Time Travel: Jenderal Jia Li

Time Travel: Jenderal Jia Li
Musim Ke-3: Story the King of Black Wolf


__ADS_3

Pagi itu Jasmine terbangun dari tidur nya dengan rasa sakit yang mendera di kepalanya, mungkin efek dari luka di kepala nya.


Dia segera pergi membersihkan diri nya dan setelah selesai dia segera memakai pakaian sederhana nya, saat tatapan nya tak sengaja melihat sebuah cermin yang sudah usang Jasmine berjalan ke arah cermin itu lalu membersihkan nya.


Saat sudah selesai dia menatap pantulan dirinya di dalam cermin itu dalam diam, dia terus menatap kesana dan tak lama pandangan nya berubah.


Pandangan yang semula terlihat sendu dan sayu berubah menjadi dingin dan menenggelamkan bagi yang melihat nya, tak lama dia menarik ujung bibirnya hingga membentuk sebuah seringai yang menyeramkan.


Dia mengangkat tangan nya dan mengelus pipi putih nya itu, jika selesai membersihkan diri memang Jasmine terlihat sangat cantik.


Bahkan bisa dibilang kecantikan nya itu sejenis kecantikan yang langka.



Jasmine /Jasmie Oswald 19 tahun.


Saat Jasmie masih terdiam dengan menatap cermin tiba-tiba pintu kamar nya di buka dengan kasar.


Brakk..


“Jalangg sialan, berani nya kau membuat kami menunggu manusia tak berguna seperti dirimu!!.” teriak Sherina dengan keras.


Jasmie yang mendengar itu hanya menatap Sherina dari ujung matanya tanpa membalikkan tubuhnya.


Sherina yang di acuhkan oleh Jasmine pun menjadi geram, beraninya gadis haram itu mengacuhkan nya!!.


“Kau?! tidak saja bisu tapi tuli!!.” hina Sherina dengan sinis.


Lagi dan lagi Jasmie hanya diam tak menjawab.


Sherina yang melihat itu menjadi marah dan berjalan cepat ke arah Jasmine, tanpa tahu jika Jasmie akan membuat nya tak berkutik.


“Kau?!! dasar gadis hina!!” makin Sherina dengan keras.


Saat dia sudah satu langkah di samping Jasmie tiba-tiba Jasmie membalikkan tubuhnya dan mencekik Sherina dengan kuat, hingga membuat Sherina terkejut atas tindakan Jasmie.


Sherina yang di cekik oleh Jasmine menjadi kesulitan bernafas, dia memukul tangan Jasmine yang berada di leher nya itu dengan keras.


“K-ka-u? ja-ja-jala-ng!!” Sherina berucap dengan terbata-bata dia merasa sekarang akan segera mati jika Jasmine tidak melepaskan cekikan nya.


Sherina yang melihat Jasmine hanya terdiam dengan wajah datar sangat heran, apalagi tatapan Jasmine yang terkesan sangat dingin dan menenggelamkan membuat nya terlihat menyeramkan.


“Le-lepa-s.” Sherina sungguh telah kehabisan nafas nya.


Dada nya terasa sangat sesak dan dia benar-benar merasa akan mati.


Jasmie yang melihat itu segera melepaskan cekikan nya dan mendorong Sherina dengan kasar ke arah lantai.

__ADS_1


Brughh..


Jasmie menatap dingin pada Sherina yang sedang menghirup udara dengan rakus, dia benar-benar merasa paru-paru nya menjadi kosong.


“Be-berani nya kau?!!” Sherina menatap Jasmine dengan marah.


Dia segera bangkit dari duduk nya dan menatap Jasmine marah.


“Dasar jalangg tidak tahu diri!!” bentak Sherina dengan keras.


Lagi-lagi Jasmie diam tak menjawab.


Sherina yang melihat Jasmie sangat berubah tak seperti biasa nya mengernyit heran, sejak kapan anak haram ini memiliki keberanian seperti tadi?


Dan lagi, apa-apaan tindakan nya tadi yang berani mencekik nya? bahkan tatapan Jasmine terkesan sangat dingin.


“Aku akan mengadukan mu pada kakek jalangg!! lihat saja!!” ancam Sherina dengan menunjuk wajah Jasmine dengan penuh amarah.


Lalu dia berbalik dan pergi dari kamar Jasmine dengan kemarahan yang sudah tidak bisa dia bendung, bahkan dia mengabaikan leher nya yang memerah dan terasa sakit itu.


Jasmie yang melihat Sherina pergi, menyeringai dengan seram.


“Kalian telah salah mencari masalah dengan ku..” gumam nya dengan suara rendah.


Jasmie segera berjalan menuju lemari nya dan mencari sesuatu disana, setelah menemukan nya dia segera berjalan keluar dan pergi menuju belakang kediaman nya.


Setelah itu Jasmie segera pergi dari sana dan berjalan menuju pasar, walaupun akan memakan waktu cukup lama karena dia akan berjalan memutar tapi tak membuat Jasmie lelah.


Setelah sampai di pintu ruangan itu dia segera membuka nya dengan kasar.


Brakk..


Orang-orang yang berada di dalam ruangan itu terperanjat kaget karena ulah Sherina.


“Sherina! apa-apaan kau ini?!” bentak Denzel dengan kesal.


Sherina mengabaikan kekesalan kakak nya itu dan segera berjalan menuju kedua orang tua nya.


“Kakek, ayah, ibu, lihat ini?!” ucap Sherina seraya menunjuk leher nya yang memerah.


Semua orang yang melihat leher mulus Sherina memerah dan terlihat bekas cekikan terbelalak kaget.


“Ada apa dengan leher mu Sherina?” tanya nyonya Belinda dengan terkejut.


Sherina yang mendengar itu segera mengepalkan tangannya erat.


“Ini semua karena ulah jalangg tidak tahu diri itu ibu!!” jawab Sherina dengan marah.

__ADS_1


Semua orang yang mendengar ucapan Sherina kembali terkejut, sedangkan Agler hanya acuh saja dan segera memulai sarapan mendahului yang lain.


“Apa maksud mu Sherina?” tanya tuan besar Darius dengan bingung.


“Kakek, Jasmine yang sudah mencekik ku tadi, saat aku menemui nya di kediaman nya!!” adu Sherina dengan menggertakkan giginya.


Tuan Erick yang mendengar itu segera menggebrak meja makan.


Brakk..


“Berani nya dia?!! apa kau bercanda?” tanya tuan Erick memastikan.


Sherina yang mendengar itu menggeleng dengan cepat.


“Aku tidak bercanda ayah!! lihatlah leher ku ini!” jawab Sherina dengan menunjuk leher nya yang sudah sedikit membiru.


“Berani nya jalangg itu melukai adik ku!!” geram Denzel dengan mengepalkan tangannya erat.


“Ibu ini sangat sakit..” rengek Sherina dengan manja.


Nyonya Belinda yang mendengar itu segera menarik Sherina untuk duduk di samping nya, sedangkan Caitlyn yang sedari diam hanya menatap kakak nya heran.


Pasalnya, sejak kapan sampah itu berani menyakiti kakak nya? bukan, bukan itu saja, dan juga sejak kapan Jasmine berani mengangkat kepala nya?.


Bukankah selama ini Jasmine sangat takut pada mereka? bahkan saat mereka menyiksa Jasmine, Jasmine tidak pernah melawan!.


Ini sangat mencurigakan! oh ya, sejak kapan seorang Jasmine mempunyai keberanian untuk mengangkat tangan nya?.


Ini benar-benar di luar pemikiran nya.


Sedangkan disisi lain, Agler tak kalah terkejutnya dengan ucapan kakak kedua nya itu, seorang Jasmine mampu melukai seorang Sherina yang terkenal angkuh dan sombong nya?.


Apakah kakak nya itu sedang membual? bukan nya Agler tidak percaya, hanya saja ini seperti mimpi!.


Dia tentu saja tahu siapa itu Jasmine, gadis yang terlahir di keluarga Oswald-nya itu dengan identitas seorang gadis haram, dia bisu, lemah, dan seorang sampah.


Dia bahkan sudah sering melihat keluarga nya itu menyiksa Jasmine, walaupun dia tidak pernah ikut melakukan nya karena itu hanya akan buang-buang tenaga saja, tapi tidak bisa Agler pungkiri perubahan gadis itu mencurigakan bagi Agler.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, comen and vote🤩🤩💗💗.


__ADS_2