
Saat itu Hong Shilin baru saja selesai membersihkan diri, dan setelah memakai hanfu tipis berwarna putih yang bisa kalian sebut Bathrobe ( Handuk kimono ) jika di jaman sekarang mah.
Dia keluar dari pemandian dengan bersusah payah karena hendak memakai hanfu nya, setelah sampai di luar pemandian saat dia hendak melangkahkan kaki nya menuju lemari hanfu nya, tiba-tiba saja kedua kaki Hong Shilin sangat lemas hingga dia hampir saja terjatuh jika tidak ada tangan kekar yang melingkar di perut nya saat ini, untuk menolong nya.
Hong Shilin terkesiap dan menolehkan kepala nya ke arah samping nya, dan saat itulah dia tahu siapa yang sudah menolong nya.
“Zu?” ucap Hong Shilin dengan tidak percaya.
Zu yang merasa di panggil pun menatap Hong Shilin dengan wajah datar nya, setelah itu dia pun membantu Hong Shilin berdiri dan menggendong nya.
“Akh, apa yang kau lakukan Zu?” tanya Hong Shilin dan dengan refleks melingkar kan tangan nya ke leher Zu.
“Membantu mu” jawab nya dengan singkat.
Hong Shilin yang mendengar jawaban singkat itu hanya menatap Zu dengan senyum nya.
Apakah Zu marah pada nya? dia juga tidak tahu.
“Zu, sejak kapan kau kembali?” tanya Hong Shilin setelah Zu mendudukkan nya di tempat peraduan nya.
“Baru saja” saat Zu hendak pergi Hong Shilin dengan cepat menggenggam tangan Zu dengan erat.
Zu yang sudah siap melangkah kan kaki nya seketika berhenti dan menaikan satu alis nya menatap Hong Shilin.
“Kau mau kemana?” tanya Hong Shilin dengan mendongak kan kepala nya menatap wajah tampan Zu.
“Memanggil pelayan untuk membantu mu berpakaian!” jawab nya dengan dingin.
“Zu, duduk lah” pinta Hong Shilin dan menepuk tempat di samping nya.
Zu yang melihat itu menghela nafas panjang, lalu setelah itu berjalan ke arah samping Hong Shilin dan duduk di samping nya.
“Ada apa?” tanya Zu tanpa menatap Hong Shilin.
“Zu, kau kenapa? apa kau marah padaku? kenapa sekarang kau menjadi dingin pada ku hem?” Hong Shilin bertanya dengan lirih dan menatap Zu dengan sendu.
Zu yang mendengar ucapan Hong Shilin terdiam, tidak! dia bukan marah pada Hong Shilin, dia hanya takut, takut jika Hong Shilin kecewa pada nya karena sudah mengetahui sifat bajjingan nya.
“Aku tidak marah padamu” jawab Zu tanpa mengalihkan pandangan nya.
“Lalu kenapa kau bersikap dingin pada ku Zu?” tanya Hong Shilin dengan berkaca-kaca.
Salah jika kalian berfikir dia tidak sakit saat Zu kembali dingin pada nya, dia sudah terbiasa dengan sifat Zu yang hangat dan penuh perhatian pada nya, bahkan dia sudah lupa kapan Zu terakhir kali berbicara dengan nada dingin pada nya.
“Apa kau tidak kecewa pada ku?” bukan nya menjawab pertanyaan Hong Shilin, Zu malah balik bertanya pada Hong Shilin.
“Kecewa? kecewa karna apa Zu?” tanya Hong Shilin dengan bingung.
Zu yang mendengar itu menghela nafas panjang, lalu dia pun menolehkan kepalanya dan memandang wajah Hong Shilin.
Saat dia melihat Hong Shilin yang sudah berkaca-kaca dan sebentar lagi akan menangis dia pun terkejut.
“Kecewa karna aku seorang bajjingan!” jawab Zu dengan pandangan sayu nya.
Hong Shilin yang mendengar itu tersentak kaget, lalu setelah itu air mata yang sudah sedari tadi dia tahan akhirnya mengalir juga.
__ADS_1
“Bodoh! hiks hiks” maki Hong Shilin dan dia pun memeluk Zu dengan erat.
Zu yang masih terkejut karena Hong Shilin tiba-tiba menangis, kembali di kejutkan dengan pelukan tiba-tiba Hong Shilin. Tapi setelah itu dia pun membalas pelukan Hong Shilin dan mengusap lembut punggung Hong Shilin untuk menenangkan nya.
“Jangan menangis” ucap Zu dengan lembut.
“Salah jika kau berfikir aku tidak kecewa Zu, aku kecewa saat mendengar kejujuran mu” Hong Shilin mulai berucap.
Zu yang mendengar ucapan Hong Shilin terdiam, lalu setelah itu melepaskan pelukan Hong Shilin dan menjauhkan dirinya dari Hong Shilin.
Apa yang dia takutkan terjadi bukan?! Hong Shilin kecewa pada nya! kecewa karena dia seorang bajjingan yang selalu bermain dengan para jalangg!!.
Hong Shilin yang melihat tingkah Zu seperti itu terdiam, dan memandang bingung pada Zu.
“Zu?” panggil Hong Shilin.
“Maaf” ucap Zu “Aku memang tidak pantas untuk mu!” lanjut nya dengan lirih.
Hong Shilin yang mendengar ucapan Zu terkesiap dan setelah itu memandang Zu dengan tajam.
“Kau bilang apa tadi?!” tanya Hong Shilin dengan dingin.
Zu yang mendengar suara dingin Hong Shilin, menatap Hong Shilin dengan dalam.
“Aku tidak pantas untuk mu” ucap Zu dan menunduk kan kepala nya.
Hong Shilin yang mendengar ucapan Zu menggeser kan tubuh nya dan mendekati Zu, saat dia sudah berada di hadapan Zu, Hong Shilin menarik pakaian Zu hingga Zu terkejut dan wajah nya terdorong ke arah wajah Hong Shilin.
“Katakan sekali lagi!” ucap Hong Shilin dengan menahan amarah nya.
“Hong Shilin lepaskan, aku bisa terjatuh nanti dan itu akan mengenai mu!” pinta Zu.
“Katakan sekali lagi ucapan mu tadi!” Hong Shilin menatap tajam Zu.
“Hong Shilin itu suatu kebenaran bukan? aku sudah mengecewakan mu! dan aku memang tidak pantas untuk emphh---” sebelum Zu menyelesaikan ucapannya, bibir nya sudah di bungkam lebih dulu oleh bibir Hong Shilin hingga membuat Zu terbelalak kaget.
Masih belum sadar dari keterkejutan nya, Zu dibuat lebih terkejut oleh tindakan Hong Shilin selanjutnya, dimana Hong Shilin mengigit bibir Zu dengan keras dan membuat Zu seketika membuka mulutnya dan Hong Shilin pun memasukan lidah nya ke dalam mulut Zu.
Zu melihat Hong Shilin seperti nya sangat marah dengan ucapan nya pun memejamkan matanya, lalu mulai membalas ciuman Hong Shilin dan setelah itu memegang tengkuk leher Hong Shilin untuk memperdalam ciuman mereka.
Hong Shilin pun melepaskan tangan nya yang tadi menarik pakaian Zu dan melingkarkan kedua tangannya ke leher Zu, dan tangan Zu satu nya memeluk tubuh ramping Hong Shilin.
Mereka terus berciuman dengan liar dan setelah merasa jika pasokan oksigen mereka menipis, mereka pun menyudahi nya dan saling berpandang dengan nafas terengah.
Hong Shilin yang melihat Zu menyeka bibir nya yang sedikit mengeluarkan darah karena ulah nya pun mengangkat tangan nya dan mengusap bibir Zu, Zu yang melihat itu seketika terdiam dan memandang wajah Hong Shilin.
“Maafkan aku, karena ulah ku bibir mu terluka, aku hanya tidak suka kau mengatakan hal-hal yang seperti itu” Hong Shilin menatap Zu dengan lembut.
Sedangkan Zu hanya terdiam mendengar ucapan Hong Shilin, Hong Shilin masih mengusap bibir Zu dan setelah itu mencium nya sekilas.
“Kau tahu? aku tidak perduli siapa kau, dan sebajingan apa kau dulu nya Zu! yang aku tahu, sekarang kau adalah milik ku, pria yang aku cintai dan masa depan ku!.
Mungkin kejujuran mu membuat ku kecewa, tapi aku tidak mengijinkan mu untuk mengatakan jika kau tidak pantas untuk ku!.
Kau adalah tempat ternyaman dan teraman untuk ku Zu, kau adalah pria yang sudah membuat hidup ku berwarna lagi dengan semua tingkah mu Zu, aku sebelum nya tidak pernah membayangkan jika aku akan bisa kembali tertawa dan tersenyum dengan bahagia nya lagi, setelah semua yang telah kakak ku lakukan pada ku” Hong Shilin menjeda ucapan nya dan menatap dalam ke arah mata Zu.
__ADS_1
Zu yang mendengar penuturan Hong Shilin hanya terdiam.
”Pantas atau tidak nya kau untuk ku, adalah aku yang menilai nya Zu! bagiku mau seburuk apapun dirimu sebelum nya itu hanya akan menjadi masalalu, karena sekarang dirimu adalah milik ku, pria yang aku cintai!” lanjut nya dengan tenang.
Zu yang mendengar semua ucapan Hong Shilin tersentuh dan setelah itu tersenyum dengan lembut, begitu pun Hong Shilin.
Dan setelah nya Zu pun memeluk tubuh Hong Shilin dengan erat dan tersenyum dengan lembut.
“Terimakasih Lin'er, terimakasih, terimakasih kau sudah mau menerima ku, sudah mau menerima semua kekurangan ku, dan sudah mau menjadikan aku pria yang kau cintai.
Aku benar-benar terharu mendengar semua ucapan mu, aku mencintaimu Lin'er, sangat sangat mencintai mu!” ucap Zu dengan haru.
“Aku juga sangat mencintai mu” jawab Hong Shilin dan mengeratkan pelukannya pada Zu.
.
.
.
.
.
.
.
Cinta yang sebenarnya bukanlah dengan memandang siapa kau sebenarnya, mau seperti apapun masalalu mu dan bagaimana sifat mu, biarkanlah itu berlalu dan menjadi masalalu.
Cukup kau tahu, bahwa dia mau berubah demi dirimu dan mau memperbaiki sifat nya untuk mu, kau hanya perlu memberikan nya semangat dan motivasi.
Serta katakan juga padanya, bahwa kau mencintai nya, dirimu disini menunggu nya!. -Aitemusamini07-
Kau adalah matahari ku, penerang ku disaat aku terjebak dalam kegelapan dan kehampaan, kau adalah pelangi di dalam hidup ku, yang memiliki sejuta warna untuk menghiasi hari-hari ku.
Aku mencintaimu, suami masa depan ku♡ -Hong Shilin-
Kau adalah cinta ku, kesayangan ku, penyemangat hari-hari ku dan rumah untuk ku. Disaat aku berfikir sudah tidak memiliki pijakan untuk menopang hidup ku, kau mengulurkan tangan mu dan tersenyum manis pada ku.
Masih dengan senyum mu kau mengucapkan kata-kata yang sejak saat itu membuat ku menjadi memiliki ketakutan, takut jika aku kehilanganmu, takut jika kau meninggalkan ku dan membawa pergi kenangan-kenangan manis kita.
Kau adalah ketakutan terbesar dalam hidup ku. -Zu-
Follow IG: NonggAii07
Jangan lupa like, Comen and vote oke 🤗❤️🤗❤️🤗❤️🤗❤️🤗❤️🤗❤️🤗❤️🤗❤️
Mungkin tiga atau empat bab lagi cerita Zu dan Hong Shilin akan selesai, tidak terasa ya ternyata Author menulis cerita ini sudah sampai 159 episode🤗.
Dan setelah cerita ini selesai akan di lanjutkan cerita pangeran Chen dengan judul “Story pangeran Chen” atau “Story King Black Wolf” menurut kalian, mana yang bagus? Comen yah hehe😁🤪🤣
__ADS_1
See You and Love You♡♡