Time Travel: Jenderal Jia Li

Time Travel: Jenderal Jia Li
Eps 62 "Sadar"


__ADS_3

Setelah puas bermain di taman Jia Li membawa Chen kembali ke aula karena sekarang sudah waktu nya mereka kembali untuk melanjutkan acara tadi sore


Saat sampai di depan pintu aula Jia Li melihat Jingmi, Li Xuan, Zu dan kelima anggota nya sudah menunggu nya, saat sampai Jia Li melirik ke arah jingmi yang sekarang hanya menampilkan ekspresi datar pada nya. dia benar-benar sangat sedih dia tidak pernah melihat tatapan itu di wajah jingmi tapi sekarang?


Li Xuan, Zu dan kelima anggota Black Wolf yang melihat jingmi menatap datar Queen mereka sedangkan Queen mereka yang di tatap jingmi terlihat sangat sedih benar-benar sangat penasaran, sebenarnya ada apa dengan mereka? tapi mereka tak berani untuk bertanya walaupun mereka penasaran


Setelah itu mereka pun masuk saat sampai di kursi jingmi lebih memilih duduk di samping kiri Li Xuan sedangkan Jia Li di samping kanan Li Xuan, Li Xuan yang berada di tengah-tengah para wanita itu sangat merasa canggung. Ayolah dia sekarang berada di tengah-tengah para wanita cantik, siapa yang tidak canggung? walaupun saat ini Jia Li sedang menyamar tapi tetap saja dia adalah seorang wanita


Li Xuan yang sudah sangat penasaran pun akhirnya bertanya pada jingmi


“Jingmi, apa ada masalah?” tanya Li Xuan dengan lembut


Ya selama 8 bulan ini hubungan Li Xuan dan jingmi sudah semakin dekat, bisa di bilang mereka sudah seperti sepasang kekasih


“Tidak ada” jawab jingmi dengan dingin


Li Xuan yang mendengar suara dingin jingmi pun terkejut, dia tidak pernah mendengar suara dingin itu keluar dari mulut jingmi, dan sekarang? akhirnya dia pun tidak kembali bertanya, dia akan menanyakan nya nanti saat acara sudah selesai karena memang sekarang bukan waktu yang tepat


Sedangkan Chen, yang berada di pangkuan Jia Li menatap ibu nya itu dengan bingung, ibu nya Sekarang seperti sedang sedih


“Ayah” panggil Chen


“Iya sayang ada apa? apa kau mau sesuatu?” tanya Jia Li


“Tidak, bukan itu ayah”


“Lalu?”


“Ayah kenapa sedih?” tanya Chen dengan menatap mata indah Jia Li


Jia Li yang mendengar pertanyaan itu pun terdiam, dia tidak tau ternyata anak nya itu sangat sensitif

__ADS_1


“Ayah tidak sedang sedih sayang”


“Ayah tidak bisa berbohong dengan Chen, Chen tau ayah sedang sedih karena saat melihat bibi jingmi ayah terlihat sangat sedih”


Li Xuan, jingmi, Zu dan kelima anggota nya yang memang sedari tadi mendengar perkataan mereka berdua menatap Chen, setelah itu jingmi memalingkan wajahnya ke arah lain tapi tidak dengan Li Xuan dan lainnya


“Chen dengarkan ayah, Chen sekarang masih kecil walaupun ayah menceritakan semua nya pada Chen, Chen tidak akan mengerti karena memang Chen belum saat nya untuk mengetahui semua nya sayang” ucap Jia Li dengan mengelus kepala Chen


“Jika Chen sudah besar apa ayah akan menceritakan semua nya pada Chen?” tanya Chen


Jia Li yang mendengar itupun terdiam dan setelah itu mengangguk


“Jika Chen sudah besar ayah akan menceritakan semua nya”


“Ayah janji?”


“Ya ayah janji pada Chen”


Setelah itu Chen pun turun dari pangkuan Jia Li dan berjalan menuju kursi jingmi yang sekarang sedang menatap ke arah lain


“Bibi” panggil Chen dan menarik kecil hanfu jingmi


Jingmi pun menoleh melihat Chen


“Ada apa Chen?” tanya jingmi dengan lembut dan mengangkat Chen untuk duduk di pangkuan nya


“Bibi sedang marah pada ayah?”


Jingmi yang mendengar itupun terdiam dan menatap Jia Li yang sekarang sedang menatap nya dengan pandangan sedih


“Tidak, kenapa Chen bertanya seperti itu?”

__ADS_1


“Karena Chen melihat bibi yang seperti menghindari ayah dan tidak berbicara dengan ayah”


“Chen, tuan dan anak buah nya tidak di perbolehkan berbicara dengan sesuka nya”


“Bibi, tapi ayah tak menganggap bibi anak buah nya”


Jingmi yang mendengar itupun melirik ke arah Jia Li dan yang lain nya yang sekarang sedang menatap jingmi dan Chen


“Kenapa Chen bilang seperti itu?”


“Bibi, ayah sangat menyayangi bibi jadi ayah tak menganggap bibi bawahan nya. tidak bukan bibi saja tapi paman-paman juga”


Lagi-lagi jingmi menatap Jia Li, dia baru sadar sekarang walaupun putri Liu mei selama ini hilang ingatan tapi dia tidak pernah memperlakukan nya sebagai pelayan nya atau anak buah nya, melainkan seperti saudara nya di balik sifat dingin nya


“Bibi jangan marah lagi dengan ayah ya?” ucap Chen lagi dan jingmi pun menatap Chen setelah itu tersenyum


“Memang nya bibi mengatakan jika bibi marah pada ayah Chen?” tanya jingmi


“Tidak”


“Nah berarti bibi memang tidak marah pada ayah Chen”


“Sungguh?” tanya Chen dengan senang


Jingmi pun mengangguk sebagai jawaban, setelah itu Chen pun turun dari pangkuan jingmi dan kembali menghampiri Jia Li dengan senyum di wajah nya


Setelah berbicara dengan Chen, jingmi sadar walaupun putri Liu mei berubah tapi putri tetap menyayangi nya sebagai saudara, tidak pernah memperlakukan nya layak nya pelayan. dan sekarang dia juga sadar walaupun yang di katakan putri Liu mei sewaktu di kamar itu kebenaran dia tetap menyayangi nya layak nya adik nya


Sepertinya dia setelah ini harus meminta maaf pada putri Liu mei atau yang sekarang adalah Jia Li, sepertinya dia tadi sedikit keterlaluan dia sangat frustasi dengan kebenaran yang Jia Li ceritakan, dia tidak menyangka ternyata putri Liu mei sudah meninggal dan yang sekarang berada di tubuh putri Liu mei adalah jiwa dari masa depan.


Sebenarnya ini sedikit konyol, apa ada yang seperti itu? jiwa lain yang menempati tubuh orang lain? jika di pikir-pikir ini di luar pemikiran, dan terlebih jiwa itu dari masa depan, ini terlalu jauh bukan? dari masa depan ke masa ini yang melewati beratus-ratus tahun, Ah sudah lah dia bisa gila jika memikirkan hal-hal konyol seperti itu

__ADS_1


__ADS_2