
saat Andre membuka kotak yang putih,
Andre terkejut dan terdiam dia hanya memandangi isi kotak yang saat ini dia pegang. dia tak menyangka bahwa Joni akan memberikannya sebuah handphone.
tak terasa air mata nya menetes dan terjatuh di layar ponsel dan dia pun mengusapnya. tapi tetap saja air matanya mengalir, dan dia membuka kotak yang satunya dan mendapati secarik kertas lagi. sebelum melanjutkan untuk membuka kotak yang ke dua Andre membaca secarik kertas yang ada di atasnya tertulis,
"kak kakak adalah orang tua kedua bagiku,
aku mohon kakak memikirkan aku,
aku ingin saat aku pulang nanti aku punya kakak baru dan keponakan kecil yang lucu, kakak harus berjuang untuk itu. berjanjilah padaku."
membaca surat yang di tulis Joni, saat ini air mata Andre mengalir lebih deras dari sebelumnya, tapi Andre masih bisa menahannya. lalu setelah air matanya agak berkurang, Andre memberanikan diri untuk membuka kembali kotak yang terbungkus koran tadi. dan benar saja kali ini air matanya tak terbendung lagi.
Andre menangis saat tau di dalam kotak itu berisi uang yang jumlahnya sangat banyak bagi Andre, walaupun hatinya penuh pertanyaan tapi saat ini Andre tak dapat menahan luapan yang ia rasakan saat ini bahkan saat ini pun Andre tak tau kenapa dia menangis.
pak Pendi sangat heran melihat apa yang terjadi pada Andre. tapi Endi dan teman temannya, hanya tersenyum. tapi dari mereka semua Rendi lah yang paling merasakan tekanan emosional yang mendalam dari suasana saat ini. Rendi semakin bersyukur bisa mengenal sosok Joni. dia bukan hanya kuat dalam segi fisik, tapi dia juga seorang yang sangat peduli, baik hati dan teguh. Rendi bertekad suatu saat, dia akan menjadi orang yang selalu ada untuk Joni.
setelah beberapa saat dan Andre pun sudah kembali tentang, Endi menanyakan tentang sungai kecil berbatu yang di ceritakan joni saat di kota bunga. dan mereka pun pergi ke arah yang di tunjukan ayah Joni pada mereka.
.........................
disisi lain, Joni dan Rudi telah selesai mengurus dokumen yang diperlukannya untuk bisa pergi ke negara tengah. merekapun bersiap pergi dengan menggunakan pesawat terbang. merekapun pergi meninggalkan negara timur dan menuju negara tengah, dalam perjalanan Rudi bertanya pada Joni,
''Jon, rencananya siapa yang ingin kau kunjungi di negara tengah nanti...'' kata Rudi bertanya.
''he..he.. sebenarnya aku punya sebuah janji pada seseorang, dan hal ini lebih bisa di anggap sebagai hutang, jadi aku ingin mencari keluarga temanku untuk membayarnya he..he..''. ucap Joni sambil tersenyum.
__ADS_1
''o... baiklah semoga kita bisa secepatnya menemukan tujuan itu''. ucap Rudi lagi.
''oiya Jon. rencana mu berapa lama kita di negara tengah nanti..'' tanya Rudi.
''o.. kita wajib datang di tiga kota besar negaranya kalau rencana ku, ingin pergi ke kota batu dulu, lalu ke kota air, dan yang terakhir kota burung. tapi terkadang rencana tak sesuai kenyataan jadi bisa saja saat kita berada di sana kita juga bisa mengunjungi kota sayap dan kota segi.
nah, aku memilih ke kota batu terlebih dahulu karena disanalah tempat tujuan awal ku di negara ini''. ucap Joni menjelaskan
Rudi hanya mengangguk anggukan kepalanya sebagai tanda bahwa dia mengerti.
beberapa saat kemudian mereka tiba di bandara kota batu yang menjadi tujuan mereka di negara tengah.
Joni mengajak Rudi untuk menghampiri seseorang dan Joni bertanya apakah dia bisa meminjam telpon untuk menghubungi keluarganya pada awalnya orang tersebut menolaknya, namun karena Joni membayar akhirnya orang tersebut meminjamkannya.
Joni ingin sekali menghubungi kakaknya karena dia yakin saat ini titipan yang ia titipkan pada Endi telah sampai pada Andre.
Joni, berbicara di telpon dengan ayah dan kakaknya bergantian,dan setelah selesai berbicara Joni bertanya pada orang itu di mana letak bukit tertinggi di kota batu ini. lalu orang tersebut memberitahunya bahwa bukit tersebut berada di sebelah Utara bandara ini. lalu Joni pun bergegas dan melanjutkan kembali perjalanannya menuju tempat keluarga Reno berada.
setelah keluar dari bandara, Joni berjalan ke arah hutan dan seperti biasa mereka melewati hutan sambil berlatih. saat hari sudah semakin sore, Joni memutuskan untuk bermalam di hutan dan mencari persediaan untuk mereka di malam hari. Rudi membuat pondok untuk beristirahat dan mencari kayu, sedangkan Joni mencari bahan makanan untuk nanti malam.
Joni mendapatkan empat ekor kelinci liar di hutan, dan memanggangnya di malam hari.
saat selesai Joni ingin beristirahat dan
Rudi masih belum merasa ngantuk.
saat malam semakin larut dan Rudi sudah bersiap untuk beristirahat. terlihat Joni yang sudah tidur terlihat gelisah dan sesekali berbicara namun tidak jelas, melihat hal itu terus terjadi Rudi memutuskan untuk membangunkan Joni untuk memutuskan mimpi buruknya. Joni langsung terduduk saat Rudi membangunkannya dan nafasnya ter- engah engah.
__ADS_1
''ada apa Jon. apakah kau bermimpi buruk.'' tanya Rudi.
''tidak kak ...'' jawab Joni dengan napas yang masih Ter engah engah.
''o... kukira kau bermimpi buruk. ya sudah ayo lanjutkan tidurnya. akupun sudah ngantuk.'' ucap Rudi sambil berbaring untuk tidur.
''iya kak tidurlah, aku mau duduk di dekat api unggun dulu.'' ucap Joni yang berjalan ke arah api unggun.
mimpinya kali ini sama persis dengan mimpinya dulu saat masih di rumah Endi. tapi kali ini lebih terasa nyata.
Joni duduk dan melihat ke arah lengan kanan bagian dalam seperti yang ada dalam mimpinya. alangkah kagetnya Joni saat melihat di lengan kanannya muncul beberapa tanda, jumlah tandanya ada 5 berwarna seperti tanda lahir tetapi membentuk sesuatu, tetapi bukan angka, malah tanda ini seperti huruf kuno.
saat itu Rudi sudah tertidur, dan Joni saat ini masih duduk dengan rasa penasaran mengenai mimpinya. dia berusaha mengingat apa yang ditunjukan dalam mimpinya dan dia mencoba melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan orang yang mirip dengannya di dalam mimpi.
Joni mengangkat lengannya setinggi bahu dan menekan tanda yang ada di lengan kanannya Joni tak merasakan ada sesuatu yang terjadi.
Joni diam lagi dan berfikir, apakah mimpi itu hanya mimpi kosong belaka. pikir Joni dalam hatinya. lalu Joni pun berbalik kembali untuk tidur.
saat Joni mulai tertidur lagi, mimpi itu muncul dan kali ini Joni benar benar seperti di ajari oleh sesuatu yang menyerupai dirinya bagaimana caranya meng aktifkan tanda yang ada di lengan kanannya dan bagaimana cara menggunakannya dan apa kelebihan nya. malam itu Joni tertidur dengan lelap dan dalam mimpinya ia bersama seseorang yang menyerupai dirinya itu sedang berlatih bersama dan tanpa sadar hari sudah pagi.
...&&&&&&&&&&&&&&&&&&...
...&&&&&&&&&&&...
...&&&&&...
...&...
__ADS_1