
Joni tersenyum melihat Rudi yang sangat tidak merasa nyaman saat ada seseorang gadis yang mendekatinya.. terlihat Rudi mendadak gerah berkeringat dan langsung pergi padahal lukanya belum di obati.
''hei... '' ucap Sarah sambil melambaikan tangannya untuk menghentikan Rudi yang berlari pergi dari tempat mereka.
''jon,... temanmu itu kenapa'' ucap Sarah sambil menatap Joni dengan wajah heran.
''o... maaf, temanku itu tidak pernah dekat dengan seorang gadis. jadi kurasa dia grogi dan panik karena kamu mendekatinya... he..he..'' ucap Joni sambil tersenyum.
''oya kalian pulanglah,.. mungkin sebentar lagi akan ada orang jahat lagi yang datang. dan mengenai temanku tadi kalian tak usah khawatir. dia akan baik baik saja'' ucap Joni.
''maaf aku pergi dulu'' ucap Joni sambil hendak pergi mengejar Rudi.
''tunggu Joni... bisakah kau mengantar kami ke rumah, sebab kami takut untuk pulang sendiri'' ucap Siva dengan senyumnya.
''huh.... '' Joni berfikir sejenak sambil menarik nafasnya saat ini sebenarnya dia sangat ingin kembali ke perkemahan menyusul Rudi yang lebih dulu pergi.
''baiklah... tapi aku hanya mengantar sampai saat rumah kalian terlihat saja ya.'' ucap Joni sambil menatap mereka berdua.
Sarah dan Silva ini adalah wanita yang cantik dengan perawakan yang bagus, usia Sarah sekitar 20 tahun dan Silva sekitar 17 tahun.
'' jika ada Endi disini pasti akan lain lagi ceritanya'' pikir Joni dalam hati.
di sisi lain rudi yang masih berlari menerobos lebatnya hutan mendadak berhenti, dia merasakan ada yang sedang memperhatikannya sejak memasuki hutan ini.
Rudi berhenti dan melihat ke sekeliling tempatnya berdiri.
disisi lain Joni sedikit mengkhawatirkan Rudi yang sedang menuju tempat berkemah.. Joni berhenti dan berbisik pada moe untuk menyusul Rudi dan menunggunya di tempatnya berkemah.
Joni menyembunyikan lengannya di balik badan moe pun mengerti dan berubah menjadi kelelawar, terbang menuju perkemahan.
''apakah Joni merasakan sesuatu...'' pikir moe dalam hatinya.
__ADS_1
saat masih dalam perjalanan moe merasakan energi Rudi yang bergerak tak menentu, dan sepertinya ada hal lain yang di lakukan Rudi selain berlari. moe turun dan mendekat ke arah Rudi, dan benar saja ada benda terbang yang terus mengejar Rudi, tapi benda itu bukan mahluk hidup, moe mengeluarkan kekuatan bayangannya untuk menangkap dan menghancurkan benda yang terus mengejar Rudi kemana pun Rudi berlari.
dalam sekejap moe sudah menghancurkan 6 benda yang bergerak tersebut dan merusaknya 1 untuk di beritahukan pada Joni. sedangkan beberapa lagi pergi entah kemana.
sedangkan Joni yang masih berjalan untuk mengantar Sarah dan Silva pulang merasa tenang, karena moe pergi menyusul Rudi. entah kenapa Joni merasa khawatir kali ini.
''oiya Jon.. boleh kami tau di mana rumahmu, karena sepertinya wajah kalian sangat asing bagi kami, apakah kau dari negara Utara...'' tanya silva pada joni lagi.
''em... orangtuaku memang dari negara Utara, tetapi aku lahir di negara timur. kami baru datang dari negara tengah 5 hari yang lalu. dan malam ini sebenarnya kami membuat perkemahan di hutan sebelah kota timur ini untuk menginap'' ucap Joni
''apa... tunggu... apakah kamu membuat perkemahan di hutan.'' Sarah yang dari tadi terdiam mendadak berteriak terkejut mendengar bahwa Joni dan Rudi berkemah di hutan sebelah kota.
melihat Sarah yang terlihat sangat kaget, Joni menjadi semakin penasaran, kenapa dan ada apa dengan hutan sebelah kota.
''sarah... mengapa kau terkejut, kami memang terbiasa menginap dan berkemah di hutan'' ucap Joni sambil menatap heran.
''joni... hutan di sekitar negara selatan ini tidaklah sama dengan hutan lainnya di negara lain. di hutan negara selatan ini pernah di temukan Monster yang menghancurkan sebuah tambang raksasa dalam satu malam.
dan setelah kejadian itu, negara selatan menerbangkan drone drone serangga dalam jumlah besar untuk berpatroli di seluruh kawasan hutan dari senja hingga pagi tiba, tujuannya adalah untuk mencari keberadaan monster tersebut.'' ucap Sarah dengan raut wajah yang khawatir.
''drone yang dikirim untuk berpatroli adalah drone tipe tempur dengan kemampuan yang sama dengan prajurit pelacak dan prajurit tempur negara bahkan di lengkapi dengan kamera malam sehingga dapat melihat dalam gelap'' ucap Sarah menjelaskan.
''kenapa kau tahu begitu banyak mengenai drone ini'' tanya Joni lagi.
''tentu saja, karena setiap warga negara selatan pasti tahu akan hal ini, itulah sebabnya tak ada perjalanan apapun yang melintasi hutan dari senja hingga pagi nanti. negara selatan memerintahkan segala bentuk perjalanan harus dilakukan pada pagi dan siang hari saja. kecuali Kamis dan minggu'' ucap Sarah lagi menjelaskan.
mendengar hal itu dari Sarah Joni merasa lega karena moe pergi menyusul Rudi ke perkemahan.
''joni.. jika kau mau, keluarga kami memiliki 1 rumah yang tidak di tempati jadi aku sangat meminta padamu untuk mau tinggal sementara waktu di sana,... tapi rumah keluargaku itu sudah lama tak di tempati, mungkin saat ini kondisinya sangat kotor, tapi menurutku itu lebih baik dari pada berkemah di hutan... bagaimana?'' tanya sarah lagi menawarkan bantuan.
''em... aku tak bisa menjawabnya saat ini, tapi nanti aku akan membicarakannya dengan kak rudi, kalian tak usah khawatir, kami akan baik baik saja'' ucap Joni penuh percaya diri.
__ADS_1
mendengar jawaban Joni Sarah dan Silva pun tak bisa berkata apa apa lagi, mereka hanya bisa berharap mereka akan baik baik saja.
setelah beberapa saat berjalan, mereka akhirnya sampai ke tempat yang dituju.
Joni pamit untuk kembali ke perkemahan. dan saat Joni berbalik badan, Silva menahan lengan Joni, seketika Joni kaget karena tangan Siva terasa sangat lembut dan hangat, Joni segera melepaskan tangan Siva yang memegangnya.
''maaf aku harus pergi'' ucap Joni sambil berlari meninggalkan kediaman mereka.
Silva tersenyum menatap kepergian Joni.
''ehem... hayo'' ucap Sarah sambil menyenggol pundak adiknya.
''apaan sih kakak ini'' ucap Silva sambil berjalan ke rumah.
Sarah hanya tersenyum melihat tingkah adiknya yang sangat terlihat menyukai Joni.
disisi lain Joni telah memasuki area hutan, dan menuju perkemahan mereka. Joni merasakan ada yang mengejarnya. lalu Joni pun berhenti.
''apakah ini drone yang di katakan Sarah padaku tadi'' pikir Joni dalam hatinya.
karena kecepatan Joni sekarang sudah berada di level 4 bawah, tak heran jika drone yang mengejarnya tertinggal sangat jauh. Joni melepas kaosnya dan memakainya di kepala, dan hanya menyisakan mata untuk melihat lawannya.
''jika kekuatan drone ini setara prajurit pelacak dan prajurit tempur negara, mungkin aku harus mencoba kekuatannya.'' pikir Joni dalam hatinya.
setelah beberapa saat menunggu akhirnya drone pun mulai berdatangan dan mengelilingi Joni yang sedang berdiri. jumlah drone yang datang, berjumlah sekitar 43 buah, dan terlihat sedang merekam Joni yang saat ini sedang menutup wajahnya seperti ninja.
salah satu drone terlihat menyerang Joni dengan tembakan laser panas yang mengarah ke kaki. Joni merasa bahwa drone drone ini seperti di kendalikan dari jarak yang jauh. dan Joni ingin memancing emosi pengontrol drone dulu untuk saat ini dengan menyerang 1 atau 2 drone yang mengelilinginya dan bersiap menyerang.
...@@@@@@@@@@@...
...@@@@@@@...
__ADS_1
...@@@...
...@...