
Dua hari telah berlalu sejak dimana Jasmine dan Arlen sarapan bersama, pangeran Chen yang masih terkejut dengan perubahan tiba-tiba Jasmine menjadi begitu penasaran.
Sedangkan Jasmie sendiri saat ini tengah sibuk di kamar penginapan nya untuk menyiapkan sesuatu, sesuatu yang akan menghancurkan keluarga Oswald.
Saat ini Jasmine sedang berkutat dengan obat-obatan yang begitu banyak di kamar itu, setelah beberapa saat aroma obat-obatan itu pun menyeruak memenuhi ruangan itu.
Jasmie yang memang masih mengendalikan tubuh Jasmine menyeringai tipis, saat dia berhasil membuat suatu cairan yang dapat menggemparkan kerajaan itu jika orang-orang mengetahui nya.
“Akhirnya..” gumam nya dengan puas.
Saat Jasmie tengah menatap cairan yang baru saja dia buat, pintu kamar nya di ketuk dari luar tapi Jasmie mengabaikan nya.
Semua itu terus berlanjut hingga akhirnya Jasmie kehabisan kesabaran nya, dia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu dengan penuh amarah.
Krieett..
“Siapa yang menggangu ku hah?!” bentak Jasmie dengan dingin.
Pangeran Chen yang baru saja hendak membuka mulutnya segera terbungkam saat mendapat bentakan itu, dia mengernyit heran menatap Jasmine.
“Mine? kau kenapa? apa aku mengganggu mu?” tanya pangeran Chen dengan heran.
“Ya! kau sangat mengganggu ku sialan!!” jawab Jasmie tanpa pikir panjang.
Pangeran Chen terdiam kaku tak menyangka jika gadis di depan nya itu akan mengucapkan hal seperti itu.
“Oh, maaf.” ucap pangeran Chen
Jasmie tak menjawab dia segera berjalan masuk.
“Tutup pintu nya jika kau mau masuk, jika tidak pergilah, jangan menggangguku!” ucap Jasmie dengan dingin.
Pangeran Chen yang mendengar itu segera berjalan masuk lalu mengunci pintu itu, saat dia berbalik badan dia membatu di tempatnya saat melihat ruangan Jasmine.
Sangat berantakan oleh obat-obatan! apa yang sedang di buat Jasmine? pikir pangeran Chen.
“Apa kau akan terus berdiri di sana? jika iya, sebaiknya kau pergi saja! mengganggu pemandangan ku!!” sinis Jasmie.
Akhirnya pangeran Chen tersadar saat mendengar sindiran itu, dia berjalan cepat ke arah Jasmine.
“Mine, apa yang sedang kau buat?” tanya pangeran Chen seraya duduk di samping Jasmine.
“Apa kau buta?” tanya balik Jasmie tanpa menatap wajah tampan pangeran Chen yang sudah pias.
Entah kenapa, sejak dua hari yang lalu Jasmine malah menjadi sangat menyebalkan menurut nya!!.
Bukan saja menjadi dingin, bahkan kata-kata nya begitu tajam dan menusuk!.
“Mine, bisa kau tidak menyebalkan? aku yang terkenal sangat dingin pun tidak se-menyebalkan dirimu!” celetuk pangeran Chen tanpa di koreksi.
__ADS_1
Jasmie yang tengah menuangkan cairan yang sudah berhasil dia buat ke dalam porselen segera menghentikan nya, dia menolehkan kepalanya menatap wajah tampan Arlen.
Tapi entah kenapa wajah tampan Arlen, tidak bisa menggentarkan hati nya, apa karena dia tercipta oleh emosi? ambisi? dendam? sakit hati? kesepian? dan yang lain nya, oleh karena itu dia tidak tertarik pada laki-laki?.
Entah lah.
“Kau? terkenal sangat dingin? bukan kah kau terkenal sangat bodoh?” sinis Jasmie dengan senyum sinis nya.
Pangeran Chen yang mendengar itu terkesiap, sial! dia lupa, jika saat ini dia sedang menyamar menjadi Arlen tuan muda dari keluarga Dawson!!.
“Apa kau sedang bercanda?”
“Ahahaha... ya, hahaha, aku bercanda, aku memang sedang bercanda. Bukankah kau tahu sendiri? aku terkenal bodoh, bagaimana bisa aku jadi terkenal sangat dingin? hahaha.” pangeran Chen berucap dengan gugup dan terkekeh canggung.
Sedangkan Jasmie yang melihat tingkah aneh pria itu hanya menaikan sebelah alisnya, lalu dia mengangkat bahu acuh.
“Kau mau aku bantu?” tawar pangeran Chen saat dia melihat Jasmine kembali sibuk.
“Memang nya apa yang kau bisa?” ejek Jasmie
“Kau mengejek ku?” pangeran Chen tak terima di ejek oleh Jasmine.
“Buktikan jika kau memang bisa membuat racun!!” tantang Jasmie.
Pangeran Chen yang di tantang seperti itu mendengus dingin, dia merasa terhina jika seperti ini.
Dia yang seorang King Black Wolf di rendahkan oleh seorang gadis kecil seperti Jasmine? benar-benar!!.
“Kau akan membuat racun apa lagi?” tanya pangeran Chen dengan kesal.
“Racun......” Jasmine berbisik pelan pada pangeran Chen.
Pangeran Chen yang mendengar racun apa yang hendak di buat Jasmine menganga tak percaya, dia mengerjap cepat dan menegak ludah nya sendiri dengan susah payah.
Okay! ini gila, Jasmine seperti nya sudah menjadi gila!!.
“K-kau, yakin?” tanya pangeran Chen memastikan.
“Menurut mu?”
“Tapi Jasmine, ini bukankah terlalu..”
“Kejam?” potong Jasmie dengan cepat.
Pangeran Chen menggeleng.
“Bukan.”
“Lalu?” tanya Jasmie dengan heran.
__ADS_1
“Ini terlalu menguras tenaga Jasmine!!” pekik pangeran Chen dengan kesal.
Bukan, bukan karena racun yang di sebut oleh Jasmine sangat berbahaya tapi, untuk membuat racun itu begitu menguras tenaga.
Bahkan dia sudah beberapa kali mencoba nya, bukan nya berhasil justru selalu gagal!.
Sial*n memang nya!.
Jasmie yang masih terkejut karena pekikan pria di samping nya hanya bisa mengerjap, bahkan dia tidak tahu bagaimana mengekspresikan perasaan terkejut.
Jadi dia hanya bisa mengerjap.
“Memang nya sebelum nya kau sudah pernah membuat nya hah?!” tanya Jasmie dengan ketus.
“Sering! bukan nya berhasil tapi aku selalu gagal Mine”
Jasmie mendelik sinis mendengar itu, lalu dia pun tersenyum mengejek.
“Jika sudah bodoh memang akan selalu bodoh!.” ejek Jasmie.
Pangeran Chen yang mendengar itu meradang, sial! dia di ejek lagi?.
“Mine, apa kau sebelumnya sudah pernah merasakan mati?” tanya pangeran Chen dengan geram.
“Tidak! tapi jika kau ingin merasakan nya, aku bisa membantu mu untuk membunuh mu.” tawar Jasmie dengan santai.
Lagi-lagi pangeran Chen tersulut emosi mendengar itu, kenapa Jasmine begitu menyebalkan?!!.
Biasa nya dia tidak seperti ini? ada apa dengan gadis ini hah?!.
“Mine, aku benar-benar sangat ingin membunuh mu.” desis pangeran Chen dengan wajah yang memerah karena kesal.
“Sebelum kau membunuh ku, aku akan terlebih dahulu mematahkan leher mu.”
Lagi, dan lagi, pangeran Chen di buat bungkam.
Okay, sebaiknya diam memang lebih baik, dari pada terus berbicara hanya akan membuat dia emosi.
Lebih baik dia diam saja.
“Awas kau Mine!” gumam pangeran Chen seraya mendengus kesal.
Jasmie yang mendengar itu kembali mengangkat bahu acuh, dia kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi.
Tapi sekarang dia sudah di bantu oleh pria yang baru beberapa hari ini di kenal oleh Jasmine, pria yang mengaku sebagai tuan muda Dawson itu.
Jasmie menyiapkan segala keperluan untuk membuat racun yang akan menguras begitu banyak tenaga -kata Arlen- dengan begitu baik, dia bahkan terus mengabaikan Arlen yang masih kesal pada nya itu.
^_^
__ADS_1
Segini dulu, mata Othor udah ga kuat mau di ajak begadang, soal nya Othor beberapa hari ini ga di rumah pergi-pergi terus.
Maaf udah ngilang lama ya? Othor akan usahakan terus up ko, maaf ogheyyyy😭😭.