
''oya maaf kak Rudi, apakah kakak baik baik saja,'' tanya Joni
''iya, aku baik baik saja'' ucap Rudi.
''joni, tadi saat Rudi baru sadar, sepertinya dalam tubuhnya di beri serum yang membuatnya lupa pada dirinya sendiri dan tidak dapat mengendalikan pikirannya, tetapi aku sudah menyerap serum yang di berikan padanya'' ucap moe.
beberapa jam berlalu, mereka telah sampai di kota timur.
Sarah yang mendengar kembalinya Joni ke kota timur dari kapten moci, langsung pergi ke kediamannya bersama Silva.
Sarah yang sudah lama mengkhawatirkan keadaan Rudi, langsung berlari dan memeluk Rudi. Rudi tersenyum dan mengusap punggung Sarah yang sedang menangis di pelukannya.
sedangkan Silva menghampiri Joni dan mengajaknya berbincang.
''seperti yang kita lihat, mereka berdua saling mencintai, dan sebenarnya aku.... juga mencintaimu.'' ucap Silva
''ekhm...
Silva,.... kamu gadis yang cantik dan juga baik. ku rasa banyak pemuda yang menyukai gadis cantik sepertimu,
aku masih belum memikirkan untuk jatuh cinta pada seseorang, jadi maafkan aku jika aku menyakiti perasaanmu.
aku yakin akan tiba waktunya kamu benar-benar jatuh cinta, dan sepertinya bukan aku orangnya.
maafkan aku silva'' ucap Joni.
mendengar bahwa Joni menolak cintanya, Silva sangat kecewa dan sedih, Silva berlari pulang meninggalkan mereka bertiga, Sarah yang melihat adiknya berlari pulang pun mengikutinya.
''maaf kak, maaf Joni, aku harus menyusul Silva kali ini'' ucap Sarah sambil pamit untuk pergi.
''padahal Silva jauh lebih cantik dariku, mengapa Joni tidak menerima cintanya'' pikir Sarah dalam hati sambil mengikuti Silva.
setelah Sarah dan Silva pergi Joni memanggil kak Rudi untuk berbincang dengannya.
''ada apa Jon'', ucap Rudi yang datang menghampiri Joni.
''kak Rudi, aku memiliki sesuatu untuk kak Rudi,'' ucap Joni sambil mengeluarkan pisau batu bintang yang di dapatkannya, dan menusukkannya ke lengan kiri Joni.
''joni,.... ada apa ini, mengapa kau melukai lenganmu...'' tanya Rudi yang merasa kaget dan heran melihat Joni melukai tangannya.
__ADS_1
''kak, tahan lah... benda ini memiliki 30% dari salah satu kekuatan yang ada padaku.
aku ingin kak Rudi menjadi lebih kuat dan bisa menjaga diri dan kota timur ini, aku berencana untuk kembali ke negara tengah dan desa Soko untuk memberikan hal yang sama pada teman teman lain yang bisa ku percaya, mungkin 1 bulan.'' ucap Joni sambil memegang pisau batu bintang di tangannya.
''bertahanlah... ini akan sedikit menyakitkan'' ucap Joni sambil memegang lengan kanan Rudi.
''crass'' pisau batu bintang di tancapkan ke lengan Rudi.
''a........'' Rudi berteriak sangat keras
Rudi merasakan rasa sakit bagai di kuliti sekujur tubuhnya, dia tak menyangka, dengan 30% kekuatan saja rasa sakit yang di alaminya Sedahsyat ini.
Rudi yang kesakitan tergeletak dan terlihat masih sangat tersiksa.
Joni membawa Rudi ke tempat tidurnya dan membiarkan dia menyelesaikan prosesnya.
Joni meminta kapten moci untuk menjaga Rudi selama proses ini berlangsung, dan mengatakan bahwa Joni akan kembali ke desa Soko dalam satu bulan. dan Joni langsing pergi menuju kota barat untuk mengambil tas miliknya yang tertinggal di penginapan.
''ayo moe, raqi... kita harus bergegas menuju kota barat untuk mengambil kembali tas milikku yang tertinggal di hotel.'' ucap Joni pada moe dan raqi. mereka pun berubah ke bentuk gelang dan melingkar di lengan Joni.
setelah sampai pegawai penginapan masih mengenali Joni dan memberikan tas yang di tinggalkannya di kamar dan tanpa membuka dan mengetahui isi di dalam tasnya.
''he..he.. iya tidak apa apa tuan,'' ucap Joni sambil memberikan beberapa lembar uang untuk berterimakasih kepada petugas hotel yang telah menjaga barang miliknya dengan baik.
''ini tuan, saya sangat berterimakasih pada kejujuran tuan. silahkan di terima'' ucap Joni sambil menyerahkan uang yang dipegangnya
petugas itu menolak dan tak ingin menerima pemberian Joni, tetapi Joni akhirnya mengatakan bahwa uang itu ia titipkan untuk keluarganya, mendengar hal itu, petugas hotel tak bisa lagi menolak permintaan Joni.
setelah mengambil kembali tasnya Joni bergegas pergi menuju negara tengah, kali ini Joni menggunakan kekuatan penguasa angin untuk kembali ke negara tengah.
sementara itu kai atau Andien sang penguasa angin. saat ini juga memutuskan untuk ikut bersama Joni. dia mengingat kembali saat 7 penguasa ikut dan tinggal bersama seorang manusia. jadi saat ini Andien membulatkan tekadnya untuk ikut bersama Joni, moe dan raqi.
setelah 2 jam berlalu akhirnya Joni sampai di negara tengah dan turun di kota burung.
tujuannya kali ini untuk memastikan ke 4 kaptennya menepati janji dan perintah yang diberikan pada mereka.
kapten Baron yang saat ini sedang berada di kota air bersama penasehat negara, merasakan energi besar yang melintas, tetapi tidak mengenali siapa dan apa yang melintasi kota air, dengan tekanan energi seperti ini.
''mohon maaf tuan Wijaya, sepertinya ada energi besar yang melintasi kota air menuju kota burung, sepertinya saya harus pamit menuju kota burung'' ucap kapten Baron yang terburu-buru.
__ADS_1
''tunggu kapten, bisakah kau memberitahuku kira kira siapa dan apa yang melintasi kota ini'' tanya pak Wijaya.
''maaf tuan, saya tidak mengenali energi ini, yang jelas energi ini jauh lebih mengerikan dari energi yang di pancarkan kapten kepala dulu'' ucap kapten Baron yang menghentikan langkahnya.
''apakah ada kemungkinan itu adalah kapten kepala'' ucap pak Wijaya
''hem..... sepertinya kemungkinan itu bisa saja, tetapi saya tidak bisa menjaminnya'' ucap Baron yang ragu.
''baiklah kapten Baron, jika itu memang kapten kepala, saya harap kapten baron secepatnya menghubungi kami'' ucap pak Wijaya sambil tersenyum.
''baiklah tuan, saya mohon pamit ucap kapten baron'' yang berjalan meninggalkan pak Wijaya.
baru beberapa langkah dari pak Wijaya, ponsel kapten Baron berbunyi dan muncul nama Suan Li di layar ponsel.
suan li memberi tahu kapten Baron bahwa kapten kepala telah kembali ke kota burung.
mendengar informasi ini, kapten Baron berbalik badan dan mengatakan pada pak Wijaya bahwa kapten kepala telah kembali ke kota burung.
mendengar apa yang di sampaikan kapten Baron, tuan Wijaya memutuskan untuk ikut bersama kapten Baron menuju kota burung.
sementara itu, kedatangan Joni di kota burung di sambut dengan sangat ramah, bahkan tidak hanya dari anggota perompak saja, tetapi juga dari seluruh warga kota burung yang saat ini terlihat mengalami kemajuan yang bagus dalam banyak hal.
sebelum Joni turun ke markas kelompok perompak, terlihat 3 kapten yang telah keluar karena merasakan energi besar yang tidak di kenal berada di atas markas mereka.
mereka sangat terkejut, karena yang terlihat terbang di langit saat ini adalah Joni, sang kapten kepala mereka.
Joni turun ke aula markas perompak.
''selamat datang kembali kapten kepala'' ucap Suan Li sambil membungkukkan badannya
di ikuti oleh seluruh anggota kelompok singa tua termasuk Roka yang saat ini menjadi wakil kapten singa tua.
''sudah... sudah, jangan seperti ini. jika kalian melakukan ini lagi, aku akan pergi dari kota burung ini'' ucap Joni dengan tegas.
...************************...
...**************...
...****...
__ADS_1