Time Travel: Jenderal Jia Li

Time Travel: Jenderal Jia Li
121 "Kabar bahagia"


__ADS_3

Setelah Yui sampai di kediaman nya dia pun segera masuk ke dalam kamar nya dengan tergesa-gesa, saat sampai di kamar nya dia bisa melihat putri mahkota Chloe, putri Ella dan putri Jolicia sedang membantu Jia Li membaringkan tubuhnya.


“Sayang kau tidak apa-apa?” tanya Yui dan menyenggol putri Chloe agar sedikit menjauh


Putri Chloe yang di senggol oleh Yui pun berdecak kesal.


“Ck kakak, bisakah kau tidak menyenggol diriku sembarangan?! jika aku jatuh bagaimana?!!” gerutu putri Chloe dengan kesal


“Diamlah! aku tidak berbicara dengan mu!” ucap Yui dengan kesal


“Sudah-sudah sebaiknya kita duduk saja kak” lerai Jolicia dan mereka bertiga pun duduk di kursi yang berada di kamar Jia Li dan Yui


“Aku tidak apa-apa jangan khawatir sayang” Jia Li mengusap lembut wajah tampan Yui agar dia tidak terlalu khawatir


“Tidak apa-apa apa nya? wajah mu sangat pucat!”


“Aku hanya sakit biasa tenanglah, sebentar lagi tabib datang”


Yui pun hanya mengangguk dan duduk di tepi ranjang dan mengusap tangan Jia Li dengan lembut, sungguh dia sangat khawatir! apalagi melihat wajah pucat Jia Li!


Tak lama raja Ken dan ratu Amanda datang dengan tergesa-gesa


“Bagaimana Andre, istrimu tidak kenapa-kenapa kan?” tanya ratu Amanda dengan khawatir saat mereka sudah berada di depan Jia Li dan Yui


“Aku tidak tau Bun, sebentar lagi tabib akan datang” jawab Yui dengan menatap Jia Li khawatir


“Ayah, bunda jangan khawatir aku tidak kenapa-kenapa” Jia Li tersenyum saat melihat kekhawatiran ratu Amanda dan raja Ken


“Wajah mu pucat Jia!” saat raja Ken mengucapkan itu tabib pun akhirnya datang

__ADS_1


“Salam hormat yang mulia raja, ratu, putra---” ucapan tabib itu terpotong oleh ucapan Yui


“Jangan banyak bicara! cepatlah periksa istriku!!” ucap Yui dengan kesal, sudah tau situsi genting seperti ini masih sempat-sempatnya mengucapkan salam!!


Raja Ken, ratu Amanda, ketiga putri, Jia Li dan tabib yang mendengar ucapan kesal Yui menggelengkan kepala mereka dengan geli, sebegitu khawatir nya kah?


“Baik putra mahkota”


Tabib itupun berjalan mendekati Jia Li dan Yui pun bangkit berdiri untuk sedikit manjauh agar tabib itu bisa leluasa memeriksa Jia Li, setelah memeriksa denyut nadi Jia Li lumayan lama tabib itupun tersenyum dan melepaskan tangan Jia Li


“Bagaimana?” tanya Yui tidak sabaran


“Kalian tidak perlu cemas yang mulia, putri Jia sedang mengandung dan usia kandungan nya sudah satu bulan” tabib itu tersenyum saat menyampaikan berita bahagia itu


Yui, Jia Li, raja Ken, ratu Amanda, dan ketiga putri Benedict membeku di tempat mereka saat mendengar itu, dan tak lama Yui tertawa bahagia karena mendengar ucapan tabib itu


“Benar putra mahkota”


Setelah itu Yui pun mendekati Jia Li dan memeluknya, Yui sungguh sangat bahagia!!


“Sayang terimakasih, terimakasih, aku sangat bahagia akhirnya kita sebentar lagi menjadi orang tua, terimaksih” Yui berucap dengan airmata yang turun dari mata indah nya karena sangat bahagia Jia Li akhirnya hamil buah cinta mereka.


“A-aku hamil” Jia Li membalas pelukan Yui dan tersenyum bahagia dan airmata juga mengalir dari mata indahnya


Sedangkan raja Ken dan ratu Amanda saling berpelukan juga karena mereka sebentar lagi akan mempunyai cucu, begitu juga dengan ketiga putri Benedict mereka saling berpegangan tangan dan senyuman bahagia terlukis di wajah cantik mereka


Yui melepaskan pelukannya dan mengusap airmata Jia Li begitu juga Jia Li mengusap air mata Yui, Yui mencium kening Jia Li dan kedua mata Jia Li dengan lembut dan senyuman bahagia


“Aku akan menjaga kalian” Yui mengusap perut Jia Li yang masih datar dengan lembut

__ADS_1


Setelah itu tabib pun pamit undur diri setelah memberikan resep obat untuk Jia Li, pangeran Rey dan pangeran Gail yang mendengar jika putri Jia hamil segera pergi ke kediaman Jia Li, untuk memastikan apakah benar kakak ipar mereka itu tengah hamil?


“Apakah benar kakak ipar hamil?” tanya pangeran Rey dengan tiba-tiba setelah sampai di kamar Jia Li


Semua orang yang berada di ruangan itu menoleh ke arah pintu secara bersamaan.


“Benar kakak ipar hamil sudah satu bulan!” jawab putri Ella dengan antusias


“Wahh selamat kak” ucap pangeran Gail dan Rey secara bersamaan


“Akhirnya kita akan memiliki keponakan hahaha” tawa pangeran Rey dengan keras


“Diamlah, kau sangat berisik!!” ucap Yui dengan sinis


“Ck kakak kenapa kau seperti itu padaku? aku sangat bahagia akhirnya aku akan memiliki keponakan yang lucu hoho” ucap pangeran Rey


“Sebaiknya kalian cepat menikah agar kalian bisa mempunyai anak sendiri, jangan hanya menunggu keponakan kalian lahir saja!” ratu Amanda berucap dengan melirik anak-anak nya


“Hahaha rasakan!!” ucap Yui dengan tertawa bahagia


“Ibunda aku masih ingin sendiri!” ucap putri Ella dengan malas


“Aku sudah sangat ingin bermain dengan cucu-cucu ku! apa kalian tidak mau memberikan cucu pada ku dan suami ku hem?!” ratu Amanda berucap dengan menatap mereka tajam


“Aku sudah ingin bermain dengan cucu-cucu ku! selalu seperti itu!” gerutu putri Chloe dengan pelan karena takut ibunda nya itu mendengar nya


Jia Li yang sedari tadi diam hanya menggeleng kepala nya, karena melihat perdebatan itu.


Mungkin besok dia akan mengirim surat kepada ayah nya jika dia hamil, dan pangeran Chen akan mempunyai adik! dan mungkin dia juga untuk waktu dekat ini tidak bisa mengunjungi Chen.

__ADS_1


__ADS_2