
setelah selesai mandi Joni kembali menghampiri moe,yang kini telah pindah ke tempat lain. sedangkan Rudi langsung tertidur.
''moe katakan padaku apa yang terjadi saat aku pergi tadi'' tanya Joni pada moe yang langsung duduk saat Joni menghampirinya.
moe pun menceritakan kejadiannya, bahwa ternyata pemilik energi murni yang sejak awal dirasakannya itu adalah benar benar milik penguasa tanah. dan tadi moe sempat berdebat dan hingga akhirnya sepakat untuk melakukan pertaruhan.
''apa..... mengapa kau melakukan ini moe, bukankah kau tahu kekuatanku itu belum ada apa apanya jika di bandingkan dengan kekuatan para penguasa. tak mungkin aku bisa menang'' ucap Joni sambil tertunduk..
''bodoh.... bukankah di dalam tubuhmu itu juga ada kekuatanku... kau bisa menggunakan kekuatan itu untuk melawannya besok... dasar bodoh.. bukankah kau ingin menjadi kuat hah..
maka buktikanlah jika kau menganggap aku temanmu maka hadapilah dengan wajah penuh keyakinan bukan wajah tertunduk seperti itu.'' ucap moe yang melihat Joni tidak percaya diri.
''ingat jika kau sampai kalah 2 kali dalam 2 hari maka jangan pernah berharap kau akan bisa lagi berteman denganku. ingatlah... aku percaya kau pasti akan bisa memenangkan taruhan ini.'' ucap moe penuh keyakinan.
''baiklah,... tak akan ku biarkan siapapun menindas teman ku. besok aku pasti bisa mengalahkannya'' ucap Joni penuh semangat dan keyakinan.
melihat Joni yang telah kembali, moe pun lega.
'' ayo kita tidur, besok adalah hari yang melelahkan bagimu.'' ucap moe dan berubah menjadi gelang di lengan Joni.
esok hari pun tiba kota timur di gegerkan oleh kegagalan dari pasukan terbaik dalam menjalankan misi yang di berikan.
pagi ini pasukan yang di kirim untuk menyelidiki kasus yang terjadi di hutan kota timur telah kembali ke markas pertahanan militer kota timur.
mereka semua di jemput oleh helikopter militer kota timur yang sengaja ke lokasi alat pelacak yang terpasang di tubuh pasukan khusus negara.
''apa yang sebenarnya mereka hadapi semalam'' ucap jendral taori yang sedang mengadakan pertemuan dengan 5 orang kaptennya.
''jendral... sepertinya penyusup kali ini benar benar kuat, mohon perintahkan kami untuk pergi menyelidiki masalah ini jendral...'' ucap seorang kapten yang di bernama moci
''betul jendral... mohon beri perintah kepada kami untuk pergi menyelidiki kasus ini'' ucap 4 orang lainnya.
''tunggu dulu... sebenarnya aku melihat ada yang aneh dalam kasus penyusup ini...
apakah kalian tidak merasa heran melihat orang yang kita kirim semuanya masih dalam keadaaan hidup....
__ADS_1
dan aku juga tidak mendapat laporan dari markas penjaga mengenai kehilangan maupun penyerangan. sepertinya penyusup ini tidak mengincar apapun dari kita.
tetapi... mengapa dia bertarung dengan orang orang yang kita kirim....
tidak mungkin mereka bertarung hanya untuk berlatih kan...'' ucap jendral taori
para kapten yang mengikuti pertemuan itu hanya berpandangan dan mengangguk saja.
''benar sekali apa yang anda sampaikan jendral... jika saran dari saya, mungkin sementara waktu ini kita tidak usah merespon kejadian ini dulu, sebab sejak kedatangan penyusup itu hingga saat ini tak di temukan sedikitpun masalah baik itu perampokan, maupun tindak kejahatan lainnya di lingkungan kota kita ataupun di balai dan markas militer ini'' ucap kapten moci.
''bagaimana dengan pendapat kalian yang lain...'' ucap jendral taori.
''mohon izin tuan jendral,... berikan saya perintah untuk berpatroli malam ini'' ucap kapten silo.
''hem...... baiklah sudah ku putuskan, sebelum adanya laporan mengenai kerusuhan di wilayah kota timur ini, tak perlu ada lagi pertarungan yang tidak perlu, dan baiklah kapten silo.
jika kau ingin berpatroli, maka pergilah. dan ingat.... jangan melakukan pertarungan yang tidak perlu dan untuk tim pelacak yang dikirim semalam, mintalah laporan darinya mengenai si penyusup ini saat dia sadar nanti.'' ucap jendral taori sambil membubarkan pertemuan mereka.
di tempat lain Joni dan Rudi sudah bangun dan sedang bersih bersih halaman rumah. Joni memberi tahu Rudi bahwa hari ini dia akan pergi bersama moe untuk mengurus sesuatu.
''apakah aku boleh ikut...'' ucap Rudi sambil menatap Joni
''maaf kak Rudi kali ini aku tidak melawan manusia, jadi maaf aku harus pergi bersama moe'' ucap Joni sambil tersenyum.
''baiklah mungkin aku akan memotong motong kayu ini, dan jika kita memerlukannya kan sudah tersedia'' ucap Rudi.
''oya kak Rudi... maaf jika aku salah... cobalah membuka hati untuk seseorang...'' ucap Joni memberi saran pada Rudi.
''ah... kamu ini jon'' ucap Rudi
''aku serius kak... cobalah'' ucap Joni meminta.
''em... sudahlah...'' ucap Rudi dengan wajah malu malu.
memang benar apa yang dikatakan Joni padanya, dan Rudi ingin mencoba saran yang di berikan Joni kepadanya.
__ADS_1
..................
disisi lain di desa Soko tampak keluarga pak Denny masih berada di desa Soko. Reno, Reno, dan Reni tampak sangat akrab dan menerima saudara yang lama tak pernah bertemu mereka bahkan mereka sama sekali tidak mengetahui.
lebih dari yang lainnya kebahagiaan Reno kali ini benar benar luar biasa. hampir hari hari cuti kerjanya di desa Soko dilalui dengan wajah bahagia.
beberapa kali mereka pergi ke rumah pak pendi ayah Joni dan mandi di sungai yang saat ini sudah semakin besar. selama Joni pergi Reno dan Andre selalu datang dan melanjutkan pekerjaan yang di mulai Joni.
''adik ipar... maukah kalian ikut kami ke negara tengah'' ucap pak Denny
''maaf kak, bukannya aku menolak pergi, sejak kami datang dan tinggal di desa ini, desa ini sudah seperti rumah istimewa bagi kami'' ucap Bu Reno yang berusaha menolak tawaran pak Denny.
''oya dek, bagaimana jika seperti ini, ijinkan kami menyekolahkan adik adik Reno ini ya...'' ucap istri pak Denny meminta.
''em... mungkin nanti saya akan minta pendapat Reno ya kak'' ucap ibu Reno yang tampak bingung untuk mengambil keputusan.
sejak 2 hari yang lalu pak Denny dan keluarganya sudah berada di desa Soko.
mereka juga sempat beberapa kali mengunjungi rumah pak pendi di ladang dan mengucapkan terimakasihnya pada Joni yang telah mempertemukan mereka dengan keluarga yang Reno.
dan sesekali juga ikut merasakan kesegaran sungai yang di buat lebar oleh Joni.
sedangkan Reno banyak bercerita tentang Joni yang baginya adalah seorang figur yang ingin sekali dia ikuti, Reno juga menceritakan bahwa sungai dan jalan menuju desa Soko yang di lewati juga tak lepas dari perjuangan Joni untuk memperbaikinya.
Reno dan Reni yang mendengar cerita Reno merasa sangat kagum pada Joni yang usianya masih lebih muda dari mereka tetapi sudah meninggalkan kebaikan di hati banyak orang.
selain keluarga pak Denny, Endi dan teman temannya juga ikut datang ke desa Soko. bahkan Endi bersama keluarga, Rendi bersama keluarga yang tinggal sementara di rumah lama pak Pendi serta teman teman Joni yang lain bahkan sari pun ikut berkunjung ke desa Soko bersama Rendi.
keluarga pak Denny benar benar menyesal karena merasa kurang menjamu kedatangan Joni saat berkunjung di rumahnya.
...&&&&&&&&&&&&&&&&&...
...&&&&&&&&&&&&&...
...&&&&&&&&...
__ADS_1
...&&&...