
Saat ini pangeran Chen berada tepat di depan pintu kamar penginapan Jasmine, dia mengernyit saat panggilan nya tak di jawab Jasmine.
Tok
Tok
Tok
“Mine? apa kau ada di dalam?.” tanya pangeran Chen lagi.
Tapi tetap saja tak ada yang menjawab panggilan nya.
“Kemana dia?.” batin nya dengan bingung.
Saat pangeran Chen masih termenung, seseorang datang menghampiri nya.
“Maaf tuan? apakah tuan mencari penyewa kamar penginapan ini?.” tanya seorang pelayan dengan sopan.
Pangeran Chen menoleh lalu dia mengangguk.
“Penyewa kamar ini sudah pergi sedari kemarin tuan, dia sudah tidak di sini lagi.” jelas sang pelayan dengan sopan.
Pangeran Chen terbelalak, Jasmine pergi?.
“Terimakasih.” ucap pangeran Chen dengan dingin lalu dia pun pergi dari tempat itu dengan cepat.
Pangeran Chen memacu kuda nya dengan cepat menuju kediaman Oswald untuk mencari Jasmine, tapi nihil tidak ada Jasmine disana.
Dia terus mencari Jasmine di sekitaran pasar ibu kota tapi tetap tidak menemukan nya.
Hingga hampir sore hari, pangeran Chen menyerah dia pulang ke istana dengan keadaan kacau.
Dia berjalan pergi menuju kediaman nya dengan wajah yang terlihat marah, dia bahkan mengabaikan semua orang yang menatap takut pada nya.
Brakkk
Pintu nya terbuka dengan kasar, penjaga yang menjaga kediaman pangeran Chen terperanjat.
Mereka menelan ludah saat mendengar suara benda berjatuhan di dalam ruangan pangeran Chen.
Prankk
Prankk
“Arrgghhhh!!.”
Tao yang baru saja sampai membeku di depan pintu saat mendengar suara benda berjatuhan dan teriakan tuan nya itu.
“Taoooo!!!.” teriak pangeran Chen dengan keras.
Tao segera tersadar dan dia pun berjalan cepat menghampiri tuan nya itu, dia harus berhati-hati saat banyak pecahan-pecahan berserakan di lantai.
“Saya King.” jawab Tao dengan takut.
“Cepat sebar semua anggota Black Wolf, cari tahu dimana Jasmine berada sekarang juga!.” perintah pangeran Chen dengan marah.
“Aku tidak ingin kau gagal mencari nya Tao, jika kau gagal nyawa mu menjadi taruhan nya!.” tekan pangeran Chen dengan menatap bengis pada Tao.
Tao menelan ludah nya seraya menunduk takut, dia mengangguk dengan cepat dan segera pergi dari ruangan tuan nya itu setelah mengucapkan salam.
Dia bisa menghela nafas dengan lega setelah berada di luar kediaman pangeran Chen, hawa di dalam benar-benar terasa panas dan dingin dalam bersamaan.
Dia menjadi sangat takut jika sudah melihat tuan nya seperti itu.
Itu lah sisi lain King nya yang dia tau, dia akan menjadi bengis dan begitu menyeramkan jika seseorang telah menyinggung titik terdalam nya yang tak boleh di singgung oleh siapapun.
__ADS_1
Dan hanya dia yang tau, tentang sisi lain King dari Black Wolf itu.
“Kenapa gadis itu menyinggung sisi lain King? apakah mereka sedang terlibat masalah hingga King menyuruh ku untuk menyebar semua anggota Black Wolf?.” gumam Tao seraya berjalan pergi dari sana.
Setelah kepergian Tao, pangeran Chen kembali berteriak marah, dia memukul dinding untuk meluapkan emosi nya.
Berani nya Jasmine meninggalkan nya!.
Berani nya Jasmine pergi tanpa mengabari nya!.
Berani nya Jasmine tidak mendengar kan penjelasan nya!.
Dan berani nya Jasmine berhasil membuat nya seperti ini!!.
“Aku akan menemukan mu dan tidak akan pernah membiarkan mu pergi lagi dari sisi ku, Mine!.” desis pangeran Chen dengan sorot mata yang begitu dingin.
Dia mengabaikan rasa sakit di tangan nya yang sudah mengeluarkan begitu banyak darah.
Pangeran Chen mengusap wajah nya dengan kasar hingga darah memenuhi wajah nya, dia kembali meninju dinding saat emosi nya tidak bisa mereda.
Jangan sampai keluarga nya tau dia seperti ini.
“Brengsekk!! gadis itu benar-benar bisa membangkitkan emosi terdalam ku!!.”
Bughh
Pangeran Chen menendang kursi yang berada di dekat nya, selama ini tidak ada yang bisa menjangkau titik terlarang nya selain orang yang ingin menyakiti bunda nya.
Ya, hanya nama Jia Li yang berhasil membangkitkan emosi terdalam nya.
Jika ada yang berani macam-macam pada Jia Li, pangeran Chen yang akan maju paling depan.
Dia tidak suka jika seseorang melukai Jia Li.
Dan sekarang, gadis yang baru di kenal nya satu bulan sudah berhasil membuat nya seperti ini.
Pangeran Chen terperanjat, dia segera membalik tubuh nya dari menelan ludah saat melihat Fiona berada di depan pintu nya.
Jangan sampai dia lepas kendali di hadapan adik nya itu.
“Kakakk!.” pekik Fiona lagi saat melihat darah mengalir dari wajah pangeran Chen.
Pangeran Chen menyembunyikan tangan nya, dia menggertakkan giginya saat emosi nya belum benar-benar mereda.
“Fiona, cepat pergi dari sini!!.” usir pangeran Chen dengan dingin saat Fiona hendak berjalan mendekati nya.
Fiona membeku mendengar nada yang begitu dingin keluar dari mulut kakak nya itu, walaupun kakak nya dingin tapi dia belum pernah mendengar nada sedingin itu dari kakak nya.
“Kak kau kenapa? ada apa dengan mu?.” tanya Fiona mengabaikan rasa takut nya.
“Fiona, pergi dari sini!!.” usir pangeran Chen lagi.
Fiona menggeleng, dia berjalan ke hadapan kakak nya.
“Fiona!!.” pangeran Chen menggeram marah.
Dia menatap begitu dingin pada adik nya itu, Fiona memundurkan langkahnya saat kakak nya menatap nya dengan nafsu membunuh yang terlihat jelas.
Bahkan dia bisa merasakan hawa panas dan dingin di ruangan itu.
“Ba-baik aku pergi.” ucap Fiona dengan takut.
Fiona segera berlari keluar, dia berjalan cepat menuju ruang keluarga.
Dimana keluarga nya berkumpul.
__ADS_1
Dia sebenarnya ke tempat kakak nya itu hanya untuk memanggil nya, karena ayah nya mendapatkan surat dari tuan Grissham.
Tapi ternyata hal yang tak terduga terjadi, kakak nya sedang terlihat begitu marah dan tak bisa di ganggu.
Brakkk
Fiona membuka pintu ruangan itu dengan keras, hingga Kasim yang hendak membuka mulut segera terbungkam.
“Fiona apa yang kau--.”
“Kakak.” nafas Fiona tersengal dia menatap semua orang dengan raut wajah yang memerah.
“Ada apa Fiona?.” tanya Jia Li dengan bingung.
“Kak Chen, dia sedang mengamuk, ruangan nya hancur, wajah nya penuh darah, bahkan dia terlihat bukan seperti kak Chen.” jelas Fiona dengan cepat.
Semua orang terkejut, mereka bangkit berdiri.
“Jangan bercanda Fiona!.” ucap Fredy.
Fiona menggeleng “Aku tidak bercanda.”
Jia Li yang mendengar itu segera berlari, di susul dengan Yui, Fredy, Freya, Devin, dan Fiona.
Sedangkan raja Ken dan ratu Amanda dia sedang tidak di sana.
Setelah beberapa menit mereka pun sampai, Jia Li segera berjalan cepat.
“Chen!!.” teriak Jia Li saat melihat putra pertama nya itu sedang duduk dengan wajah menunduk.
Pangeran Chen yang mendengar suara bunda nya membeku, dia segera mengangkat wajah nya dan saat itu pula Jia Li berteriak.
“Ada apa dengan mu?!.” tanya Jia Li panik.
Dia lalu menatap ke arah pintu saat semua keluarga nya datang.
Jia Li segera menghapus darah yang berada di wajah tampan putra nya itu, Yui pun melakukan hal yang sama pada tangan pangeran Chen.
“Kau kenapa?.” tanya Yui dengan bingung.
Pangeran Chen diam.
“Fiona ambilkan air, cepat!.” perintah Yui.
Fiona mengangguk, dia segera pergi dari sana dan mengambil air.
Sedangkan Freya hanya terdiam dengan wajah datar nya, ada apa dengan kakak nya ini?.
“Kau kenapa? putus cinta?.” ledek Freya dengan santai.
Pangeran Chen tak menjawab.
“Kakak jangan bilang kau di tinggal pergi oleh gadis mu?.” terka Fredy.
Pangeran Chen yang mendengar itu menatap Fredy dengan sangat dingin.
“Jaga ucapan mu, jika kau tak ingin aku membunuh mu!!.” ancam pangeran Chen dengan bengis.
Jia Li dan Yui yang mendengar itu terbelalak, begitupun dengan semua orang.
Plakkk
Satu tamparan mendarat sempurna di pipi Pangeran Chen.
“Jaga ucapan mu Chen!!.” bentak Jia Li dengan marah.
__ADS_1
Bagaimana bisa putra pertama nya berkata sekasar itu pada adik nya?.
////