
Hari-hari telah berlalu, pangeran Chen sudah mengabari tuan Grissham jika Jasmine benar-benar gadis yang dia cari.
Tapi sayang nya, di antara kabar bahagia itu tuan Grissham harus kembali kehilangan Jasmine.
Karena Jasmine yang belum di ketahui dimana keberadaan nya, selama beberapa hari itu juga kepribadian pangeran Chen berubah 180°.
Dia menjadi semakin dingin, mudah emosi, pendiam dan sangat tak tersentuh.
Jia Li yang sudah mengetahui alasan kenapa putra nya berubah itu hanya bisa menghela nafas berat, dia juga tak segan-segan berkata dingin pada putra pertama nya itu jika dia masih tetap seperti itu.
Semua anggota keluarga Benedict yang mengetahui alasan kenapa pangeran Chen berubah hanya bisa terdiam, mereka bingung harus bertindak seperti apa.
Seperti contoh nya sekarang ini, saat mereka hendak mengunjungi pangeran Chen mereka harus di buat membeku di tempat mereka saat melihat pangeran Chen sedang memarahi anggota Black Wolf.
“Bagaimana bisa kalian tidak bisa menemukan keberadaan Jasmine hah?! selama ini apa yang kalian kerjakan?!!.
Mencari seorang gadis saja kalian tidak becus!! kalian benar-benar membuat ku muak!!.” bentak pangeran Chen dengan keras.
Tao yang berada di depan tuan nya itu terdiam dengan wajah menunduk, begitupun anggota Black Wolf yang lain.
Mereka hanya bisa pasrah saat King mereka terlihat begitu emosi itu, saat sedang menunduk Tao sempat melirik ke belakang pangeran Chen.
Saat itu juga dia melihat anggota keluarga Benedict.
Jia Li yang merasa kasihan pada anggota Black Wolf yang tidak memiliki salah apa-apa itu akhirnya mendekati pangeran Chen dengan wajah dingin nya.
Cukup sudah dia membiarkan putra pertama nya itu seperti sekarang, kesabaran nya sudah habis, dia harus membuat nya sadar.
“Apa kau juga becus mencari gadis itu pangeran? apa kau juga bisa menemukan keberadaan gadis itu?!.” tanya Jia Li dengan dingin.
Pangeran Chen yang hendak kembali memaki segera membatu, dia membalikkan tubuhnya dan saat itu juga tatapan nya beradu dengan tatapan dingin bunda nya.
“Bunda.” gumam nya dengan sangat pelan.
Lalu dia pun menatap ke belakang dimana disana terdapat semua keluarga nya, termasuk kakek nenek nya.
“Jawab pertanyaan ku! apa kau juga bisa menemukan gadis itu? apa kau juga becus mencari nya?.
Kenapa kau memarahi anak buah mu saat dia tidak bisa menemukan keberadaan Jasmine hem? Kenapa kau tak memarahi dirimu sendiri yang bahkan lebih tidak becus mencari Jasmine?!!.
Kau bahkan hanya bisa menyuruh dan menyuruh anak buah mu, tanpa berusaha sendiri? apa kau pikir kau tidak lebih buruk dari mereka?!.”
Jlebbb
Perkataan menohok yang di lontarkan dengan sangat dingin oleh bunda nya itu berhasil membuat pangeran Chen sadar, dia segera menundukkan kepalanya tak berani menatap wajah dingin itu.
__ADS_1
Selama ini dia tidak pernah mendapatkan tatapan dingin itu dari bunda nya, tapi sekarang? apakah dia sudah sangat mengecewakan bunda nya?.
“Hanya karena seorang gadis yang baru kau kenal selama satu bulan ini kau menjadi seperti ini pangeran!!.
Jika saja diriku tau kau akan menjadi seperti ini karena gadis itu, aku tak akan segan-segan untuk melarang mu berhubungan dengan gadis itu!.
Kau berubah karena dia meninggal kan mu, tapi kau tak sadar diri.
Dia meninggal kan mu karena ulah mu sendiri pangeran, kau yang sudah membohongi dia tentang identitas mu.
Kau yang membuat kepercayaan nya hilang, tapi kau sendiri yang emosi pada gadis itu!.
Kau benar-benar tidak mencerminkan seorang King dari Black Wolf, pangeran Liu Chen Li!!.” lanjut Jia Li dengan dingin.
Yui yang melihat istri nya sudah mulai emosi itu mengelus punggung nya, dia lalu menatap ke arah pangeran Chen.
“Angkat kepala mu!.” perintah Yui dengan wajah datar nya.
Dengan ragu pangeran Chen mengangkat kepala nya, dia menatap ke arah ayah nya itu.
“Aku tidak pernah mengajarkan mu untuk menundukkan kepala mu di hadapan orang lain pangeran Arthur, aku tidak pernah mengajarkan mu untuk tidak bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan.
Aku juga tidak pernah mengajarkan mu untuk menjadi seorang pengecut yang hanya berlindung di belakang anak buah mu.
Tapi kenapa kau tidak mencari keberadaan gadis itu sendiri hah? kau hanya berpangku tangan pada para anak buah mu.
Apa kau berpikir mereka tidak bekerja keras selama ini? kau hanya bisa emosi, marah, memaki dan menyudutkan mereka.
Tanpa berpikir jika mereka sudah bekerja keras selama ini.
Sekarang aku akan bertanya pada mu!.” Yui menghentikan ucapan nya sebentar lalu menatap pada anggota Black Wolf dan pangeran Chen.
“Jika posisi kalian di balik, kau menjadi Tao dan Tao menjadi dirimu, saat kau sudah bekerja keras siang malam untuk bisa mencari keberadaan gadis itu.
Dan saat kau sudah tidak bisa menemukan keberadaan nya, lalu kau di bentak, di maki, dan terus mendapatkan cacian oleh Tao.
Apa kau terima? apa kau tak merasa hati mu sakit karena kerja keras mu tak di pandang oleh Tao? apa kau tidak emosi, tapi kau hanya bisa diam dan menunduk kan kepala mu.
Karena kau tak punya kuasa untuk membela diri, jangan kan membela diri sekedar untuk mengangkat kepala mu saja kau tak bisa.
Apa kau tak berpikir seperti itu?.” tanya Yui dengan menatap pangeran Chen yang sudah berkaca-kaca karena di tampar oleh kata-kata menyesakkan ayah nya itu.
Pangeran Chen tak menjawab.
“Itulah alasan ku kenapa selama ini tidak pernah keras pada anggota Black Wolf, jika kau tak percaya kau bisa tanyakan pada paman dan bibi mu.
__ADS_1
Apakah selama diriku menjadi Queen Black Wolf aku pernah memaki, menghina dan merendahkan hasil kerja keras mereka?.
Tidak! jawaban nya tidak, karena aku pernah di posisi yang lebih menyakitkan dari seorang anak buah pangeran Liu Chen.
Tak di inginkan oleh ayah ibu ku, di siksa oleh ayah, ibu bahkan kakak ku sendiri, di hina, di jadikan anj*ng pesuruh, tidak pernah di beri makan yang layak.
Dan yang terakhir aku di buang di jalanan di tempat sampah, aku pernah merasakan hal yang lebih menyakitkan dari sekedar menjadi anak buah.
Itulah alasan ku tidak pernah memandang rendah para anak buah ku, tapi kenapa kau malah sepeti ini?.
Kau menyudutkan mereka, kau tak memandang kerja keras mereka, kau hanya bisa emosi, emosi dan emosi.
Apakah aku pernah mengajarkan hal seperti itu pada mu? aku membesarkan mu dengan penuh kasih sayang, berharap kau tak memiliki tempramen yang keras.
Tapi ternyata??.” Jia Li menggelengkan kepalanya seraya mengusap air mata nya yang mengalir setelah menceritakan kehidupan pertama nya.
Yui memeluk istri nya itu dan membenamkan wajahnya di dada bidang nya, dia mengusap punggung istri nya yang bergetar menahan tangis.
“Sssttt, jangan di terus kan jika itu menyakiti hati mu, aku tidak bisa melihat mu menangis.
jangan menangis lagi.” ucap Yui dengan lembut.
Hati nya sakit melihat istri nya menangisi masa lalu nya itu, Fiona dan Fredy saling berpelukan saat mendengar masa lalu bunda mereka yang tidak pernah mereka ketahui itu.
Begitupun dengan Freya dan Devin yang saling berpelukan serta raja Ken dan ratu Amanda.
Sungguh mereka tak menyangka jika menantu mereka itu memiliki masa lalu yang begitu buruk, mereka baru mengetahui nya sekarang.
Apakah jika kejadian ini tak terjadi mereka akan tetap tak mengetahui masa lalu menantu mereka itu?.
Pangeran Chen memandang lirih pada bunda nya itu hati nya sakit sangat sakit melihat bunda nya menangis, bibir nya bahkan sudah bergetar menahan tangis nya.
Lalu pangeran Chen pun menghambur ke pelukan sang bunda saat bunda nya melepaskan pelukan ayah nya itu, dia memeluk erat tubuh bunda nya dengan tubuh bergetar menahan tangis.
“Maaf, maaf, maaf kan Chen, maaf bunda.” gumam nya dengan bergetar.
Jia Li yang sempat membatu segera membalas pelukan putra pertama nya itu, dia mengelus punggung pangeran Chen dengan lembut.
“Maaf, maafkan Chen.” gumam nya lagi dengan air mata yang sudah mengalir.
Dia terlalu frustasi dan terlalu emosi saat Tao mengatakan jika Jasmine tidak bisa di temukan keberadaan nya, dia kalut dan tidak bisa berfikir jernih karena tidak bisa menemukan Jasmine.
////
Luka lama Jia Li terbuka hiks😭😭.
__ADS_1