Time Travel: Jenderal Jia Li

Time Travel: Jenderal Jia Li
Musim Ke-3: Story the King of Black Wolf


__ADS_3

“Lalu.. lalu kau sendiri kenapa bisa mengikuti ku?” Jasmine balik bertanya pada Arlen.


Pangeran Chen yang mendengar itu melirik ke arah gadis cantik di samping nya itu.


“Aku tidak mengikuti mu, kau terlalu percaya diri sekali!” elak pangeran Chen tanpa menatap Jasmine yang sekarang sudah mengerutkan keningnya.


“Oh, benarkah?” ejek Jasmine dengan wajah menyebalkan nya.


Pangeran Chen yang melihat jika Jasmine tidak mempercayai ucapan nya menjadi gelagapan, dia segera memikirkan cara agar Jasmine tidak lagi bertanya tentang hal itu.


“Kau.. Kau dapat dari mana pedang itu?” pangeran Chen mengalihkan pembicaraan mereka dengan bertanya tentang pedang yang di miliki Jasmine.


Jasmine segera mengikuti arah tunjuk pangeran Chen, saat itu juga dia dapat melihat pedang nya masih tergeletak di atas peraduan.


“Oh itu, aku.. aku mendapatkan nya dari toko yang menjual pedang-pedang berada, saat itu aku melihat pedang itu begitu cantik dan menarik jadi aku membeli nya.” jawab Jasmine dengan sedikit gugup.


Pangeran Chen yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya, dia segera bangkit berdiri dan berjalan menuju peraduan untuk mengambil pedang Jasmine.


Setelah sampai dan pedang itu berada di tangan nya pangeran Chen kembali berjalan menuju kursi itu, dia menaruh pedang Jasmine di atas meja dan dia juga menaruh pedang nya di samping pedang Jasmine.


Jasmine terdiam dengan menatap kedua pedang itu bingung, setelah pangeran Chen duduk segera Jasmine menatap pangeran Chen meminta penjelasan.


“Ini.. bagaimana bisa?” tanya Jasmine dengan bingung.


“Sama bukan?” bukan nya menjawab pangeran Chen malah melemparkan pertanyaan pada Jasmine.


Jasmine mengangguk.


“Di pedang mu apakah ada sebuah tulisan?”


Lagi-lagi Jasmine mengangguk.


“Ya ada, Queenie Jennifer GH. Itu tulisan nya.” jawab Jasmine seraya menunjukkan tulisan kecil di kepala ukiran naga.


Pangeran Chen yang mendengar itu menatap Jasmine dengan tanda tanya besar di benak nya, kenapa tulisan di pedang nya dengan pedang Jasmine beda?.


“Bukankah Queenie Jennifer, adalah nama mu saat menyewa kamar ini?” tanya pangeran Chen.


Jasmine tersenyum “Benar Arlen, aku mengganti identitas ku dengan nama itu. Ibu ku juga pernah mengatakan padaku, jika suatu hari aku memutuskan untuk pergi dari keluarga Oswald aku harus mengganti identitas ku dengan nama Queenie Jennifer”


Setelah mengucapkan itu Jasmine kembali menatap kedua pedang itu, sedangkan pangeran Chen masih terdiam dengan wajah bingung nya.


“Lalu, apakah di pedang mu ada tulisan nya Arlen?” pertanyaan tiba-tiba dari Jasmine itu sedikit membuat pangeran Chen terkesiap kaget.


Dia segera menormalkan wajah nya kembali dan mengangguk menjawab pertanyaan Jasmine.


“Benar.” jawab nya dengan dingin.


“Apa tulisan nya?” tanya Jasmine dengan penasaran.


“We were created to complement each other, Our souls are one, King and Queen. (Kita di ciptakan untuk saling melengkapi, Jiwa kita satu, Raja dan Ratu.)” pangeran Chen mengucapkan tulisan yang berada di pedang nya dengan menatap Jasmine datar.


Entah kenapa dia merasa, jika di balik tulisan itu memiliki arti yang tidak biasa.


“Kita di ciptakan untuk saling melengkapi, Jiwa kita satu, Raja dan Ratu?!.” Jasmine dan pangeran Chen secara bersamaan mengulangi kata-kata itu.


Mereka saling menatap dengan wajah yang begitu penasaran, bahkan mereka sampai tidak sadar jika mereka menunjukkan ekspresi wajah yang sama dan saling mengernyit.

__ADS_1


“Apakah pedang ini milik raja dan ratu Benedict?” celetuk Jasmine.


Pangeran Chen yang masih berpikir keras segera tersadar mendengar celetukan itu, dia menatap Jasmine dengan wajah pias nya.


“Bisa kau tidak bercanda di saat seperti ini?” tanya pangeran Chen dengan dingin.


Jasmine yang mendengar itu mendengus kesal dan mengerucutkan bibirnya.


“Aku kan hanya bertanya.” gumam nya dengan kesal tapi masih di dengar oleh pangeran Chen.


“Tapi, apa kau berpikiran sama dengan ku? jika tulisan ini memiliki arti yang tidak biasa?” tanya Jasmine dengan menyenderkan tubuhnya.


Pangeran Chen yang mendengar itu mengangguk seraya menekan pelipis nya, dia pun menyenderkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar itu.


“Aku juga berpikiran seperti itu, Jiwa kita satu? Raja dan Ratu?.” gumam pangeran Chen.


“Apakah maksud dari tulisan itu adalah..


'Kita di ciptakan untuk saling melengkapi'


Bukankah sebagai manusia itu wajar jika kita memiliki pasangan?


Mungkin maksud dari ucapan itu, pedang itu di ciptakan karena memang dasarnya untuk saling melengkapi pedang satunya.


Mereka kembar bukan? jadi otomatis mereka itu satu dan mereka ada untuk saling melengkapi.


Dan untuk 'Jiwa kita satu' Ya, mungkin itu mereka itu satu jadi otomatis jiwa mereka satu, jika mereka mempunyai jiwa tapi..


Dan untuk 'Raja dan Ratu' mungkin mereka berdua di ibaratkan sebagai Raja dan Ratu pemilik pedang ini.” jelas Jasmine dengan spontan.


Dia hanya mengucapkan apa yang dia pikirkan.


“Jadi maksud mu? Mereka itu memang di ciptakan untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing, karena memang mereka itu satu jiwa jadi otomatis mereka itu satu? dan arti Raja serta Ratu yang kau maksud itu ibarat nya pemilik kedua pedang itu? begitu?” pangeran Chen menyimpulkan apa yang sudah di ucapkan oleh Jasmine dengan dingin.


Jasmine segera mengangguk dengan cepat.


“Seperti nya.” dia menjawab dengan keraguan yang terlihat jelas di ucapan nya.


Pangeran Chen yang mendengar itu menghembuskan nafas dengan kasar.


“Tapi ngomong-ngomong, bisakah kau tidak berkata dengan suara dingin? kau sudah seperti pangeran Arthur saja.” Jasmine tanpa sadar mengerucutkan bibirnya setelah meminta Arlen untuk tidak berkata dingin.


Dia tidak tahu saja, jika pria di samping nya itu adalah orang yang dia sebutkan tadi.


Sedangkan pangeran Chen yang mendengar itu tanpa sadar menegakkan tubuhnya, dia menatap Jasmine yang sedang menatap kedua pedang itu masih dengan bibir yang mengerucut.


Diam-diam pangeran Chen menarik sisi bibirnya membentuk sebuah senyum tipis yang jarang di lihat orang, dia kembali menyenderkan tubuhnya masih dengan senyum tipisnya.


“Bodoh! orang yang kau maksud berada di depan mu! apakah dia tidak mengenali ku? jika aku pangeran Arthur yang dia maksud?” batin pangeran Chen dengan terkekeh geli di dalam hati nya.


“Aku memang seperti ini.” jawab pangeran Chen setelah sedari tadi diam.


Jasmine berdecih mendengar itu.


“Aku menjadi kasihan pada calon istri mu kelak, karena memiliki suami yang dingin nya melebihi musim dingin.” ejek Jasmine.


Bibir pangeran Chen yang mendengar itu menjadi berkedut, sialan! gadis ini mengejek nya?!.

__ADS_1


“Dan aku pastikan, istri ku kelak tidak akan mendapatkan kasihan dari mu. Karena dia akan bersyukur dan sangat beruntung memiliki suami seperti ku!” balas pangeran Chen dengan sinis.


“Percaya diri sekali! apa yang akan dia beruntung kan mendapatkan suami seperti mu hah?”


“Aku tampan, aku kaya. Jadi dia akan sangat beruntung memiliki ku!” pangeran Chen menjawab dengan cepat.


Lagi-lagi Jasmine berdecih mendengar itu.


“Untuk apa tampan dan kaya jika tidak setia, lebih baik mendapatkan suami yang sederhana tapi terjamin kebahagiaan lahir dan batin nya!” jawaban ketus Jasmine membuat pangeran Chen kalah telak.


Apa Jasmine pikir dia tidak setia? enak saja!.


.


.


.Gess, kalian sadar ga sih nama-nama laki-laki di novel ini berawalan huruf A Semua khihihi🤭🤭 Arthur, Arlen, Arsenio, Ansel dan Agler. 5A🤣🤣


.


.


→→→→


Biarkan waktu yang menjawab, jika aku benar-benar mencintai mu! -King Black Wolf-


"Kau benar-benar Arogant!" -Jika tidak Arogant aku tidak akan bisa mendapatkan mu!" -King Black Wolf-


.


.


.


.


.


.


Happy New Year All🥳🥳🥳🥳


Semoga di tahun yang baru ini, kita bisa mendapatkan apa yang tidak bisa kita dapatkan di tahun 2020, impian-impian yang belum tercapai aku doa kan semoga tercapai di tahun 2021.


Semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian ya? selalu jaga kesehatan nya. Love you all💙😚.


Sudah enam bulan Othor menemani kalian dengan cerita-cerita Othor yang tidak seberapa bagus nya ini, Othor harap kalian tidak bosan ya. karena rencana nya Othor ingin menamatkan cerita ini dan cerita Devin serta Freya di bulan Januari.


.


.


.


Hehehe biarkan Othor yang mengucapkan yang pertama kali untuk kalian khihihi, walaupun masih ada beberapa jam lagi.


Karena Othor nanti malem ada acara jadi, tidak bisa mengucapkan nanti malem untuk kalian.

__ADS_1


Tidak apa-apa ya? hehehe🤭🤭.


__ADS_2