
"sebenarnya ada satu masalah penting yang akan kita bahas. dalam pertemuan ini, dan aku harap kita semua bersiap dengan segala kemungkinannya." ucap mang yi dengan tatapan mata yang sering.
"baiklah,... karena kau sudah mengatakannya, maka aku akan memberitahu situasinya, agar Joni juga dapat memahami dan memberikan sarannya" ucap Baron sambil mulai memberitahu joni keadaan apa yang sedang mereka bahas.
Baron mulai menjelaskan bahwa 2 Minggu yang lalu, pusat pemerintahan negara tengah yang ada di kota air melakukan riset yang tidak biasa dan sempat terjadi kecelakaan, menurut kabar dari mata mata ada ada makhluk yang keluar dari tempat riset tersebut, tetapi negara masih menyembunyikan hal ini. dan kabar yang mereka dapat makhluk ini adalah makhluk rekayasa yang ternyata menyerang manusia. tetapi keberadaan makhluk ini tidak di ketahui.
dari kabar yang diterima, penduduk yang berada di area tepi hutan mulai resah karena beberapa warga mereka menghilang tanpa jejak.
"kemarin kita mendapat kabar dari penasehat negara untuk menyelidiki sebuah kasus yang terjadi akhir akhir ini. yaitu kasus orang hilang, yang membuat lembaga khusus negara bertindak untuk menyelesaikan kasus ini, tetapi belum ada informasi apapun dari mereka, sebab itulah penasehat negara meminta kita mengirimkan bantuan untuk membantu menyelesaikan kasus ini." ucap Baron memaparkan.
"nah... ini salah satu kesempatan, untuk bisa menjalin kerjasama dengan pemerintah pusat dalam hal keamanan.
jadi ini harus di ambil. dan aku bersedia membantu. anggap saja permintaanku di awal tadi adalah salah satu syarat aku menerima posisi ketua." ucap Joni sambil tersenyum.
"baiklah jika seperti itu, lalu berapa orang yang ingin ketua bawa bersamamu" ucap mang yi bertanya pada Joni
"mungkin satu orang tiap kelompoknya, aku yakin itu sudah cukup." ucap Joni penuh percaya diri.
"baiklah jika seperti itu, pastikan waktu keberangkatan besok ke kota air." ucap sarli
"kita berangkat jam 7 pagi besok" ucap Joni lalu pamit untuk meninggalkan tempat pertemuan.
para kapten masih belum meninggalkan tempat pertemuan itu, mereka akan lanjut membahas permintaan Joni pada mereka.
"bagaimana ini Baron, permintaan ketua tadi apakah tidak berlebihan" kata sarli dengan raut wajah yang khawatir pada kelangsungan kelompoknya.
"tunggu dulu... justru aku merasa apa yang di sampaikan oleh ketua tadi lebih masuk akal dan ada kesan yang baik untuk organisasi kita kedepannya.." ucap mang yi menyela pembicaraan.
"tunggu, aku ingin tau tanggapan kapten baru singa tua.. bagaimana menurutmu Suan Li, karena kau yang termuda di antara kami, jadi apa pendapatmu mengenai permintaan ketua tadi". tanya Baron pada Suan Li yang belum menyampaikan pendapatnya.
__ADS_1
"sebenarnya, jika dilihat dari latar belakang kita yang berasal dari perompak, tentu saja yang di minta ketua tadi berlebihan, tetapi jika kita melihat beberapa pilihan yang di berikan nya. kemungkinan kita bisa melakukannya. dan aku sangat setuju dengan pendapat ketua tentang kerjasama keamanan negara dan melibatkan kelompok kita dalam daftar pasukan negara, hal itu bisa saja terjadi dan tentu akan ada anggaran dana negara yang juga bisa menghidupi kelompok kita, sekaligus memperbaiki citra buruk selama ini.
selain dari pilihan usaha yang lainnya. dan permintaan dari penasehat negara yang kau sampaikan tadi adalah jembatan untuk kita agar di akui negara, tetapi dengan sepak terjang kita yang baik..." ucap Suan Li penuh semangat.
"nah... jika seperti ini, berarti kita telah sepenuhnya sepakat....
Sam... besok pagi kumpulkan seluruh anggota kelompok kita di aula kota burung. untuk meresmikan dan mengenalkan kapten kepala kita yang baru, sekalian mengutus beberapa orang untuk membantu menyelesaikan masalah yang terjadi di kota air." ucap Baron memberi perintah dan diikuti oleh perintah yang sama dari semua kapten pada wakilnya.
pagi hari pun tiba, terlihat semua orang berkumpul di aula kota burung.
Joni yang di jemput oleh 4 kapten pun merasa sangat heran,
"mengapa tuan kapten sampai menjemputmu,... memangnya ada apa...
aku akan pergi ke kota air tidak bersama kalian kan..." tanya Joni yang merasa heran
"huh.... kalian ini...
ya sudah, ayo cepat. jangan membuang buang waktu lagi." ucap Joni sambil berjalan keluar dari hotel tersebut.
mereka pun menuju aula kota burung.
setelah sampai Joni melihat banyak sekali yang berkumpul disini...
Baron maju sebagai pembuka acara, dan menyampaikan bahwa hari ini mereka akan diperkenalkan dengan kapten kepala yang terpilih, dan Baron meminta Joni untuk maju dan memberikan sambutannya.
awalnya Joni sangat marah dan moe tertawa terbahak bahak melihat posisi Joni yang bingung dan grogi, melihat begitu banyak orang yang menyambutnya, Joni sempat terdiam di depan pengeras suara (mic) yang ada di depannya, hingga dia mengingat apa yang disampaikannya semalam pada 4 kaptennya.
"huh... baiklah,... nama ku adalah Joni dan aku adalah kapten kepala kalian yang baru.
__ADS_1
aku sangat berharap 4 kelompok yang saat ini berkumpul, dapat memberikan dukungan terbaiknya pada kelompok masing masing.
apakah kalian siap" ucap Joni dengan lantang dan disambut dengan gemuruh suara siap dari orang yang berkumpul saat ini.
lalu Joni meminta setiap anggota kelompok untuk memulai dengan menggali potensi diri, misalnya pertanian, perdagangan, bisnis dan lain lain,.. seluruh orang yang berkumpul saat ini saling berpandangan tak mengerti. mengapa mereka di suruh untuk melakukan hal hal normal,.... dan mereka yang berkumpul mulai gaduh dan membuat suasana menjadi rusuh.
melihat hal ini Joni yang memang serius mengatakan ke inginan nya itu pun menjadi sedikit emosi melihat tingkah mereka yang seolah olah tak mau melakukan apa yang ia perintahkan. Joni mengaktifkan kekuatan penguasa bayangannya untuk menghentikan dan menenangkan mereka.
wusss.... kekuatan penguasa bayangan aktif dan Joni menggunakan jurus istana kegelapan. seketika cahaya matahari menghilang dan setengah kota burung tenggelam dalam kegelapan. aula kota yang sebelumnya berisik mendadak diam tanpa suara, setiap orang dari setiap kelompok menghadapi ketakutan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya, mereka hanya bisa saling berpegangan tangan tetapi mereka sama sekali tak bisa melihat apapun.
"inikah kekuatan kapten kepala..." ucap salah satu orang yang berada di aula.
"dengarkan aku, jika kalian masih ingin terus hidup, maka lakukan apa yang ku perintahkan.
dan satu lagi... jangan sampai adalagi kejahatan yang kalian lakukan pada orang orang yang ingin datang ke kota burung. kalian dengar......" ucap Joni dengan nada serius.
"ba... baik kapten kepala, maafkan atas kelancangan kami..." ucap semua anggota 4 kelompok.
Joni pun melepaskan semuanya dari istana kegelapan dan menonaktifkan kekuatannya. suasana pun kembali normal.
tampak semua orang menyipitkan matanya karena kegelapan dan ketakutan yang mereka rasakan tadi telah hilang dan berganti dengan sinar matahari yang cerah menyilaukan pandangan mereka.
...###############...
...#########...
...###...
...#...
__ADS_1