The Copy Master

The Copy Master
episode 36. TRAGEDI YANG TERULANG


__ADS_3

''O..... DIA (Joni) baik baik saja. dan saat ini mungkin sedang tidur dan saat ini sebenarnya dia sudah boleh pulang. dia hanya perlu beristirahat saja. o.... ya, sebaiknya dia ganti pakaian''. ucap dokter.


mereka semua terdiam dan saling berpandangan tak mengerti. tak mungkin kejadian seperti ini bisa terjadi. mendengar apa yang di katakan dokter dan mengingat kejadian saat kecelakaan terjadi, Endi teringat sesuatu, dia mengingat bahwa saat masih kecil dulu Joni pernah mengalami kejadian ini.


dan Endi pun mengingat kejadian tentang batu bintang saat masih kecil dulu, dan kejadian pada hari ini sangat mirip dengan yang mereka saat masih anak anak.


untuk memastikan apa yang dikatakan dokter itu benar, Endi segera masuk kedalam ruang rawat dan melihat sepertinya Joni sedang tertidur tapi rambutnya terlihat keriting seperti terbakar. Endi langsung memukul kaki Joni dan benar saja Joni pun langsung terbangun, dan terlihat sangat bingung melihat teman temannya sedang mengerumuninya, bahkan, Reni,ibu dan ayah Joni pun juga ada.


''ada apa ini....'' kata Joni dengan wajah bingung


kenapa kalian berkumpul disini. kata Joni lagi.


''kamu ini, bikin orang khawatir saja. tau tidak, kamu ini di rumah sakit. kami semua kesini karena mendengar kamu mengalami kecelakaan, lihat rambutmu saja berubah kriting begitu'', kata endi dengan wajah senang dan terlihat tidak khawatir lagi tapi sambil tertawa melihat penampilan rambut Joni saat ini.


''en.... sebenarnya ada apa sih... kenapa aku ada di sini'' kata Joni bertanya.


''nanti aku ceritakan. sekarang. aku minta yang lain keluar dulu, biar Joni bisa ganti pakaian''. ucap Endi meminta mereka keluar, dan memberikan jaketnya pada Joni untuk dia pakai karena baju yang dipakai Joni sudah robek robek, tapi celananya masih agak pantas digunakan untuk pulang.


''en, kita pulang saja yok... kata Joni


oiya en..... di mana pemberat ku ya'' siapa yang melepasnya. kata Joni.


''o... mungkin tadi di lepas saat kau mulai masuk ruang perawatan tadi. biar aku tanya dulu ya. kau bersiaplah dan tunggu bersama yang lain, kita pulang sore ini juga'' kata Endi sambil pergi ke ruang rawat saat pertama mereka memasuki rumah sakit.


Endi meminta Rendi untuk ikut dengannya menanyakan pemberat milik Joni. dan setelah mendapatkan pemberat, mereka berencana membayar tagihan rumah sakit.


saat mereka sampai di loket pembayaran, terlihat ayah dan ibu Rendi juga berada di sana dan sedang membayar biaya perawatan Joni.


''ayah... ibu....'' ucap Rendi sambil mempercepat langkahnya ke arah mereka.

__ADS_1


''apa yang sedang kalian lakukan disini... apakah ada yang sakit.....?'' tanya Rendi yang kaget saat orangtuanya berada di rumah sakit.


''ha..ha..ha.. kamu ini,,! ayah dan ibu Baik baik saja. justru kami mendengar dari pak Fredy (pemilik kendaraan) teman ayah yang menelpon bapak karena melihat kamu disini. dan mengatakan pada kami kalau dia mengalami kecelakaan dan menabrak seorang pemuda bernama Joni.


itu sebabnya kami datang kemari'' ucap ayah Rendi dan langsung di peluk oleh Rendi.


ibunya hanya tersenyum.


''memang benar mungkin bagi anakku (Rendi) nak Joni ini memang sangat istimewa'' pikir ibu Rendi dalam hatinya.


''sudah... sudah... bagaimana keadaan Joni saat ini. dia baik baik saja kan.?'' tanya ayah sambil melepaskan pelukan Rendi.


''iya pak, Joni baik baik saja. kita sudah mau pulang, dan mungkin mereka sudah berjalan kesini''. ucap Rendi


''hah... sudah mau pulang,.... bagaimana bisa. dia baru saja kecelakaan dan mau pulang''. ucap ayah dan ibu Rendi bersamaan dan saling pandang kebingungan.


Joni terlihat berbeda dengan rambut kriting terbakarnya kali ini. sebenarnya ayah dan ibu Rendi ingin tertawa melihat rambut kribonya tapi di tahan karena tidak enak dengan keluarga Endi yang juga ada disana.


''ren, kalian semua pulanglah. istirahatlah, biayanya sudah ayah bayar semua'' ucap ayah Rendi meminta mereka untuk langsung pulang.


''jon... maaf ya kami tak bisa mengantarmu pulang, kami masih ada urusan sedikit''. kata ayah dan ibu Rendi yang tak memberi waktu pada Joni untuk berterimakasih lalu cepat pergi.


begitu pula pemilik kendaraan yang juga langsung pamit pergi, walaupun banyak yang dia tak mengerti kejadian yang dialaminya hari ini.


merekapun pergi meninggalkan rumah sakit, saat ini cuaca sudah cerah berawan dan nampak senja sudah muncul, menandakan waktu sudah sore.


''ayo Jon ikut'', kata Rendi yang datang menggunakan sepeda motornya.


''ah... terimakasih ren. tapi tolong biarkan aku berjalan kaki saja. aku ingin melemaskan otot otot ku yang tegang. kalian pulang saja, jangan mengkhawatirkan keadaan ku. aku baik baik saja, istirahatlah besok kita kejar target lagi.'' ucap Joni pada teman temannya

__ADS_1


''pak, Bu, kalian pulanglah biarkan aku dan Endi berjalan saja. otot ku terasa kaku saat ini aku harus berolahraga dulu sambil berjalan pulang, kalian juga jangan khawatir. aku baik baik saja.'' kata Joni meminta ayah dan ibu Endi untuk pulang terlebih dulu.


mereka semua pun pulang dan kini hanya tinggal Endi dan Joni yang berjalan berdua.


sambil berjalan Joni memperhatikan pakaian yang ia kenakan yang berlubang lubang dan rambutnya yang jadi keriting dan berbau seperti habis terbakar.


''en, sepertinya saat berlari pulang tadi aku tersambar petir. dan aku lupa setelahnya, yang aku ingat saat aku bangun kalian membuatku kaget. sebenarnya apa yang terjadi setelahnya''. tanya Joni.


''Jon..... apa kau ingat tentang batu bintang saat kita kecil dulu''. Rendi bertanya pada Joni.


''em.... o. iya aku ingat, emangnya kenapa en''. tanya Joni lagi.


''kejadian yang menimpamu hari ini membuatku teringat kejadian batu bintang itu. saat itu kakimu terluka akibat menginjak batu bintang itu, tetapi beberapa saat kemudian tak ada luka di kaki mu seperti tak pernah terjadi apapun. dan hari ini juga sama, aku melihatnya sendiri, kau tertabrak dan tergilas mobil, bahkan tubuh mu terseret sampai 1 meter. dan aku melihat darah tercecer di jalan. coba kau lihat bajuku. ini noda darahmu yang nempel saat ku gendong tadi''. ucap Endi sambil menunjukan noda darah di bajunya.


''tapi saat dokter keluar mereka bilang kamu sedang tertidur dan baik baik saja, aku bersyukur kau baik baik saja, sekaligus aku tak mengerti, huh...'' ucap Endi sambil menarik nafas dalam-dalam dan Joni hanya diam, dan juga terlihat bingung.


''terus terang Jon, Hal ini membuatku bertanya tanya. sebenarnya apa fungsi batu bintang itu. karena saat 2 kejadian ini terjadi aku selalu menjadi saksinya.'' ucap Endi dengan wajah penasaran.


''apakah kau pernah memikirkan sesuatu tentang ini''. tanya Endi sambil melihat ke arah Joni yang juga terlihat bingung.


...0000000000000000...


...######################...


...$$$$$$$$$$...


...$$$$$$$...


...$$$...

__ADS_1


__ADS_2