Time Travel: Jenderal Jia Li

Time Travel: Jenderal Jia Li
122 "Permintaan"


__ADS_3

Keesokan harinya Jia Li terbangun lebih dulu karena merasakan mual di perut nya, dia pun keluar kediaman dengan terburu-buru dan mulai muntah-muntah di samping kediaman nya, para pelayan yang melihat itu mengikuti Jia Li dengan cemas dan mulai menanyakan keadaan nya


“Putri kau tidak apa-apa?” tanya salah satu pelayan dengan cemas


“Aku hoek hoek” Jia Li masih terus muntah-muntah tapi hanya air yang keluar


“Sayang kau kenapa?” Yui bertanya dengan khawatir dan memijit leher belakang Jia Li


Setelah merasa enakan Jia Li pun berdiri tegap dan tersenyum lemah


“Aku tidak apa-apa tenanglah”


“Baiklah ayo kita masuk kedalam”


Jia Li hanya mengangguk sebagai jawaban, dan Yui pun melingkar kan tangan nya pada pinggang Jia Li


Para pelayan yang sempat mengikuti Jia Li sudah kembali ke aktivitas masing-masing, Jia Li dan Yui yang sudah masuk kembali mulai melakukan aktivitas masing-masing, Yui yang membersihkan diri dan Jia Li yang menyiapkan pakaian untuk Yui pakai.


Sebenarnya itu adalah tugas seorang pelayan tapi Jia Li tidak mau hal itu di lakukan oleh pelayan, dia ingin yang melakukan itu dia Karena itu salah satu tugas seorang istri melayani suami nya.


Setelah Yui selesai dan dia juga sudah selesai membantu Yui memakai pakaian nya, Jia Li berjalan menuju pemandian dan mulai membersihkan diri, saat sudah selesai dia pun memakai pakaian nya khas seorang putri di kerajaan Benedict, ya kerajaan Benedict dan kekaisaran memiliki pakaian yang sangat berbeda, jadi Jia Li tidak memakai hanfu yang sangat menyusahkan lagi.


Saat Jia Li selesai memakai pakaian nya tiba-tiba dia memiliki ide di dalam otak cantik nya, entah kenapa dia jadi sangat ingin suami nya itu melakukan sesuatu untuk nya.


Setelah itu dia pun mengangkat kepala nya dan melihat ke arah Yui yang sedang berjalan ke arahnya, Jia Li tersenyum manis melihat Yui sedangkan Yui mengernyit heran, ada apa?


“Sayang aku akan melanjutkan kembali rapat kemarin yang tertunda, kau tidak apa-apa kan aku tinggalkan sendiri?” tanya Yui dengan lembut dan mengusap wajah cantik Jia Li

__ADS_1


“Tidak apa-apa, pergilah” Jia Li memasang senyum termanis nya


“Kenapa sedari tadi kau tersenyum terus?” Yui bertanya dengan heran


“Tidak kenapa-kenapa, memang nya tidak boleh?”


“Bukan begitu”


“Sudahlah, sana berangkat aku juga ingin bertemu dengan Chloe, Ella dan Jolicia”


“Memang nya kau sudah baikan?”


“Sudah”


“Ya sudah aku berangkat, cup~” Yui mengecup bibir Jia Li sekilas dan setelah itu keluar dari kamar nya


Sedangkan Yui selama perjalanan nya menuju ruang rapat perasaan nya menjadi tidak enak, entah kenapa dia merasa setelah ini akan terjadi sesuatu pada nya, apalagi melihat senyum manis Jia Li yang menurut nya mengandung ancaman!


Saat Jia Li melihat ketiga putri Benedict itu berada di taman Jia Li pun menghampiri mereka, saat ketiga putri itu melihat kedatangan Jia Li mereka pun bangkit berdiri


“Kakak ipar kenapa kau kemari? apa kau sudah baikan?” tanya putri mahkota Chloe


“Aku sudah baikan” Jia Li tersenyum menatap mereka


“Baiklah mari duduk jangan terus berdiri” Ella menarik tangan Jia Li dan mereka pun duduk kembali


“Itu-- bisakah aku meminta bantuan kalian?” Jia Li bertanya dengan tidak enak hati

__ADS_1


“Bantuan? bantuan apa kak?” Jolicia mengernyit bingung


“Bisakah kalian mengantar ku ke pasar? aku ingin membeli sesuatu” tanya Jia Li


“Kakak ingin membeli apa? kita bisa menyuruh pelayan” ucap Ella


“Tidak! jangan! aku hanya ingin membeli pakaian”


“Pakaian untuk apa?” tanya Chloe


“Eh itu-em”


“Kak kau kenapa?” tanya Jolicia heran


Jia Li yang melihat mereka sangat penasaran pun akhirnya menghela nafas pasrah, sepertinya dia harus mengatakan pada mereka rencana nya


“Baiklah begini aku..........”


Setelah Jia Li menyelesaikan ucapannya mereka bertiga pun saling melirik dan setelah itu tertawa terbahak-bahak, mereka tidak menyangka kakak ipar nya memiliki permintaan seperti itu


“Apakah itu permintaan Benedict junior kak? hahaha” Ella tertawa terbahak-bahak


Jia Li yang mendengar itu menyengir canggung.


“Emm ya, apakah kalian mau membantu ku?” Jia Li mengeluarkan puppy eyes nya agar mereka mau membantu nya


“Hahaha baiklah-baiklah aku juga ingin melihat nya nanti” ucap Chloe menyetujui permintaan Jia Li

__ADS_1


“Terimakasih” Jia Li tersenyum manis karena permintaan nya di setujui


__ADS_2