The Copy Master

The Copy Master
83. KEMAMPUAN KETIGA SANG PENGUASA ANGIN#2


__ADS_3

joni terdiam sesaat, sambil berfikir


''apakah yang ada di hadapannya adalah sang penguasa angin, mengapa aku tak merasakan sesuatu pada lenganku'' pikir Joni dalam hatinya.


''nona sang penguasa angin, menga..... huf'' Joni berhenti bicara karena tangan Andien yang terasa dingin menutup mulutnya.


hawa dingin meresap ke tubuh Joni saat tangan Andien menyentuh wajahnya. dan seketika Joni dan Andien jatuh tergeletak.


Joni merasakan tubuhnya sangat sakit tetapi kali ini bukan terasa panas, tetapi lebih terasa seluruh tubuhnya di bekukan secara ber ulang ulang, sedangkan Andien yang juga terjatuh dengan wujud kakinya tak lagi berbentuk pusaran angin. sangat marah atas kejadian itu, tetapi dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, dia hanya ingin menghentikan Joni yang memanggilnya terus terusan dengan nama nona penguasa angin, tetapi justru sentuhannya berdampak pada dirinya dan juga joni. Andien awalnya sangat marah pada Joni, tetapi saat dia melihat tubuh Joni yang terlihat lebih kesakitan darinya, ia pun mencoba mendekati Joni. dan saat Andien sang penguasa angin sudah hampir dekat dengan Joni ''duar....'' sebuah ledakan energi terjadi di atas awan yang terlihat ada kilatan cahaya pelangi yang menyambar nyambar.


moe yang melihat hal itu terus memperhatikan. awan gelap yang bergerak menuju laut.


setelah beberapa saat, terlihat ada dua sosok yang terjatuh dari awan gelap.


moe yang dari tadi memperhatikan pun menyadari sesuatu dan segera berubah ke bentuk elang raksasa untuk menangkap 2 sosok yang terjatuh dari langit itu.


''wuss'' moe menangkap Joni yang sedang kesakitan, lalu meluncur ke sosok yang satu lagi yang ternyata adalah kai sang penguasa angin. moe tak mengerti sebenarnya apa yang terjadi di atas awan itu kerena dari apa yang di lihat moe, sama sekali tak ada pertarungan yang terjadi, mengapa tiba tiba mereka terjatuh.


moe membawa keduanya kembali ke atas awan. dan meletakkan kedua orang yang di bawanya.


moe sangat senang melihat kau sang penguasa angin di depannya, dan segera merubah dirinya menjadi seekor kucing hitam. dia mendekati kau yang sedang merasakan bahwa kekuatannya tak berfungsi.


''moe, jangan mendekatiku'' ucap kai mengingatkan.


moe tidak peduli dan tetap mendekati kai moe mendekat dan menggosok gosokkan badannya ke wajah kai yang terlihat kesal.


''sudah sangat lama kita tak bertemu ya bos kai'' ucap moe pada.


''diam kau kucing sialan... ceritakan padaku siapa anak ini sebenarnya, dan apa yang sedang terjadi ini'' ucap KAI bertanya


''baiklah... lihatlah anak manusia yang ada di sana itu, apakah kau bisa merasakan adanya kekuatan bayangan dan kekuatan tanah dalam tubuhnya...'' ucap moe.


''apa.... pemuda itu memiliki kekuatanmu dan kekuatan raqi.... '' ucap kau bingung.

__ADS_1


''tentu saja... dia bukanlah pemuda sembarangan, dia adalah teman kami'' kata moe sambil tersenyum


''apa maksud perkataan mu moe.... jangan berbelit Belit, cepat katakan....'' desak kai


''ah... kenapa beribu ribu tahun berlalu tak bisa mengubah sifatmu yang tidak sabaran... huh...


baiklah... dengarkan aku.


Joni adalah satu manusia yang memiliki kekuatan legenda yang ada sebelum kita. dia mampu meng copy kemampuan seseorang yang tergolong kedalam kemampuan spesial saja, seperti kita. jadi... saat ini tubuhnya sedang mengcopy seluruh kemampuan penguasa angin milikmu'' ucap moe.


''tidak mungkin.... tubuhnya tidak akan mampu menyerap dan menyimpan kekuatan angin, bahkan jika raganya memiliki ketahanan sempurna'' ucap KAI dengan wajah tidak percaya.


''he...he... awalnya kami pun meragukan kekuatannya, tetapi keteguhan hati dan energi murni yang di milikinya di atas kemampuan kita semua kai, bahkan mungkin energi murni milikmu tak sebesar energi murninya'' ucap moe menambahkan sambil melihat ke arah Joni yang masih merasakan sakit dalam menyerap energi penguasa angin.


''menurutku, saat kau pulih seluruhnya, Joni tetap dalam keadaan seperti itu, karena kekuatanmu sangat besar jika di banding kekuatan kami'' ucap moe.


kai yang berangsur-angsur angsur pulih duduk di sebelah moe, dan memperhatikan keadaan Joni. setelah benar benar pulih, kai atau Andien mencoba untuk mendekati Joni.


''kai.... jangan dekati dia dulu'' ucap moe.


''saat dalam keadaan penyerapan kekuatan angin milikmu, Joni tak bisa di dekati olehmu. kau akan diserang energi murni yang menyelimuti tubuhnya'' ucap moe memperingatkan KAI


kai yang sejak awal tidak percaya dengan Joni tetap berjalan mendekatinya.


''hey kai.... jika kau merasa energi murni milikmu lebih kuat darinya lebih baik kau aktifkan dulu energi murni mu secara penuh'' ucap moe


kai menghentikan langkahnya. dan mengeluarkan energi murni miliknya, terlihat awan yang membawa mereka mengeluarkan kilatan cahaya biru sedangkan kai dikelilingi kilatan cahaya pelangi.


moe bergerak menjauh dari tempat Joni dan kai berada dan tetap mengawasi mereka.


kai kembali melangkah dan mendorong energinya untuk mendekat ke pusat energi yang menyelimuti tubuh Joni yang sedang terbaring sesaat setelah kai mendekati pusat energi ''duar....'' sebuah ledakan besar terjadi lagi dan kali ini kau terlempar sangat jauh sedangkan Joni masih tetap berbaring di tempatnya.


moe berubah dan mengejar tubuh kai yang tidak lagi diselimuti kilatan cahaya yang terlempar dari awan yang membawa mereka.

__ADS_1


''dasar keras kepala.... sudah kuperingatkan masih juga memaksa'' ucap moe dalam pikirannya.


sesaat setelah ledakan kedua terjadi Joni tersadar, nampak energi murni yang menyelimuti tubuhnya sudah memudar dan terserap kembali ke dalam tubuh.


Joni memperhatikan sekitarnya.


''kemana moe dan Andien pergi... kenapa aku di tinggalkan begitu saja di tempat ini,'' pikir Joni dalam hatinya sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


moe yang sedang terbang sambil membawa KAI yang tidak sadarkan diri merasa heran,


''apa yang terjadi.... mengapa Andien tak sadarkan diri'' pikir Joni.


''wah... sudah sadar rupanya.... sepertinya kekuatanmu memang benar benar meningkat sangat pesat ya Jon'' ucap moe yang menghampiri Joni dan meletakkan andien untuk yang kedua kalinya.


''he...he... ada apa dengan Andien moe, kenapa dia tak sadarkan diri'' tanya Joni dengan wajah bingung melihat penguasa angin tidak sadarkan diri.


''siapa yang kau maksud andien'' tanya moe pada Joni.


''itu, seseorang yang kau bawa itu'' ucap Joni dengan menunjuk ke arah kai.


''ha...ha... dasar kai. memang dari dulu dia sangat membenci nama itu, karena menurutnya nama itu tidak cocok dengan penampilannya.'' ucap moe.


''oh.... jadi begitu, tapi tidak apa apa moe, bagaimana kalau aku memintamu untuk memanggil KAI dengan nama yang dia inginkan'' ucap Joni


''em.... ha..ha...ha... baiklah, akan kulakukan untukmu, walaupun aku perlu latihan untuk mengucapkannya, mungkin aku perlu waktu 2 tahun sampai lancar memanggilnya ha...ha..ha...'' ucap moe yang tidak bisa berhenti tertawa.


''oya moe, ceritakan padaku, mengapa penguasa angin bisa tak sadarkan diri seperti ini'' tanya Joni pada moe.


''baiklah akan ku ceritakan semua kejadian hingga dia tak sadarkan diri seperti ini'' ucap moe sambil kembali duduk.


...###############...


...########...

__ADS_1


...#...


__ADS_2