
Saat ini, pangeran Chen dan Jasmine sedang berada di depan kediaman Oswald.
Mereka terus mengamati kediaman Oswald tanpa masuk kedalam kediaman itu.
“Mine?.”
“Kita kembali.” ucap Jasmine.
Lalu dia pun memutar kuda nya dan mulai memacu kuda mereka, menjauhi kediaman Oswald.
Kabar mengenai keluarga Oswald yang sedang tidak baik-baik saja menyebar dengan cepat, karena memang pada dasarnya mulut para pelayan di kediaman Oswald yang tidak bisa di jaga.
Alhasil, kabar itu pun bisa sampai ke seluruh penjuru ibukota.
Hari demi hari telah berlalu kedekatan pangeran Chen dan Jasmine semakin terlihat, pangeran Chen yang awal nya hanya ingin mencari tahu tentang kebenaran pedang mereka.
Malah berujung kedua nya yang semakin dekat, setelah balas dendam itu Jasmie tidak pernah lagi mengambil alih tubuh Jasmine.
Mungkin terkadang sesekali akan mengambil alih jika Jasmie hendak melakukan sesuatu, dan hebat nya pangeran Chen belum mengetahui fakta tentang itu.
Besok adalah hari dimana Freya dan pangeran Qiancheng akan menikah, dan hari besok adalah hari yang sudah di tunggu-tunggu oleh semua orang.
“Arlen?.” panggil Jasmine dengan menatap pria di depan nya itu.
“Hem?.” pangeran Chen menjawab tanpa mengalihkan pandangan nya.
“Apa kau besok akan menghadiri pesta pernikahan putri Freya?.”
Pangeran Chen yang mendengar terkesiap, dia berdehem pelan dan menatap Jasmine.
“Apa kau akan datang?.” tanya balik pangeran Chen.
“Tidak tahu.” jawab Jasmine.
Pangeran Chen yang mendengar itu menghela nafas lega, jika Jasmine datang bisa di pastikan identitas nya pasti akan terbongkar.
Walaupun mereka sudah dekat selama sebulan ini tapi pangeran Chen masih belum mau untuk mengatakan yang sebenarnya, siapa dirinya.
“Jasmine?.” pangeran Chen memanggil Jasmine dengan wajah serius.
“Ya?.”
“Apa kau akan mencari tahu siapa ayah mu?.” tanya pangeran Chen.
Jasmine terdiam mendengar itu, sebenarnya dia sangat ingin tahu siapa sebenarnya ayah nya.
Tapi dia tidak tahu harus mencari kemana, nama nya saja dia tidak tahu.
“Aku ingin mencari tahu siapa ayah ku, tapi bagaimana caranya? bahkan aku tidak tahu siapa nama nya.” lirih Jasmine dengan menundukkan kepalanya.
Pangeran Chen menghela nafas panjang.
“Siapa nama ibu mu?.”
“Jessie Oswald, kenapa memang nya?.”
__ADS_1
“Tidak apa-apa, aku akan membantu mu untuk mencari tahu siapa ayah mu.” jelas pangeran Chen.
Jasmine yang mendengar itu membelalak.
“Benarkah?.” tanya nya memastikan.
Pangeran Chen mengangguk “Tapi aku tidak yakin akan dengan cepat menemukan nya, aku harap kau bisa bersabar.”
Jasmine tersenyum “Kau sudah membantu ku saja aku sangat bersyukur Arlen.”
Pangeran Chen berdehem, dia mengalihkan pandangan nya karena menurut nya senyum Jasmine begitu manis, dia semakin terlihat cantik saja.
“Arlen?.”
“Ya?.”
“Terimakasih.”
“Untuk?.” pangeran Chen mengernyit heran.
“Terimakasih untuk semua nya, mungkin jika tidak ada dirimu hari itu sekarang aku sudah mati.” jelas Jasmine.
Pangeran Chen terkesiap, apa tadi? mati? jadi Jasmine waktu itu berniat bunuh diri?.
“Jadi waktu itu kau berniat bunuh diri?.” tanya pangeran Chen dengan tidak percaya.
“Ya.”
“Kenapa?.”
Pangeran Chen yang mendengar itu terdiam, dia menatap Jasmine dengan tatapan sulit di artikan.
“Arlen, apa keluarga mu tidak pernah menanyakan kemana dirimu selama ini? kau selalu datang pagi dan pulang sore.
Apakah mereka tidak menanyakan nya?.” tanya Jasmine dengan heran.
Ya, heran. pasal nya selama ini Arlen tidak pernah menyinggung soal keluarga Dawson sedikit pun.
Pangeran Chen berdehem “Tidak, karena aku mengatakan jika aku mengunjungi kakek nenek ku yang dari pihak ibu.” alibi pangeran Chen.
Mulus sekali dia berbohong khihihi..
Jasmine mengangguk.
“Apakah mereka tidak akan marah jika tahu selama ini kau berteman dengan ku, Arlen?.” seketika ucapan Jasmine menjadi lirih.
Dia takut keluarga Dawson tidak akan memperbolehkan Arlen untuk berteman dengan dirinya, yang notabe nya adalah hanya anak haram keluarga Oswald.
“Jasmine?.”
“Hem?.”
“Percayalah, keluarga ku tidak seperti itu, mau kau dari rakyat biasa sekali pun atau pun kau pengemis mereka tidak akan memandang rendah dirimu.
Mereka tidak pernah menilai seseorang dari siapa dia dan seberapa kaya orang itu Jasmine, yang mereka pandang adalah seberapa baik dirimu, seberapa tulus kau berteman dengan ku.
__ADS_1
Mereka ingin aku berteman dengan orang yang benar-benar tidak memandang siapa aku Jasmine, mereka ingin aku berteman dengan orang yang benar-benar tulus pada ku.” jelas pangeran Chen dengan menatap Jasmine.
Deg
......Deg ......
^^^Deg^^^
...Deg...
Deg
^^^Deg^^^
Tiba-tiba saja detak jantung Jasmine berdetak dengan cepat saat Arlen menatap nya dengan begitu dalam, entah kenapa Jasmine begitu terhanyut dalam tatapan itu.
Tatapan yang biasa nya terlihat dingin itu saat ini menatap nya dengan lembut, tidak bisa Jasmine pungkiri jika Arlen benar-benar pria yang sangat tampan bahkan terkadang menggemaskan.
Ga tau aje elu Jasmine pas kecil si Chen begimane, lucu beett😂😂.
Jasmine berkedip beberapa kali saat pria di depan nya itu tidak mau memutus kontak pandangan dengan nya, lalu Jasmine berdehem untuk mengurangi rasa gugup nya.
“Ekhem.” dehem Jasmine “Aku harap mereka akan benar-benar mau menerima ku sebagai teman mu Arlen.” lanjut Jasmine setelah dia berhasil mengendalikan diri nya.
Pangeran Chen masih tidak bergeming dia melihat tangan nya di meja dan menaruh wajah nya disana, menatap keindahan yang ada di depan nya tanpa mau melepaskan nya.
Jasmine semakin salah tingkah di buat nya, lalu dia pun bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju meja di samping peraduan nya untuk mengambil minuman.
Tanpa Jasmine sadari saat dia bangkit berdiri seulas senyum tipis yang sangat manis terpatri di bibir pangeran Chen, pangeran Chen akui jika Jasmine benar-benar sangat lugu dan polos.
Apakah sampai sekarang Jasmine belum mengetahui jika dirinya seorang pangeran dan King dari Black Wolf?.
Apakah jika suatu saat dia berkata jujur dan mengatakan jika dia bukan tuan muda keluarga Dawson, Jasmine akan membenci nya?.
Apakah Jasmine akan menyebut nya sebagai pembohong? apakah Jasmine akan menjauhi nya?.
Pangeran Chen terlarut dalam lamunan nya hingga dia tidak menyadari jika Jasmine sudah duduk di hadapan nya lagi, Jasmine mengamati wajah tampan Arlen yang terlihat menyendu itu.
Ada apa dengan pria ini? apakah ada yang mengusik pikiran nya, hingga membuat pria ini menjadi begitu sendu?.
“Arlen?.” panggil Jasmine dengan pelan.
Pangeran Chen yang di panggil pun segera membuka matanya dan menatap Jasmine.
“Mine?.”
“Ya?.”
“Berjanjilah pada ku, apapun yang terjadi kau akan tetap mempercayai ku!.”
“Hah?.”
////
Segini dulu, Othor mau menghilang dari peradaban untuk sementara waktu, karena Othor mao revisi S1 yang sempet tertunda wkwkwk😂😂.
__ADS_1