
Kediaman Oswald
Saat itu di kediaman Oswald semua orang sedang berada di dalam kamar Jasmine, tapi mereka tidak menemukan keberadaan Jasmine dimana pun.
Tuan besar Darius yang melihat itu menggeram marah dan menghancurkan isi kamar Jasmine, beraninya anak haram itu setelah melukai cucu nya pergi begitu saja dari kediaman ini.
“Sialan!! anak haram itu, berani nya pergi setelah melukai cucu ku!!” teriak tuan Darius dengan murka.
“Kakek mungkin dia takut kita akan menghukum nya, maka dari itu dia pergi begitu saja!!” timpal Sherina dengan geram.
Tuan Darius yang mendengar itu segera mengepalkan tangannya erat.
“Lihat saja, jika dia berani kembali kesini lagi maka aku tak segan-segan akan membunuh nya!!” ucap tuan Darius dengan penuh kebencian.
Ya, dia memang sangat benci pada Jasmine karena telah merusak reputasi keluarga nya, jika saja putri nya tidak melahirkan anak haram itu mungkin sampai sekarang keluarga nya tidak akan di cemooh dan menjadi gosipan hangat di ibukota kerajaan ini.
Dan sialnya! putri nya itu tidak mau mengatakan Jasmine anak dari siapa, hingga kematian mendatangi nya putri nya itu tetap saja bungkam dan tidak mengatakan bajjingan mana yang sudah berani membuat nya hamil!.
Setelah itu mereka pun kembali ke ruang makan untuk melanjutkan sarapan mereka yang tertunda, mereka juga sudah menempatkan satu penjaga di kediaman Jasmine untuk memata-matai kediaman itu.
Jika Jasmine kembali maka saat itu juga tuan Darius akan benar-benar membunuh Jasmine, walaupun Jasmine masih salah satu cucu nya tapi dia tidak menerima kehadiran Jasmine.
Dan jika saja putri kesayangannya itu tidak memohon padanya untuk menerima Jasmine dan memberikan nya marga nya, dia tidak akan pernah mau menerima Jasmine sampai kapan pun dan tidak akan sudi memberikan marga nya pada Jasmine.
“Sudah cukup kau menjadi kesialan di keluarga ku, dan menjadi sampah di keluarga terhormat ku ini!!.” batin tuan Darius dengan emosi, seraya terus berjalan menuju ruang makan.
.
.
.
.
.
.
.
Dua jam setelah nya Jasmie sudah kembali ke kediaman nya dan saat melewati sebuah pohon di depan kediaman nya, Jasmie segera melirik nya dan setelah itu mengambil sesuatu dari ikat pinggang nya.
Dia berhenti tepat di depan pintu kamar nya dan setelah itu melempar kan benda itu pada seseorang yang sedang berlari menjauh dari tempatnya, tepat saat pria itu akan berbalik sebuah benda kecil panjang menancap di leher nya dan saat itu pula orang itu ambruk dan mati seketika.
Karena Jasmie melemparkan benda kecil itu yang tak lain sebuah jarum tepat di organ vitalnya, Jasmie berjalan mendekati penjaga yang sudah tak bernyawa itu dengan tenang nya.
Tak ada jejak penyesalan dalam dirinya setelah dengan mudah nya membunuh satu penjaga kediaman Oswald itu, lalu Jasmie pun menyeret tubuh penjaga itu menjauhi kediaman nya dan membawa nya ke belakang kediaman nya.
__ADS_1
Setelah itu Jasmie berjalan keluar dari kediaman Oswald melalui pintu kecil yang terhubung langsung pada sebuah hutan kecil di belakang kediaman itu, dia membuang begitu saja jasad penjaga itu dan setelah nya kembali ke kediaman nya.
Setelah sampai Jasmie segera mengunci pintu kediaman nya dan membaringkan tubuhnya pada tempat tidur nya, dia memejamkan matanya dan tak lama kedua mata itu kembali terbuka tapi dengan pandangan berbeda.
Jasmine mengernyit bingung dan segera mendudukkan tubuhnya, dia menatap sekeliling nya dan setelah itu pandangan nya terhenti pada meja yang berada dekat di lemari pakaian nya.
Dia berjalan kesana dan setelah sampai dia dapat melihat sebuah pedang yang sangat cantik tergeletak disana, dia juga melihat sebuah bungkusan lalu Jasmine pun membuka nya dan setelah melihat isinya dia terbelalak kaget.
Beberapa pakaian yang terlihat mahal berada di bungkusan itu, Jasmine segera kembali menutup nya dan kembali menatap pedang itu.
“Ini pedang dan pakaian siapa?” gumam Jasmine tak mengerti.
Jasmine yang sangat penasaran dengan pedang itu segera mengambilnya dan mengamati pedang itu.
“Ini... kenapa pedang ini seperti tidak asing ya?” gumam Jasmine lagi.
“Ukiran nya cantik sekali, seekor naga berwarna biru tua melilit sebuah bunga tulip berwarna putih bercampur biru langit?” Jasmine mengernyit bingung melihat ukiran di pedang itu.
Ada rasa tidak asing saat melihat pedang itu, apalagi ukiran nya dia seperti pernah melihat nya, tapi tidak tahu dimana.
“Tulisan apa ini?” ucap Jasmine saat melihat sebuah tulisan di kepala naga itu.
“Queenie Jennifer GH?” gumam Jasmine
“Sayang nanti jika kau memutuskan untuk pergi dari sini, ganti nama mu menjadi Queenie Jennifer Gri---”
“Apakah ibu tidak menyayangi Jasmine lagi?”
“Bukan, bukan seperti itu sayang. apa kau tidak mau mengetahui siapa ayah mu?”
“Ibu, Jasmine tidak butuh ayah! ayah jahat!!”
“Hey, ayah mu tidak jahat sayang, dia hanya tidak tahu saja jika kau ada.”
“Pokok nya Jasmine tidak mau jauh dari ibu.”
“Iya iya sayang, maafkan ibu ya.”
Deg
Nyuttt...
Brukk
“Arghh..” Jasmine memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit itu dengan merintih pelan.
“Kenapa ingatan itu tiba-tiba muncul, tapi terlihat samar.” gumam Jasmine masih dengan memegang kepala nya.
__ADS_1
“Apakah gadis kecil dan wanita cantik itu, aku dan ibu? tapi kenapa aku tidak bisa mengingat kenangan masa kecil ku!.
“Queenie Jennifer? kenapa ibu menyuruhku untuk mengganti nama ku menjadi itu? Gri?? apa yang akan ibu ucapkan dulu? Gri? Gri? apakah nama marga ayah ku berawalan dari kata Gri?”
“Tapi di kerajaan ini tidak ada bangsawan yang bermarga dengan awalan Gri!!”
Setelah merasa sakit di kepala nya mereda Jasmine segera mengambil pedang yang sempat iya jatuhkan tadi, dia kembali menatap lekat pedang itu dan ukiran naga serta bunga tulip itu.
“Apakah anggota kerajaan Benedict ada yang memiliki marga awalan Gri?” celetuk Jasmine.
Entah kenapa pemikiran itu bisa terlintas bebas di benak Jasmine, tapi saat mengingat-ingat nya tidak ada anggota kerajaan Benedict yang memiliki marga dengan awalan Gri.
“Ratu Jia bermarga Liu, dan istri dari pangeran Gail serta Rey tidak ada yang memiliki marga awalan Gri, begitupun dengan suami putri Jolicia, Ella dan Chloe.
Mereka tidak ada yang bermarga awalan Gri!!.” Jasmine terus bergumam menerka-nerka marga yang dia yakini sebagai marga ayah nya itu.
“Lalu siapa ayah ku? atau jangan-jangan....” Jasmine menelan ludahnya dengan kasar saat tiba-tiba pemikiran konyol melintas di benak nya.
“Ayah ku seorang hantu yang menyamar menjadi manusia?!!” pekik Jasmine dengan tertahan dan membelalakkan matanya.
Jasmine segera memukul mulutnya saat pemikiran konyol itu terucap bebas dari mulutnya.
“Memang nya manusia sudah punah, hingga ibuku berhubungan dengan hantu! kau bodoh Jasmine!!” maki Jasmine dan merutuki kebodohan nya.
“Ngomong-ngomong, sudah lama aku tidak berbicara sepanjang ini.” Jasmine bergumam dengan sendu.
Jasmine membawa pedang itu dan ke arah tempat tidur nya dia segera kembali membaringkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar nya yang sangat usang itu.
“Ibu aku merindukan mu, kenapa kau memberikan teka-teki pada hidup ku? sebenarnya siapa ayah ku?” gumam Jasmine dengan lirih.
“Dan kenapa, aku tidak bisa mengingat kenangan masa kecil ku? kenapa yang aku ingat hanya saat kematian mu saja Bu, wajah pucat mu yang saat itu juga membuat hidup ku hancur, karena kehilangan mu.” batin Jasmine dengan memejamkan matanya dan tanpa sadar dia menangis dalam diam.
.
.
.
.
.
.
.
Huhuhu, sebenarnya siapa ayah Jasmine? Gri? ada yang tahu apa maksud dari kata "Gri"?
__ADS_1
Jangan lupa like, comen and vote beb🤩🤩💗💗.