Time Travel: Jenderal Jia Li

Time Travel: Jenderal Jia Li
Musim Ke-3: Story the King of Black Wolf


__ADS_3

Setelah ketiga gadis berbeda nasib itu sampai di kediaman bangsawan Oswald, kedua gadis yang ber-make up tebal yang bernama Sherina Oswald dan Caitlyn Oswald segera pergi mencari tuan dan nyonya Oswald untuk mengadukan kejadian tadi.


Sedangkan gadis yang tadi di maki oleh mereka hanya bisa mengikuti kedua gadis itu dalam diam, jika kalian bertanya siapa nama nya maka dia bernama Jasmine Oswald.


Setelah mereka sampai di tempat biasa keluarga mereka berkumpul, mereka pun segera memasuki ruangan itu dengan kekesalan yang tidak mereka sembunyikan.


“Ayah, ibu, kakek..” panggil Sherina dengan kesal.


Tuan besar Oswald, tuan dan nyonya Oswald yang mendengar suara seseorang yang sangat mereka kenal memanggil mereka, mereka pun segera serempak menengok ke arah asal suara itu berasal.


“Sherina, Caitlyn, ada apa?” tanya tuan Oswald dengan heran.


“Ayah, apa kau tahu tadi kita berdua di permalukan oleh seseorang di pasar!.” adu Caitlyn dengan kesal.


Ketiga orang itu yang mendengar ucapan Caitlyn terbelalak kaget.


“Siapa yang sudah berani mempermalukan cucu ku?.” tanya tuan besar Oswald yang bernama Darius Oswald dengan marah.


Sherina yang melihat kakek nya berubah marah diam-diam tersenyum tipis.


“Dia!” jawab Sherina dengan menunjuk Jasmine.


Jasmine yang melihat itu hanya bisa menunduk takut, karena pastinya setelah ini dia akan di berikan hukuman oleh tuan besar Darius.


Darius, Erick Oswald (Ayah Sherina, Caitlyn), dan Belinda Carlisle (Ibu Sherina, Caitlyn).


Menatap ke arah Jasmine dengan dingin, lagi-lagi gadis haram ini!!.


“Apa maksud mu mempermalukan putri ku sialan?!!” teriak Belinda dengan keras.


Jasmine yang melihat kemarahan nyonya Oswald itu hanya terdiam dan tak menjawab.


“Jawab gadis bisu!!”


Brakk


Erick menggebrak meja yang berada di hadapan nya dengan keras saat tak mendapatkan menjawab dari Jasmine.


Jasmine menggeleng takut dan memegang barang belanjaan yang sedari tadi dia bawa dengan erat.


“Dasar tidak tahu diri!!” hina Darius dengan sinis.


Sherina dan Caitlyn yang melihat orang tau dan kakek mereka murka saling melirik dan tersenyum sinis.


“Ayah, ibu, kakek, tadi gadis sialan itu menjatuhkan barang-barang belanjaan kita dan mengotori nya, lalu saat kita sedang memberikan pelajaran pada dirinya ada seorang pria yang memarahi kita dan membuat kita malu di hadapan orang-orang!.” adu Caitlyn dengan sedih.


Tuan Darius, tuan Erick dan nyonya Belinda yang mendengar itu mengepal kan tangan mereka erat.


“Siapa pria itu?” tanya tuan Erick dengan dingin.

__ADS_1


Kedua gadis itu menggeleng.


“Kami tidak tahu.” jawab mereka serempak.


Nyonya Belinda yang mendengar itu segera bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju Jasmine, Jasmine yang melihat itu memundurkan tubuhnya dengan takut.


Lalu...


Plakk..


Plakk..


Brughh..


Nyonya Belinda menampar Jasmine dengan keras hingga Jasmine jatuh tersungkur dengan darah yang mengalir di sisi bibir nya, Jasmine mengigit bibirnya dengan keras untuk menahan isakan nya.


Lalu tak lama rambut nya di tarik dengan keras nya oleh nyonya Belinda.


“Berani nya kau membuat kedua putri ku menanggung malu jalangg!!” teriak nyonya Belinda dengan keras


Jasmine meringis sakit dan memegang rambut nya yang masih di tarik.


“Sa-sakit..” lirih Jasmine dengan pelan tapi tak di dengar oleh nyonya Belinda.


Ya, semua orang menyangka jika Jasmine adalah gadis bisu.


Karena memang dia selama ini tidak pernah mengucapkan satu kata pun, hanya saat tadi menabrak pangeran Chen dan tadi lirihan nya.


Buughh..


Nyonya Belinda membenturkan kepala Jasmine dengan keras ke arah lantai, Jasmine meringis sakit saat darah mengucur dengan deras nya dari kepala nya.


Lalu setelah itu nyonya Belinda melepaskan tangan nya dari rambut Jasmine, dia bangkit berdiri dan menatap sinis pada Jasmine yang masih menundukkan kepalanya.


Sedangkan tuan besar Darius, tuan Erick, Sherina dan Caitlyn yang melihat itu hanya terdiam dan tak mencegah.


“Penjaga?!!” teriak tuan besar Darius dengan keras.


Tak lama dua penjaga pun memasuki ruangan itu.


“Ya tuan.”


“Bawa gadis haram ini ke kamar nya dan kurung dia, jangan beri dia makan sampai besok!!” perintah tuan Darius tanpa perasaan.


Kedua penjaga itu yang mendengar perintah tuan besar mereka segera mengangguk dan segera berjalan menuju Jasmine, setelah itu mereka pun membantu Jasmine berdiri dan segera membawa nya pergi dari sana.


Jasmine masih menundukkan kepalanya saat dibawa oleh kedua penjaga itu.


Brughh..

__ADS_1


Setelah sampai di depan kamar Jasmine yang terlihat sangat tak terurus dan seperti gudang itu, kedua penjaga itu mendorong Jasmine masuk ke dalam kamar nya dengan kasar.


Setelah itu mereka pun mengunci kamar itu dan pergi dari sana, meninggalkan Jasmine dengan keterpurukan nya.


Jasmine yang masih terluka dan wajah nya masih penuh dengan darah yang mengalir keluar dari kepala nya, segera memeluk kedua kaki nya dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua tangan nya.


Dia menangis tersedu-sedu dan mengabaikan rasa sakit di kepalanya.


Sungguh dia lelah selalu mendapatkan siksaan seperti ini, dia manusia biasa yang bisa merasakan sakit, dia juga bisa merasakan muak terus di perlakukan lebih buruk daripada hewan.


Tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa, karena memang dia.. lemah!!.


“Hiks hiks, i-ibu hiks..” Jasmine bergumam lirih dengan tersedu-sedu.


“Ja-jasmine rin-rindu i-ibu hiks hiks..” gumam nya dengan terisak.


Jasmine terus menangis menumpahkan rasa sakitnya, hingga seseorang memegang bahu nya dengan pelan.


Jasmine yang merasakan itu terkejut dan segera menatap orang yang memegang bahu nya itu, dia terbelalak kaget dan memundurkan tubuhnya dengan takut.


“Si-siapa kau?!” tanya nya dengan takut.


“Ke-kenapa wajah mu...” Jasmine menjeda ucapan nya dan menelan saliva nya dengan kasar.


Orang yang memegang bahu Jasmine itu tersenyum misterius dan menatap Jasmine yang masih ketakutan itu dengan dingin.


“Stt... jangan takut Jasmine~...” gumam nya dengan suara lembut yang terkesan begitu menyeramkan bagi Jasmine.


“Si-siapa kau?!” tanya nya dengan takut.


“Luka mu tidak mau kau obati?~” tanya orang itu dan mengalihkan pembicaraan Jasmine.


Jasmine yang mendengar itu segera memegang wajah nya yang sudah berlumuran darah dan airmata nya, lalu tak lama dia merasakan pusing di kepalanya.


Dia menatap gadis yang berada di hadapan nya itu dengan pandangan yang sudah mulai memburam, sebelum kegelapan merenggut nya samar-samar dia mendengar gadis di depan nya itu bergumam.


“Kau gadis bodoh Jasmine, hidupmu sekarang sudah menjadi hidupku khihihi..” gumam nya dengan menyeramkan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, comen and vote💗💗🤩🤩.


__ADS_2