
Setelah menghirup udara dengan rakus Zu menyeka bibir Hong Shilin dengan lembut, setelah itu dia pun mengusap lembut pipi mulus Hong Shilin.
“Kau tahu? aku sangat merindukan saat-saat seperti ini dengan mu, saat mengetahui dirimu menyerah untuk bertahan dari racun sialan itu, aku sangat terpukul, aku seperti akan menjadi gila melihat kenyataan itu!” ucap Zu dengan lirih dan pandangan sayu nya.
Hong Shilin yang mendengar itu menatap bersalah ke arah Zu, lalu dia pun memegang tangan Zu yang berada di pipi nya.
“Maafkan aku, saat itu aku sudah tidak bisa bertahan lagi, aku sudah lelah, aku menyerah karna aku sudah tidak sanggup menahan rasa sakit yang terus membuat ku semakin menderita dengan berjalan nya waktu” Hong Shilin menggenggam tangan Zu dengan erat.
Zu yang mendengar itu tanpa terasa menitihkan air mata nya, jika saja dia terlambat untuk datang pasti sekarang dia sudah kehilangan gadis-nya ini!.
Hong Shilin yang melihat Zu menangis tertegun, lalu setelah itu dia mengusap air mata Zu dengan lembut.
“Maafkan aku, jangan menangis, maafkan aku” Hong Shilin menatap Zu dengan sedih dan terus meminta maaf.
“Tidak apa-apa, tapi aku mohon jangan ulangi lagi, aku tidak bisa jika harus benar-benar kehilangan mu!” Zu tersenyum dengan lembut.
Hong Shilin yang mendengar itu mengangguk dengan cepat.
“Aku berjanji padamu” ucap Hong Shilin yakin.
Lalu setelah itu dia mencium sekilas bibir Zu, Zu yang mendengar ucapan Hong Shilin menarik Hong Shilin ke dalam pelukan nya.
Hong Shilin memeluk erat tubuh Zu dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Zu, begitupun Zu dia mengusap lembut rambut hitam milik Hong Shilin.
Hingga tanpa terasa mereka tertidur dengan nyenyak dengan saling berpelukan.
Hong Shilin adalah tempat ternyaman bagi Zu.
Begitu pula dengan Hong Shilin, Zu adalah tempat ternyaman dan teraman bagi nya.
Sedangkan di tempat lain,lebih tepatnya di kediaman Hong Xinian.
Hong Xinian yang sudah dibawa pergi dari belakang kediaman Hong Shilin oleh Hua Junyi pun sekarang sudah berada di kediaman nya, masih dengan memeluk tubuh kekasih nya itu Hong Shilin terus menangis.
Dia tidak tahu apa yang dia tangiskan, apakah karena tamparan dan cekikan yang di berikan Zu maka nya dia menangis?
Tapi sepertinya bukan! yang membuatnya nangis lebih tepatnya rasa salah nya pada adik nya, Hong Shilin!.
Sepertinya dia benar-benar keterlaluan! jika di pikirkan dengan baik, Hong Shilin tidak pernah berbuat salah pada nya, tapi dia lah yang selalu mencari-cari masalah dengan Hong Shilin.
“Sayang berhenti lah menangis, aku sakit saat melihat mu menangis!” ucap Hua Junyi dengan lirih.
Siapa yang tidak sakit saat melihat orang yang kita cintai di sakiti oleh orang lain? jika kalian mengira Hua Junyi tidak merasa marah kalian salah! dia sangat amat marah, tapi dia tidak bisa melakukan apapun.
“J-Junyi hiks, dia benar aku sangat keterlaluan hiks hiks” Hong Xinian kembali terisak.
__ADS_1
“Berhentilah menangis, kita obati dahulu luka mu” Hua Junyi mengangkat dagu Hong Shilin agar Hong Shilin menatap dirinya.
“Maafkan aku, aku tidak bisa melakukan apapun untuk membalas rasa sakit mu” ucap nya lagi dengan penuh sesal.
Hong Xinian yang mendengar itu menggeleng dengan cepat.
“Tidak apa-apa, in memang pantas aku dapatkan” jawab Hong Xinian dengan lemah.
“Apa maksud mu?” Hua Junyi mengernyit kan dahi nya dan mengusap air mata Hong Xinian dengan lembut.
“Aku salah, sekarang aku sadar, aku sudah melakukan kesalahan yang sangat besar Junyi. a-aku, aku bodoh hiks hiks” Hong Xinian kembali terisak dan dia pun memeluk Hua Junyi dengan erat dan kembali menenggelamkan wajahnya di dada bidang Hua Junyi.
Hua Junyi yang mendengar itu terdiam, lalu setelah itu tersenyum tipis.
“Jadi kau sudah menyadari kesalahan mu em?” tanya nya dengan mengusap lembut kepala Hong Xinian.
Hong Xinian mengangguk dengan cepat saat mendengar pertanyaan kekasih nya itu.
“Ya, aku salah, aku sekarang sadar betapa kejamnya aku pada adik ku sendiri hanya karena Hong Shilin yang selalu unggul dari ku, aku jadi gelap mata, iri dan benci pada nya. aku benar-benar menyesal sekarang Junyi!” jawab Hong Xinian.
“Jadi kau akan meminta maaf pada adik mu hem?”
Hong Xinian yang mendengar itu mendongak kan kepala nya dan menatap wajah tampan Hua Junyi.
“Apakah jika aku meminta maaf, Lin'er akan memaafkan semua kesalahan ku Junyi?” lirih Hong Xinian.
“A-aku takut” saat Hong Xinian akan menunduk kan kepala nya Hua Junyi segera menahan nya dan setelah itu mel*mat sebentar bibir Hong Xinian.
Hong Xinian hanya terdiam tidak membalas nya, dia hanya membiarkan apa yang akan di lakukan oleh kekasihnya itu.
Setelah beberapa saat Hua Junyi melepaskan Lum*tan itu dan menyeka bibir Hong Xinian yang sedikit basah karena ulah nya.
.
“Sejak kapan kesayangan ku bisa merasakan takut em?” ledek Hua Junyi.
“Junyi aku sedang tidak bercanda, itu tidak lucu!”
“Siapa yang bercanda? aku mengatakan suatu kebenaran bukan?” Hua Junyi menyunggingkan senyum nya.
“Junyi aku pusing!”
Hua Junyi yang mendengar itu mengernyit kan dahinya.
“Jangan terlalu di pikirkan dan jangan terus menerus menangis, lihatlah kau menjadi pusing kan?!” gerutu Hua Junyi.
__ADS_1
“Tapi, aku sudah merasa pusing sedari kemarin Junyi!” tukas Hong Xinian.
“Apa kau bilang?!” Hua Junyi tersentak kaget mendengar nya “Kenapa kau tidak bilang?” lanjut nya dengan khawatir.
“Mula nya aku pikir hanya pusing biasa dan akan hilang setelah di bawa istirahat, tapi ternyata ini semakin menjadi setelah aku berhenti menangis!” ucap nya dengan jujur.
“Kenapa kau tidak bilang pada ku jika kau sakit Nian'er! sekarang berbaring lah, dan istirahat lah, aku akan pergi dan mengambil obat terlebih dahulu. tidak mungkin bukan jika aku memanggil tabib?!” Hua Junyi mencebik kesal saat mengucapkan kalimat terakhir nya.
Dia benar-benar sangat ingin menikahi Hong Xinian saat ini juga!
Setelah mengucapkan itu Hua Junyi membaringkan tubuh Hong Xinian dan setelah itu menyelimuti nya.
“Aku akan pergi sebentar, beristirahat lah!” ucap nya dan setelah itu mencium sekilas kening Hong Xinian.
Hong Xinian yang mendengar ucapan kekasih nya hanya mengangguk kan kepala nya.
Setelah mendapat respon dari Hong Xinian, Hua Junyi segera pergi dari kediaman Hong Xinian melewati jendela kamar Hong Xinian dan setelah itu menutup nya.
Hong Xinian yang melihat Hua Junyi telah pergi menatap kepergian Hua Junyi dengan sendu.
‘Maafkan aku Junyi, aku janji setelah semua ini selesai aku akan menerima lamaran mu’ batin Hong Xinian dengan lirih.
Dia tahu, bahkan dia sangat tahu keinginan kekasih nya itu jika dia sangat ingin menikah dengan dirinya, tapi karena dulu dirinya yang masih terlibat dendam pada Hong Shilin selalu menolak lamaran kekasih nya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
Nantikan kelanjutan nya nanti malam yah kalo tidak sibuk hehehe😁
Zu dan Hua Junyi itu termasuk tipe pria yang Author sukai hihihi🤣
Saat ini Thor lagi nyari visual yang cocok dulu untuk Junyi, karena Junyi akan jadi pemain tetap disini hihihi🤪🤣
__ADS_1
Jangan lupa like, Comen and vote oke, agar Author nya semakin semangat🤗❤️🤗❤️🤗❤️🤗 ❤️🤗❤️🤗❤️