
Setelah sampai di kamar nya Hong Shilin terdiam di tempatnya saat tiba-tiba merasakan pusing di kepala nya, dia yang memang belum mendudukkan dirinya di peraduan memegang kepala nya dengan alis yang bertautan.
Ini benar-benar sangat sakit! rasa nya apa yang ada di depan nya berputar-putar hingga membuat nya sangat pusing sekali.
Dengan tertatih dia pun berjalan menuju peraduan dan setelah sampai dia pun mendudukan dirinya dan kembali memegang kepala nya, Hong Shilin menggeleng kan kepala nya ke kanan dan ke kiri karena tidak tahan lagi dengan sakit yang mendera di kepala nya.
Setelah beberapa saat sakit yang di rasa nya pun mereda, tapi sekarang pindah ke perut nya! rasanya perut nya bergejolak dan seperti ada yang hendak keluar lalu tak lama dia pun merasakan mual yang teramat sangat, dan dia pun berlari menuju luar kamar nya.
Saat dia sampai di depan pintu dia hampir menabrak Zu yang memang sudah sampai di sana, dia mengabaikan Zu dan kembali berlari ke samping kediaman nya.
Zu yang bingung dengan apa yang terjadi pada Hong Shilin hanya mampu memanggil dan mengejar Hong Shilin.
“Huek, huek, huek..” Hong Shilin terus mengeluarkan isi perut nya tapi yang keluar hanya cairan bening saja.
Zu yang sudah berada di samping Hong Shilin memegang bahu Hong Shilin dan memijit nya.
“Sayang, kau kenapa?” tanya Zu dengan khawatir.
“Huek..” Hong Shilin kembali memuntahkan cairan bening dari dalam mulut nya.
Setelah di rasa tidak mual lagi Hong Shilin menegakkan tubuhnya dan menyeka bibir nya dengan hanfu nya, tiba-tiba tubuh nya benar-benar lemas, Hong Shilin pun menyenderkan tubuhnya pada dada bidang Zu dan memejamkan matanya untuk mengatur nafas nya.
“Sayang? kau baik-baik saja?” Zu mengusap lembut pipi Hong Shilin dengan penuh kekhawatiran.
“Aku sangat pusing Zu, badan ku lemas dan rasa nya aku sangat mual sekali” tutur Hong Shilin masih dengan memejamkan matanya.
Zu yang mendengar itu mengernyit bingung.
“Kau sakit sayang?” tanya Zu lagi.
“Aku tidak tahu” jawab Hong Shilin.
Zu yang mendengar itu segera menggendong Hong Shilin ala bridal style, Hong Shilin yang tiba-tiba merasakan tubuh nya melayang memekik kaget.
“Akh, Zu!” Hong Shilin segera memeluk leher Zu erat.
“Aku akan memanggilkan tabib untuk mu, aku takut kau kenapa-kenapa sayang!” ucap Zu dengan khawatir.
Hong Shilin yang melihat Zu sangat khawatir tersenyum tipis dan menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Zu.
“Aku baik-baik saja Zu, tidak usah khawatir seperti itu” ucap Hong Shilin.
Zu yang mendengar itu menghela nafas panjang.
“Kau sedang tidak baik-baik saja sayang, jangan membohongi ku!” ucap Zu dengan tegas.
Dia tahu istri nya itu sedang tidak baik-baik saja!.
__ADS_1
Hong Shilin kembali tersenyum.
“Terimakasih!”
Zu mengernyit “Untuk?”
Setelah sampai Zu pun membaringkan tubuh Hong Shilin ke peraduan dengan hati-hati.
“Karena sudah sangat mengkhawatirkan ku” tukas Hong Shilin dengan tersenyum.
Zu yang mendengar itu ikut tersenyum dan mencium dahi istri nya dengan lembut.
“Bodoh! tentu saja aku akan khawatir jika dirimu kenapa-kenapa!” umpat Zu sembari mengelus rambut Hong Shilin.
“Beristirahatlah, aku akan menyuruh pelayan memanggilkan tabib, Yah, walaupun akan lama datang nya, kau tau sendiri kita sekarang tinggal dimana!” Zu mendengus kesal setelah nya.
Hong Shilin yang melihat Zu kesal terkekeh kecil.
“Pergilah, dan cepatlah kembali!” pinta Hong Shilin.
Zu kembali tersenyum mendengar ucapan Hong Shilin.
“Aku hanya menyuruh seseorang untuk memanggil tabib, bukan aku sendiri yang memanggil nya, jadi tak akan lama!”
“Aku tahu” Hong Shilin kembali memejamkan matanya saat sakit di kepala nya kembali menyerang.
Zu yang memang tidak mengetahui nya hanya diam dan kembali mengelus kepala Hong Shilin.
“Tunggu sebentar” ucap nya dan Hong Shilin hanya mengangguk tanpa membuka mata nya.
Setelah merasa Zu sudah pergi Hong Shilin baru meringis dan memegang kepala nya.
“Sebenar nya aku kenapa?” gumam Hong Shilin sembari menghela nafas panjang.
“Zu?” panggil seseorang saat Zu hendak menuju tempat pelatihan anggota nya.
Ya dia tidak jadi menyuruh seorang pelayan untuk memanggil tabib karena itu akan lama, jadi dia berinisiatif menyuruh salah satu anggota nya saja.
Zu menghentikan langkahnya dan berbalik untuk melihat siapa yang memanggil.
“Ada apa?” tanya Zu dengan menaikkan sebelah alisnya.
“Kenapa kau kesini? bukan kah istri ku menyuruh mu untuk menyusul Hong Shilin tadi?” tanya Li Xuan setelah sampai di hadapan Zu.
Zu menghela nafas panjang dan berbalik untuk melanjutkan perjalanan nya, Li Xuan yang melihat itupun mengikuti langkah Zu.
“Aku hendak menyuruh salah satu anggota ku untuk memanggil tabib, Shilin sakit” jelas Zu tanpa menatap Li Xuan.
__ADS_1
Li Xuan yang mendengar ucapan Zu mengernyit bingung, sakit? bukankah tadi Hong Shilin baik-baik saja?.
“Sakit? bukankah tadi dia baik-baik saja?” tanya Li Xuan dengan bingung.
“Aku tidak tahu, saat aku sampai dia sedang muntah-muntah tadi dan dia bilang dia juga pusing dan tubuh nya sangat lemas” jawab Zu.
Li Xuan yang mendengar itu terdiam, lalu tak lama sebuah senyuman terlukis di bibir seksi nya.
“Hadiah untuk mu!” ucap Li Xuan asal.
Zu yang mendengar itu menatap Li Xuan aneh dan setelah nya mengangkat bahu acuh, istri dan suami sama saja, sama-sama aneh!!.
Hadiah kata nya? hadiah apa coba?! orang sakit ko di bilang hadiah?! menyebalkan!!.
Setelah sampai di hadapan para anggota nya Zu pun segera memanggil salah satu anggota nya itu.
“Yu Long?!” panggil Zu dengan dingin.
(Masih ada yang ingat siapa Yu Long?🤣)
Yu Long yang sedang berlatih pun menghentikan aktivitas nya dan segera berjalan menuju ketua nya itu.
“Ada apa ketua?” tanya Yu Long setelah sampai di hadapan Zu.
Zu yang melihat Yu Long tak memberikan salam untuk nya menaikan sebelah alisnya, jika kalian menanyakan kemana Li Xuan? dia sedang mengamati semua anggota Alpha yang memang juga sedang berlatih disana.
“Kau tak memberikan salam pada ku?” tanya Zu dengan dingin.
Yu Long yang mendengar itu hanya terdiam sembari menggaruk kepalanya.
“Sebenarnya ketua kenapa memanggil ku?” tanya Yu Long mengalihkan pembicaraan.
Dari pada dia di hukum kan? mending cari aman! hahaha
Zu yang melihat Yu Long mengalihkan pembicaraan mereka mendengus kesal.
“Panggil kan tabib kemari, istri ku sedang sakit!” perintah Zu.
Yu Long yang mendengar perintah itu segera mengangguk, dan dia pun pergi dari hadapan Zu setelah mengucapkan salam nya.
Zu pun sama, dia kembali ke kamar nya untuk menemani istri nya yang sedang sakit itu.
Setelah sampai dia dapat melihat Hong Shilin yang sedang tertidur di atas peraduan, Zu tersenyum melihat nya dan duduk di samping tubuh Hong Shilin lalu mengusap lembut kepala Hong Shilin.
“Aku mencintai mu Lin'er!” bisik Zu dan dia pun mencium bibir Hong Shilin sekilas.
“Aku juga mencintai mu!” balas Hong Shilin dengan tersenyum lalu membuka mata nya.
__ADS_1
Zu yang mengira jika Hong Shilin tertidur tertegun lalu setelah nya dia pun terkekeh, Zu kembali mendekatkan wajahnya dan tanpa berlama-lama dia pun ******* bibir tipis nan manis istrinya itu, dan tentu saja Hong Shilin menyambut nya dengan senang hati!.
Jangan lupa like, Comen and vote ❤️🤗❤️🤗