
“Bagaimana tabib?” tanya tuan Hong dengan lirih saat melihat tabib sudah selesai memeriksa Hong Shilin.
Tabib yang mendengar pertanyaan tuan Hong menatap tuan Hong dengan tersenyum getir.
“Tuan, nyonya, nafas nona kedua sangat lemah bahkan hampir tidak ada, dia sepertinya sudah menyerah untuk bertahan dari racun yang ada di tubuhnya” jelas tabib itu dengan lirih.
“Tolong selamatkan putri ku tabib hiks hiks” nyonya Hong mengguncang kedua bahu tabib itu dengan keras.
“Nyonya, aku tidak bisa melakukan apa-apa, harapan kita sekarang hanya satu yaitu tuan Zu. jika sampai dalam dua puluh menit tuan Zu tidak datang, aku tidak yakin nona akan bertahan! jika saja aku tadi tidak berhati-hati dalam memeriksa denyut nadi nona, mungkin aku sudah mengira dia sudah tiada!” jelas tabib itu lagi.
Nyonya Hong yang mendengar itu menangis tersedu-sedu, lalu setelah itu dia mendekati peraduan Hong Shilin dan duduk di samping nya begitupun dengan tuan Hong.
“Sayang hiks hiks, apa kau lelah untuk berjuang? oleh karena itu kau menyerah pada racun di tubuh mu? apa kau tega meninggalkan ibu mu ini hem? hiks hiks” nyonya Hong memeluk tubuh Hong Shilin yang sudah mulai mendingin dengan erat.
Dia benar-benar sakit melihat Hong Shilin seperti ini, menyerah dengan kehidupan nya!.
“Yi'er tenanglah! aku yakin putri kita tidak akan kenapa-kenapa, putri kita kuat, kau tau itu bukan?!” tenggorokan tuan Hong seperti tercekat saat mengatakan hal itu.
Salah jika kalian berfikir tuan Hong tidak sakit melihat Hong Shilin menyerah untuk bertahan hidup, justru dia sangat teramat sakit!.
“Jika saja aku bisa menggantikan posisi Lin'er, aku akan dengan senang hati menggantikan nya” nyonya Hong melepaskan pelukannya dan menatap lirih wajah pucat Hong Shilin.
“Bodoh! jangan berkata seperti itu!” tuan Hong menatap tajam istri nya.
“Kenapa?” nyonya Hong menatap suami nya itu dengan getir.
“Aku tidak akan pernah membiarkan dirimu terluka! cukup sekali ini saja aku gagal melindungi orang-orang yang aku sayangi!” jawab nya dengan sendu.
Dia benar-benar merasa gagal sebagai seorang ayah.
Sedangkan Hong Xinian, hanya terdiam melamun dengan semua pemikiran yang semakin membuat dia frustasi.
Apakah benar dia menyesali perbuatannya sendiri?.
Saat semua orang masih terdiam dan membiarkan keheningan menyelimuti ruangan itu, tiba-tiba pintu kediaman Hong Shilin di buka dengan kasar dari luar.
Brakk..
Pintu terbuka dengan kasar nya oleh seseorang, tuan Hong, nyonya Hong, tabib, Hong Xinian dan anggota Black Wolf yang berada di sana tersentak kaget. dan setelah itu serempak menatap ke arah pintu kediaman Hong Shilin.
Saat mereka melihat siapa yang datang, binar bahagia pun tidak bisa di sembunyikan dari mereka semua.
Ya yang mendobrak paksa pintu kamar Hong Shilin adalah Zu, dia datang tepat waktu!
__ADS_1
“Tuan Zu!!” seru tuan Hong, nyonya Hong dan tabib secara bersamaan.
“Bagaimana keadaan Hong Shilin?!” tanya Zu dengan cemas dan berjalan menuju peraduan Hong Shilin.
“Tuan nafas nona semakin lemah, dia sepertinya sudah menyerah dengan hidup nya!” jawab tabib dengan cepat.
Seketika Zu menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan tabib itu.
“Apa kau bilang?” tanya Zu dengan tidak percaya.
Setelah itu Zu pun mempercepat langkah nya dan duduk di samping peraduan Hong Shilin, saat dia memeriksa denyut nadi dan nafas Hong Shilin, nafas nya tercekat karena merasa tidak percaya dengan kenyataan yang ada.
Hong Shilin benar-benar menyerah dengan hidup nya! nafas nya sangat lemah dia saja sampai tidak bisa menemukan denyut nadi nya tadi!!
“Cepat buat penawar racun sialan ini!” ucap Zu dengan penuh amarah dan melemparkan bungkusan bunga malam pada tabib dengan kasar.
Tabib yang melihat itupun refleks menangkap nya dan setelah itu dia memeriksa bungkusan yang berada di tangan nya, saat dia melihat kedalam isi nya mata nya membulat tak percaya saat melihat setangkai bunga malam berada di dalam bungkusan itu.
“I-ini bunga malam!!” seru tabib dengan terkejut.
“Cepat bodoh! jangan diam saja seperti orang mati!!” Zu kembali membentak tabib itu dengan kasar saat dia melihat tabib hanya diam saja melihat bunga malam yang dia bawa.
Tabib itu pun terkesiap saat mendengar bentakan Zu dan dia pun segera berlari ke arah dapur untuk membuat penawar racun untuk Hong Shilin.
Sedangkan Zu dia mengangkat tubuh Hong Shilin dan mendudukkan nya tepat di hadapan nya, setelah itu dia pun memeluk erat tubuh Hong Shilin yang sudah hampir mendingin.
“Kau gadis bodoh! aku sudah mempertaruhkan nyawa ku untuk mencari penawar untuk mu, kenapa kau malah menyerah untuk melawan racun sialan yang barada di tubuh mu ini hah?!” Zu semakin mengeratkan pelukannya.
Sedangkan tuan Hong, nyonya Hong, Hong Xinian, Hong Yade dan Yu Long yang baru saja sampai hanya terdiam membeku di tempat mereka saat melihat Zu, sang ketua Beta yang terkenal dingin mengkhawatirkan Hong Shilin.
Tanpa terasa butiran-butiran kristal bening lolos dari mata indah Zu, untung saja di memakai topeng, bagaimana jika tidak? sepertinya dia tidak akan berani keluar kediaman Hong Shilin.
“Apa kau ingin aku membencimu hah? aku sudah mengatakan nya padamu untuk bertahan tapi kenapa kau malah menyerah hah?! kau benar-benar ingin membuat ku gila?!” ucap Zu dengan lirih.
Setelah beberapa menit tabib tadi pun kembali dengan semangkuk obat penawar untuk racun bunga malam.
“Tuan ini penawar nya” ucap tabib itu saat sudah berada di samping Zu.
Tuan Hong, nyonya Hong, Hong Yade, Hong Xinian yang melihat itu segera mendekati Zu dan Hong Shilin.
Zu yang masih memeluk Hong Shilin melepaskan satu tangan nya dan mengambil mangkuk obat itu dengan tangan kanan nya, setelah obat itu berada di tangan nya dia pun terdiam.
Orang-orang yang melihat Zu terdiam menatap Zu bingung.
__ADS_1
“Ada apa tuan Zu?” tanya nyonya Hong dengan cemas.
“Tolong pegang kan sebentar” Zu menyerahkan mangkuk itu dan tabib pun segera mengambil nya.
Mereka semakin dibuat bingung saat Zu menyerahkan mangkuk obat penawar pada tabib, dan beberapa detik kemudian apa yang di lakukan Zu membuat mereka terbelalak kaget dan setelah itu mereka menahan nafas saat melihat Zu.
Ya Zu membuka topeng nya di hadapan keluarga Hong.
Setelah itu terpampang lah wajah tampan yang selama ini tersembunyi di balik topeng itu.
“Kemarikan mangkuk nya” saat mendengar ucapan Zu tabib pun tersadar dari keterkejutan nya dan memberikan mangkuk yang dia pegang.
Begitu pula yang lain, mereka segera tersadar saat mendengar ucapan Zu.
Saat Zu melihat penawar yang ada di mangkuk dia pun segera meminum semua penawar itu, orang-orang yang melihat Zu meminum penawar untuk Hong Shilin terbelalak kaget.
“Tuan!! apa yang kau---” sebelum nyonya Hong menyelesaikan ucapannya.
Tindakan Zu selanjutnya membuat mereka menutup mulut serempak.
Ya, Zu mencium bibir Hong Shilin, bukan tanpa alasan, dia hanya ingin membantu Hong Shilin meminum penawar nya melalui ciuman itu. bagaimana pun orang pingsan tidak bisa meminum obat kan?!
Karena penawar itu hanya sedikit jadi dia meminum nya semua dan memberikan pada Hong Shilin secara perlahan, setelah beberapa saat Zu pun melepaskan ciuman itu dan mengusap bibirnya dan bibir Hong Shilin yang terlihat basah.
Setelah itu dia pun kembali menidurkan Hong Shilin, semoga saja dia tidak terlambat!
Sedangkan orang-orang yang melihat tindakan Zu tadi hanya terdiam dengan wajah yang memerah malu, iya malu, bagaimana bisa Zu melakukan hal itu di hadapan mereka semua?!
Apakah Hong Shilin akan selamat?
Nantikan kelanjutan nya besok yah!
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like, Comen and vote 🤗❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️