Time Travel: Jenderal Jia Li

Time Travel: Jenderal Jia Li
Musim Ke-3: Story the King of Black Wolf


__ADS_3

#Dialam bawah sadar Jasmine


Jasmine terdiam dan berdiri dengan menatap sekeliling nya, dimana dia sekarang berada di sebuah ruangan yang bernuansa putih dan hitam.


Dia mengernyit bingung dengan keadaan nya sendiri, bukankah tadi dia berada di kamar nya? lalu kenapa sekarang berada di sini? dan bukankah tadi dia juga sempat berbicara dengan seorang perempuan?.


“Jasmine~” panggil sebuah suara dari arah belakang Jasmine.


Jasmine yang mendengar itu terkesiap dan segera membalikkan tubuhnya.


Seketika tubuhnya kembali menegang melihat siapa yang memanggil nya, dia memundurkan tubuhnya dengan takut sedangkan orang yang memanggil Jasmine tadi menyeringai melihat ketakutan Jasmine.


“Ka-kau? ke-kenapa kau?” Jasmine menghentikan ucapan nya dan menelan saliva nya kasar.


Dia perempuan yang sama dengan yang berada di kamar nya!!.


“Jangan takut Jasmine..” ucap perempuan itu seraya melangkahkan kaki nya mendekati Jasmine.


“Ke-kenapa wajah mu?”


Tidak bisa Jasmine pungkiri, perempuan itu sangat cantik, tubuh nya ramping tapi terkesan sangat menggoda, bulu mata yang lentik, iris mata yang indah tapi terkesan menenggelamkan bagi orang-orang yang menatap nya.


Bibirnya berwarna pink kemerah-merahan tapi sangat menggoda, kulit yang putih pucat dan rambut panjang yang sengaja di geraikan.


Dia kecantikan yang langka menurut nya.


Tapi aneh nya, wajah itu dia mengenali nya.. wajah itu milik nya!!.


Tapi sekarang mereka memiliki perbedaan, perempuan di depan nya ini terurus dan terlihat sangat cantik sedangkan dia tidak!!.


Hanya itu perbedaan nya.


“Perkenalkan nama ku Jasmie.” ucap perempuan itu dengan menyeringai.


Sial nya, kenapa dia harus menyeringai?!! semakin membuat Jasmine takut saja!!.


“Si-siapa kau?” Jasmine mencoba untuk melawan rasa takut nya terhadap gadis yang menyebutkan nama nya sebagai Jasmie itu.


“Aku.. sisi lain dari dirimu Jasmine.” jelas nya dengan lembut.


Jasmine yang mendengar itu terbelalak kaget.


A-apa dia bilang? sisi lain dari dirinya? apa maksud nya?!.


“A-apa ma-maksud mu?” tanya Jasmine dengan gugup dan takut.


Perempuan itu mendengus dingin dan menatap Jasmine dengan tajam.


“Aku adalah dirimu, aku sisi lain yang terbentuk dari rasa sakit, kesepian, keterpurukan, emosi, kesedihan, dan benci mu.” jelas Jasmie dengan dingin.


Jasmine yang mendengar itu terbelalak kaget tak percaya.


“Ba-bagaimana bisa?!” tanya nya tak percaya.


“Khihihi...” Jasmie terkekeh sinis mendengar pertanyaan itu.


“Aku terbentuk tanpa sengaja oleh mu, jadi kau harus menerima aku Jasmine!”


“Tidak!! aku tidak mau!!” tolak Jasmine dengan keras.


Jasmie yang mendengar itu mendatarkan wajah nya.


“Kau tidak bisa menolak!!” Jasmie menyeringai dan setelah itu kegelapan kembali merenggut Jasmine dan akhirnya..


“Ughh.. aww sakit sekali.” keluh Jasmine seraya memegang kepala nya yang terluka.


Jasmine menatap sekitar nya dengan bingung, dia berada di kamarnya? dan dia masih di tempat yang sama dimana dia pingsan? lalu kejadian tadi?.


Jasmine terdiam dengan pikiran yang berkecamuk karena bingung dengan keadaan nya, apakah tadi hanya mimpi? tapi terlihat nyata sekali!.

__ADS_1


“Sebaiknya aku membersihkan diri terlebih dahulu.” gumam Jasmine.


Lalu dia pun bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju tempat pemandian nya yang sangat sederhana itu, dia membersihkan diri dan darah kering yang berada di tubuhnya.


Setelah itu dia mulai mengobati luka di kembali nya dan setelah selesai lalu di perban, ini memang sudah menjadi kebiasaan nya.


Jika terluka dia akan mengobati nya sendiri, dia tidak pernah mengeluh karena memang tidak ada tempat untuk nya menyandar dan mengeluh.


Saat Jasmine telah selesai mengobati luka nya dia memegang perut nya yang terasa perih, dia belum makan sedari pagi karena orang-orang tak memberi nya makan bahkan dia terus di paksa kerja tanpa di suruh istirahat.


“Aku lapar sekali.” gumam Jasmine dengan lirih.


“Huftt..” Jasmine menghembuskan nafas kasar dan berjalan menuju dapur yang memang berada di ruangan yang sama itu.


Jika kalian penasaran dengan kediaman yang di tinggali Jasmine, kediaman itu hanya satu ruangan disana terdapat tempat tidur Jasmine yang hanya terbuat dari kayu bekas, tempat mandi sederhana, dan dapur mereka di jadikan satu.


Bahkan kediaman pelayan dan penjaga di kediaman bangsawan ini lebih baik dari kediaman yang di tempati Jasmine.


Jasmine menatap ke sekeliling nya dan mencari makanan yang bisa dia makan, lalu pandangan nya tidak sengaja melihat makanan semalam yang masih tersisa.


Dia berjalan cepat dan tersenyum tipis, lalu dia segera menghangat kan makanan itu dan setelah selesai membawa nya menuju peraduan nya dan mulai memakan nya.


.


.


.


.


.


.


.


Sedangkan di tempat lain, lebih tepatnya di istana Benedict.


Saat semua orang tengah berbicang dan bercerita sana sini, pangeran Chen hanya terdiam dengan pandangan kosong.


Dia masih mengingat kejadian tadi, dimana dia berdebat dengan nona muda bangsawan Oswald.


Yui yang menyadari itu segera menatap putra pertama nya itu dengan mengernyit bingung.


“Arthur?” panggil Yui dengan lembut.


Pangeran Chen yang mendengar panggilan ayah nya itu segera tersadar dan menatap Yui yang berada di depan nya dengan bingung.


“Ya ayah?”


“Kenapa kau melamun? apakah terjadi sesuatu?” tanya Yui heran.


Jia Li, Fredy, Freya dan Fiona yang mendengar itu segera menatap pangeran Chen bersamaan.


“Apakah benar sayang?” tanya Jia Li.


Pangeran Chen yang mendengar itu terdiam lalu tak lama menggeleng.


“Tidak ayah, bunda.” jawab nya dengan pelan.


“Dia berbohong.” timpal Freya dengan acuh.


Jia Li dan Yui yang mendengar ucapan putri mereka itu saling menatap.


“Chen?” panggil Jia Li dengan lembut.


Pangeran Chen yang sudah mendengar nada bicara bunda nya yang terlihat menuntut itu menghela nafas panjang.


“Ayah, bunda, apakah kalian dekat dengan bangsawan Oswald?” tanya pangeran Chen.

__ADS_1


Jia Li dan Yui yang mendengar itu lagi-lagi mengernyit bingung.


“Apakah mereka membuat masalah dengan mu Chen?” tanya Yui.


Pangeran Chen tak menjawab.


“Kami tidak dekat Chen, tapi ibunda tahu jika keluarga mereka bukan lah keluarga baik-baik.” jawab Jia Li.


“Apalagi nona muda Oswald, Sherina dan Caitlyn mereka terkenal sangat angkuh dan sombong.


Tuan muda nya juga tak kalah angkuh dan sombong, tapi hanya satu yang berbeda dan tidak angkuh serta sombong yaitu Agler Oswald anak terakhir dari tuan Erick dan nyonya Belinda.”


Pangeran Chen yang mendengar itu terdiam dengan bingung.


“Aku pikir keluarga Oswald tempat nya orang-orang angkuh dan sombong saja, tapi ternyata masih ada orang yang waras?” ucap Yui.


Jia Li yang mendengar ucapan suami nya itu menyelis sinis.


“Kau raja nya, tapi kau sendiri tidak tahu?” sindir Jia Li.


Yui yang mendengar itu terkekeh kecil.


“Ayah, bunda, memang nya tuan dan nyonya Oswald memiliki anak berapa?” tanya pangeran Chen.


“Empat.” timpal Fredy yang sedari tadi diam.


Pangeran Chen mengangguk.


“Siapa satu lagi?”


“Denzel Oswald, putra pertama mereka.” jawab Fiona.


Pangeran Chen yang mendengar itu sekali lagi mengangguk, jadi dua perempuan yang bermasalah dengan mereka itu masih memiliki saudara lain.


“Chen, kenapa kau menanyakan keluarga mereka?” Jia Li bertanya dengan penuh kecurigaan.


Pangeran Chen menggeleng “Hanya bertanya saja bun.” jawab pangeran Chen.


“Yakin?”


Pangeran Chen mengangguk.


“Oh jangan bilang kakak menyukai salah satu nona muda bangsawan Oswald itu?.” selidik Fiona.


Pangeran Chen yang mendengar itu terkesiap begitupun yang lain.


“Chen apakah benar? Bunda akan menentang nya!!” tentang Jia Li dengan ketus.


Pangeran Chen segera menggeleng dengan cepat, enak saja!!


“Tidak bunda! bahkan Chen tidak mengenal mereka!!.” sergah pangeran Chen.


Jia Li yang mendengar itu menghela nafas lega.


“Untung saja...” Jia Li menghela nafas lega dan tersenyum tipis.


Yui yang melihat kelegaan di wajah istrinya itu menggeleng pelan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like comen and vote🤩🤩💗💗.


Nanti Author kasih visual mereka, masih nyari yang cocok hehehe.


__ADS_2