The Copy Master

The Copy Master
episode 122. TEMAN BARU


__ADS_3

tanpa basa basi lagi, orang itu menembakkan pistol kejutnya ke arah Joni. sedangkan dua orang lainnya menembakkan senjata api ke arah Joni.


''dar... der... dor...'' suara senjata api bergema memecah kesunyian ruangan itu dan membuat anak anak yang sebelumnya tenang kembali ketakutan dan berkumpul di sudut ruangan.


beberapa kali senjata api ditembakkan hingga mereka menyadari anak anak yang yang berada di ruangan itu menangis ketakutan.


Joni membiarkan dirinya terkena senjata api dan pistol kejut yang mereka arahkan padanya. Joni masih berdiri dengan tenang dan setelah serangan itu berhenti. Joni baru mengibaskan badannya bajunya yang terkena peluru kejut dan peluru senjata api yang mencair saat mengenai tubuhnya.


''sepertinya dia pengguna batu bintang...'' pikir orang yang menembakkan senjata kejut.


''maaf tuan... aku benar-benar tidak bermaksud jahat pada kalian semua'' ucap Joni sambil tersenyum.


''baiklah katakan yang sebenarnya, siapa yang mengirim mu'' tanya orang yang memegang pistol kejut.


''bukankah aku sudah mengatakannya....... namaku Joni. aku adalah teman jendral Rudi yang saat ini menjabat sebagai jenderal penguasa kota ini..


aku ingin tahu alasan kalian... sepertinya kalian sangat membenci pemerintah kota ini...'' tanya Joni pada mereka


''hem.... Hendri, Jodi... tenangkan anak anak itu. biar aku yang bicara dengannya'' ucap orang yang memegang pistol kejut.


''baik kapten'' ucap Hendri dan Jodi.


''baiklah joni.... namaku Franky, kami bertiga sudah sejak lama berusaha mengumpulkan dan menolong anak anak ini. mereka semua adalah korban penculikan, selain itu mereka juga dijadikan sebagai tabungan organ bagi para penguasa biadab itu'' ucap Franky dengan wajah penuh dengan kebencian.


''oh.... jadi seperti itu ternyata kasusnya.... lalu... apakah menurut anda tidak ada satupun pejabat yang baik dan tidak terlibat dalam masalah ini'' tanya Joni lagi.

__ADS_1


''joni.... mengapa kau sangat ingin tahu tentang kasus ini, apa tujuanmu sebenarnya'' tanya Franky serius.


''sebenarnya kami juga menyelamatkan lima orang anak saat kami baru pertama kali datang ke kota ini. dan saat ini mereka berada di tempat yang aman.


''maksudmu... anak anak itu berada di dalam pengawasan para kapten saat ini'' tanya Franky.


''iya.... apakah menurut anda ada yang salah'' tanya Joni pada Franky.


''huh.... sebenarnya ada satu kapten yang tidak terlibat dalam kasus ini. yaitu kapten biyang, dia sebenarnya juga sangat membenci dengan mereka semua. bahkan wakil kaptenya ikut terlibat dan membantu para penjahat itu. jadi jika maksudmu mereka diawasi oleh para kapten selain dari kapten biyang, percayalah... mereka sedang tidak aman. mereka hanya menunggu waktu untuk dikorbankan'' ucap franky


''oh... jadi seperti itu ya....'' ucap Joni dengan tenang.


''cai... pergilah ke tempat anak anak dan lindungi mereka, aku khawatir apa yang di katakan oleh Franky benar, katakan juga pada yang lainnya untuk segera kembali ke tempat anak anak. aku akan datang agak terlambat malam ini'' ucap Joni pada cai dalam pikirannya


''baiklah joni aku pergi dulu'' ucap CAI dan langsung mencari teman temannya untuk segera kembali ke tempat anak anak.


''oya pak Franky... apakah mereka melakukan pengiriman ini ke kota lain selain kita selatan ini'' tanya Joni.


''tidak Jon.... mereka mengirimnya hanya ke kota ini, karena cabang perusahaan ristek company hanya ada di kota ini dan tidak ada di tempat lainnya'' ucap Franky lagi.


''baiklah pak Franky... aku minta kalian jangan melakukan pergerakan dalam 10 hari ini dan aku minta kalian untuk menjaga anak anak ini'' ucap Joni.


''apa yang akan kau lakukan...'' tanya franky..


''ada sesuatu yang akan aku dan jendral Rudi lakukan. jadi aku minta kalian jangan melakukan tindakan untuk mengganggu para penjahat itu sampai ada informasi dariku'' ucap Joni lagi.

__ADS_1


''baiklah.... tapi jika aku mendengar sesuatu yang tidak baik mengenai para anak jalanan itu, aku akan bertindak sendiri.'' ucap Franky.


''baiklah... aku permisi dulu... masih ada hal yang ingin aku lakukan. terimakasih atas kepercayaan dari anda'' ucap Joni lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


Hendri dan Jodi yang telah menenangkan anak anak yang sebelumnya merasa ketakutan mendekati Franky yang sudah selesai berbincang dengan Joni.


''kapten.... mengapa anda mempercayai orang itu dengan cepat... apa tujuan anda yang sebenarnya'' tanya Hendri pada Franky yang masih duduk terdiam.


''entahlah.... aku sendiri tidak mengerti... mengapa aku bisa dengan mudah mempercayainya. dan aku merasa dia bukanlah orang sembarangan dan dia juga memiliki energi yang menyejukkan. dan aku merasa sangat yakin bahwa dia adalah orang yang bisa dipercaya'' ucap Franky pada Hendri dan Jodi.


sementara itu Joni yang telah selesai dengan mereka berdiri di atas sebuah gedung untuk melihat sekeliling gang tersebut, karena takut ada seseorang yang sedang mengawasi tempat itu. dan setelah dirasakan aman Joni kembali ke rumah bersama anak anak untuk beristirahat karena besok dia berencana untuk mengatakan informasi yang ia dapatkan pada Rudi.


sementara itu kapten Ericson dan kapten Maulang yang telah mencari tahu keberadaan jasad istri kapten Ericson menemukan jalan buntu dan akhirnya mereka menyerah untuk terus mencarinya. dan kembali untuk menemui pimpinan cabang ristek yang sebelumnya meminta batu bintang miliknya.


''selamat siang tuan manulat. maaf kami benar benar tidak dapat menemukan keberadaan jasad istri saya, jadi Kami mohon kemurahan hati anda atas kelalaian kami ini'' ucap kapten Ericson sambil menundukkan kepalanya


''huh.... kamu benar benar tidak bisa diandalkan... dan jika bukan karena perintah tuan untuk tidak membuat kekacauan, sudah ku habisi kalian sekarang'' ucap pak manulat Sabil mengeluarkan kekuatannya.


kapten Maulang dan kapten Ericson hanya terdiam sambil merasakan energi yang dikeluarkan oleh pimpinan kantor cabang ristek yang berada diatas mereka berdua.


''jika lain kali kalian tidak becus menjalankan apa yang aku minta.... jangan salahkan aku jika kalian kehilangan beberapa organ tubuh kalian... paham.....'' ucap pak manulat mengancam karena merasa mereka tidak becus dalam melakukan tugas yang diberikan olehnya.


hari berlalu, tibalah waktu yang telah ditentukan mengenai adanya informasi bahwa malam nanti akan ada pengiriman anak anak yang akan bersandar di dermaga kota selatan ini. di pangkalan militer tampak Rudi yang sedang berbincang dengan kapten Ericson dan kapten Shinji. mereka meminta ijin jendral untuk membawa beberapa prajurit terbaik dari pangkalan untuk mengawal barang berharga milik perusahaan ristek company yang rencananya akan tiba malam ini. Rudi yang telah mendengar informasi ini dari Joni tidak merasa heran, justru Rudi mendukungnya Rudi juga menyampaikan pada mereka dengan adanya perusahaan ristek company di kota selatan juga merupakan salah satu penghasilan ekonomi negara.


...*@*...

__ADS_1


...***@@***@@***@@***...


__ADS_2