Time Travel: Jenderal Jia Li

Time Travel: Jenderal Jia Li
Musim Ke-3: Story the King of Black Wolf


__ADS_3

Setelah kejadian itu saat ini semua anggota keluarga Benedict sedang berada di ruang keluarga, pangeran Chen masih tetap menempel pada Jia Li.


Dia benar-benar merasa sangat bersalah karena sudah membuat bunda nya menangis, bahkan pangeran Chen duduk di bawah lantai dan menaruh kepala nya di atas paha Jia Li.


Dia memejamkan mata nya mencoba menenangkan pikiran nya, dan semua keluarga nya yang melihat tingkah manja King dari Black Wolf itu hanya bisa menggeleng pelan.


Jabatan nya tak sesuai dengan sifat nya, itu lah yang saat ini mereka pikirkan.


“Apa Chen akan mencari gadis itu lagi?.” tanya Jia Li dengan lembut dan mengelus kepala putra nya itu.


Pangeran Chen tak menjawab, dia hanya mengangguk saja.


“Akan mencari kemana?.” tanya Jia Li lagi.


Pangeran Chen menggeleng.


“Sebaiknya kau hentikan saja pencarian gadis itu, dia seperti nya benar-benar bersembunyi di tempat yang tidak bisa kau temui tempat nya.” saran Yui dengan menatap pangeran Chen.


Pangeran Chen yang mendengar itu segera menegakkan tubuhnya, dia menatap Yui dengan tatapan tak terima nya.


Dan Yui yang melihat itu memicingkan matanya.


“Apa?.” tanya Yui dengan nada menantang.


Pangeran Chen terdiam lalu menggeleng, dia kembali menaruh kepala nya pada paha Jia Li.


Jia Li yang melihat Yui seperti itu memukul pelan lengan nya, sedangkan Yui hanya mendengus.


“Kau ini?!.” ucap Jia Li tertahan.


“Aku masih kesal dengan anak itu, dengan enak nya dia memaki anak buah nya tidak becus padahal dia sendiri juga lebih tidak becus.” gerutu Yui dengan kesal.


Semua keluarga Benedict yang mendengar gerutuan itu terkekeh, sedangkan Jia Li menggelengkan kepalanya.


Jia Li mengelus kepala pangeran Chen dengan pelan.


Dua bulan kemudian..


Sudah dua bulan pangeran Chen mencari keberadaan Jasmine, tapi masih belum bisa dia temukan keberadaan nya.


Pangeran Chen sampai putus asa di buat nya, padahal dia sudah di bantu oleh orang-orang yang berada di belakang keluarga Grissham.


Tapi tetap saja, nihil.


Bahkan tuan Grissham sampai turun tangan sendiri, dia mencari Jasmine bersama dengan pangeran Chen, Arsenio dan Ansel.


“Kau dimana?.” lirih pangeran Chen dengan pelan lalu dia kembali meminum arak nya.


Dia benar-benar di buat frustasi dengan menghilang nya Jasmine.


Tao yang melihat King nya sudah benar-benar mabuk hanya bisa terdiam, dia juga sangat prihatin dengan kondisi tuan nya.


Semenjak menghilang nya gadis itu tuan nya benar-benar banyak berubah, dia menjadi pendiam, dingin, tak tersentuh dan pemabuk.


Sebelumnya tuan nya itu hanya sesekali meminum minuman memabukan itu, tapi sekarang? bahkan setiap hari tidak pernah telat.


Lalu tak lama datang seorang pria tampan yang sangat Tao kenali.


“Ada apa Dai?.” tanya Tao setelah Dai sampai di samping nya.

__ADS_1


Dai menoleh.


“Tadi nya aku hanya ingin melaporkan tentang Fiona pada King, tapi melihat kondisi King sekarang aku mengurungkan nya.” jawab Dai dengan menatap pangeran Chen.


“Kau bilang saja pada ku, biar nanti aku sampaikan pada King.”


Dai mengangguk.


“Saat ini Fiona sedang mengincar seorang pria, dia tangan kanan pangeran Qiancheng.” jelas Dai.


Tao mengangguk “Kau terus awasi saja putri Fiona, jangan sampai terjadi apa-apa pada nya.”


Dai mengangguk lalu dia pun pergi dari kediaman pangeran Qiancheng.


Brukk


Kepala pangeran Chen ambruk di atas meja, dia terlelap setelah minuman itu berhasil menumbangkan nya.


Tao segera membawa tubuh tuan nya ke atas peraduan lalu menidurkan nya.


“Aku tidak akan pernah melepaskan mu jika aku menemukan mu, aku akan membuat mu hidup dalam kekangan ku Mine!!.” gumam pangeran Chen dengan lirih.


Tao menggeleng mendengar nya, seperti nya tuan nya ini sudah benar-benar sangat terobsesi pada gadis itu.


Setelah membersihkan semua kekacauan yang di buat tuan nya, Tao pun pergi dari sana dia berjaga di luar.


Sedangkan di tempat lain..


“Jennifer?.” panggil seseorang dengan keras.


“Jennifer, dimana kau nak?.” panggil nya lagi.


“Iya nek, Jennifer datang.” jawab nya dengan keras lalu berlari.


“Dari mana saja kau hem? Gadis nakal!!.” ucap si nenek dengan menjewer telinga Jennifer.


“Aww, ampun nenek aku kan hanya mencari buah-buahan saja, lihat??.” Jennifer memperlihatkan buah-buahan yang dia ambil dari samping rumah nya.


Si nenek tersenyum lalu dia pun mengelus rambut Jennifer


“Kau ini!.” si nenek menggeleng pelan.


“Hehehe.” Jennifer hanya bisa cengengesan saja.


“Ayok masuk.” Jennifer mengangguk lalu mereka pun berjalan masuk.


“Kakekkk lihat apa yang Jenni bawaa..” teriak Jennifer saat dia sudah berada di dalam.


“Oww, apa yang cucu kakek bawa? seperti nya kakek tau.” jawab seorang pria paruh baya dari arah belakang.


Jennifer kembali memamerkan buah-buahan nya.


“Kau ini, kenapa selalu mendapatkan buah-buahan?.” tanya si kakek dengan heran.


Pasal nya buah-buahan yang berada di samping rumah mereka sudah tak berbuah, lalu dari mana Jennifer mendapatkan buah-buahan itu?.


“Jenni itu pintar kakek, jika hanya mencari buah-buahan saja itu masalah kecil.” jawab Jennifer dengan sombong.


Lalu dia pun menaruh semua buah-buahan itu ke tempat nya setelah mencuci nya, si kakek dan nenek yang mendengar itu menggeleng seraya terkekeh.

__ADS_1


Menurut mereka, Jennifer itu gadis yang penuh dengan misteri.


Walaupun bukan cucu kandung mereka berdua, mereka sangat menyayangi Jennifer.


Jennifer itu pelengkap hidup mereka, karena di saat mereka tak di inginkan oleh anak-anak mereka tuhan mempertemukan mereka dengan Jennifer kala itu.


Dua bulan yang lalu saat mereka baru saja pulang dari pasar itu kota, mereka menemukan gadis cantik itu sudah terbaring di jalan pinggir hutan dengan bersimbah darah.


Saat mereka melihat itu mereka segera memeriksa apakah gadis itu masih hidup atau tidak, dan beruntung nya saat itu masih ada nafas dan denyut nadi nya.


Mereka segera bermalam di hutan itu dan merawat gadis itu hingga akhirnya beberapa hari kemudian gadis itu pun sadar.


Saat mereka tanya gadis itu kenapa bisa terluka dia hanya menggeleng, bahkan dia tidak ingat siapa dirinya dan nama nya.


Akhirnya mereka pun memutuskan untuk merawat dan mengangkat gadis itu menjadi cucu mereka, lalu memberikan nama Queenie Jennifer Lawrence.


Lawrence adalah marga si nenek.


Sedangkan Queenie Jennifer mereka ambil dari nama pedang yang mereka yakini milik Jennie.


“Sebenarnya dia siapa kek? apakah Jennie masih belum mengingat jati dirinya?.” tanya nenek dengan pelan pada kakek.


Kakek menoleh, dia tersenyum lalu kembali menatap Jennie.


“Seperti nya belum nek, biarkan saja jika suatu hari Jennie mengingat semua nya, kita hanya bisa melepaskan nya saja dan berdoa semoga dia bahagia.” ucap tulus si kakek.


Nenek pun mengangguk.


“Jennie sudah aku anggap seperti cucu ku kek, di saat semua anak kita tak menganggap kita.


Jennie adalah satu-satunya orang yang bisa membuat diriku sedikit melupakan kekejaman anak-anak kita.” lirih nenek dengan berkaca-kaca.


“Ssttt, kita sudah memiliki Jennie jangan bersedih.” ucap kakek menenangkan istri nya itu lalu mengelus punggung nya.


“Kakek, nenek, buah nya sudah siap.” teriak Jennifer lalu dia pun membalikan tubuhnya.


“Loh?.” Jennie terdiam lalu dia segera berjalan cepat menuju nenek dan kakek nya.


Dia menaruh piring buah-buahan nya pada meja, lalu segera berjongkok di hadapan nenek.


“Nenek kenapa? kenapa menangis?.” tanya Jennifer dengan menghapus air mata si nenek.


Si nenek hanya menggeleng lalu memeluk Jennifer.


“Berjanjilah Jennie tidak akan pernah meninggalkan nenek dan kakek ya?.” pinta nenek dengan terisak.


Jennie terdiam lalu dia membalas pelukan nenek dan mengangguk.


“Iya nek, Jennie janji.”


Lalu nenek pun melepaskan pelukan nya dan tersenyum.


“Kau cucu kesayangan kami.”


Jennie tersenyum lalu mereka pun mulai memakan buah yang sudah Jennie siapkan, dengan sedikit berbincang dan di selingi tawa karena ulah konyol yang selalu Jennie lakukan.


////


Tega banget sih ada anak yang ga nganggep orang tua nya, minta di bom kepala nya kaya nya.

__ADS_1


__ADS_2