Time Travel: Jenderal Jia Li

Time Travel: Jenderal Jia Li
S2. {Kehidupan Zu}


__ADS_3

Tuan Hong, nyonya Hong dan tabib yang masih berada disana tersentak kaget saat mendengar nama pria yang di ucapkan Hong Xinian, tuan dan nyonya Hong saling menatap karena terlalu terkejut.


Mereka tahu jika Hong Xinian dan Hua Junyi terbilang dekat, karena beberapa hari ini Hua Junyi selalu datang ke kediaman mereka hanya sekedar untuk mengunjungi Hong Xinian.


“Hua Junyi?” beo tuan Hong dengan wajah terkejut nya.


“Kau bercanda?” tanya tuan Hong dengan tidak percaya.


“Tidak ayah” jawab Hong Xinian dengan menatap kedua orang tua nya sendu.


“Tapi.. kalian baru saja dekat, bagaimana bisa kau hamil secepat ini?” ucap nyonya Hong.


“Sebenarnya, kita berdua sudah menjalin hubungan satu bulan lebih ayah, ibu” jujur Hong Xinian.


Tuan dan nyonya Hong yang mendengar itu lagi-lagi terkejut bukan main, jadi selama ini putri pertama mereka menjalin hubungan terlarang? benar-benar!!.


“Jadi kalian selama ini menjalin hubungan terlarang? kalian berdua benar-benar?!” tuan Hong menjeda ucapan nya dan mengepalkan tangannya.


Hong Xinian yang melihat ayah nya kembali marah menundukan kepalanya tidak berani menatap ke arah ayah nya itu.


“Pengawal?!!” teriak tuan Hong memanggil pengawal yang berada di depan kediaman Hong Xinian.


Para pengawal yang mendengar teriakan menggelegar tuan nya itu segera berlari memasuki kamar Hong Xinian.


“Iya tuan” ucap para pengawal itu.


“Panggil Hua Junyi kemari sekarang juga?!” perintah tuan Hong dengan mengeraskan rahangnya.


Para pengawal yang mendengar perintah itu saling menatap lalu mereka pun mengangguk serempak.


“Baik tuan” setelah mengucapkan itu para pengawal itu pun segera pergi menuju kediaman bangsawan Hua.


“Dan kau?!” tuan Hong berucap dengan dingin dan menatap tajam putri nya itu “Ikut aku ke ruang utama sekarang juga!” setelah mengucapkan itu tuan Hong dan nyonya Hong berjalan pergi meninggalkan kediaman Hong Xinian.


Sedangkan tabib segera pergi dari sana setelah mendapat kan bayaran dari pelayan yang membawa nya, sedangkan Hong Xinian masih menangis dan dia pun bangkit dari berlutut nya dengan di bantu salah satu pelayan nya.


Setelah nya Hong Xinian pun segera pergi menyusul kedua orang tuanya menuju ruang utama.


.


.


.


.


.


.


.


Zu dan Hong Shilin baru saja selesai membersihkan diri dan sedang bersiap-siap untuk sarapan bersama anggota keluarga yang lain, setelah selesai Zu pun berjalan mendekati istri nya itu yang sedang bercermin di depan meja rias nya.


“Sudah sayang?” tanya Zu dengan lembut.


“Ya” Hong Shilin pun bangkit berdiri dan saat dia hendak berjalan tiba-tiba dia meringis kesakitan.


“Aww” ringis nya dan dia pun kembali terduduk.


“Hey, kenapa?” tanya Zu dengan bingung dan memegang kedua bahu Hong Shilin.

__ADS_1


Hong Shilin yang mendengar pertanyaan itu menunduk malu.


“Ti-tidak, tidak apa-apa” jawab nya dengan gugup.


Zu yang mendengar itu mengernyit bingung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu setelah nya dia pun tertegun saat menyadari sesuatu.


“Masih sakit?” tanya Zu kikuk.


Hong Shilin semakin menunduk malu mendengar pertanyaan Zu, sial! kenapa sekarang dirinya gampang sekali malu?!.


“Ti-tidak, sebaiknya kita segera pergi menuju ruang makan, yang lain pasti sudah menunggu” ucap Hong Shilin mengalihkan pembicaraan mereka.


“Mau di gendong?” tawar Zu saat melihat Hong Shilin bangkit berdiri.


Dia pun memegang tangan Hong Shilin.


Hong Shilin yang mendengar itu tersenyum tipis dan setelah nya menggeleng pelan.


“Tidak usah, tidak sakit lagi” ucap Hong Shilin dengan lembut.


“Kau yakin?”


Hong Shilin menganggukkan kepalanya.


“Baiklah, tapi aku bantu kau berjalan ya?” Hong Shilin kembali mengangguk dan mereka pun berjalan bersamaan dengan Hong Shilin yang di bantu Zu.


Zu yang melihat cara berjalan Hong Shilin membatin seketika.


‘Sepertinya aku terlalu keterlaluan’ batin Zu dan dia pun meringis pelan.


‘Sepertinya sifat bajjingan ku belum hilang hihihi’ Zu terkikik di dalam hati setelah mengucapkan itu.


Saat mereka berdua sudah sampai di dalam ruang makan mereka pun terdiam di depan pintu saat tak melihat siapapun di dalam ruang makan itu, lalu mereka pun saling melirik.


“Aku tidak tahu” jawab Hong Shilin.


Lalu setelah itu Zu pun berbalik dan bertanya pada pelayan yang kebetulan sedang lewat.


“Hey” panggil Zu pada pelayan itu.


Pelayan yang mendengar suara Zu menghentikan langkahnya dan berjalan mendekati Zu.


“Saya tuan?” tanya pelayan itu.


Zu mengangguk, dan tak lama Hong Shilin pun sampai di dekat Zu.


“Kemana semua orang? kenapa tidak ada satu pun orang di dalam ruang makan?” tanya Zu dengan dingin.


“Tuan dan nyonya beserta yang lain berada di ruang utama tuan” jawab pelayan itu.


Zu dan Hong Shilin yang mendengar itu mengernyit bingung.


“Ruang utama? untuk apa?” tanya Hong Shilin.


Pelayan yang mendengar pertanyaan Hong Shilin terdiam.


“Saya tidak tahu nona” jawab pelayan itu.


“Baiklah, kau boleh pergi” ucap Zu.


Pelayan itu pun pergi dari hadapan Zu dan Hong Shilin.

__ADS_1


“Sebaiknya kita segera kesana, aku penasaran kenapa semua orang berada di ruang utama” ucap Hong Shilin.


Zu pun mengangguk dan setelah itu mereka pun berjalan menuju ruang utama, melupakan niat awal mereka yang hendak sarapan.


Setelah beberapa saat mereka pun sampai di depan ruang utama, pengawal yang melihat kedatangan pengantin baru itu segera membuka pintu ruang utama, saat mereka masuk kedalam mereka bisa melihat semua anggota keluarga Hong berada disana.


Dan serempak menatap mereka yang baru saja datang.


Dan bukan itu saja kenapa disana juga terdapat anggota bangsawan Hua? dan kenapa Hua Junyi serta Hong Xinian duduk di tengah-tengah ruang utama?.


Setelah mengucapkan salam Zu dan Hong Shilin duduk di tempat masing-masing, jika Hong Shilin sedang di terpa kebingungan tapi tidak dengan Zu yang sudah mengetahui apa yang terjadi disana.


Diam-diam Zu tersenyum sinis melihat Hong Xinian hanya menunduk takut.


“Katakan, kenapa kalian melakukan hal ini? kenapa kalian mempermalukan keluarga seperti ini?!” tanya tuan Hong lagi setelah tadi tertunda karena kedatangan Zu dan Hong Shilin.


Hong Shilin yang mendengar pertanyaan tuan Hong mengernyit bingung.


Apa nya yang mempermalukan keluarga? sebenarnya apa yang di lakukan kakak nya itu?.


“Gege, ini sebenarnya ada apa?” bisik Hong Shilin pada Hong Yade yang berada di samping nya.


Hong Yade terdiam dengan wajah dingin nya dan hanya melirik sekilas pada Hong Shilin dan tidak menjawab pertanyaan Hong Shilin.


Hong Shilin yang di abaikan pun mendengus kesal.


“Maafkan aku tuan Hong, aku tahu aku salah, tidak seharusnya aku melakukan hal ini pada Hong Xinian.


Tapi aku mohon tuan jangan salahkan Hong Xinian disini aku yang salah, aku akan bertanggung jawab atas kesalahan ku” ucap Hua Junyi dengan yakin.


“Tentu saja kau harus bertanggung jawab! setelah menghamili putri kau tidak mau bertanggung jawab? akan aku cincang-cincang tubuh mu jika kau melakukan hal itu!” bentak tuan Hong dengan kesal.


Dia benar-benar bingung, apa salah nya hingga dia memiliki seorang putri yang berkelakuan seperti seorang jalangg!.


Hua Junyi yang mendengar bentakan itu menjadi ciut dan menunduk kan kepala nya, ayolah walaupun dia seorang ketua organisasi pembunuh bayaran tapi jika sudah menyangkut seorang ayah yang sedang marah dia juga bisa takut.


Menurut nya itu sangat menyeramkan!.


Sedangkan Hong Shilin yang mendengar ucapan ayah nya tersentak kaget dan membelalakkan matanya, kakak nya hamil?!.


Jika Hong Shilin sedang terkejut berbeda lagi dengan Zu yang diam-diam sedang tersenyum sinis, Hua Junyi yang memang sedang menundukkan kepalanya tanpa sengaja ujung mata nya melihat senyum sinis Zu.


Dia pun menelan saliva nya, kenapa disaat seperti ini Zu sialan itu tersenyum sinis pada nya?! benar-benar menyebalkan!!.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like, Comen and vote ❤️🤗❤️🤗.


__ADS_2