The Copy Master

The Copy Master
episode 76. RENCANA MENANGKAP PENYUSUP


__ADS_3

''apakah yang kau katakan ini benar benar tulus dari keinginan hatimu raqi...'' tanya Joni lagi


''tentu saja... tak ada apapun yang memaksaku kali ini, aku sangat berharap kau mau menerimaku'' ucap raqi.


''hem... baiklah jika seperti itu, aku akan menerimamu dengan senang hati'' ucap Joni sambil menangkap dan memeluk raqi.


seperti halnya moe,... raqi pun awalnya menolak perlakuan Joni yang membuatnya merasa terhina. namun, dengan perlakuan Joni ini raqi dapat merasakan ketulusan dan kebahagiaan Joni karena kehadirannya.


raqi menerima perlakuan Joni dan merasakan perasaan yang terbawa dari perlakuan Joni hingga tak sadar raqi meneteskan air mata.


sementara itu kapten moci yang sempat merasakan ada energi besar yang berasal dari rumah pun memutuskan untuk datang dan bertamu ke rumah yang di tempati Joni dan Rudi.


''permisi....'' ucap kapten moci yang berdiri di depan pintu rumah.


''iya... tunggu sebentar'' ucap seseorang dari dalam.


Rudi datang menghampiri kapten moci yang masih menunggu di depan pintu.


''em... maaf anda siapa ya... dan ada perlu apa'' tanya Rudi penasaran karena dia tidak mengenalnya.


''maaf saya Seto, saya yang tinggal di sebelah rumah ini'' ucap kapten moci menyamarkan namanya.


''o... mari masuk pak, kebetulan kami sedang berbincang di dalam'' ucap Rudi sambil tersenyum dan mempersilahkan kapten moci masuk.


kapten moci melihat sekeliling dan mencari sumber energi besar yang dirasakannya tadi.


''jon, ini pak Seto tetangga kita'' ucap Rudi sambil memperkenalkan kapten moci yang menyamar sebagai Seto.


''oh... iya pak mari... mari... duduk.


Oya saya Joni. dan ini kak rudi'' ucap Joni yang mengenalkan namanya sambil memegang raqi di pelukannya.


''iya... iya... salam kenal ya dek...'' ucap kapten moci sambil tersenyum.


Rudi berjalan ke dapur untuk membuat kopi untuk pak Seto, yang menjadi tamunya.

__ADS_1


sesaat kemudian moe yang masih berwujud burung Pipit langsung masuk ke dalam rumah dan dikagetkan dengan ke hadiran energi mata mata yang saat ini berada di dalam, moe pun keluar dari rumah lagi dan merubah wujudnya ke bentuk kucing hitam dan kembali masuk ke rumah.


saat moe yang berwujud kucing masuk ke rumah dan mengetahui bahwa saat ini raqi sedang bersama Joni. moe mengajak raqi untuk berbincang dan raqi pun turun dari pangkuan Joni dan datang menghampiri moe.


''apakah mereka peliharaan mu nak joni..?'' tanya kapten moci.


''maaf pak Seto, mereka adalah temanku'' ucap Joni


''ha... ha.. ha.. maaf... iya benar.. benar...


sebab mereka selalu ada buat kita ya.. jadi lebih cocok jika di katakan sebagai teman, ha..ha..ha'' ucap kapten moci


''he..he.. iya pak, begitulah...'' ucap Joni sambil tersenyum


Rudi datang membawa kopi yang dia buat dan menyuguhkannya.


''silahkan kopinya pak seto'' ucap Rudi yang tidak tau apa apa tentang pak Seto sebenarnya.


''iya nak, terimakasih..


Oya... sejak kapan kalian tinggal di rumah ini, kenapa saya baru menyadari kalau ada kalian di sini ya...'' tanya kapten moci


''joni,... dialah yang selama ini mengawasimu. jangan terlalu terbuka dengannya'' ucap moe melalui telepati ya.


''iya moe aku tau dia ini orang yang memata-matai kita selama ini, aku hanya akan menyembunyikan kekuatanku saja, yang lainnya aku harus jujur'' ucap Joni


''huh... Joni, jika kau mengatakan dengan jujur dari mana asalmu tentu saja itu akan langsung diketahui bahwa kamulah penyusupnya'' ucap moe lagi.


''tidak apa apa moe, kita juga tidak tau buah apa yang akan kita dapat dari kejujuran yang kita sampaikan nanti'' ucap Joni lagi


''ya sudah, terserah padamu saja'' ucap moe yang kemudian melanjutkan obrolannya dengan raqi.


''satu Minggu,... memangnya adek adek ini dari mana, dan mau kemana...'' tanya kapten moci


''kami dari negara timur dan memang sengaja ingin ke negara selatan ini, karena di negara selatan ada salju yang tidak ada di negara tengah'' ucap Joni lagi

__ADS_1


Rudi yang mendengar perkataan Joni pun menjadi mengerti sedikit tentang orang yang saat ini ada di depannya.


''ha..ha..ha.. memang benar ya, salju adalah alasan umum dari setiap orang yang datang dari negara tropis seperti negara timur dan tengah ha..ha..'' ucap kapten moci sambil tertawa


setelah beberapa lama kapten moci pun pamit dan pergi.


sementara itu, jendral taori yang sedang berbincang dengan kedua putrinya mendapatkan sedikit informasi yang di perlukan nya, Sarah mengatakan bahwa Joni dan Rudi berasal dari negara timur dan baru satu Minggu berada di negara selatan ini, sedangkan untuk tujuan mereka ke negara selatan Sarah tak mengatakannya, tetapi dari asal kedatangannya saja jendral taori makin mencurigai bahwa Joni dan rudi lah yang saat ini mereka cari.


hari berlalu dan kali ini jendral taori dan seluruh kaptennya mengadakan pertemuan kembali.


mereka menggabungkan informasi yang di dapat dari kapten moci dan jendral taori mengenai Joni dan Rudi.


''nah... jika dari informasi yang kita dapat, maka bisa di pastikan kecurigaan kita sudah 50% dan mungkin untuk mempercepat hasil penyelidikan, kita akan gunakan cara yang di usulkan kapten Hans. tetapi saya ingatkan jangan lakukan gerakan saat putriku sedang berada di sana...'' ucap jendral taori memberi perintah


''baik jendral'' ucap seluruh kapten.


''baiklah pertemuan ini kita akhiri, kapten moci dan kapten silo kalian bersiap di pos Masing masing untuk mengantisipasi adanya gempa susulan, sedangkan lainnya akan dipimpin kapten Hans untuk menangkap penyusup. laksanakan tugas kalian dengan baik dan ingat pesanku'' ucap jendral taori lalu keluar dari ruang rapat untuk pergi ke kota pilar.


saat ini Joni dan Rudi sedang berbelanja di sebuah toko sembako mereka membeli beras dan kebutuhan lainnya yang di perlukan.


''jon... apakah malam ini kita ke hutan lagi untuk berlatih,...'' tanya Rudi yang terlihat bosan dengan hari hari yang dilaluinya


''sebenarnya rencana ku ingin pergi ke kota selatan bagai mana menurut kak rudi'' tanya Joni


''baiklah, tetapi apakah kita juga akan pindah ke kota selatan...'' tanya Rudi lagi.


''sebenarnya aku ingin tetap di kota timur ini, tetapi setiap harinya kita harus berlatih menuju kota tujuan dan kembali lagi, tetapi apakah kita telah mampu melakukan itu semua...'' ucap Joni agak ragu.


jarak dari kota timur ke kota selatan sekitar 700 km dan juga jarak dari kota timur ke kota Utara juga sekitar 700 km sedangkan ke kota pilar berjarak 500 km. jika ke kota barat jaraknya menjadi 1000 km.


mendengar apa yang di sampaikan Joni rudi pun terdiam, mungkin bagi Joni jarak itu bukanlah masalah, tetapi bagi Rudi tentu jarak itu mustahil di tempuhnya, walaupun dengan kemampuan Rudi yang sekarang tetap saja tak akan bisa di lakukan walaupun 2 hari. dengan kemampuan Rudi saat ini untuk pulang pergi ke jarak itu sekitar 2 hari, dan belum termasuk istirahat dan memulihkan dirinya.


...################...


...############...

__ADS_1


...########...


...####...


__ADS_2