
Pernikahan Li Xuan dan Jingmi sudah selesai dari kemarin, ya Li Xuan dan Jingmi hanya menggelar pesta pernikahan hanya satu hari saja.
Itu semua atas permintaan Jingmi karena dia tidak mau menggelar pesta sampai berhari-hari, alasannya hanya karena dia tidak mau lelah.
Mau tak mau Jia Li dan Li Xuan menuruti nya, dan alasan yang kedua Jingmi tidak mau menggelar pesta pernikahan beberapa hari karena akhir-akhir ini dia selalu merasa tidak enak badan.
Terkadang dia tiba-tiba pusing dan mual, entahlah dia juga tidak tahu, mungkin dia hanya terlalu lelah saja.
.
.
.
.
Siang itu di markas Black Wolf, Jia Li, Yui, Li Xuan, Jingmi, Zu, dan Chen sedang berkumpul di ruang tamu yang berada di markas itu.
Mereka berkumpul disana untuk membahas mengenai Zu yang akan melamar nona kedua bangsawan Hong, Hong Shilin.
“Zu, kapan kau akan berangkat ke kekaisaran Xia?” tanya Jia Li.
“Em, mungkin besok” jawab Zu dengan ragu.
Orang-orang yang mendengar ucapan ragu Zu, memicingkan mata.
“Kenapa kau terlihat ragu Zu?” tanya Li Xuan penasaran.
Zu yang mendengar pertanyaan itu menghela nafas panjang.
“Aku bingung Xuan, apakah aku harus melamar nya dahulu atau langsung membicarakan pernikahan” ucap Zu dengan lesu.
Mereka yang mendengar ucapan itu saling memandang satu sama lain.
“Kenapa seperti itu?” tanya Yui.
“Sebenarnya aku sangat ingin langsung menikahi nya tanpa melamar nya, karena aku ingin cepat-cepat membawa Lin'er kemari dan tinggal disini” ungkap Zu dengan suara rendah nya.
“Kenapa?” akhirnya Jingmi yang sedari tadi diam bertanya juga.
Chen yang sedari tadi sibuk dengan makanan yang berada di atas meja, menatap Zu dengan mulut yang penuh dengan makanan.
“Apakah paman ingin cepat-cepat ganti bibi?” tanya Chen dengan polos saat dia sudah berhasil menelan makanan nya.
Orang-orang yang mendengar ucapan polos Chen terkekeh geli dan Zu mendengus kesal.
“Pangeran jika paman ingin ganti bibi, paman tidak akan mau membawa bibi kemari dan tinggal bersama paman!” ucap Zu dengan geram.
__ADS_1
Chen yang mendengar itu mengangguk.
“Benar juga” ucap nya lalu dia pun kembali sibuk dengan makanan nya.
Orang-orang yang melihat Zu kesal hanya menggeleng kan kepala mereka.
“Apakah ada maasalah Zu?” tanya Li Xuan.
Zu yang mendengar itu mengangguk lemah.
“Apa?” timpal Jia Li.
Lagi-lagi Zu menghela nafas panjang dan menyenderkan tubuhnya pada kursi nya.
Lalu Zu pun mulai menceritakan semua kejadian selama satu bulan dia berada di kediaman Hong, mulai dari awal Hong Xinian iri pada Hong Shilin, hingga Hong Shilin yang di racuni oleh Hong Xinian.
Dan Zu juga menceritakan bagaimana sakit nya Hong Shilin selama dia tinggal di kediaman Hong dan menjadikan nya gadis yang pembangkang serta pemberontak.
Jia Li, Yui, Li Xuan, dan Jingmi yang mendengar itu menggertak kan gigi mereka karena geram pada Hong Xinian, lalu setelah Zu menyelesaikan ucapan nya mereka pun menghela nafas panjang.
“Kenapa kisah hidup nya hampir menyamai putri Liu Mei? tapi dia masih beruntung tidak di siksa seperti putri Liu Mei” Jia Li berucap dengan lirih dan mengepalkan tangannya.
Saat memori-memori tentang kehidupan putri Liu Mei dulu melintasi benak nya.
“Aku tidak menyangka, ada seorang kakak yang tega menyakiti adik nya sendiri hanya karena adik nya lebih unggul dari dirinya” timpal Jingmi dengan kesal.
“Bagaimana jika kau besok kau datang kesana melamar nya dan jangan menunda menikahi nya, kau langsung saja bahas pernikahan itu dan dua hari kemudian melangsungkan pernikahan” saran Yui pada Zu.
Jia Li, Li Xuan dan Jingmi yang mendengar itu mengangguk setuju.
“Benar apa yang di ucapkan suami ku Zu, jangan menunda terlalu lama untuk menikahi nya dan segeralah bawa dia kemari, aku yakin pasti dia masih merasa sedih apalagi saat ini kau tidak berada di sisi nya untuk menguatkan nya” timpal Jia Li.
“Lagipula jika kau segera menikahi nya kami berdua tidak akan kembali dengan cepat ke kerajaan Benedict, kami akan disini untuk menghadiri pernikahan mu” lanjut Jia Li.
Zu yang mendengar ucapan Yui dan Jia Li menatap mereka dalam diam, lalu setelah nya dia pun mengangguk setuju.
“Baiklah, besok aku akan kesana melamar nya sekaligus mengatakan pada mereka jika dua hari setelah nya aku ingin menikahi nya” ucap Zu dengan lega.
Keempat orang itu yang mendengar ucapan Zu tersenyum menatap Zu.
Mereka tidak menyangka ternyata seorang Zu yang terkenal suka bermain wanita akan menikah juga.
“Kau tidak akan berganti-ganti istri kan setelah menikahi nona Hong itu?” celetuk Li Xuan dengan menatap Zu penuh selidik.
Zu yang mendengar itu terkesiap dan menatap Li Xuan kesal.
“Mana mungkin bodoh! aku sangat mencintai nya, bagaimana bisa aku akan berganti-ganti istri hah?!” ucap Zu dengan kesal.
__ADS_1
Jia Li, Yui, Li Xuan dan Jingmi yang mendengar itu tertawa terbahak-bahak.
“Ternyata kau bisa mencintai juga ya buaya darat? haha” ledek Jia Li dengan tertawa.
“Apa kalian pikir aku ini manusia batu yang tidak bisa mencintai seseorang?!” dengus Zu dengan kesal.
Lagi-lagi keempat orang itu tertawa mendengar ucapan Zu, lalu setelah nya mereka pun menggeleng kan kepala mereka.
“Paman Zu? paman waktu itu pernah mengatakan jika paman tidak akan menikah?” ucap Chen masih dengan menikmati makanan nya.
Dia berbicara tanpa menatap Zu.
Zu yang mendengar ucapan Chen terkesiap dan melongo tak percaya, sedangkan keempat orang itu menatap Chen lalu setelah nya menatap Zu.
“Zu apakah benar? berarti kau mengingkari ucapan mu sendiri?!” ejek Li Xuan pada Zu.
Zu yang mendengar ejekan Li Xuan menggeleng kepala dengan cepat.
“A-aku tidak pernah berbicara seperti itu!” sangkal Zu cepat.
“Lalu? apa kau pikir seorang anak kecil akan berbohong?” timpal Jingmi dengan memicingkan matanya.
Lagi-lagi Zu menggeleng dengan cepat, kapan dia pernah berbicara seperti itu?! lagian kapan juga pangeran Chen mendengar nya?!.
“Demi Tuhan, aku tidak pernah mengatakan nya!” pekik Zu dengan panik.
Keempat orang itu yang mendengar ucapan Zu menatap Zu dengan bingung.
“Paman Zu jangan terlalu serius, Chen hanya bercanda” ucap Chen dengan polos lalu berkedip-kedip beberapa kali hingga membuat nya terlihat sangat menggemaskan!.
Zu, Jia Li, Yui, Li Xuan dan Jingmi yang mendengar ucapan Chen terbengong-bengong, lalu setelah nya mereka berempat tertawa terbahak-bahak, kecuali Zu yang sekarang sudah mengumpat karena dia lagi-lagi di kerjai oleh Chen yang sial nya dia anak kecil yang polos!!.
‘Sial! memalukan!’ umpat Zu dengan mendengus kesal.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like, Comen and vote❤️🤗❤️🤗❤️🤗❤️🤗