
Beberapa hari telah berlalu pangeran Chen yang memang masih berada di kerajaan Benedict hanya menghabiskan waktu bersama keluarga nya, lusa pangeran Chen akan kembali ke kekaisaran Liu karena memang tugas nya sebagai pangeran sudah menantinya.
Terasa berat memang, tapi bagaimana lagi dia tidak boleh egois.
Niat nya hari ini pangeran Chen akan berjalan-jalan bersama Fredy, mungkin dia akan menemukan hal tak terduga nanti hehehe.
“Fre ayo.” ajak pangeran Chen saat dia sudah berada di ambang pintu kamar adik nya itu.
“Oh, ayo kak.” jawab Fredy seraya berjalan keluar.
Setelah itu mereka pun berjalan menuju gerbang utama, jangan di tanya lagi mereka sudah izin ko.
Mereka sekarang hanya memakai pakaian bangsawan biasa, ya, mereka menyamar.
Setelah berkuda beberapa saat akhirnya mereka sampai di ibukota kerajaan Benedict, terlihat ramai dan menyenangkan mata.
Mereka kembali memacu kuda mereka ke arah pasar ibukota itu, setelah sampai mereka menitipkan kuda mereka pada tempat penitipan kuda.
Setelah membayar mereka pun kembali berjalan ke arah pasar, senyum manis terbit di bibir seksi Fredy dia memang sangat suka berjalan-jalan.
“Kak, aku ingin membeli beberapa makanan.” ucap Fredy dengan manja.
Pangeran Chen yang mendengar itu hanya mengangguk singkat.
“Belilah, kakak tunggu disana.” ucap pangeran Chen dan dia pun menunjuk ke arah tempat aksesoris perempuan.
Fredy yang melihat itu mengernyitkan dahinya.
“Untuk apa kakak kesana?” tanya nya dengan bingung.
“Kakak akan membelikan beberapa aksesoris untuk bunda, Freya dan Fiona sebelum kakak kembali ke kekaisaran.” jelas nya.
Fredy yang mendengar itu pun mengangguk.
“Baiklah kak, setelah selesai aku akan menyusul kakak.” ucap nya seraya berjalan menjauhi pangeran Chen.
Pangeran Chen hanya diam tak menjawab setelah melihat adik nya berjalan menjauh, dia pun mulai berjalan ke arah salah satu penjual aksesoris perempuan.
Dia berjalan dengan wajah datar dan tatapan dingin nya, tanpa membuat orang-orang curiga jika dia seorang pangeran di kerajaan ini.
Saat sebentar lagi dia akan sampai di tempat penjual aksesoris, seseorang menabrak nya dengan cukup keras tapi tidak membuat nya terjatuh.
Brukk
Brughh
Pangeran Chen mundur beberapa langkah ke belakang saat seseorang menabrak nya, lalu tak lama terdengar seperti benda jatuh di hadapan nya.
“Aww..” ringis seseorang di depan nya yang tadi terjatuh.
__ADS_1
Saat pangeran Chen menatap kebawah dia dapat melihat seorang gadis dengan pakaian sederhana terjatuh di hadapan nya, dia melihat gadis itu seperti sangat kesakitan setelah menabrak nya dan di terjatuh.
Pangeran Chen hanya terdiam tidak membantu gadis itu bangkit berdiri, barang bawaan yang dia bawa semua nya terjatuh dan berserakan.
Saat gadis itu tersadar dengan barang-barang yang dia bawa dia pun segera bangkit dari duduk nya dan mengambil semua barang-barang nya, yang bisa pangeran Chen lihat jika barang-barang itu semua nya pakaian yang cukup mahal.
“Jallang sialan!! apa yang kau lakukan pada semua pakaian mahal ku?!!.” teriak seseorang dari arah belakang gadis itu.
Pangeran Chen yang sedari tadi terdiam karena melihat gadis itu mengalihkan pandangan nya begitupun gadis itu, saat itu juga dua orang gadis lain dengan pakaian yang cukup terbuka dan ber-make up tebal datang menghampiri gadis yang pangeran Chen tabrak.
Gadis itupun segera menunduk takut dan segera membereskan semua pakaian yang tadi jatuh, dia bangkit berdiri dan hanya bisa terdiam dengan kepala menunduk.
Sedangkan pangeran Chen? dia masih terdiam dan sedang menantikan apa yang sebentar lagi terjadi.
“Apa yang kau lakukan pada pakaian ku hah?!!” bentak salah satu gadis ber-make up tebal itu.
Gadis yang tadi menabrak pangeran Chen menggeleng takut dengan tangan yang bergetar.
“Tidak kau bilang? lalu kenapa semua pakaian mahal ku kau jatuhkan?!!.” teriak nya dengan marah hingga membuat mereka menjadi pusat perhatian.
Plakk..
Satu tamparan mendarat mulus di pipi gadis yang berpakaian seperti pelayan itu, dia semakin menundukan kepala nya dengan wajah yang sudah memerah kerena tamparan dari gadis di depannya.
“Dasar manusia tidak berguna!! kau memang sangat cocok dengan ibumu, kalian sama-sama jallang nya!!” hina gadis lainnya dengan sinis.
Dia harus sabar, dia memang pantas mendapatkan semua ini karena memang dia tidak pernah di harapkan oleh mereka.
Pangeran Chen yang sedari tadi diam dengan mengepal kan tangan nya akhirnya bertindak, saat salah satu gadis ber-make up tebal itu akan menjambak rambut gadis tidak berdaya di depan nya.
Kedua gadis itu terkesiap kaget saat ada seseorang menghalangi mereka untuk memberikan pelajaran pada gadis haram di depan mereka.
“Apa yang kau lakukan hah?!” bentak gadis yang di pegang tangannya oleh pangeran Chen.
“Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan?! menyiksa seseorang di hadapan semua orang seperti ini, hanya karena kesalahan yang tidak di sengaja?.
Apa kau benar-benar seorang bangsawan yang beretika?!” hina pangeran Chen dengan dingin nya.
Dia melepaskan tangan perempuan di hadapan nya dengan kasar.
Kedua gadis itu menggeram marah mendengar hinaan pria tampan di depan mereka itu.
“Apa kau tidak tahu siapa kita hah?!” bentak gadis lainnya dengan keras.
Pangeran Chen memicingkan matanya mendengar itu.
“Nona muda dari bangsawan Oswald bukan?” terka pangeran Chen.
Kedua gadis itu terkesiap lalu tak lama kembali berucap.
__ADS_1
“Kau tahu bukan? jadi sebaiknya, manusia rendahan seperti kalian tidak menyinggung ku!.” ucap gadis itu lagi dengan menghina.
Pangeran Chen terdiam mendengar nya, dia sedang berpikir, jika seperti dirinya saja orang rendahan lalu yang rendahan sebenarnya itu yang seperti apa?.
Pangeran Chen menggeleng kan kepala nya.
“Aku tidak menyangka, ternyata seperti ini didikan dari tuan besar Oswald!.” sindir pangeran Chen dengan tersenyum sinis.
Kedua gadis itu meradang mendengar sindiran pangeran Chen, mereka mengepal kan tangan mereka erat.
Sedangkan gadis yang di bela oleh pangeran Chen hanya terdiam dengan menatap pertengkaran di depannya itu dengan takut, begitupun dengan orang-orang yang melihat pertengkaran mereka.
“Kau?!! beraninya kau?!!” salah satu dari mereka menunjuk pangeram Chen dengan wajah memerah nya.
Sedangkan pangeran Chen hanya menatap datar kedua orang itu.
“Akan aku adukan kau pada ayah ku!!.” ancam mereka dengan keras.
Lalu mereka pun berjalan pergi dan tak lama kembali berteriak saat sadar gadis yang dia hina tadi tidak mengikuti mereka.
“Gadis sialan!! sampai kapan kau akan di situ hah?!” teriak salah satu dari mereka dengan keras.
Gadis yang tadi menabrak pangeran Chen terkesiap dan segera berjalan pergi dari sana dengan menundukkan kepalanya.
Pangeran Chen yang melihat itu hanya terdiam dengan wajah datar nya, lalu tak lama orang-orang pun kembali membubarkan diri mereka dengan bergosip ria membahas pertengkaran tadi.
“Kakak, ada apa tadi?” tanya Fredy setelah sampai di sana dan menatap ke sekeliling nya.
Pangeran Chen menoleh menatap adik nya yang sudah membawa beraneka makanan di kedua tangan nya.
“Masalah kecil.” jawab pangeran Chen singkat.
Fredy hanya mengangguk dan kembali melanjutkan memakan cemilan nya.
Mereka pun kembali melanjutkan langkah mereka menuju penjual aksesoris, dan mereka pun setelah itu kembali berjalan-jalan.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, comen and vote🤩🤩💗💗
__ADS_1