
Pria yang bernama Arlen itu yang melihat gadis di depan nya terkejut dengan mata membelalak sempurna segera menatap ke arah tangan nya, dan saat itu juga dia sadar jika gadis di depan nya ini pasti merasa jika pedang nya sama dengan pedang yang dia punya.
“A-Arlen? ke-kenapa pe-pedang mu?” Jasmine yang masih terkejut segera menatap ke arah pria tampan itu dengan tatapan penuh pertanyaan.
Arlen yang melihat gadis di depan nya sangat penasaran hanya bisa mengendikkan bahu acuh, lalu dia segera memundurkan tubuhnya dan membalikkan tubuhnya.
Jasmine yang melihat itu segera menghela nafas lega karena dia sudah tidak berdekatan dengan pria di depan nya itu, dia memejamkan matanya dan kembali menghela nafas lega.
Tapi saat dia membuka matanya, dia kembali terkejut dengan mata membelalak sempurna.
Di depan mata nya saat ini terdapat wajah tampan Arlen yang terpampang jelas di hadapan nya, iris mata hitam yang begitu kelam dengan pandangan mata yang tajam dan dingin.
Sangat mencerminkan kepribadian nya yang begitu sulit di tebak oleh Jasmine.
(Anggap aja itu Jasmine dan Arlen ya? hahaha).
Arlen yang melihat Jasmine tidak berkedip saat menatap nya dengan jarak dekat menarik sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyum tipis, tapi jika di lihat-lihat gadis di depan nya ini benar-benar sangat cantik.
Lebih cantik dari kedua nona muda keluarga Oswald.
“A-apa yang kau lakukan t-tuan?” tanya Jasmine dengan gugup.
Arlen yang sempat terpesona oleh kecantikan gadis di depan nya itu segera tersadar dan memalingkan wajahnya.
“O-oh tidak.” Arlen segera menjauhkan wajahnya dan berdehem pelan.
“Oh ya, tu--”
“Arlen.” Arlen segera memotong ucapan Jasmine dengan menatap dingin pada Jasmine.
“Oh ya, em.. Arlen, bisa kau jelaskan tentang itu?” Jasmine menunjuk pada tangan kanan Arlen yang masih memegang benda yang sangat membuat nya terkejut hingga tidak bisa berkata-kata itu.
Arlen segera mengikuti arah pandang Jasmine dan kembali menatap Jasmine dengan dingin.
“Kembar.” jawab Arlen dengan singkat tanpa berniat menjelaskan lebih banyak pada gadis cantik itu.
Sedangkan Jasmine berkedip beberapa kali dan memberenggut kesal tanpa di sadari nya.
“Siapa nama mu?” tanya Arlen dengan dingin “Ayo pergi.” Arlen kembali melanjutkan ucapannya dengan melangkah kan kaki nya untuk pergi dari jurang itu.
Jasmine yang melihat pria tampan itu sudah berjalan pergi segera berlari kecil dan menyesuaikan langkah nya.
“Jasmine.” jawab Jasmine dengan riang.
“Jasmine?” ulang nya dengan menatap wajah cantik gadis di samping nya itu, yang tinggi nya hanya sebatas bahu nya.
“He'em.” Jasmine mengangguk kecil dan tersenyum tipis.
“Oh, baiklah. Bagaimana jika aku memanggilmu dengan Mine?” celetuk Arlen tanpa menyaring ucapan nya.
__ADS_1
Note: Mine memiliki arti yaitu 'Milikku'.
Jasmine yang sempat tersenyum tipis seketika berhenti berjalan dan menatap pria tampan yang masih melangkah kan kaki nya dengan terkejut, apa tadi Mine? oh, ayolah.. apakah dia salah mendengar?.
Sedangkan Arlen yang merasakan jika Jasmine tidak berada di samping nya segera menatap ke samping dan dia pun berhenti berjalan, lalu dia membalikkan tubuhnya dan saat itu juga dia melihat Jasmine yang terdiam membeku di tempatnya dengan wajah terkejut.
“Kenapa?” tanya Arlen dengan mengernyit bingung.
“Kau bilang apa tadi?” tanya Jasmine memastikan.
Arlen yang mendengar itu terdiam dan segera membalikkan tubuhnya.
“Hanya singkatan saja, tidak lebih. jangan berfikir yang tidak-tidak.” ucap Arlen dengan dingin lalu dia pun kembali melanjutkan langkahnya.
Jasmine yang mendengar itu hanya bisa terdiam, lalu dia pun berlari dan kembali menyesuaikan langkah nya dengan pria yang mengaku bernama Arlen itu.
“Apa kau tadi sengaja mengikuti ku?” tanya Jasmine setelah beberapa menit hanya terdiam dalam keheningan.
Arlen yang masih menatap ke arah depan nya melirik sekilas ke arah Jasmine.
“Tidak! tadi aku memang akan pergi ke sini.” elak nya.
“Untuk apa?” Jasmine mengernyit heran dibuat nya.
“Kau terlalu banyak bertanya nona!”
Jasmine yang mendengar suara Arlen semakin dingin segera membungkan mulutnya, lalu beberapa menit setelahnya mereka telah keluar dari hutan itu dan saat itu juga Jasmine melihat seekor kuda hitam yang sangat gagah.
Arlen segera mendekati kudanya dengan diikuti Jasmine di belakang nya.
“Naiklah.” ucap Arthur tanpa menatap Jasmine.
Jasmine yang mendengar itu menatap tak percaya pada Arlen.
“Aku?”
“Memangnya disini ada siapa lagi?” tanya Arlen dengan ketus.
Jasmine hanya mampu terdiam dengan menatap kuda di depan nya itu.
“Apa kau tidak mau naik? kau ingin disini sendirian? jika ada perampok aku tidak akan mau menolong mu jika kau di apa-apa kan!.” Arlen sengaja menakuti Jasmine dengan ucapan nya.
Jasmine yang mendengar itu menjadi takut, saat dia hendak menaiki kuda itu dia kembali terdiam.
“Kenapa?” tanya Arlen.
“Aku tidak bisa menaiki nya, hehehe..” Jasmine cengengesan setelah nya.
Arlen yang mendengar itu segera menghela nafas berat dan dia pun membantu Jasmine untuk menaiki kuda nya, lalu setelah nya dia pun ikut menaiki kuda itu dan duduk di belakang Jasmine.
__ADS_1
(Anggep aja kuda nya hitam, dan anggep aja yang di atas itu Arlen sama Jasmine ya? hahaha... soalnya Othor udah nyari visual yang kira-kira nya cocok buat mereka berdua, tapi ga nemu-nemu, jadi ya udah deh itu aja khihihi...).
Jasmine yang berada sangat dekat dengan Arlen menunduk gugup, dia sebelumnya tidak pernah begitu dekat dengan pria seperti ini jadi wajar saja jika dia sangat gugup dan malu.
Arlen yang melihat Jasmine menunduk segera mengangkat dagu Jasmine hingga Jasmine mendongak dan menatap Arlen, lagi-lagi Arlen begitu terpesona dengan wajah cantik Jasmine, posisi Jasmine yang membelakangi nya dengan wajah yang menatap nya tapi dengan posisi terbalik.
Membuat nya begitu terlihat cantik di matanya, entah sejak kapan tangan besar Arlen sudah menyusuri wajah cantik itu.
Sedangkan Jasmine hanya mampu terdiam dengan dan ikut menikmati wajah tampan Arlen, tapi jika di lihat-lihat lagi, dia seperti tidak asing dengan wajah tampan pria ini.
“Cantik!” gumam Arlen tanpa sadar.
Jasmine yang mendengar gumaman pria itu memerah malu, lalu dia pun segera kembalu menundukkan kepalanya.
Sedangkan Arlen dia segera tersadar, dan lagi-lagi dia berdehem pelan untuk menghilangkan rasa malu nya.
“Kita pergi?” tanya Arlen dengan dingin.
Jasmine hanya mengangguk.
Setelah melihat persetujuan Jasmine, Arlen segera memacu kuda nya secara perlahan.
Meninggalkan hutan yang menjadi saksi bisu kedekatan yang akan terjalin antara dua insan manusia itu di masa depan, kedekatan yang tanpa sengaja akan terjalin hingga membuat mereka menjadi saling melengkapi, membutuhkan dan saling bergantung di masa depan.
Kedekatan yang akan membawa Jasmine ke kebenaran hidup nya yang selama ini menjadi rahasia bunda nya, kedekatan yang akan memudahkan Jasmine membalaskan rasa sakit nya.
Dan kedekatan yang akan membawa Jasmine dan Arlen (Pangeran Chen), merasakan semua emosi karena cinta.
Ya, Arlen adalah pangeran Chen yang menyamar, dia menyamar hanya untuk menyelidiki dan mencari tahu tentang pedang yang berada di tangan Jasmine.
.
.
.
→→→→
Aku melarangmu untuk menjauh dari ku, patuhlah!. -King Black Wolf-
.
.
.
.
Hay guys, maaf lama Update, mulai sekarang Othor akan Up lagi ya, karena kondisi Othor juga udah lumayan membaik.
Hari ini Othor Up dikit dulu, dan besok Othor akan Up seperti biasa 2000 kata atau 3000 kata oke?.
__ADS_1
Salam sayang dari Othor💙🤗🤩.