
“Jangan macam-macam sialan!!.” teriak Caitlyn dengan takut.
“Kau berisik!!.”
Slassh
Jlebb..
“Akh..”
Brughh
“Caitlyn!!.”
Jasmine melempar kan belati kecil nya ke arah perut Caitlyn, Caitlyn tumbang begitu saja dengan darah yang terus mengalir di perut nya.
Jika kalian ingin tahu, Jasmine membawa 6 belati kecil, satu untuk membunuh penjaga tadi dan satu lagi yang di gunakan untuk Caitlyn.
Belati-belati itu sudah di lumuri racun untuk melemah kan semua titik-titik vital manusia, jadi setelah ini Caitlyn hanya akan menjadi manusia tidak berguna.
Karena dia tidak akan bisa hidup normal seperti sedia kala.
“Berani nya kau?!!.” Denzel berjalan dengan penuh amarah menuju Jasmine.
Sedangkan yang lain sedang menangisi keadaan Caitlyn.
“Manusia bodoh! bukan nya cepat di atasi malah di tangisi, cih!.” batin pangeran Chen saat melihat betapa bodoh nya keluarga Oswald.
Saat Denzel hendak melayangkan pukulan pada Jasmine, pangeran Chen segera menghadang nya.
Denzel yang melihat itu semakin murka.
“Berani nya kau menghalangi ku brengsek!!.” teriak Denzel dengan keras.
“Lawan mu itu aku!.” ucap pangeran Chen dengan dingin nya.
Jasmie yang melihat Denzel dan Arlen bertarung hanya melirik nya sekilas, lalu dia kembali berjalan menuju keluarga Oswald yang lain.
Jika kalian menanyakan dimana Agler, dia masih membatu di tempatnya tanpa bergerak sedikitpun.
Bahkan dia tidak menangisi Caitlyn sama sekali.
Jasmie berjalan dengan santai nya hingga membuat semua keluarga Oswald tak menyadari kehadiran Jasmie, saat sudah berada di belakang mereka semua Jasmie pun melakukan hal yang tak terduga.
Crasshh
Brughh
“Akhh!!.”
“Ayah..”
“Kakek..”
Teriakan panik dan kesakitan keluarga Oswald terdengar begitu keras di taman itu, hingga membuat para penjaga dan pelayan berhamburan untuk melihat apa yang terjadi.
Saat mereka melihat kejadian di depan mereka, mereka membelalakkan mata mereka.
“Ka-kau?!.” tuan Erick berucap dengan wajah takut dan terkejut nya.
“Be-berani nya kau memotong tangan ku, anak haram!!.” teriak tuan Darius dengan murka.
Wajah nya mulai terlihat pucat karena darah yang terus mengalir dari tangan kanan nya yang di potong oleh Jasmie.
Jasmie tak bergeming sama sekali, dia hanya terdiam dengan wajah datar dan tatapan dingin nya.
Jlebb
Brughh
Tes, tes, tes.
__ADS_1
“Kakekk..”
Jasmie kembali menusuk perut tuan Darius tanpa perasaan, lalu dia menuangkan racun yang dia buat tadi ke mulut tuan Darian yang masih menganga lebar di bawah nya.
Setelah memberikan beberapa tetes racun, Jasmie pun mencabut pedang nya.
Srett
“Agler!! cepat bawa kakek mu ke kediaman nya!!.” pekik tuan Erick dengan panik.
Agler yang masih mematung segera tersadar dan membawa kakek nya itu pergi dari sana, sedangkan Caitlyn masih berada di pelukan Sherina.
“Aku tidak akan banyak berbasa-basi, mari akhiri semua nya!!.” gumam Jasmie.
Sreett
Jlebb
Brugh
Jlebb
Brughh
Jlebb
Brughh
Jlebb
Brughh
Jasmie melemparkan belati milik nya ke arah perut mereka semua, dan dengan cepat mereka pun tumbang dengan mulut menganga.
Lagi, Jasmie menuangkan racun-racun yang dia buat ke mulut mereka semua termasuk Caitlyn.
Pangeran Chen yang masih bertarung harus di buat menganga tak percaya saat Denzel tergeletak di hadapan nya, dengan belati yang menancap di perut nya.
Setelah semua selesai, Jasmie pun menghampiri Denzel dan memberikan nya racun juga.
“Racun yang akan melemahkan semua organ tubuh mereka, dan setelah ini mereka hanya akan menjadi mayat hidup.”
Pangeran Chen mengangguk “Lalu racun yang kita buat tadi, apa kau memberikan nya juga?.”
Jasmie mengangguk “Aku mencampur kan nya dengan racun tadi, jadi jika dalam waktu satu bulan mereka tidak di tangani sedikit demi sedikit tubuh mereka akan meleleh dan hancur begitu saja.” jelas Jasmie dengan enteng nya.
“Kau kejam Mine” ledek pangeran Chen.
“Aku memang kejam.” jawab Jasmie.
Lalu mereka pun kembali ke penginapan yang di tempati oleh Jasmine.
////
Tiga hari kemudian
Selama dua hari kemarin Jasmine sudah kembali mengambil alih tubuh nya, tapi hari ini, karena Jasmie hendak melihat bagaimana kondisi keluarga Oswald.
Jasmie pun kembali mengambil alih tubuh Jasmine.
Saat siang hari tiba, Jasmie pun hendak pergi ke pasar untuk makan siang, setelah mengambil pedang nya dia pun keluar dari kamar nya.
*Jasmie sudah tidak memakai cadar nya lagi.
Saat Jasmie hendak menuruni tangga dia tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang hingga membuat nya terjatuh.
Brukk
“Akh, sial!.” umpat Jasmie dengan meringis sakit.
Jasmie menggenggam erat pedang nya mencoba meredam emosi nya.
__ADS_1
“Tuan anda tidak apa-apa?.” tanya seseorang pada pria yang menabrak Jasmie tadi.
Bisa Jasmie tebak jika pria itu tangan kanan pria yang menabrak nya.
“Kau punya mata?.” sinis pria yang menabrak Jasmie tadi.
Jasmie yang baru saja berdiri itu menengadah kan kepala nya, menatap pria yang sangat tampan itu dengan rambut berwarna hitam bercampur putih nya.
Tapi lagi-lagi Jasmie tidak terpikat sama sekali.
Jasmie balik menatap dingin dan menatap tajam pria itu, entah kenapa tatapan nya menurut nya sangat sama dengan tatapan Arlen waktu mereka baru saja sampai di kediaman Oswald tiga hari yang lalu.
Tatapan seorang pemimpin dan begitu membuat orang merasa tertekan.
Jasmie akui itu.
“Apa kau buta? jika aku bisa melihat mu berarti aku memiliki mata!!.” jawab Jasmie dengan dingin.
Pria yang menabrak Jasmie itu terlihat emosi, dia mengepalkan tangannya erat karena menahan amarah nya.
“Kau?! berani nya kau!!.”
“Aku tidak memiliki waktu untuk berurusan dengan pria seperti mu! minggir!!.” Jasmie berucap dengan mendorong pria itu.
Dia melangkah dengan santai nya melewati anak buah pria itu dengan wajah dingin nya.
Setelah sampai di bawah dan mengambil kuda nya, Jasmie segera memacu kuda nya menuju pasar ibukota untuk bertemu dengan Arlen.
Setelah selesai makan siang, Jasmie segera mencari Arlen di sekitaran pasar.
Ya, memang Jasmie yang mengatakan pada Arlen untuk bertemu di pasar.
Setelah melihat keberadaan Arlen yang berada di dekat orang berjualan pernak pernik Jasmie pun mendekati nya.
Jasmie turun dari kuda nya.
“Sudah lama?.” tanya Jasmie dengan dingin.
“Tidak, kau sudah makan siang?.” tanya pangeran Chen.
Jasmie mengangguk, lalu pangeran Chen pun mengeluarkan sesuatu dan memberikan nya pada Jasmie.
“Apa ini?.” tanya Jasmie dengan heran.
“Kau tidak tau?.” tanya pangeran Chen dengan heran.
Jasmie menggeleng dengan jujur nya.
“Ini hiasan kepala.” jelas pangeran Chen dengan menahan senyum.
“Lalu untuk apa kau memberikan nya pada ku?.” Jasmie mendongak untuk menatap wajah Arlen.
Entah pangeran Chen harus menangis atau tertawa mendengar ucapan itu, apakah Jasmine benar-benar se-polos itu?.
Tanpa banyak bicara pangeran Chen pun segera memakai kan hiasan kepala itu pada rambut Jasmine, tepat bersamaan dengan itu entah perasaan pangeran Chen saja atau memang benar.
Dia seperti melihat tubuh seseorang yang dia kenal lewat tidak jauh dari nya.
Saat pangeran Chen menengok tidak ada siapa pun disana, lalu dia pun kembali menatap Jasmine.
“Cantik!.” celetuk pangeran Chen tanpa sadar.
Jasmie yang mendengar itu hanya terdiam dengan wajah dingin nya.
“Aku memang cantik, apa kau baru sadar?.” sinis Jasmie tanpa merasa malu sedikitpun setelah Arlen memuji nya.
Pangeran Chen lagi-lagi di buat tidak percaya karena Jasmine tidak malu sedikitpun saat dia memakai kan nya hiasan kepala.
Pangeran Chen sekarang ingat, dia gadis berbeda!.
Tolong selalu ingatkan itu pada pangeran Chen ya?.
__ADS_1
////
Hayoooo.. apa kalian sudah tau sekarang gadis yang menabrak Devin waktu itu siapa? Khihihi...