Time Travel: Jenderal Jia Li

Time Travel: Jenderal Jia Li
Musim Ke-3: Story the King of Black Wolf


__ADS_3

Jasmie yang melihat tuan besar Darius sangat murka hanya terdiam dengan wajah datar, takut? heh, bahkan dia tidak akan takut dengan raja di kerajaan ini!!.


“Sudah memaki nya?” ejek Jasmie dengan sinis.


“Aku akan membunuh mu gadis haram!!” bentak tuan besar Darius dengan keras dan dia pun mencoba bangkit berdiri.


Jasmie yang mendengar itu menguap malas, mau mati saja masih banyak gaya!!.


Sedangkan semua anggota Oswald pun mencoba bangkit berdiri dengan kaki gemetar, jarum yang di lemparkan Jasmine sangat menyakiti kaki mereka!.


“Apa kau yakin bisa membunuh ku?” ejek Jasmie.


“Kau meremehkan ku? jika aku bisa membunuh mu jangan kau memohon ampun padaku nanti!!”


“Ya, ya, terserah kau saja kakek tua! aku bahkan takut sebelum kau menarik pedangmu kau akan mati di tangan ku..” ejek Jasmie lagi.


Tuan besar Darius yang mendengar itu meradang, dia mengepalkan tangannya erat.


“Berani nya kau!!”


“Tentu saja berani!”


Tuan besar Darius yang sedari tadi mendengar Jasmine menjawab ucapan nya menjadi sangat emosi, dia menarik pedang yang berada di pinggang Denzel.


Dengan tertatih tuan besar Darius berjalan menuju Jasmine, setelah nya dia pun memulai menyerang Jasmine dengan menahan getaran di kakinya.


Jasmie yang melihat itu menyeringai.


Tring


Tring


Tring


Tring


Jasmie hanya menangkis serangan tuan besar Darius dengan santai nya, dia bahkan masih sempat-sempatnya menghitung jarum perak nya yang berada di pinggang nya.


Tuan Darius yang melihat itu semakin murka, beraninya gadis haram ini meremehkan nya!!.


“Aku akan membunuh mu sialan!!” murka tuan besar Darius.


Jasmie yang mendengar itu hanya mengangguk, lalu saat dia hendak menangkis pedang tuan besar Darius yang mengarah pada perut nya.


Tanpa sengaja pedang indahnya itu menusuk perut tuan besar Darius, karena Jasmie memutar pedang nya dan mengenai perut kakek tua itu.


Jlebb


“Upss..” Jasmie menutup mulutnya pura-pura terkejut.


Slapp


Tanpa perasaan Jasmie menarik pedang nya dengan kasar hingga...


Brukk


“Kakek..”


“Ayah..”


Tuan besar Darius seketika ambruk setelah Jasmie menarik pedangnya, dan semua anggota keluarga Oswald pun berlari dengan bersusah payah untuk mendekati kakek nya itu.

__ADS_1


“Ayah..” tuan Erick memangku kepala ayah nya itu dengan tangan bergetar.


Sedangkan tuan besar Darius sudah tak sadarkan diri.


Denzel yang melihat kakek nya terluka cukup parah menjadi murka dan menatap Jasmine dengan bengis.


“Berani nya kau gadis sialan!! aku akan membunuh mu!!” teriak Denzel dengan penuh amarah.


“Oh ya?”


Tiba-tiba saat Jasmie hendak kembali melanjutkan ucapannya, tubuhnya menjadi lemas karena memang dia sudah terlalu lama mengendalikan tubuh ini dan tenaga nya sudah terkuras habis.


Tanpa ba-bi-bu Jasmie memutar tubuhnya dan berjalan masuk kedalam kamar nya, setelah mengambil sarung pedang dan pakaian baru nya dia pergi dari sana melalui pintu belakang.


Sedangkan Denzel yang hendak mengejar Jasmie segera di tahan oleh Agler.


“Kakak, keselamatan kakek dan ibu lebih penting!” ucap Agler.


Denzel yang mendengar itu berteriak penuh emosi, lalu dia pun berjalan menuju kamar Jasmine untuk membawa ibunya.


Setelah itu semua pun segera membawa tuan besar Darius dan nyonya Belinda dari kediaman Jasmine, mereka segera memanggil tabib untuk mengobati kakek dan ibu mereka.


Sedangkan di tempat lain lebih tepatnya di tempat Jasmie berada, dia sekarang sudah berada di pasar ibukota dengan pakaian penuh darah dia segera mencari penginapan dan setelah menemukan nya dia segera menuju kamar penginapan nya.


Dia membersihkan diri nya dan setelah itu membaringkan tubuhnya untuk beristirahat, setelah nya dia pun memasuki alam bawah sadar nya untuk menemui Jasmine.


Dua minggu telah berlalu, dimana Jasmine yang sekarang sudah menjadi buronan oleh keluarga Oswald dan seluruh anggota ibukota mengetahui itu.


Banyak rumor beredar setelah keluarga Oswald terang-terangan menyatakan jika Jasmine sang anak haram itu menjadi buronan keluarga mereka, mereka mengerahkan semua prajurit yang mereka punya untuk mencari Jasmine.


Sedangkan Jasmine sendiri, saat ini masih berada di penginapan yang sama dua minggu lalu, dia yang sekarang memakai cadar dan mengubah identitas nya menjadi Queenie Jennifer GH.


Dia hanya sedang memulihkan tenaga nya dan memberikan Jasmine waktu untuk menerima keadaan ini.


Sedangkan di istana kerajaan itu, Yui, Jia Li, Freya dan pangeran Chen baru saja kembali dari kekaisaran Han dan Liu setelah dua minggu mereka berada disana.


Pangeran Chen sendiri kenapa dia bisa ikut kembali ke kerajaan ini, karena sebelumnya Yui mengatakan jika ada seseorang yang ingin bertemu dengan nya dan meminta bantuan nya.


Jadi mau tak mau pangeran Chen pun ikut kembali ke kerajaan ini.


Dan disinilah mereka saat ini berada, di ruangan utama istana itu untuk menunggu kedatangan tamu mereka.


Tamu yang selama beberapa tahun ini tidak pernah mendatangi istana ini lagi, Yui bahkan sampai lupa kapan terakhir kali tamu mereka ini berkunjung ke istana nya ini.


“Ayah, sebenarnya siapa yang kita tunggu?” tanya pangeran Chen dengan penasaran.


Yui yang mendengar itu hanya tersenyum.


“Putra dari sepupu jauh kakek Chen..” jawab raja terdahulu (Raja Ken).


Pangeran Chen yang mendengar itu hanya terdiam dengan bingung, sedangkan Freya, Fredy dan Fiona hanya angkat bahu acuh.


Bahkan mereka saja tidak tahu siapa sepupu jauh yang di maksud kakek nya itu.


“Aku bahkan sampai lupa kapan terakhir mereka datang kesini.” celetuk pangeran Rey.


“Benar, entah ada angin apa mereka tiba-tiba ingin mendatangi kita lagi.” timpal pangeran Gail.


“Sttt, diam lah!.” ucap Jia Li.


Dan tak lama suara pengumuman penjaga pintu pun terdengar, mereka menyebut kan satu nama marga yang selama ini tidak pernah menampakkan diri di khalayak umum.

__ADS_1


“Anggota keluarga Grissham memasuki ruangan...” teriak sang penjaga dengan lantang.


Dan setelah itu, pintu ruangan utama itupun terbuka menampilkan beberapa sosok berjenis kelamin laki-laki yang terlihat tampan semua.


Laki-laki pertama terlihat seumuran dengan Yui, walaupun sudah memasuki umur berkepala empat tapi wajah tampan nya tak berkurang sedikitpun.


Lalu di sebelah kanan laki-laki itu terlihat seorang pemuda yang memiliki wajah sama dengan nya, tapi dia lebih muda dan terlihat sangat menawan.


Dan di sebelah kiri laki-laki paruh baya itu terlihat seorang pemuda juga yang terlihat beberapa tahun lebih muda dari lelaki kedua.


Mereka memasuki ruangan itu dengan tenang dan wajah datar khas masing-masing.


“Hormat kami pada anggota keluarga kerajaan..” ucap mereka serempak dengan tenang.


“Berdirilah..” perintah Yui dengan dingin.


“Duduklah Daniel, ajak kedua putra mu untuk duduk juga..” ucap Yui lagi tapi sedikit melembutkan ucapan nya.


Pria paruh baya yang di panggil Daniel itupun mengangguk singkat, lalu mereka pun duduk di samping ratu terdahulu.


“Nak.. kau sudah lama tak mengunjungi diriku!” dengus raja Ken dengan sebal.


Tuan Daniel yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.


“Paman mendapatkan salam dari ayah, dia bilang paman jangan terus menerus mengurung diri di istana, ayah takut paman akan menjadi lupa dengan dunia luar..” ucap tuan Daniel dengan tenang.


Raja Ken yang mendengar itu membelalakkan matanya.


“Apa dia pikir aku setua itu? hingga akan lupa dengan dunia luar? menyebalkan!!” gerutu raja Ken.


Anggota keluarga Benedict yang mendengar itu terkekeh, ya, raja Ken dan ayah dari Daniel atau kakak sepupu jauh raja Ken itu tidak pernah bisa akur.


Saat muda dulu saja mereka akan terus bertengkar, walaupun mereka hanya bertemu beberapa tahun sekali tapi mereka tidak pernah bisa akur.


“Arsenio, Ansel, bagaimana kabar mu nak?” tanya ratu Amanda dengan lembut.


Mereka yang di tanya oleh ratu Amanda tersenyum tipis.


“Kami baik..” jawab kedua nya serempak.


“Syukurlah, sering-sering lah main kesini..” ucap ratu Amanda dengan tersenyum.


Kedua pria muda itu yang seumuran dengan Fredy dan Fiona hanya tersenyum tanpa membalas.


“Daniel, sebenarnya ada keperluan apa kau kesini? tidak biasanya.” selidik Yui dengan penasaran.


Tuan Daniel yang sedari tadi sedang bercakap dengan raja Ken segera menatap Yui.


“Begini Andre, aku membutuhkan bantuan dari putra pertama mu untuk menyelidiki sesuatu..” ucap tuan Daniel dengan serius.


Semua orang yang mendengar itu menatap penasaran pada tuan Daniel.


“Apa itu?” timpal Jia Li.


Tuan Daniel yang melihat raut penasaran semua orang kecuali kedua putra nya menghela nafas berat.


“Aku ingin putra mu menyelidiki seorang gadis yang mempunyai pedang dengan lambang ukiran keluarga Grissham.


Yaitu ukiran naga berwarna biru tua sedang melilit sebuah bunga tulip berwarna putih bercampur biru langit..


Yang terdapat nama seseorang yaitu Queenie Jennifer GH..”

__ADS_1


Heyoo gess Othor kembali hohoho🤩🤩.


__ADS_2