Time Travel: Jenderal Jia Li

Time Travel: Jenderal Jia Li
Musim Ke-3: Story the King of Black Wolf


__ADS_3

Pangeran Chen segera pergi menemui Tao, dia harus segera mengetahui tentang siapa yang sudah melukai Jasmine hingga membuat nya hilang ingatan.


“Tao, cepat cari tahu tentang kejadian dua bulan lalu dimana Jasmine terluka.”


Tao pun mengangguk “Baik tuan.”


Lalu setelah itu Tao pun segera undur diri untuk segera menjalankan tugas yang di perintahkan oleh tuan nya itu.


Pangeran Chen kembali masuk ke kediaman nya saat sudah melihat Tao pergi, saat dia masuk dia dapat melihat Jasmine yang terus saja berguling kesana-kemari karena tidak bisa untuk tidur.


Pangeran Chen segera duduk di samping tubuh Jasmine, dia menyentuh bahu Jasmine hingga Jasmine membalikkan tubuhnya.


“Yang mulia? anda sudah kembali.” kaget Jasmine lalu dia pun mendudukkan tubuhnya.


“Kenapa hem? tidak bisa tidur?.” tanya pangeran Chen dengan lembut.


Jasmine mengangguk “Beberapa hari ini setiap aku hendak tertidur aku selalu mimpi buruk, dan mimpi itu terus terulang hingga membuat ku takut.” lirih Jasmine dengan menatap sendu pangeran Chen.


Pangeran Chen yang mendengar itu mengernyit, lalu dia membawa Jasmine kedalam pelukannya.


Jasmine menerima pelukan itu dan membalas nya.


“Apa yang kau mimpikan?.” tanya pangeran Chen dengan mengelus rambut Jasmine.


“Kejadian dimana aku terluka dua bulan yang lalu, aku melihat di mimpi itu seseorang datang dengan membawa pedang nya saat dia berhasil memanah diriku.


Orang itu menyakiti ku dengan kejam, lalu setelah puas menyiksa ku orang itu membenturkan kepala ku ke arah batu.”


Jasmine bercerita dengan suara bergetar dan tubuh bergetar hebat, dia benar-benar sangat takut jika mengingat mimpi itu.


Ini seperti sudah menjadi trauma untuk nya, walaupun dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah orang itu tapi itu benar-benar membuat nya takut.


Takut jika dia bertemu orang itu lagi dan dia akan menyiksa nya lagi, jika mengingat hal itu Jasmine benar-benar tak bisa mengendalikan tubuh nya sendiri.


Pangeran Chen yang merasakan perubahan di tubuh Jasmine semakin memeluk nya erat, dia menenangkan Jasmine agar Jasmine tidak semakin merasa takut.


“Sssttt sudah jangan takut, sekarang ada aku, orang itu tidak akan berani menyakiti mu.” ucap pangeran Chen dengan mengelus punggung Jasmine.


Jasmine masih tak bersuara, walaupun sebenarnya pangeran Chen sangat penasaran tapi dia tidak bisa bertanya lebih lanjut pada Jasmine jika kondisi nya seperti ini.


“A-aku takut yang mulia.” lirih Jasmine dengan menenggelamkan wajahnya.


“Sudah jangan takut, sekarang ada aku, suami mu disisi mu, kau percaya pada ku kan?.” tanya pangeran Chen dengan menengadah kan kepala Jasmine.


Jasmine menatap pangeran Chen dengan mata berkaca-kaca nya lalu dia pun mengangguk.


“A-aku percaya.” jawab nya dengan pelan.


Pangeran Chen mengulas senyum mendengar itu, lalu dia pun mencium sekilas bibir Jasmine.

__ADS_1


Wajah Jasmine memerah saat pangeran Chen mencium bibir nya, sedangkan pangeran Chen kembali tersenyum.


Lalu dia kembali mencium bibir tipis Jasmine sekilas, lagi dan lagi wajah Jasmine semakin memerah.


“Ya-yang mulia..” ucap Jasmine dengan pelan dan malu.


Pangeran Chen terkekeh, lalu dia membawa Jasmine ke atas pangkuan nya.


Jasmine terdiam menatap wajah tampan pria yang mengaku suami nya itu, sedangkan pangeran Chen tangan nya saat ini sedang mengelus pipi Jasmine.


“Aku benar-benar merindukan mu Mine!.” ungkap pangeran Chen dengan jujur.


Jasmine tersenyum lalu dengan berani dia mengalungkan tangannya dan memeluk leher pangeran Chen.


“Aku juga yang mulia, Walaupun aku tidak bisa mengingat tentang kebersamaan kita tapi di hatiku benar-benar merasa sangat merindukan mu.” jujur Jasmine dengan lembut.


Pangeran Chen yang mendengar itu tersenyum lalu dia memeluk pinggang Jasmine dengan erat.


“Mine?.” panggil pangeran Chen dengan lembut.


Jasmine yang mendengar itu segera menjauhkan tubuhnya.


“Ya?.”


“Bisa kau ulangi ucapan mu dua bulan yang lalu?.” pinta pangeran Chen.


“Yang kau bilang jika kau mencintai ku.” jawab pangeran Chen dengan tersenyum.


Jasmine yang mendengar itu seketika kembali memerah malu lalu dia menundukkan kepalanya.


“Sa-saya tidak mengingatnya yang mulia, jangan berbohong, bagaimana bisa saya mengatakan hal semacam itu!.” elak Jasmine dengan gugup.


Pangeran Chen memicing “Kau tak percaya eh?.” tanya nya.


Jasmine mengangguk lalu mendongak.


“Apa kau ingin aku memanggil pelayan dan prajurit yang melihat kejadian dua bulan lalu? saat kau mengatakan kejujuran jika kau mencintai ku?.” ancam pangeran Chen dengan usil.


Jasmine terbelalak “Yang mulia..” rengek nya dengan malu.


Pangeran Chen mendengus tawa melihat wajah merah Jasmine lalu dia pun mencium pipi Jasmine dengan lembut.


“Maka ucapkan kembali kata-kata mu dua bulan lalu.” pinta pangeran Chen seraya menempelkan dahi nya pada dahi Jasmine.


Jasmine menatap pangeran Chen yang berada sangat dekat dengan nya, bahkan hidung dan bulu mata mereka saling bersentuhan.


“Aku mencintai mu.” ucap Jasmine dengan cepat seraya memejamkan matanya.


Pangeran Chen tak menjawab, Jasmine yang merasa ruangan ini tiba-tiba hening membuka mata nya.

__ADS_1


Saat itu juga iris mata nya bertatapan tepat dengan iris mata pangeran Chen.


“Ucapkan dengan menatap ku, jangan menutup mata mu.”


Jasmine yang mendengar itu terdiam lalu dia pun tersenyum dan mengalungkan kedua tangan nya ke arah leher suami nya itu.


“Aku mencintai mu, yang mulia.” ulang nya dengan lembut.


Pangeran Chen tersenyum mendengar itu lalu dia pun memegang tengkuk leher Jasmine, sebelum bibir nya bersentuhan dengan bibir Jasmine pangeran Chen mengatakan sesuatu.


“Aku juga mencintaimu, My Wife!.” balas nya dengan lembut lalu pangeran Chen pun segera mel*mat bibir Jasmine.


Jasmine terbelalak, jantung nya tiba-tiba berdetak dengan cepat.


Pangeran Chen yang merasakan Jasmine tak membalas ciuman nya pun melepaskan nya.


Dia menyeka bibir tipis Jasmine, lalu mencium nya sekilas.


“Bisa kau ceritakan kehidupan mu dua bulan kemarin?.” tanya pangeran Chen dengan mengelus rambut Jasmine.


Jasmine tersadar, dia mengangguk lalu menyenderkan kepalanya pada dada bidang pangeran Chen.


“Dua bulan lalu saat aku tersadar aku sudah berada di dalam hutan bersama kakek dan nenek, saat aku sadar aku benar-benar tak mengingat apapun.


Hingga akhirnya aku berfikir jika aku adalah cucu kakek dan nenek, aku dibawa mereka ke rumah mereka yang berada di dekat hutan perbatasan.


Selama dua bulan itu aku hidup baik bersama dengan kakek dan nenek.” jelas Jasmine dengan pelan.


Dia memeluk pangeran Chen erat, menikmati elusan tangan pangeran Chen di kepala nya.


Pangeran Chen yang mendengar penjelasan Jasmine terdiam.


“Em, Mine?.”


“Ya?.”


“Bisa kau beritahu aku ciri-ciri orang yang sudah melukai mu, sebelum kau tak sadarkan diri pasti setidaknya kau melihat orang itu bukan?.” pinta pangeran Chen dengan lembut.


Jasmine terdiam, lalu menghela nafas panjang.


“Aku tidak terlalu ingat, yang aku ingat hanya dia laki-laki, saat kesadaran ku hendak habis aku sempat mendengar dia mengatakan.


Aku hanya membalas apa yang sudah kau perbuat pada ku dan hidup ku!.” jelas Jasmine dengan pelan.


“Laki-laki, siapa?.” batin pangeran Chen dengan mengernyit bingung.


////


Othor masih sibuk di dunia nyata, maaf jarang up🥴.

__ADS_1


__ADS_2