
Setelah menempuh perjalanan 15 menit akhirnya mereka pun menemukan penginapan, setelah memesan 2 kamar Jia Li pun mengajak jingmi untuk mencari kedai makan karena memang mereka belum makan siang.
Tok.. Tok..
“Jingmi?” panggil Jia Li setelah mengetuk pintu
“Sebentar” jawab Jingmi dari dalam
Setelah mendapat jawaban dari dalam Jia Li pun memutuskan untuk menunggu di depan pintu seraya bersandar di dinding. Tak lama jingmi pun keluar dengan mengenakan hanfu yang berbeda, mungkin jingmi tadi mengganti pakaian dulu
Dia memakai hanfu berwarna ungu dengan selendang berwarna merah, sungguh cantik.
Jia Li yang melihat itupun tak berkedip, memang dugaan nya tak pernah salah jingmi jika dia mengurus diri akan terlihat cantik hanya saja karena dia seorang pelayan jadi kecantikan nya tertutupi.
“Li?” panggilan jingmi itu membuyarkan lamunan Jia Li
“Eh, kau sangat cantik jingmi cocok dengan hanfu itu” puji Jia Li dengan wajah datar nya.
Jingmi yang mendengar itupun menjadi malu bahkan sekarang wajah nya memerah, Jia Li yang melihat itupun hanya geleng-geleng kepala.
“Baiklah, ayo sekarang kita makan siang aku sudah lapar” ajak Jia Li
“Em” jawab jingmi
Jia Li yang mendengar jawaban jingmi pun segera menggandeng tangan jingmi, jingmi yang melihat itupun terkejut, tapi Jia Li hanya acuh tak acuh saja. Dan dia pun segera berjalan dengan jingmi yang masih terkejut.
__ADS_1
“Li?” panggil jingmi
“Hem”
“I..ini?”
“Apa?” jawab Jia Li seraya mengangkat satu alisnya
“Tangan”
“Oh ini” seraya memperlihatkan tangan mereka yang bergandengan
“He'em, aku tak pantas Li” jawab jingmi seraya menundukan kepala nya
Jia Li yang melihat itupun menghela nafas panjang
Jingmi yang mendengar itupun berkaca-kaca dia tak menyangka ternyata putri Liu mei menganggap nya teman bukan pelayan.
“Terimakasih” ucap jingmi dengan tersenyum tulus, Jia Li yang mendengar itu hanya mengangguk sebagai jawaban.
Setelah keluar dari penginapan Jia Li dan jingmi segera mencari kedai makan dengan berjalan kaki, lagi-lagi mereka menjadi pusat perhatian karena memang Jia Li yang sudah seperti tuan muda bangsawan dengan menggandeng tangan jingmi yang juga terlihat seperti nona muda bangsawan.
Para wanita yang ada disana memandang iri pada jingmi yang bisa bergandengan tangan dengan tuan muda setampan Jia li, Tapi Jia Li hanya memasang wajah datar saja dan tak menghiraukan bisikan-bisikan dan tatapan iri para wanita itu. Tapi tidak dengan jingmi yang sekarang sudah menundukan kepala nya.
Jia Li yang melihat itupun menghentikan jalan nya.
“Jangan menunduk, kau mau jatuh karena tak memperhatikan jalan?” ucap Jia Li seraya mengangkat dagu jingmi agar dia tak menunduk lagi
__ADS_1
Jingmi yang mendengar dan mendapat perlakuan itupun melihat Jia Li dengan mata yang sudah berkaca-kaca, tapi Jia Li hanya acuh dan melanjutkan perjalanan nya.
“Sekali lagi aku melihat mu menunduk aku akan meninggalkan mu disini, aku tak suka teman ku menundukan kepala nya hanya karena mendengar omongan orang tak penting, dan tatapan iri dari mereka” ucap Jia Li
Tak lama mereka sampai di kedai makan yang lumayan besar kedai makan itu memiliki 3 ruangan untuk makan. ruangan pertama untuk orang-orang biasa, ruangan kedua untuk orang-orang bangsawan, dan ruangan ketiga untuk orang-orang yang lebih penting lagi seperti anggota kekaisaran.
Setelah sampai di dalam kedai Jia Li segera memesan ruangan kedua untuk mereka berdua makan, sebenarnya bisa saja Jia Li memesan ruangan ketiga hanya saja dia terlalu malas dan lebih memilih ruangan kedua.
Setelah sampai diruangan kedua dia segera mencari tempat yang nyaman dan pilihannya jatuh pada meja yang berada didekat jendela, setelah itu Jia Li dan jingmi duduk dan memesan makanan.
“Li besok kita akan kemana?” tanya jingmi pada Jia Li yang tengah memandang keluar jendela
“Ke hutan perbatasan" jawab Jia Li tanpa mengalihkan pandangan nya
“Hutan perbatasan antara kekaisaran Liu dengan Xia?” ucap jingmi dengan terkejut
“Ya”
“Apa kau yakin?” tanya jingmi dengan tidak percaya
“Sangat yakin”
Sebelum jingmi menjawab ucapan Jia Li makanan yang mereka pesan sudah datang
“Silahkan tuan muda dan nona”
“Terimakasih” ucap jingmi dengan senyum yang mengembang diwajah nya
__ADS_1
Jia Li yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala, hanya dengan makanan saja jingmi sudah sebehagia ini. Setelah itu mereka pun menikmati makanan dengan diam hanya ada dentingan sendok saja yang terdengar.