Time Travel: Jenderal Jia Li

Time Travel: Jenderal Jia Li
Musim Ke-3: Story the King of Black Wolf


__ADS_3

“Semua nya sudah selesai, setelah ini apa yang akan kau lakukan?” tanya pangeran Chen dengan datar.


Jasmie yang tengah memasukan racun yang baru saja mereka buat ke dalam porselen, segera melirik sekilas ke arah pangeran Chen.


“Memberi mereka pelajaran.” jawab Jasmie dengan singkat.


Pangeran Chen terdiam.


“Apa aku boleh ikut?”


“Untuk apa? jika kau hanya akan menyusahkan ku lebih baik tidak usah.” sinis Jasmie.


Pangeran Chen menghembuskan nafas kasar mendengar kata-kata menyakitkan itu.


“Aku hanya ingin melihat kau menghabisi mereka semua.”


“Kau akan menjadikan balas dendam ku ini sebagai tontonan mu, begitu?.” delik Jasmie dengan tajam.


“Ya.” jawab pangeran Chen dengan jujur.


Sudah cukup dia berdebat tiada henti dengan gadis yang tiba-tiba menjadi sangat dingin ini, lebih baik mengalah sedikit.


Jasmie mendengus dingin mendengar itu, lalu dia berjalan ke arah meja dan mengambil cadar berwarna hijau yang sama seperti warna pakaian nya.


Lalu Jasmie mengambil pedang nya lagi dan memasukan racun yang dia buat itu kedalam ikat pinggang nya, pangeran Chen yang melihat itu segera bangkit berdiri dan mengikuti langkah Jasmine.


Saat sudah berada di luar penginapan mereka pun segera berjalan menuju tempat penitipan kuda.


“Mine? sejak kapan kau memiliki kuda?” tanya pangeran Chen dengan heran.


Jasmie yang hendak menaiki kuda nya itu menatap sekilas.


“Kemarin.” jawab Jasmie sekena nya.


Pangeran Chen mengangguk, lalu dia pun menaiki kuda nya dan mereka pun segera memacu kuda mereka masing-masing.


Selama dalam perjalanan hanya suara langkah kaki kuda yang terdengar, baik Jasmie maupun pangeran Chen tak ada yang berbicara.


Mereka terlalu sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Setelah beberapa lama mereka pun akhir nya sampai, Jasmie menatap begitu dingin ke arah gerbang kediaman bangsawan Oswald itu.


Sedangkan pangeran Chen pun tak kalah dingin nya saat ini, bahkan tanpa sadar dia mengeluarkan aura nya sebagai seorang pangeran dan King dari Black Wolf-.


Jasmie yang merasakan aura berbeda dari pria di samping nya itu melirik sekilas, sebenarnya dia sangat penasaran dengan identitas asli pria itu.


Tapi memang pada dasar nya Jasmie terlalu acuh hingga walaupun dia curiga dia terlalu malas untuk mencari tahu.


“Apa kau akan ikut masuk?” tanya Jasmie seraya turun dari kuda nya.


“Tentu saja.” jawab pangeran Chen.


Lalu dia pun mengikuti langkah Jasmie yang mulai berjalan menuju gerbang, dimana disana terdapat dua penjaga yang sedang menatap mereka berdua dengan bingung.


Sebelum kedua penjaga itu berucap, sebuah jarum kecil sudah menancap terlebih dahulu di leher mereka berdua.


Dan pada akhirnya mereka pun mati dengan sia-sia, bahkan mereka tidak mengetahui alasan mereka mati.


Miris sekali.


Pangeran Chen yang melihat kecepatan Jasmine melempar kan jarum itu tanpa sadar berdecak kagum.


Jasmie segera mengambil kembali jarum kecil nya, lalu dia pun membuka gerbang itu dan berjalan santai tanpa memperdulikan sekitar nya.


Salah satu penjaga yang melihat kedatangan mereka segera menghadang kedua nya.


“Hey, siapa kalian?!” tanya penjaga itu tanpa tau jika di hadapan mereka berdua adalah raja dan ratu Iblis.

__ADS_1


“Dewi kematian mu.” jawab Jasmie dengan senyum sinis.


Jleb


Sebuah belati menancap dengan sempurna tepat di jantung penjaga itu berada, lagi-lagi pangeran Chen di buat bungkam dengan kekejaman Jasmine yang menurut nya sangat sama seperti dirinya.


Sebelum penjaga itu tumbang Jasmie mencabut belati nya lalu kembali berjalan dengan santai.


“Mine, aku tak menyangka ternyata kau begitu kejam.” ucap pangeran Chen.


“Aku bahkan lebih kejam dari yang kau tau.” jawab Jasmie.


Lalu dia berbelok untuk menuju ke arah taman, dimana biasa nya disana keluarga Oswald berkumpul untuk menghabiskan sore mereka.


Para pelayan yang berpapasan dengan Jasmie dan pangeran Chen hanya bisa menunduk takut, entah kenapa jika mereka berpapasan mereka seperti akan dalam bahaya jika menghadang jalan kedua orang itu.


Tepat seperti dugaan Jasmie, keluarga bahagia itu saat ini sedang berada di taman itu.


Bersenda gurau dan saling meledek satu sama lain, tanpa perduli satu anak manusia yang telah mereka lukai baik fisik maupun batin nya.


Hingga bangkit lah iblis yang selama ini bersemayam di diri anak manusia itu yaitu..


'Jasmie!.'


Jasmine mengepalkan tangannya erat pada genggaman pedang dan belati yang berada di tangan kanan nya, dia menatap begitu dingin dan tajam pada sekumpulan keluarga itu.


“Keluarga mu masih bisa berbahagia di atas penderitaan mu, Mine” sindir pangeran Chen dengan tersenyum miring.


Jasmie berdecih mendengar itu.


“Mereka bukan keluarga ku Arlen!.”


“Ya, aku tau, jadi apakah aku juga boleh untuk ikut bermain-main?” tanya pangeran Chen penuh maksud.


“Terserah dirimu, asal kan kau jangan menyusahkan ku!.”


Lalu mereka pun berjalan dengan santai menuju sekumpulan keluarga itu, Agler yang pertama kali menyadari kedatangan Jasmie dan pangeran Chen tersentak kaget hingga berdiri.


“Kak Jasmine?” pekik Agler.


Walaupun Jasmie memakai cadar tapi ternyata kejelian anak itu tidak main-main, dia masih bisa mengenali Jasmine.


Anggota keluarga Oswald yang mendengar pekikan Agler melotot tak percaya, lalu mereka segera mengikuti arah pandang Agler dan saat itu pula mereka melihat seorang gadis yang memakai cadar berjalan bersama seorang pria tampan yang nampak tidak asing bagi mereka.


“Siapa kalian?!” bentak tuan Erick dengan keras.


Jasmie tersenyum sinis, lalu dia membuka cadar nya dan membuang nya.


“Hallo my family, how are you? (Halo keluarga ku, apa kabar?.)” tanya Jasmie dengan penuh ejekan.


Tuan Darius yang masih begitu dendam pada Jasmie mengeraskan rahang nya, dia tidak akan pernah lupa dengan apa yang sudah di lakukan anak haram itu pada keluarga nya.


“Berani nya kau menginjakkan kaki di kediaman ku, anak haram!!.” murka tuan Darius.


Jasmie semakin mendatarkan wajah nya mendengar itu begitu pun dengan pangeran Chen, dia tidak terima Jasmie di hina seperti itu!.


“Jaga ucapan anda, tuan!.” peringat pangeran Chen.


“Siapa kau hah?! apa kau bjing*n yang di bayar oleh anak haram itu untuk memuaskan nafsu nya hah?!” maki tuan Darius.


Pangeran Chen menjadi semakin emosi mendengar itu.


“Jaga ucapan anda, jika anda tidak ingin mati sia-sia!!.” untuk yang kedua kali nya pangeran Chen memperingati pria tua itu.


Bukan nya takut, tuan Darius malah semakin menjadi. Dia meludah ke arah samping nya dan menatap Jasmine jijik.


“Tidak saja kau seorang anak haram, ternyata kau sangat menjijikkan.” hina tuan Erick dengan kejam nya.

__ADS_1


Jasmie yang mendengar itu hanya terdiam, dia ingin melihat sampai sejauh mana keluarga Oswald akan menghina nya.


Sedangkan pangeran Chen yang memang mudah tersulut emosi sudah mengeraskan rahang nya, saat dia hendak menghajar tuan Erick tanya nya segera di cekal oleh Jasmie.


“Jangan.” cegah Jasmie.


“Kenapa? aku sudah sangat ingin membunuh mereka Jasmine!!.” bentak pangeran Chen tidak terima.


“Patuh! diam dan biarkan saja, ini belum.saat nya!.” Jasmie mendongak untuk menatap wajah pria tampan itu yang sekarang sudah memerah karena menahan amarah nya.


Pangeran Chen sedikit luluh melihat tatapan Jasmine yang terlihat sayu walau pun hanya beberapa detik saja.


Dia menghela nafas kasar dan mengusap kasar wajah nya.


“Aku benar-benar tidak menyangka jika Jasmine akan hidup di keluarga seperti mereka.” batin pangeran Chen.


“Aku datang kesini bukan untuk mendengar cacian kalian, tapi aku datang kesini untuk menuntaskan hal yang perlu di tuntaskan secepat mungkin.” ucap Jasmine dengan dingin.


“Apa lagi yang akan kau lakukan hah?! apa kau tak cukup membuat ibu ku menderita?!” teriak Caitlyn dengan penuh emosi.


“Tidak!.” jawab Jasmine. “Aku akan membunuh kalian, baru aku akan merasa cukup dan puas.” lanjut nya.


“Kau?! brengsek kau!!.” murka Denzel.


Jasmie menghiraukan wajah murka Denzel, lalu dia berjalan mendekati Sherina yang sedari tadi diam.


Sherina yang melihat itu menjadi ketakutan, dia bersembunyi di balik punggung ayah nya untuk menghindari Jasmine.


“Mau apa kau si*lan!!.” bentak tuan Erick.


“Memberi kalian pelajaran, agar kalian merasakan apa yang aku rasakan dulu Khihihi..”


Jasmie menyeringai, dia menatap penuh nafsu dendam yang terlihat jelas di mata nya.


Jasmie kalap, dia mulai memperlihatkan sifat asli nya, memperlihatkan sifat iblis nya.


Jasmie menggenggam erat pedang yang berada di tangan kanan nya, sedangkan belati nya sudah berada di ikat pinggang nya.


“Kalian harus merasakan apa yang aku rasakan dahulu, manusia-manusia tamak dan serakah!!.


Kalian harus merasakan sendiri kekejian kalian!.


Kalian.. keluarga yang sangat menjijikkan!!.” maki Jasmie dengan penuh emosi.


Tidak bisa di pungkiri, saat ini keluarga Oswald terlihat begitu takut saat melihat perangai asli Jasmine.


Mereka mendadak kaku dan tak bisa bergerak saat Jasmine menunjukkan sifat asli nya.


Begitupun dengan pangeran Chen, dia cukup terkejut saat melihat sifat asli Jasmine.


^_^.


Mau sedikit cerita..


Jadi gini Othor ga jadi publish cerita "Elegi Senja" di NT karena beberapa alasan, jadi cerita "Elegi Senja" publish nya di ******* si kuning, kalian tau kan? pasti tau lah ya.


Maka dari itu Othor disini cuma mau promo awokawok🤣🤣, kalo kalian punya apk ******* bisa kalian baca cerita baru Othor disana.



Judul nya "Elegi Senja".


Arumi Nasha Razeta, seorang gadis cantik berusia 20 tahun, gadis yang hidup dengan penuh kepura-puraan hanya demi adik nya, hanya demi adik nya dia harus menjadi orang yang kuat.


Baca lanjutan cerita nya di si kuning ya, sampai jumpa disana🥰🥰.


@NgAii^_^.

__ADS_1


__ADS_2