
''nah... mungkin itu bisa di lakukan. tapi en, aku tidak setuju dengan persyaratan yang kau ajukan tadi. nah keputusanku adalah aku mau membantumu berlatih tapi, masalah hasil kerja kita terima sesuai berapa banyak pekerjaan yang kita masing masing selesaikan. jika kamu menolak syarat dari ku itu artinya aku akan mencari pekerjaan sendiri tanpa meminta bantuanmu. bagaimana.... ?'' tanya Joni dengan wajah serius.
''huh.... kalau begitu persyaratannya kau tak perlu lagi bertanya pada ku. karena dari bahasamu saja kau tak memberiku peluang untuk tak setuju'', ucap Endi dengan wajah kecewa.
harga dan... ha... ha... nah begitu donk.... itu baru oke namanya. ha..ha..ha.''. ucap Joni sambil tertawa senang.
saat mereka berbincang di pondok belakang terdengar ada seseorang yang datang dan mengetuk pintu.
''siapa itu en, ucap Joni bertanya
entahlah, biarkan saja, kan ada ibu sama Reni di dalam.''
mereka melanjutkan lagi berbincang dengan minum kopi.
saat mereka berbincang, terlihat Reni datang bersama tiga temannya yang tak lain sari dan dua temannya tadi malam. Joni tak mengetahui kedatangan mereka karena dua duduk membelakangi pintu dapur. ibu yang melihat itu hanya senyum senyum sendiri melihat kelakuan anak muda jaman sekarang.
sedangkan Endi yang melihat kedatangan sari pun hanya tersenyum, dalam pikirannya akan ada hal yang lucu pagi ini.
''Joni....!'' kata sari yang memanggil namanya dari belakang
Joni tersentak kaget mendengar ada yang memanggil namanya yang ternyata sari teman Endi yang semalam bertemu dengannya di alun alun.
Joni langsung beringsut pindah dari tempat duduknya mendekati Endi.
Reni, sari dan dua temannya ikut duduk dipondok tempat Endi dan Joni berbincang.
''Jon, bagaimana kabarmu', tanya sari lembut, sambil tersenyum manis menatap wajah polos Joni yang terlihat grogi.
''aku baik baik saja,'' kata Joni menjawab pertanyaan sari dengan nada datar.
memang sari adalah perempuan yang sangat cantik, dengan body langsing gitar spanyol. namun Joni tak memikirkan hal lain selain cita citanya. mungkin jika Endi yang di posisi Joni akan lain ceritanya.
sari pun berpindah tempat duduk mendekati Joni, yang semakin menempel pada Endi.
''coba lihat pipimu'', kata sari sambil memegang wajah Joni,
tapi tak lama Joni me lepaskan wajahnya.
__ADS_1
''aku baik baik saja. kan aku sudah bilang tadi. kamu tak usah khawatir padaku''. kata Joni yang terlihat berkeringat persis seperti orang yang habis bekerja keras.
''o.. iya aku mau pergi mandi dulu ya maaf''. kata Joni yang langsung pergi meninggalkan mereka.
''hi..hi..hi... Joni... Joni... seseorang yang dipukuli tak apa apa, saat menghadapi wanita cantik malah jadi sangat lucu. hi..hi..hi..'' pikir Endi dalam hatinya.
''Oya sar, ada apa pagi pagi begini sudah di rumahku, jangan bilang kamu kangen dan ingin menemui ku''. ucap Endi menggoda sari yang masih tertawa melihat kelakuan Joni.
''enak saja, aku mau mengantar Ratna menemui Reni'', ucap sari beralasan
''tapi.... aku ingin bertemu Joni, bukan kamu, ey.... jangan GR kamu en''. kata sari sambil mencubit lengan Endi.
''aduh.... aduh... sakit tau'', ucap Endi melepas cubitan sari.
''oiya... hari ini kami ada kepentingan, jadi aku minta hari ini kalian jangan mengganggunya. ya... jika kalian ingin bertemu Joni. bisa tapi mungkin enaknya waktu sore saja oke'', pinta Endi pada sari
''o... okelah kalau begitu''. ucap sari memaklumi permintaan Endi.
walaupun tak sempat berbincang dengan Joni. sari merasa senang karena melihat Joni tidak apa apa.
Reni sangat bingung melihat sikap sari yang menurutnya berlebihan pada Joni.
''kak sari, boleh aku bertanya sesuatu'', kata Reni memberanikan diri bertanya pada sari.
''iya,boleh kok ren tanyakan saja''. ucap sari
''kalau dilihat dari kita berempat ya, kurasa kak sari lah yang paling cantik, kenapa kakak terlihat begitu menyukai kak Joni, emangnya apa yang istimewa dari kak Joni.'' tanya Reno dengan wajah yang penasaran.
''hi.. hi.. hi . mungkin benar apa yang kamu bilang, mungkin Joni bukan orang yang sangat tampan, tapi menurut ku, Joni itu baik dan bahkan sangat baik dan jangan lupa dari Joni yang polos itu ternyata dia juga pemberani dan jago beladiri.'' kata sari dengan penuh kebanggaan. yang juga di iyakan oleh dua orang temannya.
Reni pun menjadi penasaran, emangnya sehebat apa Joni. sampai bikin kak sari yang sangat cantik di taklukan dengan mudah.
lalu merekapun mengobrol, kali ini semua ikut berbicara. banyak sekali yang mereka bicarakan dan pembicaraannya semua tentang Joni.
sementara itu Joni dan Endi bersiap untuk pergi mencari pekerjaan. mereka meminta ijin untuk berangkat.
baru saja mereka melangkahkan kaki menuju jalan di depan rumah, terdengar suara motor dan berhenti di depan rumah Endi.
__ADS_1
yang ternyata itu adalah Rendi dan teman temannya yang sengaja ingin bertemu dengan Joni.
''hey ada perlu apa kalian kemari....'' tanya Endi kasar
mereka menghampiri Joni dan Endi yang masih berdiri di jalan depan rumah,
di pondok belakang sari yang mendengar suara motor yang dia kenal dan mendengar teriakan Endi pun, membuat Reni, sari dan 2 temannya pergi ke depan untuk melihat apa yang terjadi.
melihat Rendi yang menghampiri Joni dan Endi pun sari berteriak,
''hey rendi.untuk apa kamu datang kesini, mengapa kamu terus terusan mencari masalah sih..''. ucap sari sambil berteriak
mendengar perkataan sari dan ucapan Endi, Rendi hanya tersenyum sampai dia berhadapan dengan Joni. Rendi langsung meraih tangan Joni dan meminta maaf kepadanya.
sontak membuat Endi, sari dan temanya saling tatap tak percaya, gerombolan Rendi yang terkenal anak nakal, pembuat onar, sampah masyarakat dan banyak lagi julukan yang kurang baik tentang mereka, tapi saat ini mereka datang untuk meminta maaf.
''apakah kamu sakit....'' tanya Endi pada Rendi yang mendadak merubah sikapnya, bahkan teman temanya pun juga meminta maaf pada Joni.
''tidak, kami tidak apa apa, kami datang kesini memang untuk meminta maaf, dan ingin berterimakasih pada kalian'. kata Rendi yang terdengar tulus.
''sudahlah.... kalian tak punya salah sama sekali padaku, dan kalian berterimakasih juga kenapa, kami tak melakukan hal baik pada kalian, jadi tak perlu berterimakasih lagi.
aku tidak mau membicarakan hal hal seperti ini lagi,
maaf ya kami harus pergi. waktu kami sibuk hari ini''. ucap Joni dan mengajak Endi untuk pergi.
''tunggu.... baiklah jika hari ini kalian sibuk. mungkin sore nanti kami datang lagi'' kata Rendi.
''baiklah, datanglah lain waktu. sampai jumpa'', ucap Endi sambil meninggalkan mereka.
setelah semuanya pergi anak anak perempuan yang tadi berdiri di depan rumah pun kembali ke pondok belakang, dan pembahasan mereka masih tetap sama yaitu j..o..n..i.
...OOO.OOO.OOO...
...OOO.OOO...
...OOO...
__ADS_1