The Copy Master

The Copy Master
episode 46. KEMUNCULAN MAKHLUK MISTERIUS


__ADS_3

Joni dan Rudi memulai latihannya.


''pak... pok... pak... pok... pak...'' terdengar suara tepukan tangan dari tempat Joni dan tempat Rudi. dari suaranya sepertinya sakit bercampur pedas di kulit.


''kak... jangan terlalu keras memukulnya, nampaknya warna kulit kita berubah ni... ha..ha..'' ucap Joni sambil tertawa.


''iya Jon.. aku pun ingin mengurangi tenaga sedikit sedikit...'' ucap Rudi lagi.


''kak, kita harus bisa merasakan pergerakan nyamuk yang akan menggigit kita, dan jika kita bisa merasakannya, itu artinya kita sudah mengalahkan gelap...'' ucap Joni dengan penuh keyakinan.


''baiklah... aku akan berjuang...'' ucap Rudi bersemangat.


Joni dan rudi tidur sangat larut malam ini. malam ini pun tak ada serangan dari orang orang yang menyerang kemarin. mungkin karena Joni dan rudi tak menyalakan api malam ini sehingga mereka mengira Joni dan Rudi telah pergi.


waktu berlalu. esok hari pun tiba, tampak cahaya matahari menembus lebatnya hutan tempat Joni dan Rudi berada.


''kak... aku berencana 4 malam lagi kita akan menginap disini. dan waktu kita berlatih tinggal 3 malam lagi, jadi kita harus bisa mengalahkan gelap dalam 3 malam itu dan melanjutkan perjalanan kita''. ucap Joni dengan wajah serius.


Rudi yang mendengar perkataan Joni hanya mengangguk. dalam hatinya dia juga harus bisa melakukan apa yang bisa Joni lakukan.


........


hari berlalu, kini sudah malam ke tiga yang mereka lalui tanpa adanya serangan dari orang orang sebelumnya, mungkin benar mereka menyerang saat ada seseorang yang menyalakan api di dalam hutan dan besok malam Joni dan Rudi akan mencoba membuat api unggun lagi.


di malam ketiga ini Joni dan Rudi sudah semakin mahir bergerak dalam gelap. beberapa kali mereka berdua turun dan berlari dari tempat tidurnya dan kembali dengan tepat tanpa menabrak.


suara tepukan nyamuk di malam ini juga lebih terdengar pelan dan ber irama hal ini membuat mereka yakin mereka akan dapat mengalahkan mereka.


tiba waktunya tidur, joni dan Rudi bersiap untuk beristirahat, mereka sudah terbiasa tidur sambil memukul nyamuk yang menggigit.


malam ini Joni kembali bermimpi, mimpinya sama dengan mimpinya di hari sebelumnya. dan kali ini Joni sedikit memahami bahwa yang di ceritakan di dalam mimpinya itu juga menceritakan tentang kemampuannya. tetapi perbedaannya Joni hanya mempunyai lima tanda dan bukan delapan tanda seperti di yang ada dalam mimpinya.


ada satu hal yang menjadi garis besar dari kemampuannya, yaitu kemampuannya mengenali dan meng copy sesuatu yang istimewa, dan Joni tak dapat menentukan kemampuan yang diinginkannya.

__ADS_1


Joni pun menyadari jika ia hanya memiliki 5 tanda berarti besar kemungkinan 3 tanda yang tersisa dimiliki oleh Endi, yang juga memiliki tanda batu bintang yang sama dengannya.


pagi pun tiba, terlihat Joni dan Rudi sudah bangun.


''Jon.. apa yang ingin kau lakukan hari ini...'' tanya Rudi sambil menatap Joni yang sedang membetulkan pemberat yang terpasang di kakinya.


''pertama aku ingin berlatih untuk tidak menggunakan Indra penglihatan ku hari ini. dan yang ke 2 aku ingin malam nanti saat bersiap untuk menyambut musuh, aku ingin mencoba tak memakai pemberat ku. sekalian menguji kemampuan ku mengatasi gelapnya malam...''


ucap Joni sambil berdiri di depan Rudi.


''baiklah aku ikut juga. sekarang kita mau kemana..''. ucap Rudi sambil berdiri menatap Joni.


''o.... jika kak Rudi mau ikut, mungkin tempat pertama yang mau kita tuju adalah ke tepi sungai. nanti dari sana kita berlari dengan penutup mata yang aku dapat kemaren he..he.''. ucap Joni sambil memberikan penutup mata pada kak Rudi.


ayo kita berangkat,.... kata Joni sambil melesat pergi dan langsung diikuti Rudi di belakangnya.


setelah sampai mereka mandi dan langsung memulai rencana mereka. sebelum berangkat, Joni menyarankan pada Rudi untuk memulai latihan fisik tubuhnya, jika dari informasi paman Frans, seharusnya saat ini tubuh Rudi sudah sangat siap.


Joni dan rudi memulai latihannya, kali ini mereka dapat menghindari seluruh rintangan sambil sesekali menabrakkan tubuhnya pada pepohonan tetapi itu tak membuat konsentrasi mereka buyar.


Rudi mengemasi barang barang yang akan mereka bawa saat pindah ke tempat lain.


kali ini ia menyiapkan kayu bakar yang lebih banyak dari sebelumnya. sedangkan Joni menargetkan kelinci hutan untuk menu malam ini.


saat hari mulai gelap, Rudi sudah menyalakan apinya dan kali ini, karena tak ingin terganggu saat makan, mereka memanggangnya lebih awal dari sebelumnya.


setelah mereka selesai makan, maka seperti dugaannya bahwa para penyerang itu akan datang saat ada api di dalam hutan, Joni dan Rudi segera melompat untuk bersembunyi dan mengawasi berapa jumlah mereka dan kenapa mereka selalu datang saat ada seseorang menyalakan api, dan target pertama ke datangan mereka juga api. sepertinya para penyerang sangat benci dengan api.


Joni dan Rudi mengawasi dari atas pohon.


benar saja, kali ini terlihat ada 12 orang yang datang kali ini dan tetap dengan memakai penutup wajah.


tapi kali ini, mereka tidak langsung mematikan api. mereka berusaha mencari keberadaan Joni dan Rudi yang tak ada di sekitar api.

__ADS_1


Joni terheran kali ini mereka tidak matikan apinya terlebih dahulu. sebenarnya mereka itu punya maksud apa ya.... pikir Joni dalam hatinya.


saat Joni sedang mengawasi mereka dan belum memulai serangannya. Joni merasakan ada sesuatu yang datang dari arah belakangnya. dan kembali melihat ke arah para penyerang yang ada di bawah.


''matikan apinya cepat.....'' kata salah satu orang yang memberi perintah.


mereka segera mematikan api yang ada di depannya. walaupun api telah padam, Joni dan Rudi masih dapat merasakan keberadaan mereka yang sedang terlihat gugup.


Joni semakin bingung dan penasaran dengan tingkah para penyerang ini. kenapa mereka gugup. bukankah mereka telah terbiasa mengatasi gelapnya malam.


dari pengawasan Joni mereka semua sedang waspada pada sesuatu.


apakah mereka merasakan kedatangan dari sesuatu yang kuat seperti yang ku rasakan tadi. pikir Joni dalam hatinya. terdengar suara daun yang tertiup angin kencang.


''bagai mana ketua, apakah kita pergi saja dari tempat ini....'' ucap salah satu penyerang bertanya pada ketua mereka.


''tunggu, jika melihat usia mereka yang masih muda. aku sangat menyayangkan jika mereka berakhir disini. perasaanku mereka masih di sini. tetapi aku tak bisa merasakannya''. kata ketua mereka tegas.


''hey... anak muda, jika kalian masih disini segera pergilah, tempat ini sangat tidak aman bagi nyawa kalian....'' ucap sang ketua sambil mempersiapkan sesuatu.


''kalian bersiaplah, mungkin kita akan melawan selama sepuluh menit saja. lalu cari kesempatan dan kita pergi..''. kata sang ketua.


''baik ketua,... kalian semua waspadalah.....!'' .kata salah seorang penyerang.


mendengar percakapan mereka Joni menjadi semakin bingung untuk menyimpulkan, penyerang ini orang jahat atau orang baik.


''wus.....'' sebuah bayangan melesat dan menyerang mereka, mereka semua kewalahan bahkan dua orang di antaranya terlempar dan tak sadarkan diri. tetapi yang lain tetap bersikeras melawan.


''kita baru dua menit. kita harus bertahan lebih lama....'' kata ketua sambil terus bergerak menyerang bayangan yang tidak jelas bentuknya.


...$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$...


...$$$$$$$$$$$$$...

__ADS_1


...$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$...


__ADS_2