
Setelah Jia Li sampai di depan pintu ruangan utama dia pun bertanya pada prajurit yang berjaga di depan pintu itu.
"Hormat hamba putri" ucap para prajurit dengan menunduk hormat.
"Em!" balas Jia Li dengan ekspresi datar nya.
"Apakah kaisar ada di dalam?" tanya Jia Li tanpa menoleh melihat mereka.
"Jawab putri, kaisar ada di dalam putri" jawab salah satu prajurit itu.
"Baiklah, sampaikan pada kaisar jika aku ingin bertemu" perintah Jia Li
"Baik putri" ucap nya lalu bergegas pergi menuju kedalam ruangan.
Setelah prajurit itu sampai dia langsung menunduk hormat dan menyampaikan maksud kedatangan nya.
"Hormat hamba yang mulia kaisar, putra mahkota dan pangeran" ucap prajurit itu seraya menunduk hormat
"Em, bangunlah ada apa kau kemari?" tanya kaisar.
"Ampun kaisar, diluar ada putri Liu mei yang ingin bertemu dengan kaisar" ucap prajurit itu
Kaisar, putra mahkota dan pangeran-pangeran yang mendengar pun terkejut dan mereka saling melirik satu sama lain, setelah cukup lama terjadi keheningan akhirnya kaisar pun menjawab dan menyuruh putri Liu mei masuk.
__ADS_1
Setelah mendapat perintah prajurit itupun mengangguk dan memberi hormat lalu bergegas keluar untuk menyampaikan pada putri Liu mei jika dia di izinkan untuk masuk.
Setelah mendapat izin masuk akhirnya Jia Li pun memasuki ruangan itu, saat dia sudah berada di ruangan itu dia sedikit terkejut karena didalam situ bukan hanya ada kaisar tapi juga ada putra mahkota dan pangeran-pangeran, jujur saja selama satu bulan disini Jia Li tak pernah melihat putra mahkota dan pangeran-pangeran kekaisaran Liu.
Walaupun saat acara kremasi permaisuri dan putri Liu yin kemarin putra mahkota dan pangeran-pangeran itu ada disana tapi dia tak betul-betul melihat wajah mereka karena Jia Li tak peduli dan dia hanya acuh tak acuh saja dengan keadaan sekitarnya.
Jika dilihat-lihat mereka semua cukup tampan, Tapi masih tampan putra mahkota Han Lian.
"Hormat hamba yang mulia kaisar, putra mahkota dan pangeran" ucap Jia Li dengan datar dan suara dingin nya.
"Bangunlah mei'er, ada apa kau kemari Hem?" ucap kaisar dengan lembut
Jia Li yang mendengar itupun menjadi geram dan emosi. Apa-apaan kaisar luknut ini, sejak kapan dia jadi lembut seperti ini? Dan apa tadi, Mei'er? Wah wah bener-bener minta di potong tu lidah nya!!
Tak menghiraukan pertanyaan kaisar Jia Li langsung saja duduk di bangku yang ada di samping kiri nya, dia sebenarnya cukup merasa lelah setelah jalan dari paviliun nya menuju kemari, bagaimana tidak lelah paviliun nya itu terletak di paling ujung istana ini, sebenarnya itu tak pantas disebut paviliun lebih pantas nya disebut sebagai gudang!!
Tapi setelah melihat langsung mereka sekarang yakin jika itu adalah nyata, sebenarnya saat putri Liu mei hilang ingatan putra mahkota sedang berada di perbatasan untuk menangani masalah yang ada disana dan untuk para pangeran mereka sedang pergi berlatih bersama guru mereka masing-masing. Jadi mereka tak tahu menahu tentang istana setelah mereka pergi dan mereka baru kembali kemarin saat permaisuri dan putri Liu yin meninggal.
"Putri Liu mei apa kau tak mengerti sopan santun?" tanya putra mahkota dengan datar setelah sadar dari keterkejutan nya.
Jia Li yang mendengar pertanyaan itu hanya tersenyum sinis dibalik cadarnya.
"Kaisar aku datang kesini hanya ingin mengatakan jika aku akan pergi dari istana ini" ucap Jia Li to the poin
__ADS_1
"Kau!!" putra mahkota menjadi geram saat ucapan nya tak dihiraukan oleh putri Liu mei.
Tapi seketika mereka menjadi terkejut saat mendengar ucapan putri Liu mei yang mengatakan akan pergi dari istana ini.
"A..apa yang kau katakan tadi Mei'er?" tanya kaisar memastikan.
Jia Li yang mendengar itupun hanya mendengus dingin. Dia paling benci jika harus berkata dua kali, itu terlalu buang-buang waktu menurut nya.
"Aku akan pergi dari istana ini kaisar" ulang nya lagi dengan dingin
"Ta..tapi mengapa mei'er?" tanya kaisar
"Aku sudah muak berada di istana ini" jawab Jia Li
Kaisar dan yang lain nya pun menjadi terkejut dengan ucapan putri Liu mei, apa maksud nya muak?
"Apa maksud mu?" tanya salah satu pangeran disana yang bernama Liu XingFeng
"Apa kalian kurang jelas? Aku sudah muak berada di neraka yang berwujud istana ini. Jadi di izinkan atau tidak di izinkan aku akan tetap pergi" jawab Jia Li dengan dingin seraya menatap tajam mereka semua.
Setelah mengucapkan itu Jia Li beranjak pergi dari sana dia tak menghiraukan tatapan sedih kaisar dan tatapan rumit dari putra mahkota dan pangeran-pangeran disana.
Setelah kepergian putri Liu mei kaisar pun menangis, ini memang salah nya walaupun dia bersikeras melarang putri Liu mei untuk tidak pergi itu percuma karena memang dia lah yang sudah membuat putri Liu mei pergi dari hidupnya.
__ADS_1
Putra mahkota dan para pangeran yang melihat kaisar menangis pun menjadi bingung, jujur saja ini sebenarnya ada apa? kenapa putri Liu mei akan pergi?. Wajar saja jika putra mahkota dan para pangeran tak mengetahui jika selama ini putri Liu mei disiksa karena memang baik putra mahkota ataupun pangeran jarang berada di istana.
Jadi mereka tak mengetahui apa yang di alami oleh putri Liu mei karena memang tak ada yang melaporkan juga pada mereka. Sekarang ini banyak pertanyaan di benak mereka, tapi mereka tak bisa bertanya pada kaisar untuk saat ini.