
“Em, ngomong-ngomong kau tuan muda dari bangsawan mana Arlen?” tanya Jasmine dengan pelan.
Pangeran Chen yang sedang menyesap teh nya tiba-tiba tersedak dan dia pun terbatuk-batuk.
“Uhuk.. uhuk..” pangeran Chen terbatuk-batuk, Jasmine yang melihat itu pun segera bangkit berdiri dan menepuk-nepuk punggung pangeran Chen.
“Pelan-pelan Arlen!” ucap Jasmine masih dengan menepuk-nepuk punggung pangeran Chen.
Pangeran Chen yang mendengar itu mengangguk.
“Sudah.” ucap nya.
Jasmine pun mengangguk, lalu kembali duduk di tempatnya.
“Terimakasih.”
“Em.” jawab Jasmine “Kenapa kau bisa tersedak?” tanya Jasmine heran.
“Oh, aku tadi hanya terkejut saja.” elak pangeran Chen.
“Jawab pertanyaan ku, dari bangsawan mana kau Arlen?”
“Oh itu, aku tuan muda ketiga dari keluarga Dawson.” jawab pangeran Chen dengan dingin.
Jasmine yang mendengar itu terbelalak kaget.
Dawson? bukan kah itu bangsawan yang memiliki usaha tambang emas di kerajaan ini?.
Wow! jadi dia tuan muda ketiga yang misterius itu? tuan muda ketiga yang tidak pernah keluar dari kediaman nya, tuan muda ketiga yang sangat tertutup pada semua orang?.
Dia tidak menyangka dia bisa bertemu dengan tuan muda misterius itu, ternyata rumor yang beredar itu salah, siapa bilang tuan muda ketiga bangsawan Dawson itu jelek dan bodoh?.
“Da-Dawson?” beo Jasmine.
Pangeran Chen mengangguk dengan pelan, apakah dia salah telah berbohong?.
Jasmine yang melihat itu tersenyum lebar lalu tak lama dia pun tertegun saat ingat sesuatu.
“Eh, bukankah nama tuan muda ketiga keluarga Dawson itu Daren ya? apa aku salah ingat?” gumam Jasmine tanpa sadar.
Pangeran Chen yang mendengar gumaman itu terbelalak lebar, lalu dia pun berdehem pelan.
“Ekhem..” dehem pangeran Chen.
Jasmine yang sempat melamun segera tersadar.
“Ada apa?” tanya pangeran Chen dengan dingin.
“O-oh tidak, aku masih belum percaya saja jika kau tuan muda ketiga dari bangsawan Dawson.” jawab Jasmine dengan senyum tipis.
Pangeran Chen hanya mengangguk saja lalu kembali menyesap teh nya.
__ADS_1
“Oh ya Mine” setelah menyesap teh nya pangeran Chen pun menaruh kembali cangkir nya.
Sedangkan Jasmine yang masih gagal fokus dengan panggilan Jasmine, kembali salah tingkah.
“Setelah ini apa yang akan kau lakukan? kembali ke kediaman mu atau tetap disini?” tanya pangeran Chen dengan dingin.
Jasmine menghela nafas berat.
“Aku tetap disini, jika sudah waktunya aku akan kembali ke kediaman Oswald.” jawab Jasmine dengan pelan.
Pangeran Chen mengangguk pelan.
“Baiklah, jika seperti itu. Aku akan kembali terlebih dahulu dan besok aku akan kembali kesini.” pangeran Chen pun bangkit dari duduk nya lalu mengambil pedang nya.
Sedangkan Jasmine mengernyit heran mendengar ucapan pangeran Chen, lalu dia pun bangkit berdiri.
“Untuk apa besok kau kesini lagi?” tanya Jasmine dengan menghalangi jalan pangeran Chen.
Dia berdiri di hadapan pangeran Chen dan mendongakkan kepalanya, karena Jasmine hanya setinggi bahu pangeran Chen saja.
Pangeran Chen yang melihat Jasmine seperti itu tanpa sadar menarik ujung bibirnya membentuk sebuah senyum tipis.
Dia mengacak rambut Jasmine tanpa sadar.
“Apa kau tidak mau kembali mencari tahu tentang pedang kita yang kembar ini?” tanya pangeran Chen dengan menyelipkan anak rambut Jasmine.
Sedangkan Jasmine yang sedari tadi mendapatkan perlakuan itu tanpa di sadari wajah nya memerah malu, apa-apaan pria di depan nya ini?.
“Ehem..” dehem pangeran Chen saat dia tidak mendengar jawaban dari Jasmine.
“Ah, eh apa? kau tadi berkata apa?” tanya Jasmine kikuk.
Pangeran Chen kembali mengembangkan senyum nya saat sadar jika Jasmine salah tingkah dan malu.
Lalu dia pun mengapit kedua pipi Jasmine dengan ibu jari dan telunjuk nya.
(Hanya contoh saja ya ini:v)
Jasmine terbelalak saat pangeran Chen mengapit pipi nya hingga membuat kedua bibir nya mengerucut.
“Apha yang khau lakhukhan? (Apa yang kau lakukan?).” tanya Jasmine dengan suara cadel nya.
Pangeran Chen yang mendengar suara cadel Jasmine tersenyum lebar tanpa dia sadari.
Menggemaskan!
Pangeran Chen mendekat kan wajah nya pada wajah Jasmine, Jasmine yang melihat itu menjadi semakin gugup.
Tanpa sadar dia memejamkan matanya saat wajah pria di depan nya itu sudah berada tepat di hadapan wajah nya, pangeran Chen yang melihat itu menaikan sebelah alisnya lalu terkekeh geli di dalam hati nya.
__ADS_1
“Awas, jatuh cinta!” bisik pangeran Chen dengan tersenyum usil.
Lalu dia pun menjauhkan wajah nya dan melepaskan tangan nya dari pipi Jasmine, dia kembali mengacak rambut Jasmine lalu pergi dari hadapan Jasmine dengan senyum yang terus mengembang di wajah nya.
Sedangkan Jasmine, dia tertegun di tempat nya saat pangeran Chen mengucapkan kalimat itu.
Tiba-tiba jantung nya berdetak dengan begitu kencang dan wajah nya kembali memerah bahkan lebih merah dari yang tadi, dia terdiam dengan mata yang mengerjap cepat.
Lalu dia pun memutar tubuhnya untuk melihat kepergian pria yang baru di kenal nya itu, tapi yang dia lihat hanya pintu yang sudah tertutup tanpa ada bayangan Arlen.
Jasmine pun menggeleng kan kepala nya dan berjalan menuju pintu, dia mengunci pintu nya dan berjalan menuju peraduan.
Lalu Jasmine pun menjatuhkan tubuh nya di atas peraduan, dia menatap langit-langit kamar nya dengan perasaan tidak karuan.
“Arlen Dawson..” gumam Jasmine.
“Seingat ku tuan muda ketiga keluarga Dawson itu bernama Daren, Daren Dawson.. apakah aku salah ingat?.” gumam Jasmine.
“Hah, sudahlah. Untuk apa juga aku memikirkan nama pria itu.” Jasmine menghela nafas panjang lalu tanpa sadar dia pun tertidur.
Sedangkan pangeran Chen yang sudah keluar dari penginapan dan sudah berada di tempat penitipan kuda nya, kembali mendatarkan wajah nya.
Dia mengambil kuda nya dan setelah membayar dia pun mulai memacu kudanya, tanpa sadar dia menggelengkan kepalanya saat mengingat kejadian tadi.
“Sialan! wajah nya terus terbayang.” maki pangeran Chen.
“Jas-Mine” gumam pangeran Chen.
“Pantas saja dia selalu salah tingkah saat aku memanggil nya dengan sebutan Mine, tanpa sadar aku mengklaim nya menjadi milik ku.” lanjut nya lalu dia pun terkekeh kecil.
Pangeran Chen kembali menggeleng kan kepala nya, lalu dia pun mempercepat laju kuda nya agar dia cepat sampai di istana dan mengatakan pada tuan Grissham tentang Jasmine.
Hari itu, kisah dua insan manusia kembali terlukis.
Kisah percintaan yang akan membawa mereka pada hari dimana cinta mereka membawa kebahagiaan pada hidup masing-masing, dari yang tidak saling mengenal menjadi saling melengkapi dan saling takut kehilangan.
.
.
.
.
Hay?? segini dulu ya, Author bener-bener masih sibuk udah mulai sekolah soal nya, ya udah ya.
Salam hangat dari Othor🤩🤩.
Hallo sayang!! Othor disini mau promosiin novel temen Othor nih, cerita nya baguss banget deh, yakin!.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ya di "Cinta Untuk Kayla" di jamin seruuu🤩🤩.