
Hari ini adalah hari dimana Freya menikah, pangeran Chen sudah bersiap untuk mendatangi kediaman adik nya itu bersama keluarga nya.
Jika kalian bertanya, bagaimana kelanjutan kejadian kemarin.
Mari kita Flashback sebentar.
Flashback
“Mine?.”
“Ya?.”
“Berjanjilah pada ku, apapun yang terjadi kau akan tetap mempercayai ku!.”
“Hah?.”
Jasmine berkedip beberapa kali karena merasa terkejut dengan ucapan yang di ucapkan pria di depan nya itu, sedangkan pangeran Chen yang masih belum tersadar dengan apa yang dia ucapkan terdiam dengan wajah linglung nya.
“A-apa maksud mu?.” Jasmine mencoba memastikan bahwa apa yang dia dengar adalah tidak benar.
Pangeran Chen yang sudah tersadar pun segera menegakkan tubuhnya, dia mendatarkan wajah nya dan berdehem.
“Tidak, lupakan! anggap aku tidak pernah mengatakan apapun.” ucap pangeran Chen dengan dingin.
Jasmine yang mendengar itu menatap lirih lalu tak lama dia pun mengangguk.
“O-oh, baiklah.” jawab Jasmine dengan pelan.
Pangeran Chen yang mendengar suara pelan Jasmine menjadi tak enak, lalu dia pun bangkit dari duduk nya.
“Mine, aku akan pulang, aku masih memiliki urusan.” pamit pangeran Chen.
Jasmine yang mendengar itu menatap pangeran Chen lalu bangkit berdiri, dia tersenyum dan mengantarkan pangeran Chen ke arah pintu.
“Baiklah Arlen, terimakasih atas waktu mu.” Jasmine menunduk lalu kembali menatap pangeran Chen.
Pangeran Chen yang mendengar itu mengangguk “Aku pergi.” ucap nya lalu dia pun pergi dari hadapan Jasmine.
Jasmine menatap kepergian pria tampan itu dengan tatapan yang sulit di artikan, setelah pangeran Chen tak terlihat Jasmine pun memasuki kamar nya.
Flashback off
Pangeran Chen berjalan dengan di temani Tao di sisinya, dia berjalan dengan wajah dingin dan tak lupa seruling kesayangan nya yang selalu dia bawa kemana-mana.
Tapi hanya saat bersama Jasmine, pangeran Chen tak membawa seruling nya itu, entah karena apa.
“King?.” panggil Tao dengan menatap King nya itu.
__ADS_1
“Hem?.”
“Salah satu anak buah kita yang berada di anggota Alpha tidak sengaja menemukan aktivitas tak biasa di salah satu hutan kekaisaran.” lapor Tao dengan dingin.
Pangeran Chen yang mendengar itu segera menghentikan langkahnya, dia menatap Tao meminta penjelasan.
“Maksud mu?.”
“Shi, salah satu anggota Alpha melaporkan pada ku bahwa dia menemukan aktivitas tak biasa di salah satu hutan kekaisaran bagian selatan.
Dan Shi sudah melaporkan hal ini pada ketua Alpha dan Beta, tapi mereka belum mengutus satu orang pun untuk menyelidiki hutan itu.” jelas Tao.
Pangeran Chen terdiam mendengar itu, hutan kekaisaran bagian selatan? bukankah itu hutan kekaisaran Sing?.
Hutan paling berbahaya di antara hutan kekaisaran yang lain!.
“Apa yang dia temukan di hutan itu?.” tanya pangeran Chen.
“Beberapa orang dengan pakaian serba hitam nya, tapi yang membuat Shi terkejut adalah, di hutan itu terdapat sebuah tempat tinggal yang begitu besar.
Mungkin sudah setara dengan satu kediaman seorang bangsawan, seperti nya itu sebuah tempat persembunyian seseorang dengan para anak buah nya King.”
“Jadi maksud mu, ada seseorang yang bersembunyi disana? jadi dia seperti anggota kita? bersembunyi di tengah hutan dan membangun sebuah markas untuk mereka tinggal?!.” pangeran Chen menatap begitu dingin pada tangan kanan nya itu.
Dan Tao mengangguk membenarkan.
Spontan pangeran Chen dan Tao pun menoleh, lalu mereka memberi salam pada Yui.
“Chen, apakah mereka pemberontak?.” tanya Yui lagi.
“Aku tidak tahu ayah, tapi sepertinya iya.” jawab pangeran Chen.
“Siapa kira-kira yang begitu berani melakukan pemberontakan?.” Fredy berbicara dengan wajah bingung nya.
“Paling tidak jauh-jauh hanya orang bodoh yang tidak memiliki otak.” timpal Fiona dengan begitu gamblang nya.
Fredy terkekeh lalu dia mengangguk membenarkan.
“Kau benar, aku rasa dia hanya cari mati saja.” Fredy menyetujui perkataan adik bontot nya itu.
Yui dan pangeran Chen memutar bola mata malas melihat kedua manusia aneh itu.
“Terus selidiki masalah ini Chen, ayah tidak ingin terjadi hal yang tidak-tidak nanti nya.” pesan Yui dengan menepuk bahu anak nya itu.
“Iya ayah, tapi pangeran ini mohon jangan katakan hal ini pada ibunda.” pinta pangeran Chen dengan memohon.
Dia tidak mau bunda nya merasa khawatir dengan masalah ini.
__ADS_1
Yui mengangguk dan tersenyum “Kau tenang saja, masalah ini akan aman.”
“Apa kakak tidak mau memohon pada kedua adik kakak ini agar tidak mengatakan nya pada ibunda?.” tanya Fredy dengan menaik-turunkan alisnya.
Pangeran Chen tersenyum miring mendengar itu.
“Katakan saja jika kalian mau, tapi setelah nya kalian harus bersiap untuk berlatih bersama King ini.” pangeran Chen menepuk pipi Fredy dengan masih senyum miring nya.
Fredy dan Fiona menelan saliva mereka dengan kasar lalu tak lama terkekeh.
“Hahaha kakak aku hanya bercanda, mana mungkin kita mengatakan hal itu pada bunda, iya kan Fiona?!.” ucap Fredy dengan menatap Fiona.
“Kau benar kakak, kita hanya bercanda kakak tenang saja hahaha.” Fiona tertawa dengan terpaksa karena merasa takut pada kakak pertama nya itu.
Yui dan pangeran Chen tertawa dalam hati melihat ketakutan di wajah Fredy dan Fiona, begitupun dengan Tao lucu jika sudah melihat Fredy dan Fiona ketakutan pada tuan nya itu.
Lalu setelah nya mereka pun kembali berjalan menuju kediaman Freya, dimana disana sudah terdapat Jia Li yang sedang membantu merias Freya.
Pangeran Chen sebenarnya tidak menyangka jika Freya adik dingin nya, akan menikah terlebih dahulu di banding dirinya.
Ah, bahkan dirinya masih belum tau akan menikah dengan siapa nanti.
Tapi entah kenapa jika memikirkan tentang pernikahan, pikiran nya pasti selalu tertuju pada gadis polos yang baru satu bulan ini dia kenal.
Jasmine.
Pangeran Chen tersenyum saat ingatan dimana pertama kali mereka bertemu berputar di benak nya, Yui, Fredy, Fiona dan Tao yang melihat itu saling menatap dengan bingung.
Ada apa? kenapa pangeran Chen tersenyum sendiri seperti orang gila? Fredy dan Fiona serempak bergidik saat melihat senyum kakak nya itu.
Sedangkan Yui ikut tersenyum lalu tak lama terkekeh melihat tingkah aneh putra pertama nya itu, apakah putra nya sedang jatuh cinta? dan saat ini dia sedang mengingat gadis nya itu?.
Seperti nya benar seperti itu.
“Ekhem.” dehem Yui dengan sengaja.
Pangeran Chen yang masih tersenyum itu terkesiap lalu segera mendatarkan wajah nya, dia menatap ke arah Yui yang saat ini tengah mengangkat alis nya tinggi-tinggi untuk meledek pangeran Chen.
Pangeran Chen yang menyadari itu segera memalingkan wajahnya, dan saat itu juga dia melihat Tao yang sedang berekspresi sama seperti ayah nya.
Pangeran Chen semakin malu lalu dia mempercepat langkah nya, karena tidak mau di ledek terus menerus oleh semua orang.
Tawa Yui dan Tao pecah saat mereka melihat pangeran Chen menjadi salah tingkah.
“Sial!!.” batin pangeran Chen dengan malu.
////
__ADS_1
Othor mao semedi dulu🧞🧞🧞🧞 wkwkwk😂😂.