
Jingmi yang mendengar cerita Jia Li pun hanya diam dengan pikiran yang berkecamuk, dia bukan putri Liu mei? putri Liu mei sudah meninggal? dia dari masa depan?. demi apapun dia benar-benar bingung dengan semua cerita ini
Jia Li yang melihat jingmi hanya diam saja dengan pandangan kosong merasa sangat sedih, inilah yang dia takutkan, beberapa saat kemudian jingmi pun tersadar dari lamunan nya
“Kau-kau bukan putri Liu mei?” tanya jingmi dengan terkejut
Dan Jia Li hanya mengangguk, karena dia sudah tak bisa berbicara lagi dia sangat sedih
“Bagaimana bisa!! kau jangan bercanda putri! kau boleh menghukum ku jika aku memiliki kesalahan, tapi jangan mempermainkan diriku begini! ini tidak lucu putri!!” bentak jingmi
Sungguh saat ini dia sangat pusing, dia tak memikirkan lagi tentang sopan santun, karena memang sekarang ini dia benar-benar marah, dia merasa sangat di permainkan. ini benar-benar tidak lucu!!
Jia Li yang di bentak oleh jingmi pun hanya diam dengan menunduk, dia baru ini melihat jingmi begitu marah. jingmi yang biasanya begitu lembut dan tenang sekarang sangat-sangat berbeda, jika dia juga berada di posisi jingmi dia juga pasti akan melakukan hal yang sama. siapa yang tidak marah merasa di permainkan?
“Aku-aku tidak bercanda” lirih Jia Li
“Lihat aku, kau pasti bercanda kan putri! bagaimana bisa putri meninggal sedangkan putri ada di hadapan ku!!” bentak jingmi lagi dengan mencengkram kedua bahu Jia Li dan menatap Jia Li dengan tajam
__ADS_1
Jia Li hanya diam dengan air mata yang sudah mengalir dari kedua mata nya, setelah hampir 18 tahun dia tidak menangis akhirnya dia menangis juga di hadapan orang yang sudah dia anggap kakak di kehidupan ini
“Bicara!! kau bercanda kan!!” marah jingmi
“Aku tidak bercanda jingmi!!!” bentak Jia Li dengan keras
Jingmi yang mendapat bentakan itu pun melepaskan cengkraman nya dan duduk di kursi dengan mengacak rambutnya frustasi, perasaan nya campur aduk sekarang, apa dia harus percaya?
Jia Li yang melihat jingmi hanya diam, mengambil topeng nya dan memakainya setelah itu dia pun keluar dari kamar nya, memberikan jingmi waktu untuk mencerna semua kejadian ini
Jia Li tidak tahu harus kemana, pergi ke aula acaranya masih lama akhirnya dia pun pergi menemui Chen mungkin dengan bermain bersama Chen dia bisa menghilangkan kesedihan nya.
Jia Li pun mengetuk pintu kamar Li Xuan dan tak lama pintu terbuka
“Eh Queen, silahkan masuk” ucap Li Xuan
“Aku ingin mengajak Chen jalan-jalan” ucap Jia Li dengan dingin
__ADS_1
“Oh sebentar Queen” jawab Li Xuan
Dan dia pun kembali masuk, dan setelah itu kembali menemui Jia Li dengan membawa Chen di gendongan nya
“Ayah” panggil Chen
“Sayang, apa kau mau jalan-jalan dengan ayah?” tanya Jia Li dan menggendong Chen
“Mau” jawab Chen dengan senang
Dan setelah itu Jia Li pergi dari kamar Li Xuan dengan membawa Chen, mereka pun berjalan-jalan untuk melihat-lihat istana kekaisaran Han yang besar itu, hingga mereka sampai di taman istana taman itu sangat besar dengan banyak bunga warna-warni seperti pelangi, ada sebuah kolam dengan pancuran air di tengah nya, ada pohon sakura, pohon apel dan pohon-pohon lainnya sebagai hiasan
Dan di sana juga ada beberapa kursi panjang, mungkin jika ada yang ingin menikmati pemandangan indah itu hanya tinggal duduk saja, Chen yang melihat itu pun berbinar bahagia
“Ayah, Ayah aku ingin ke taman itu” ucap Chen
“Baiklah, kita kesana” jawab Jia Li dan berjalan menuju taman itu
__ADS_1
Setelah sampai di taman Jia Li pun menurun kan, dan Chen segera berlarian kesana kemari dengan bahagia nya. Jia Li yang melihat itupun tersenyum dengan lembut
“Setidak nya Chen tidak mengalami masa kecil yang kelam terlalu lama” gumam Jia Li