Time Travel: Jenderal Jia Li

Time Travel: Jenderal Jia Li
Musim Ke-3: Story the King of Black Wolf


__ADS_3

Disisi lain Jasmie sudah sampai di pasar, dia terus berjalan dengan wajah datar dan pandangan dingin nya.


Walaupun dia tidak terlalu mencolok tapi tetap saja orang-orang yang memang sudah mengetahui siapa Jasmine, terlihat heran saat Jasmine berjalan seorang diri di pasar dengan wajah yang terlihat begitu datar dan tatapan dingin nya.


Singkat saja, mereka sudah tahu karakter Jasmine, dia tidak akan pernah berani mengangkat kepala nya walaupun satu detik pun.


Maka dari itu mereka semua menjadi heran dengan perubahan itu.


Jasmine terus berjalan menuju toko yang menjual pedang dan sejenisnya, saat sudah menemukan nya dia segera berjalan menuju tempat itu dengan tenang nya.


Tapi tidak ada yang tahu di balik ketenangan nya itu, tersimpan ambisi besar untuk menghancurkan keluarga Oswald.


Pelayan yang melihat kedatangan Jasmine segera menyambut nya, walaupun dia tahu Jasmine seorang sampah tidak berguna tapi dia harus bersikap baik.


Itu ajaran dari pemilik toko ini, tidak boleh merendahkan dan membeda-bedakan manusia satu dengan yang lainnya.


Kita semua sama cuma takdir saja yang berbeda, benar bukan? mau kita kaya atau miskin, lemah atau kuat, sempurna atau tidak nya hidup kita, kita tidak boleh membeda-bedakan nya.


Singkat saja, jika itu adalah hidup kalian, terlahir berbeda dengan yang lainnya, dan kalian di rendahkan oleh manusia lainnya yang memiliki hidup jauh lebih baik di atas kalian, apakah kalian mau? tentu saja tidak kan?.


Sebagai manusia kita harus memiliki pandangan luas, harus dapat melihat orang yang membutuhkan kita, jangan berpura-pura tidak melihat mereka karena percayalah walaupun kalian hanya memberi sebotol air mineral saja, mereka akan sangat bahagia.


Bahagia itu sederhana ko, dapat membantu yang lebih membutuhkan saja kita akan bahagia, nikmat nya bukan di dunia tapi nanti saat kita sudah berada di atas.


Kebaikan sekecil apapun yang di lakukan kalian, akan terlihat oleh Tuhan begitu pun sebalik nya.


Pesan singkat dari Author, mau di baca atau tidak nya oleh kalian itu hak kalian, Author hanya mengingatkan saja☺️.


Oke back Story.


Jasmie berjalan menuju tempat khusus pedang-pedang berada, setelah sampai dia terdiam dan terus mencari pedang yang cocok untuk nya.


Tentu saja, pedang yang akan menjadi saksi kehancuran bangsawan Oswald.


Setelah beberapa saat pilihan nya jatuh pada pedang dengan sarung nya berwarna campuran antara biru tua, biru langit dan putih.


Di sarung pedang itu terdapat ukiran seekor naga berwarna biru tua, sedang melilit sebuah ukiran bunga tulip berwarna putih bercampur biru.


Terkesan aneh, tapi sangat indah di lihat.

__ADS_1


Di kepala naga itu terdapat tulisan, tulisan itu sangat kecil jika Jasmie tidak cermat mungkin dia tidak akan sadar.


Dia mengambil pedang itu dan menatap nya, di gagang pedang itu terdapat ukiran bunga tulip dan di tengah nya terdapat permata berwarna biru muda.


Ukiran bunga tulip itu membuat nya teringat dengan ibu Jasmine, dimana ibunda Jasmine sangat menyukai bunga tulip.


Setelah nya dia membawa pedang itu menuju tempat pembayaran, setelah membayar nya dia pergi dari sana dan berjalan menuju kedai makan.


Jangan bertanya dari mana dia mendapatkan uang, itu di beri oleh kepala pelayan kediaman Oswald, setiap bulan nya walaupun tak sebanyak pelayan lain tapi Jasmine tidak pernah memakai nya dan akhirnya menjadi banyak dan menumpuk.


Karena saat ini Jasmie yang sedang memakai tubuh ini, maka Jasmie akan berbelanja dan memanjakan hidup Jasmine yah walaupun tak akan lama.


Setelah sampai di kedai makan Jasmie memesan lantai dua untuk nya makan, biar tenang karena dia tidak suka banyak yang menggosipkan nya.


Setelah sampai di lantai dua Jasmie hanya melihat seorang pemuda yang tampan sedang duduk di samping jendela, dia membawa sebuah seruling giok yang di letakkan di atas meja dan terus menyesap arak nya tanpa mengalihkan pandangan nya.


Jasmie hanya acuh saja dan duduk di meja dekat pemuda itu yang sama-sama di dekat jendela juga, Jasmie meletakkan pedang nya di atas meja dan menghembuskan nafas panjang.


Sedangkan pemuda yang tadi masih menatap jendela segera mengalihkan pandangan nya, dan tak lama dia terkesiap saat tahu siapa gadis itu.


Bukankah, dia gadis yang di hina saat di pasar kemarin? kenapa berada disini?.


Apakah gadis ini sendirian? dan kenapa sekarang tatapan menjadi berbeda? dia sangat datar dan tatapan nya sangat dingin dan itu terkesan menenggelamkan bagi yang melihat nya.


Tak lama pelayan datang dan menanyakan pesanan Jasmie, sebelum pelayan itu membuka mulutnya untuk bertanya Jasmine memesan apa saja Jasmie segera memotong nya dan berucap tanpa mengalihkan pandangan nya dari jendela.


“Bawa makanan apa saja yang terenak di kedai ini, aku tak suka menunggu!!” ucap Jasmie dengan sangat dingin.


Pelayan itu pun segera mengangguk seraya menelan saliva nya kasar, dingin sekali! batin pelayan itu.


“Baik nona.” pelayan itupun pergi dengan terburu-buru dari sana.


Pangeran Chen yang masih menatap Jasmine segera mengalihkan pandangan nya saat Jasmine menatapnya.


“Entah ini perasaan ku saja, atau memang benar. dia berbeda? kemarin dia terlihat lemah tak berdaya, dan sekarang?” pangeran Chen bergumam tak mengerti.


Setelah itu pelayan yang membawa pesanan Jasmie pun datang, setelah itu Jasmie pun segera menyantap makanan nya karena memang dia sudah sangat lapar, dia bahkan tadi tidak sarapan.


Setelah beberapa dia pun selesai menyantap sarapan nya, Jasmie segera bangkit berdiri dan menaruh tiga koin emas dan meja itu.

__ADS_1


Banyak sekali? bahkan harga makanan itu tak sampai satu koin emas.


Jasmie mengambil pedang nya dan berjalan pergi dari sana, pangeran Chen yang melihat pedang Jasmie mengernyit heran lalu tak lama dia menatap pedang nya yang dia gantung di pinggang nya.


“Kenapa pedang nya sama dengan ku?” celetuk pangeran Chen.


“Pedang yang dia bawa terdapat ukiran bunga tulip sedangkan aku serigala berwarna silver dan biru langit, tapi bentuk dan warna nya sama persis dengan ku?!” lanjut pangeran Chen.


Setelah itu pangeran Chen segera pergi dari sana setelah membayar makanan yang dia pesan, dia keluar dari kedai itu dan menatap sekeliling nya.


“Aku harus cepat kembali, bunda pasti akan khawatir karena aku pergi tanpa ijin.” gumam pangeran Chen lalu dia pun berjalan menuju tempat kuda.


Pangeran Chen memacu kuda nya dengan pikiran yang masih terarah pada gadis itu, dia bahkan masih memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak dia pikirkan.


Pedang itu? kenapa sangat persis dengan pedang nya? hanya berbeda ukiran saja, apakah bunda nya membuat dua pedang? tapi yang satu di jual? apakah seperti itu?.


Ya, pedang kesayangan pangeran Chen adalah pemberian bunda nya saat dia di umur 18 tahun, dimana waktu itu bertepatan dengan dirinya di angkat menjadi King Black Wolf.


Pangeran Chen tidak tahu saja, pedang yang di berikan Jia Li pada nya bukanlah buatan Jia Li, karena waktu itu Jia Li di sibukkan dengan acara pengangkatan pangeran Chen menjadi King Black Wolf Jia Li tidak sempat membuat pedang yang di janjikan nya untuk pangeran Chen.


Bukan tidak sempat, tapi Jia Li lupa.


Waktu pertama kali Jia Li melihat pedang itu dia sempat bingung, karena terdapat pedang yang sama dengan ukiran topeng nya.


Apakah ada yang meniru lambang Black Wolf nya? Jia Li tidak tahu, Jia Li sudah menyuruh anggota nya untuk mencari tahu asal usul pedang itu, tapi hasil nya nihil dia tidak mendapatkan informasi apapun.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, comen and vote🤩🤩💗💗.

__ADS_1


__ADS_2