
Saat ini Hong Shilin sedang berada di belakang kediaman nya, dia sedang tidur-tiduran di bawah pohon apel yang sama dengan tadi pagi, dia menatap langit siang itu dengan pikiran berkecamuk.
Entahlah dia sangat bingung, dia itu putri kandung dari tuan dan nyonya Hong, tapi perlakuan kedua orang tua nya begitu berbeda padanya, mereka tidak mempercayai dirinya dan lebih mempercayai kakak nya.
Dia juga tidak menyangka kenapa kakak nya begitu membenci nya, kenapa dia tidak boleh merasakan kasih sayang kedua orang tua nya? dia juga sangat ingin seperti kakak nya yang begitu di sayangi oleh kedua orang tua mereka.
Tanpa sadar setetes air mata keluar dari pinggir mata Hong Shilin, dia memang nakal selalu berbuat onar dimana saja, tidak mendengarkan setiap ucapan orang tua nya, tapi itu semua juga karena kedua orang tua nya yang sangat pilih kasih terhadap nya.
Jika saja orang tua nya tidak pilih kasih mungkin dia tidak akan seperti ini, jika saja dia tidak memiliki seorang kakak yang mempunyai sifat bak rubah, mungkin dia akan di percaya oleh kedua orang tua nya, jika saja hari itu kakak nya tidak bertemu dengan Dia mungkin saat ini dirinya masih bisa melihat senyum Dia dan masih bisa bertemu dengan Dia.
Jika saja... Hong Shilin sekarang hanya bisa berharap dengan kata jika saja, ya jika saja waktu bisa di putar kembali mungkin dirinya tidak akan menjadi seperti ini.
Sedangkan Zu yang baru saja sampai di belakang kediaman Hong Shilin mengernyit kan dahi nya saat melihat Hong Shilin yang melamun sembari menatap langit, ada apa dengan Hong Shilin?
Akhirnya Zu pun melangkah mendekati Hong Shilin dengan langkah lebar nya, Hong Shilin yang memang tidak menyadari kedatangan Zu masih menatap langit dengan sendu setelah itu dia pun menutup mata nya, sepertinya dia harus menerima kenyataan pahit ini.
Setelah Zu sampai di samping Hong Shilin dia pun mendudukan dirinya dan setelah itu mendekatkan wajahnya pada wajah Hong Shilin, setelah di lihat-lihat dari dekat dia bisa melihat jika di pinggir mata Hong Shilin terlihat basah, apakah dia baru saja menangis?
“Lin'er?” panggil Zu dengan pelan
Hong Shilin yang merasa di panggil pun membuka mata nya dan tanpa sadar dia pun menampar wajah Zu yang tertutup topeng karena terkejut
Plakk
“Aww, Hong Shilinnnnnn!!” teriak Zu dengan keras
Demi apapun ini sangat sakit, apalagi wajah nya sedang memakai topeng, bayangkan saja bagaimana sakit nya dirimu di tampar saat sedang memakai topeng!
Hong Shilin yang sadar jika sudah menampar Zu segera mendudukkan dirinya
“Z-Zu, maafkan diriku, aku tidak sengaja menampar mu” ucap Hong Shilin dengan tidak enak hati
“Tidak sengaja kau bilang?” Zu menatap tajam Hong Shilin
Hong Shilin yang di tatap seperti itu meringis
“Iya, ini salah mu kenapa juga kau tiba-tiba berada di hadapan wajah ku, aku tadi sangat terkejut aku kira kau siapa” jelas Hong Shilin
Zu yang mendengar itu mendengus kesal, memang sih ini salah nya karena tidak bilang jika dia datang.
Setelah itu Zu melepaskan topeng nya dan mengusap pipi nya yang memerah, Hong Shilin yang melihat itu tanpa sadar mengangkat tangan nya dan memegang tangan Zu yang masih mengusap pipi nya.
“Maafkan aku, ini pasti sangat sakit” ucap Hong Shilin dan mengusap wajah Zu
Zu yang melihat itu menatap Hong Shilin dalam, tapi setelah itu senyum licik menghiasi wajahnya.
“Apa kah tidak mau mengobati pipi ku?” desis Zu
Hong Shilin yang mendengar itu segera tersadar dan menatap mata Zu tapi setelah itu dia pun bangkit berdiri.
__ADS_1
Zu yang melihat itu segera meraih tangan Hong Shilin
“Mau kemana?” tanya Zu heran
“Bukankah kau tadi bilang, apa kah aku tidak mau mengobati wajah mu?, dan sekarang aku mau mengambil obat nya” Hong Shilin menatap Zu aneh
Zu yang mendengar itu segera menarik Hong Shilin agar duduk kembali, setelah Hong Shilin duduk Zu pun kembali berkata
“Bukan itu maksud ku”
“Lalu?” tanya Hong Shilin bingung
“Aku memang ingin kau mengobati wajah ku yang memerah ini, tapi tidak dengan obat!”
“Jika tidak dengan obat lalu dengan apa?” Hong Shilin bertambah bingung mendengar ucapan Zu
Jika tidak dengan obat lalu dengan apa?
Zu tersenyum licik saat mendengar itu
“Cium aku!” ucap Zu gamblang
“Hah?” Hong Shilin menganga tak percaya mendengar itu tapi setelah nya wajah nya memerah
“Ck, aku tidak mau di obati tapi aku mau kau mencium pipi ku yang kau tampar itu, setelah itu aku jamin ini akan sembuh” Zu menepuk-nepuk pipi nya yang di tampar Hong Shilin tadi
“Jadi kau tidak mau?”
“Tidak!”
“Oke baiklah, jika begitu aku akan melaporkan pada tuan Hong jika kau selama ini diam-diam berlatih beladiri dan berlatih pedang aku yakin emmphh--” belum sempat Zu menyelesaikan ucapannya Hong Shilin sudah membekap mulutnya dengan tangan nya
“Berani nya kau mengancam ku!” Hong Shilin menatap tajam Zu
“Emphhh--”
Setelah itu Hong Shilin melepaskan bekapan nya dan Zu pun menghirup udara dengan rakus, sialan!
“Berani nya kau?!!”
“Apa? kau juga berani nya mengancam ku!”
“Huh!” Zu mendengus kesal “Kenapa kau malu? hanya mencium pipi ku saja, bukankah kita sudah pernah melakukan lebih em?” Zu mengangkat sebelah alis nya saat mengatakan itu
Lagi-lagi wajah Hong Shilin memerah mendengar ucapan Zu dan kejadian tadi pagi tiba-tiba melintas di benak nya
“Kau?!”
“Ayolah-ayolah, hanya cium pipi saja em?” Zu menunjuk pipi nya dan tersenyum menggoda Hong Shilin
__ADS_1
Hong Shilin yang mendengar itu terdiam menatap Zu, sialan kenapa dia harus terjebak situasi seperti ini? ayolah Hong Shilin hanya cium pipi saja bukan kah kau sudah melakukan yang lebih dengan Zu?
Perlahan wajah Hong Shilin mendekati wajah Zu, Zu yang melihat itu tersenyum puas dan setelah hanya tinggal sedikit lagi bibir Hong Shilin sampai di pipi Zu, Zu membalikan wajah nya ke arah depan dan saat itu pula bibir nya bertemu dengan bibir Hong Shilin.
Tanpa menunda lagi Zu segera mel*mat bibir manis Hong Shilin yang sudah menjadi candu bagi nya, Hong Shilin yang mendapat perlakuan itu membelalakkan matanya dan akhirnya dia sadar jika dia sudah di kerjai oleh Zu!
Hong Shilin kembali memberontak tapi lagi dan lagi Zu memegang tengkuk leher nya hingga memperdalam ciuman itu, Zu terus mel*umat bibir itu dengan rakus dan setelah beberapa saat Zu mengigit bibir Hong Shilin hingga membuat Hong Shilin seketika membuka mulut nya.
Zu mulai menyusuri setiap rongga mulut Hong Shilin dan akhirnya Hong Shilin pasrah dan mulai memejamkan matanya dan mulai membalas lilitan lidah Zu di dalam mulutnya, kenapa dia bisa sepasrah ini? ayolah baru kali ini dia merasa tidak berguna belajar beladiri!
Setelah beberapa saat Zu pun melepaskan ciuman nya saat mereka sudah kehilangan nafas, Hong Shilin menghirup udara dengan rakus begitu pun dengan Zu
“Kenapa tadi kau menangis?” tanya Zu tiba-tiba dan dia pun membaring kan tubuh nya di rerumputan
Hong Shilin yang masih sibuk mengatur nafas nya tertegun mendengar ucapan Zu
“Tidak!” jawab Hong Shilin cepat
“Kemarilah!” Zu menepuk-nepuk rumput di samping nya dan menyuruh Hong Shilin tidur
Hong Shilin menaikan alis nya menatap Zu tapi setelah itu dia pun ikut membaring kan tubuh nya di samping Zu
Zu yang melihat itu tersenyum dan mendekatkan tubuh nya pada tubuh Hong Shilin, dan setelah itu dia memiringkan tubuhnya dan memeluk pinggang Hong Shilin
“Kau tidak bisa membohongi ku Lin'er, aku tau kau tadi menangis” ucap Zu dengan suara rendah
Hong Shilin yang masih menatap langit mengalihkan pandangan nya dan menatap Zu, setelah itu dia pun memiringkan tubuhnya dan memeluk Zu dengan erat dan menyembunyikan wajah nya di dada Zu.
Tanpa Zu duga Hong Shilin menangis dengan lumayan keras di dalam pelukan Zu, Zu yang mendengar itu tertegun dan mulai gelagapan
“Lin'er kau kenapa?” Zu mencoba mengangkat wajah Hong Shilin tapi Hong Shilin semakin mengencangkan pelukan nya dan terus menangis
“Hey Lin'er, kau kenapa? jangan membuat ku khawatir!”
Tidak ada jawaban, Hong Shilin masih menangis dan akhirnya Zu pun hanya bisa menghela nafas panjang dan membiarkan Hong Shilin menangis sepuas nya di pelukan nya.
.
.
.
.
.
Maaf ya Author up nya lama, soal nya Author lagi ulangan dan lagi banyak tugas, jadi maafin Author yang up nya lama.
Jangan lupa Like, Comen, and vote bep❤️🤗
__ADS_1