkannya sama sekali.


''pak, sebenarnya aku punya 1 pertanyaan yang ingin sekali aku dengar dari bapak, sebab selama ini aku penasaran. kenapa keluarga kita tak seperti keluarga yang lainnya. mereka punya kakek, nenek, paman, bibi dan banyak lagi hubungan keluarga yang berawal dari hubungan keluarga. namun..... mengapa bapak tak pernah memberitahuku mengenai itu. bahkan yang aku tau, keluargaku hanya bapak,... ibu,... dan kak Andre saja.


bahkan saat ibu meninggal, hanya ada kalian dan para tetangga saja yang aku lihat saat itu''.


ucap Joni sambil menatap ayahnya yang langsung terdiam,


dalam hati pak pendi sebenarnya dia tak ingin kedua anaknya mengetahui masa lalunya.


namun kali ini, pak pendi percaya bahwa kedua anaknya sudah dewasa dan sudah saatnya mereka tau yang sebenarnya.


melihat ayahnya yang langsung terdiam, Joni menjadi bingung. apakah sulit untuk memberitahukan yang sebenarnya. bukankah seharusnya menjadi suatu kebanggaan jika mempunyai banyak keluarga, tapi mengapa sepertinya bapak terlihat sebaliknya. dalam hati Joni bertanya tanya...


setelah beberapa saat terdiam pak pendi pun mulai menjawab apa yang di tanyakan Joni kepadanya.


''usia Andre saat ini sudah 21 tahun dan Joni 16 tahun. emm.... mungkin ini saatnya aku menceritakan semuanya''. pikir pak pendi dalam hati

__ADS_1


''baiklah, bapak tak akan lagi menutupinya, karena sekarang kalian sudah dewasa dan bapak yakin kamu dapat mengambil hal hal baik dan dapat mengambil kesimpulan dari apa yang nanti bapak paparkan padamu, yang nantinya dapat membantumu menentukan keputusan yang terbaik...


baiklah, dengarkan. dan jangan bertanya sebelum bapak selesai menceritakan semuanya tapi sebelumnya bapak ingin meminta maaf atas nama almarhum ibumu karena telah merahasiakan semua ini dari kalian tapi memang kami tak punya pilihan lain selain merahasiakannya sampai kalian dewasa, itu kami lakukan demi keselamatan kalian anak anakku''. ucap pak pendi tegas.


dan pak pendi pun menceritakan semuanya masa lalunya dan istrinya hingga sampai tinggal dan menetap di pulau jempol ini.


pak pendi sebenarnya saat masih kecil mempunyai saudara kembar. dia mempunyai 3 saudara kandung dan 1 saudara tiri yang semuanya laki laki satu kembarannya dan yang satu lagi adalah kakak tertuanya,


dan nama Pendi dan Sumiyati adalah sebuah nama samaran yang selama ini mereka gunakan untuk menutupi jati diri yang sebenarnya karena nama itu cocok dengan keadaan dan kehidupan warga disini dan juga nama itu cocok buat mereka berdua dan mereka juga memiliki warna kulit dan wajah yang tidak terlalu mencolok jika di bandingkan dengan masyarakat asli sini, hanya saja mereka terlihat memiliki tinggi badan yang sedikit berbeda.


pak pendi menceritakan bahwa dia dan ibu mereka tidak berasal dari negara tengah, melainkan dari negara Utara, dan dia juga menjelaskan seluruh anggota keluarganya.


# kakak tertuanya bernama Marco Antoni


# saudara kembarnya bernama zea Antoni


# saudara tirinya bernama Andre Antoni


# Sumiati nama aslinya adalah Sarah


dia anak tunggal dari keluarga arizman, dan kata ibunya dulu pernah bercerita bahwa dia memiliki sepupu laki laki, namun pak pendi tak pernah bertemu dan mengetahui keberadaannya.


pak pendi memiliki 2 orang paman yaitu adik kandung dari Joni antoni (ayahnya)


yaitu paman rico Antoni, Ferdi Antoni.


paman rico mempunyai 2 orang anak laki laki. dan paman Ferdi 1 laki laki dan 1 perempuan.

__ADS_1


tapi pak pendi tidak tau nama nama dari anak paman nya itu.


dan nama Joni dan Andre di ambil dari nama ayah dan nama saudara tiri pak Pendi, karena mereka adalah orang orang terbaik dalam hidup pak pendi.


''bapak dulunya adalah orang yang hidup berkecukupan, namun berbeda dengan ibumu, ibumu terlahir dari keluarga yang kurang beruntung.


namun berkat ibumu lah, bapak menjadi seperti sekarang ini. bapak bahagia dan bersyukur bisa bertemu dan mendapatkan cinta dari ibumu, sebab keluarga bapak adalah keluarga yang sangat tegas dan disiplin, hingga anggota keluarga dari yang terkecil hingga yang dewasa pun harus patuh pada aturan ini.''


ucap ayah sambil sesekali menarik nafas dalam-dalam.


''bukankah kedisiplinan itu bagus'' ucap Andre bertanya.


''iya benar, kedisiplinan itu bagus, namun kedisiplinan yang dilandasi dengan kasih sayang, bukan kedisiplinan yang mengarahkan pada sesuatu yang tak menerima alasan dan tak melihat kondisi sekitarnya, dengan hukuman kekerasan bahkan terhadap anggota keluarganya sendiri.


kakek kalian dan saudara tiri bapak dulu adalah figur yang berbeda dari keluarga lainnya, karena mereka berdua, memiliki kasih sayang.


saat itu kakek selalu berusaha melindungi Andre dari hukuman namun semua itu sia sia, sebab aturan itu adalah peraturan turun temurun dari keluarga Antoni. dan ayahnya kakek sangat menjunjung tinggi aturan keluarga ini.


jadi kakek selalu menenangkan Andre setelah ia dihukum.


kami bertiga yang juga anak kandungnya selalu iri dengan perhatian lebih dari kakek untuk Andre pada saat itu. namun kami tak pernah menyadari hal yang sebenarnya, bahkan kami menganggap Andre adalah anak yang lemah, dan tak taat aturan. Andre tak pernah mengeluh dengan sakit yang dideritanya hingga tubuhnya tak mampu lagi menyembunyikannya.


kami terdidik dengan disiplin yang tak kenal situasi dan alasan. terkecuali andre dia sering terkena hukuman karena kurang mematuhi aturan kedisiplinan ini, hanya karena dia menolong seseorang yang sedang dalam kesulitan. sampai harus meninggal saat usia muda sebab sering di hukum dengan kekerasan, dia meninggal karena luka dalam di perutnya.'' ucap ayah sambil mengusap air mata.


''saat Andre meninggal kami bertiga sama sekali tak merasakan kesedihan, namun... semua itu berubah setelah bapak bertemu dengan ibu, saat itu usia bapak sekitar 18 tahun. dan ibumu 14 tahun.


saat itu pertama kalinya kakek datang ke kamar bapak, dan mengatakan harapan kepada bapak, saat itu bapak hanya diam tak mengerti maksud dari pesan kakek pada bapak.

__ADS_1


ibumu lah yang mengajarkan dan memberitahu bapak tentang harapan kakek saat itu.


pada awalnya bapak merasa agak sulit menerima kasih sayang. namun, hati bapak selalu merasa sangat tenang saat mendengar penjelasan dan perumpamaan perumpamaan yang di paparkan ibumu saat itu.''


__ADS_2