
Warning!!!!!
Hayoo ini bukan peringatan yang isi nya 18++ ya, tapi cuma mau ngasih saran ajaš diharapkan baca nya sambil dengerin music pake headset, lagu nya lagu mellow terserah dah lagu apa aja (Lagu ikan terbang, kumenangis.. juga boleh kalau mau hahaš¤£š¤£) asal jangan Dj ama breakbeatš¤£š¤£ nanti bukan nya nangis malah pada joget semuaš¤£š¤£
Semoga feel-nya dapet ya heheheš
------------------
Tiga jam sudah berlalu, tapi semua orang yang berada di kediaman Hong belum juga melihat tanda-tanda kedatangan Zu, Hong Yade dan anggota Black Wolf yang mengikuti Zu mencari bunga malam.
Tuan Hong, nyonya Hong, dan tabib yang mengobati Hong Shilin menunggu dengan harap-harap cemas. kenapa tuan Zu masih belum datang? apakah mereka tidak berhasil menemukan bunga malam itu? bagaimana jika benar mereka tidak menemukan bunga malam itu? mereka tidak sanggup untuk kehilangan Hong Shilin!.
āEughh..ā Hong Shilin melenguh dengan keringat yang mengucur deras dari dahi nya, dia begitu nampak kesakitan terlihat dari alisnya yang mengernyit.
Tuan Hong dan nyonya Hong yang mendengar lenguhan Hong Shilin serentak menghampiri Hong Shilin.
āTabib bagaimana ini?!ā tuan Hong bertanya dengan lirih.
āTuan kita masih memiliki waktu satu jam lagi! berdoa saja semoga tuan Zu dapat menemukan bunga itu dan kembali tepat waktu!ā tabib mencoba menenangkan tuan Hong.
Walaupun sebenarnya dia juga tidak bisa tenang, tapi dia harus profesional.
āLin'er bertahanlah sayang, tuan Zu sedang mencoba mencari penawar untuk mu!ā nyonya Hong kembali mengeluarkan air matanya dan mengusap keringat Hong Shilin dengan tangan bergetar.
āSayang, bertahanlah, apakah kau tidak ingin membuat ulah lagi? apakah kau tidak merindukan kemarahan ibu karena ulah mu? apakah kau tidak rindu ibu hukum lagi karena selalu membangkang ucapan ibu? apakah kau tidak rindu menggerutu di belakang ibu setiap ibu menegur mu saat kau berkata kasar pada Jiejie mu? hiks hiksā nyonya Hong menyeka airmata nya yang tidak mau berhenti.
āKami semua merindukan mu, jadi bertahanlah demi kita Lin'er, jika kau mau bertahan ibu berjanji akan mencari orang yang sudah berani meracuni mu hiks hiks.
Walaupun ibu kesal padamu, walaupun ibu lelah menegur dan menasehati mu karena sifatmu, tapi kau tetaplah putri ibu, darah daging ibu, penyemangat hidup ibu, ibu yang sudah melahirkan mu, ibu sakit melihat kamu seperti ini Lin'er! hiks hiksā nyonya Hong mencium kening Hong Shilin dengan lembut.
Hong Shilin yang memang setengah sadar dapat mendengar dengan jelas ucapan ibu nya itu, tanpa semua orang sadari butiran-butiran bening lolos dari sudut mata Hong Shilin dengan lumayan deras dan bercampur dengan keringat yang berada di wajah nya.
Tuan Hong dan tabib yang mendengar ucapan nyonya Hong menatap Hong Shilin dengan nanar, sedangkan Hong Xinian memalingkan wajahnya, tiba-tiba dia menjadi merasa bersalah pada Hong Shilin.
Anggota Black Wolf? mereka hanya menampakkan wajah datar saja, tidak ada ekspresi apapun di wajah mereka! susah emang kalo didikan Jia Li!š¤£š¤£
Hong Shilin POV
Sudah dari kemarin aku merasakan rasa sakit ini, demi tuhan rasa sakit yang terus menggerogoti tubuh ku ini tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
Jangan kan untuk berucap, untuk sekedar menggerakkan bibir ku saja aku tidak mampu.
Apakah aku akan mati sekarang? apakah ini sudah waktu ku untuk meninggalkan orang-orang yang aku sayangi?.
__ADS_1
Aku lelah berjuang melawan rasa sakit ini yang sudah menjalar ke arah jantung ku, siapa yang tega meracuni ku dengan racun yang begitu mengerikan ini? jika boleh memilih aku lebih baik mati dengan sekali tebasan pedang, setidaknya aku tidak akan merasakan rasa sakit ini bukan?.
Disaat aku sudah mulai lelah dan putus asa untuk melawan racun di dalam tubuh ku yang setiap saat nya terus menjalar keseluruhan organ tubuh ku, ucapan-ucapan semangat yang diberikan oleh orang-orang yang aku sayangi terus berdatangan.
Mulai dari ibu ku, ayah ku, paman dan bibi ku, sepupu-sepupu ku, dan Zu. walaupun Zu mengucapkan nya saat dia hendak pergi mencari penawar racun ini tapi aku cukup senang dan kembali merasa memiliki alasan untuk bertahan dari racun ini.
Tapi hari ini, tepat tiga jam berlalu setelah tabib mengucapkan jika aku hanya mampu bertahan hanya dalam waktu empat jam.
Rasa sakit yang semula bisa aku tahan dan lawan menjadi lebih mengerikan dan membuat ku sulit hanya untuk sekedar bernafas.
Tuhan, aku lelah, aku sudah tidak sanggup untuk bertahan lagi.
Ayah, ibu, apakah aku boleh menyerah? ini sangat menyakitkan! aku sudah tidak sanggup untuk bertahan, terimakasih atas semua yang sudah kalian berikan untuk ku, terimakasih telah sabar menghadapi sifat ku, terimakasih sudah memberikan kasih sayang untuk ku walaupun hanya saat aku kecil saja.
Terimakasih atas ucapan semangat kalian untuk ku, tapi sungguh aku sudah tidak bisa bertahan lagi, aku menyerah...
Untuk paman, bibi, sepupu dan orang-orang yang aku sayangi terimakasih telah menyayangi ku dengan sepenuh hati, terimakasih atas semua yang sudah kalian berikan padaku.
Dan untuk yang terakhir..
Zu, terimakasih telah hadir dalam hidupku disaat aku sudah tidak memiliki sandaran untuk hidup ku lagi, terimakasih atas waktu yang sudah kau luangkan untuk ku, terimakasih atas semua waktu yang kita lalui, terimakasih sudah mau membuat ku kembali tersenyum dan tertawa lagi.
Zu, mungkin jika kau mendengar ucapan ku kau akan marah dan membenci ku, karena sudah menyerah untuk hidup, tapi Zu aku sungguh sudah tidak sanggup lagi bertahan, maafkan aku yang sudah menjadi gadis lemah Zu.
Mungkin setelah ini kau akan membenci ku, tapi Zu, ada rasa sedikit penyesalan di hati ku, aku menyesal tidak bisa mengucapkan kata ini langsung di hadapan mu.
Tiba-tiba aku sangat ingin tertawa dengan keras dengan ucapan ku sendiri, aku bodoh Zu, aku perempuan paling bodoh di dunia ini, kenapa aku mengungkapkan perasaan ini disaat detik-detik terakhir ku?!
Tapi biarkan lah, aku ikhlas. biarkan cinta ini ikut hanyut bersama ku, jika ada kehidupan selanjutnya aku berharap pada dewa, semoga aku bisa bersama mu lagi, melewati hari-hari dengan penuh warna hingga rambut kita memputih bersama.
Hanya itu harapan ku Zu! aku mencintaimu lelaki penyemangat hidupkuā¤ļø
Dan, aku menyayangi kalian, semua keluarga ku.
Maafkan aku yang lemah ini.
Aku benar-benar lelah, aku tidak sanggup lagi, biarkan aku tertidur dengan nyenyak, tubuhku perlu istirahat bukan? Ya, tubuhku perlu istirahat, jadi biarkan aku untuk tertidur dengan nyenyak sekali ini saja.
Hong Shilin POV End
Nafas yang tadi nya memburu perlahan-lahan mulai teratur, tubuh yang tadi nya selalu bergerak karena melawan rasa sakit di tubuh nya perlahan-lahan mulai melemah, keringat yang sedari tadi mengucur deras perlahan-lahan mulai berjatuhan dengan sendiri nya.
Bulu mata yang tadi masih bergetar perlahan-lahan berhenti, dahi yang sedari tadi mengernyit perlahan-lahan mengendur.
__ADS_1
Nyonya Hong yang melihat perubahan di tubuh Hong Shilin mengernyit bingung dan setelah itu berteriak histeris saat dia menyadari sesuatu.
āTidakk Lin'er!!! Tidak!! jangan tinggalkan ibu Lin'er!! hiks hiks hiksā nyonya Hong mengguncang tubuh lemah Hong Shilin dengan histeris.
Sedangkan tuan Hong dan tabib yang tidak mengetahui apa-apa, mendekati nyonya Hong yang menangis histeris dan saat tuan Hong menatap ke arah tubuh Hong Shilin, mata nya membulat sempurna dan tubuh nya menjadi tegang.
Sedangkan tabib segera mendekati tubuh Hong Shilin dan memeriksa denyut nadi nya serta pernafasan nya, tidak mungkin sekarang bukan? bukankah masih ada waktu satu jam lagi?.
Tapi siapa yang bisa menebak rencana Tuhan? sekalipun dia tabib hebat dia tidak akan bisa menentang takdir Tuhan bukan?.
āSuamiku, putri kita hiks hiks, Lin'er hiks hiksā nyonya Hong menangis histeris di dalam pelukan suami nya.
Sedangkan tuan Hong hanya menatap kosong ke arah Hong Shilin dan tabib yang memeriksa Hong Shilin, dia hanya mampu memeluk istrinya itu.
Hong Xinian? dia membeku di tempatnya saat dia menyadari apa yang terjadi dengan adik nya itu.
Bukankah harusnya dia tertawa bahagia saat ini? harusnya dia senang bukan Hong Shilin mati? harusnya dia berpesta dengan meriah merayakan kematian Hong Shilin bukan?.
Tapi apa ini?! perasaan macam apa ini?! kenapa dia tidak bisa merasakan perasaan bahagia ini barang sedikitpun?! kenapa yang ada dia sedih dan rasanya saat ini mata nya memanas dan tiba-tiba cairan bening menggenang di pelupuk matanya.
Pandangan nya menjadi buram dan dia tidak bisa melihat dengan jelas, Hong Xinian pun mendongakkan kepalanya dan terdiam dengan pikiran yang kalut, apa dia menyesali perbuatannya? apa dia sedih karena Hong Shilin mati? apakah ini yang di nama kan ikatan darah dan ikatan batin? dia akan sedih dan terpukul saat dia kehilangan salah satu anggota keluarga nya?.
Tapi bukankah Hong Shilin mati di tangan nya? lalu kenapa dia merasakan perasaan menyakitkan ini? apakah dia sudah sangat keterlaluan?.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, Comen and vote oke š¤š¤ā¤ļøā¤ļøā¤ļøā¤ļøā¤ļøā¤ļøā¤ļøā¤ļø
Khusus bab ini, baca nya sambil dengerin lagu mellow ya, terus hayati pasti ga bakalan nangis hahahahaš¤£š¤£š¤£
Oke Author hanya bercanda eheheš tapi semoga aja feel-nya dapet ya?
__ADS_1
Jangan lupa kritik, dan saran nya juga, biar Author bisa memperbaiki tulisan Author ini hehe, biasa Author abal-abal mah masih ecekš¤£š¤£š¤£š¤£
Oke lanjut..... nanti di bab selanjutnya:]