Time Travel: Jenderal Jia Li

Time Travel: Jenderal Jia Li
Eps 24 "Awal Kehancuran"


__ADS_3

Saat Jia Li, Jingmi dan rombongan prajurit yang membawa permaisuri Annchi dan putri Liu Yin tiba di paviliun putri Liu Mei,


Jia Li menyuruh para prajurit itu mengikat mereka di kursi, Tentu saja mereka mematuhi ucapan putri Liu Mei mereka tak mau disiksa oleh putri Liu Mei karena tak mematuhi ucapan nya, Bagaimana pun sekarang putri Liu Mei sudah sangat berubah menjadi menyeramkan!!


"Ikat mereka di kursi itu" perintah Jia Li pada prajurit yang membawa permaisuri Annchi dan putri Liu Yin.


"Kau jalangg! apa yang ingin kau perbuat pada kami?!" ucap permaisuri Annchi, Sejujurnya dia sedikit takut pada putri Liu Mei dia takut putri Liu Mei menyiksa mereka.


"Kau sebaiknya diam saja, nikmatilah waktu mu dengan sebaik-baiknya sebelum kau masuk dalam permainan ku" ucap Jia Li dengan dingin seraya duduk pada kursi di hadapan permaisuri Annchi dan putri Liu Yin.


"Kalian para prajurit pergilah tugas kalian sudah selesai, Dan Jingmi tolong ambilkan pedang, pisau serta cambuk" ucap Jia Li memberi perintah, Jingmi yang mendengar putri Liu Mei meminta benda-benda mengerikan itu hanya bisa membeku ditempat nya.


"Ta..tapi putri, un..tuk apa benda-benda itu?" tanya Jingmi dengan terbata-bata


"Kau jangan banyak bertanya turuti saja perintah ku!" ucap Jia Li dengan dingin dan menatap tajam pada Jingmi.


Jingmi yang mendapat tatapan tajam itu hanya bisa menelan Saliva nya dengan susah payah, ia pun segera pergi dari ruangan itu dan mengambil apa yang di perintahkan oleh putri Liu Mei.


Permaisuri Annchi dan putri Liu Yin yang mendengar ucapan putri Liu Mei tadi hanya bisa mengeluarkan keringat dingin mereka merasa takut setelah mendengar benda-benda yang di ucapkan putri Liu Mei pada Jingmi, sekarang firasat mereka benar-benar buruk!


Tak lama Jingmi membawa benda-benda itu dan memberikan nya pada Jia Li, tentu saja Jia Li menerima nya dengan senyuman yang mengembang di wajah nya, jujur saja dia sangat-sangat merindukan menyiksa orang , apalagi orang-orang seperti permaisuri Annchi dan putri Liu Yin!


Jia Li mengambil pisau yang dibawa oleh Jingmi, pisau itu benar-benar tajam dan mengkilat sampai-sampai bayangan Jia Li terlihat di pisau itu.


'Jiwa Psyco ku meronta-ronta hahaha' batin Jia Li dengan senyuman yang mengembang di wajah nya, permaisuri Annchi, putri Liu Yin serta Jingmi yang melihat senyuman putri Liu Mei hanya bisa bergidik ngeri.


'Ini tidak baik' batin mereka


"K..kau jalangg m..mau a..apa ka..kau?" ucap putri Liu Yin dengan terbata-bata, sungguh ini sangat mengerikan!!


"Mau apa? Hey gadis bodoh! Apa kau tak melihat aku sedang memegang pisau. Jika aku sedang memegang pisau itu artinya aku akan melakukan apa hah?" ucap Jia Li dengan dingin.


"Ka..kau ja..jangan ma..macam-macam jalangg!" ucap permaisuri dan putri Liu Yin secara bersamaan.


"Ckck..kalian ini sedang di situasi seperti ini masih saja mengatai ku jalangg, Oh sepertinya aku harus memotong lidah kalian dulu agar kalian tak bisa berbicara lagi, Wow itu sangat menyenangkan" ucap Jia Li dengan bersorak gembira membayangkan ia sedang memotong lidah mereka berdua.

__ADS_1


Tentu saja permaisuri, putri Liu Yin dan Jingmi yang mendengar itu menjadi pucat pasi, Oh ayolah ini tidak lucu bukan!


"Kau..Akhhh" ucapan putri Liu Yin terpotong karena Jia Li Tiba-tiba menggores pipi nya menggunakan pisau tadi, tentu saja mereka terkejut dan menjadi gemetar ketakutan bahkan Jingmi sudah terduduk dilantai karena melihat kejadian tersebut.


"Apa? Kenapa tak melanjutkan ucapan mu hem? Tadi aku hanya mengetes ketajaman pisau ini saja, tapi ternyata pisau ini benar-benar tajam dan lihatlah pipi mu sekarang mengeluarkan darah hihi" ucap Jia Li dengan tertawa kecil.


"Kau, jangan sakiti anakku sialan!" ucap permaisuri dengan keras setelah tersadar dari keterkejutan nya.


"Oh ayolah kenapa aku tak boleh menyakiti anakmu hem? Dia saja boleh menyakiti ku terus menerus kenapa aku tak boleh? Itu tak adil!!" ucap Jia Li dengan nada yang dibuat-buat marah.


"Kau pantas mendapatkan itu...Akhhh" tiba-tiba Jia Li menggores pipi permaisuri Annchi hingga ia tak melanjutkan perkataan nya.


"Sialan kau jalangg!!" ucap permaisuri dan putri Liu Yin dengan bersamaan.


"Hei.. kalian sedari tadi berbicara dengan bersamaan terus ini sungguh harmonis" ucap Jia Li dengan senyum yang terus mengembang diwajah nya, sekarang ini ia sangat-sangat bahagia.


Setela itu Jia Li menyimpan pisau yang ia pegang pada tempat nya yang tadi dibawa oleh Jingmi setelah itu ia mengambil barang lainnya yaitu cambuk.


Tentu saja permaisuri dan putri Liu Yin yang melihat itu semakin ketakutan, perasaan nya benar-benar buruk sekarang.


"Tapi sepertinya akan sangat sulit jika aku mencambuk kalian dengan posisi seperti itu, hemmm baiklah, Prajurit!" ucap Jia Li dengan suara agak keras memanggil prajurit yang berjaga di depan pintu.


Saat para prajurit itu mendengar panggilan Jia Li dari dalam mereka pun bergegas masuk dengan tergesa-gesa.


"Iya putri" ucap mereka serempak dengan menunduk hormat.


"Lepaskan ikatan mereka dari kursi itu, Lalu biarkan mereka duduk di bawah" perintah Jia Li.


"Baik putri" setelah itu mereka pun melakukan apa yang Jia Li perintah kan.


Permaisuri dan putri Liu Yin yang melihat itu semakin ketakutan, setelah mereka duduk dibawah dan para prajurit itu pergi semakin membuat mereka takut apalagi saat ini putri Liu Mei tengah mengayun-ayunkan cambuk yang ia pegang dengan senyum iblis nya.


Seperti nya apa yang putri Liu Mei katakan benar, ini awal kehancuran bagi mereka berdua!!


"Baiklah aku tak ingin bertele-tele lagi sebaiknya kita serius sekarang, Jingmi apa kau akan tetap terus disini untuk melihat pertunjukan yang akan terjadi atau akan pergi keluar saja?" tanya Jia Li dengan wajah datar dan dinginnya lagi, ia tak ingin membuat Jingmi menjadi takut karena melihat siksaan yang akan ia berikan pada kedua wanita sialan ini.

__ADS_1


Jingmi yang mendapat pertanyaan dari putri Liu Mei pun menjadi tersadar dari lamunan nya akhirnya ia memilih untuk menunggu diluar saja, ia tak akan sanggup bila terus berada di ruangan itu.


Setelah Jingmi keluar akhirnya Jia Li memulai aksi nya sungguh ia tak memberi ampun pada kedua wanita itu.


"Saatnya dimulai nikmatilah" ucap Jia Li dengan senyum iblisnya.


Ctarrr... Ctarrr...


"Akhhhh.. Akhhhh.."


"Ini untuk kau yang selalu menyiksa diriku Liu Yin sialan"


Ctarrr.. Ctarrr..


"Akhhh... Akhhh.."


"Ini untuk kau yang telah merusak kebahagiaan keluarga ku Annchi sialan"


Ctarr.. Ctarrr.. Ctarrr.. Ctarrr..


"Akhhhh... Akhhhh..."


"Ini untuk kalian yang telah membunuh ibuku"


'Dan membunuh Liu Mei' lanjutnya di dalam hati.


Para prajurit dan Jingmi yang mendengar suara cambukan dan teriakan memilukan dari dalam ruangan itu hanya bisa gemetar ketakutan, mereka tak menyangka putri Liu Mei yang dulu tak bisa apa-apa bahkan sampai disebut sampah sekarang sangat menyeramkan seperti ratu iblis yang baru saja bangkit dari kematian.


Saat Jia Li melihat mereka berdua sudah lemah tak berdaya Jia Li segera menghentikan aksi cambuk nya, saat ini penampilan mereka berdua sangat memprihatinkan hanfu yang telah kotor karena ternodai oleh darah yang keluar dari hasil cambukan Jia Li, rambut yang acak-acakan, sungguh sudah tak mencerminkan sebagai seorang permaisuri dan putri.


"Ckck... kalian sangat lemah sekali, baru dicambuk beberapa cambukan saja sudah tepar, benar-benar mengecewakan" ucap Jia Li berdecak kesal dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ka..kau wa..wanita si..sialan" ucap permaisuri Annchi dengan susah payah karena menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


"Wow kau masih bisa berbicara? Haha bagus bagus, lihatlah anak kesayangan mu itu sudah tak bisa berbicara bahkan untuk bergerak pun sangat kesusahan hahaha" ucap Jia Li dengan tatapan kagum, sebenarnya bukan tatapan kagum sih ya jadi karena jiwa Psyco nya muncul jadi ya gitu kalian tau lah hehe.

__ADS_1


--------------------------------------


__ADS_2