The Copy Master

The Copy Master
episode 20. KETEGUHAN HATI


__ADS_3

''ternyata kita masih sangat jauh jika dibandingkan dengan bapak, apalagi kakek.


level bapak adalah level 5 atas, dan bisa dibilang hampir mendekati level puncak, sedangkan level ku 2 bawah, dan level kakak 1 bawah.'' ucap Joni, sambil melihat Andre yang terkejut seakan tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


awal menuju dunia baru


Andre berfikir bahwa Joni paling tidak berada di level 4 dan dirinya di level 2. ternyata.....


''ha .ha...ha... ternyata dunia ini luas ya kak.'' kata Joni sambil tertawa.


''baiklah kita harus terus berlatih untuk bisa lebih kuat lagi.'' kata Joni penuh semangat.


''ayo kak kita kembali, jangan sampai ikan goreng dan ikan bakarnya habis di makan bapak''. kata Joni yang langsung pergi.


mendengar ikan goreng dan ikan bakar, Andre pun langsung melesat menyusul Joni.


sepanjang perjalanan Joni sering berhenti untuk menunggu Andre, menyusulnya hingga mereka pun sampai di pondok saat hari sudah malam, kali ini waktu mereka pulang lebih lama dari saat mereka berangkat.


''kak. ayo kita langsung mandi dulu, baru kita ke pondok setelahnya,'' ucap Joni sambil menarik tangan kakaknya yang bersiap masuk.


''yah.... padahal aromanya sudah tercium dari sini,'' ucap Andre yang mengurungkan niatnya untuk langsung masuk.


sebab seluruh tubuhnya penuh keringat dan tanah berlumpur.


mereka berdua pun pergi ke sungai untuk mandi sekaligus mencuci baju, dan karena sudah gelap mereka pun hanya memakai ****** ***** sambil membawa baju yang telah di cuci berjalan menuju pondok.


mereka segera masuk dan berpakaian. dalam pikiran mereka saat ini tak ada kata latihan, yang ada hanya makan, makan, makan dan tidur.


''wah...... beneran ikan bakar,'' kata Joni, mengambil nasi sambil menahan air liurnya.


Andre pun tak kalah cepatnya dari Joni bahkan saat ini nasi yang masih utuh di tempat nasi itu terlihat sangat sedikit.


ayah hanya memandangi tingkah anak anaknya sambil tersenyum.


sampai tak sadar nasi yang tadi penuh ternyata sudah kandas. bahkan bapak hanya ke bagian sedikit.


''lah.... kok bapak makannya sedikit'' kata Joni yang mulutnya masih penuh dengan makanan. tanpa menyadari bahwa nasinya mereka habiskan.


Joni pun melirik piring Andre yang nampak dengan nasi menjulang,

__ADS_1


''nah... kakak, nasinya kebanyakan, tu liat bapak jadi makan cuma sedikit''. kata Joni, sambil memandang kakaknya yang tengah makan.


Andre pun melirik Joni dan piring nasinya yang bahkan nasinya lebih menjulang darinya.


''o.. iya kakak lupa'' kata Andre sambil mendekati Joni.


''makanya, aku ingetin kakak biar nggak kebanyakan nasinya. he.. he..'' kata Joni lagi.


''ye... maksudnya kakak lupa kalau nasi kita kebanyakan'' kata Andre yang menggandengkan piring nya dengan piring joni dan terlihat seperti bukit adik kakak. nasi Joni banyak dan Andre agak kecil.


mereka pun tertawa....


''hi... hi... hi.... maaf, ku kira kakak yang menghabiskan nasi. hi..hi..'' ucap Joni merasa malu.


selesai makan mereka santai dulu sambil ngobrol di ruang keluarga, lalu ber istirahat


..................


pagi pun tiba, mereka semua bangun awal seperti biasa Joni dan Andre ber olahraga dan berlatih. mereka berencana membersihkan rumah di pemukiman, dan pergi ke makam ibu setelahnya. siang nanti saatnya mereka kembali ke kota lori.


.....................


terlihat ayah dan andre datang ke acara kelulusan Joni. mereka hadir lebih awal dari yang lain.


''wah.... anak bapak dah lulus hari ini, semoga hari ini menjadi awal yang baik bagimu untuk menggapai cita cita.'' ucap ayah penuh harapan.


''iya pak, hari hari ini sudah lama aku tunggu,


kakak apakah kakak tidak masuk pagi, hari ini'' ucap Joni bertanya pada kakaknya yang juga ikut hadir.


''iya, sebenarnya hari ini kakak masuk pagi, namun kakak bertukar jadwal sama Reno.'' ucap andre


waktu berlalu, mereka bertiga tidak langsung pulang. mereka bertiga pergi ke mess Andre.


''dek, kebetulan disini ada lowongan kerja. barangkali kamu berminat masuk di perusahaan ini.'' ucap Andre menawarkan.


''nah... kebetulan kakak bilang, jadi sekalian saja aku katakan. sebenarnya setelah lulus ini aku ingin memulai jalanku menuju cita-cita. dan langkah awal ku kali ini aku ingin pergi ke kota bunga, aku ingin menemui Endi dan mencoba mencari sesuatu di tempat yang baru.'' ucap Joni


''o... jika begitu, ini terimalah, semoga bisa membantumu dalam perjalanan nanti''. ucap Andre lagi sambil menyerahkan sedikit uang untuk bekal Joni di perjalanan.

__ADS_1


''maafkan aku kakak. jika selama ini selalu menyusahkan mu. akan ku wujudkan cita cita ku dan membuat ayah dan kakak bangga.'' ucap Joni sambil menerima pemberian Andre


''jangan terlalu difikirkan, mungkin jika aku yang menjadi adikmu, kamu melakukan hal yang lebih dari yang ku berikan padamu. kakak hanya ingin kamu bisa menggapai impian mu.


ingat.... kesuksesan itu bukan sesuatu yang instan. perlu banyak waktu dan proses yang panjang untuk mencapainya''. ucap Andre sambil mengusap punggung Joni.


''bagi kakak, kamu adalah kebanggaan, dan berjanjilah jamu akan selalu menjaga kesehatan dalam prosesnya nanti.'' ucap Andre penuh harapan.


''baiklah, ayo kita berangkat ke desa dulu,'' kata ayah mengajak Joni.


''Andre, jaga diri baik baik. jaga kesehatanmu. bapak mau pulang ke desa Soko dulu.'' ucap ayah lagi.


''iya pak. hati hati di jalan.'' ucap Andre sambil mengantar mereka berdua.


Joni dan pak pendi pun pergi menuju desa Soko, seperti biasa mereka berjalan normal, dan saat kondisi jalan mulai sepi mereka baru beraksi berlari dengan kekuatan penuh, meloncat menabrak, berlari, berguling mereka melakukan gerakan menghindari pepohonan dan kayu kering sepanjang hutan menuju desa.


''saat ini kecepatan Joni hanya bertambah sedikit, dari level 2 bawah menjadi level 2 atas, sedangkan Andre masih tetap di level 1 bawah.


ini yang membuat ku semakin penasaran kenapa Joni bisa melewati tahap ini, padahal tahap ini sangatlah mustahil. bahkan telah di lakukan riset selama ber puluh puluh tahun oleh keluarga antoni, baik manusia normal, generasi manusia rekayasa murni. maupun generasi campuran, apakah ada pengaruh dari darah ku, tapi.... ini sangat tidak mungkin'' pikir ayah dalam hatinya penasaran.


selang beberapa lama melaju dengan kecepatannya, dan hari masih siang, mereka pun akhirnya sampai di rumah pondok mereka.


sesampainya di rumah pondok rencananya Joni ingin memperbesar luas air sungai yang ia buat, dia ingin suatu saat nanti ada pembangkit listrik di tempat itu, untuk mencukupi kebutuhan listrik warga desa Soko.


malam hari pun tiba, Joni telah selesai membuat sungai menjadi lebih besar.


setelah selesai Joni pulang untuk beristirahat,


mereka ngobrol di teras depan sambil menikmati pemandangan malam.


''apa yang mau kamu lakukan untuk sungai itu nak,'' tanya ayah pada joni.


''o... itu, aku punya rencana, suatu hari, aku ingin memanfaatkan sungai ini menjadi sumberdaya listrik untuk desa ini. tapi aku harus belajar dan mempersiapkan semuanya. alasan ini juga yang mendorong ku untuk berkeliling dunia untuk mencari sesuatu yang berharga untuk masa depan, bagaimanapun aku terlahir dan besar di desa ini, desa ini juga yang mengajarkanku banyak hal. aku tak akan bisa melupakan semua kenangan tentang desa ini''. ucap Joni


...00000000000000...


...00000000...


...000000000000000...

__ADS_1


__ADS_2