Time Travel: Jenderal Jia Li

Time Travel: Jenderal Jia Li
Musim Ke-3: Story the King of Black Wolf


__ADS_3

Jasmine yang waktu itu sedang berada di penginapan hanya berdiam diri di dengan menghadap ke arah jendela, kamar penginapan nya yang memang berada di lantai paling atas dapat membuat nya bisa melihat pemandangan di bawahnya dengan leluasa.


Dirinya hanya termenung dengan pikiran yang berkecamuk, dia tidak menyangka ternyata dirinya sekarang sudah menjadi buronan keluarga nya sendiri, apa yang harus dia lakukan?.


Jasmine yang sedang kalut dan dengan pikiran kosong nya dia keluar dari kamar penginapan nya setelah memakai cadarnya dan mengambil pedang nya.


Dia keluar dari penginapan itu dengan pikiran kosong nya, apa yang harus dia lakukan? kenapa takdir sangat jahat padanya? setelah merebut bunda nya dari kehidupan nya, sekarang dia harus di hadapkan dengan kenyataan pahit ini.


Apakah bunuh diri adalah jalan terbaik? ya, saat ini otak cantik Jasmine sedang salah mengambil belokan, entah setan mana yang merasuki pikiran nya dirinya bisa berpikir untuk bunuh diri saja.


Jasmine melangkah kan kaki nya dan berjalan menuju gerbang ibukota, dia akan pergi ke salah satu hutan di luar ibukota dimana disana juga letak desa-desa terpencil yang memang sangat berbahaya.


Berbanding terbalik dengan ibukota kerajaan Benedict yang sangat aman dan jauh dari kata bahaya.


Setelah berjalan sekitar dua puluh menit akhirnya Jasmine sampai di gerbang ibukota, dengan mudah dirinya bisa melewati para penjaga itu dan tidak mencurigai Jasmine sama sekali.


Dia kembali berjalan menjauhi gerbang ibukota itu tanpa merasa lelah sedikitpun, saat dirinya sudah berada di jalan dimana tempat itu lebih di dominasi oleh pohon-pohon yang menjulang tinggi dan daun yang rimbun nya.


Jasmine merasakan jika dirinya tengah di ikuti oleh seseorang, dengan wajah yang sudah di aliri oleh keringat Jasmine memutar tubuhnya tapi saat itu juga dia tidak melihat siapa-siapa.


Lalu Jasmine pun kembali melanjutkan perjalanan nya dan tanpa pikir panjang dia segera masuk ke dalam hutan, Ya, saat ini Jasmine sedang melewati sebuah hutan.


Saat di pertengahan lari nya Jasmine mendengar dari arah belakang nya juga terdengar seseorang berlari, dengan ketakutan Jasmine terus berlari dan akhirnya tanpa Jasmine sadari dirinya sudah berada dua meter dari jurang yang ada di hutan itu.


Saat Jasmine sadari jika di hadapan nya jurang dia terbelalak kaget dan berteriak.


“Akhhh..” Jasmine berteriak takut saat kaki nya tidak bisa dia hentikan untuk tidak berlari lagi.


Jasmine sudah menutup matanya saat satu langkah lagi dirinya masuk ke dalam jurang itu, tapi sebuah pelukan mendarat di pinggang ramping nya saat itu juga.


Dan orang yang sudah menyelamatkan Jasmine itu segera mundur beberapa langkah dan menjatuhkan Jasmine di atas tanah dengan orang itu yang sekarang sudah berada di atas tubuh Jasmine.


Brukk


“Aww..”


Jasmine segera membuka matanya dengan ringisan di bibir tipisnya, lalu saat itu juga dia dapat melihat jika di atas nya terlihat seorang pria tampan dengan nafas yang terengah-engah tengah menutup matanya.


Jasmine membeku melihat ketampanan pria itu tiba-tiba dia merasa sulit untuk bernafas, apalagi hembusan nafas pria itu yang menerpa wajah nya membuat nya menjadi gugup, malu sekaligus geli.


“Tu-tuan?” panggil Jasmine pelan.


Pria yang masih memejamkan matanya itu segera membuka nya perlahan, bulu mata lentik itu mengedip beberapa kali dan setelah nya mata hitam indah itupun terpampang nyata di hadapan Jasmine.


Dia dibuat semakin gugup saat pria tampan itu menatap nya dengan tidak berkedip sama sekali, tatapan nya yang tajam dan dingin itu membuat nya sulit untuk menelan ludahnya sendiri.


Tapi tunggu! sepertinya Jasmine pernah melihat pria tampan ini, bukankah...


Ya, sekarang Jasmine ingat, pria ini.. pria yang sudah menabrak nya saat di pasar dan membantunya dari cacian Sherina dan Caitlyn.


“Cantik!” ucap pria tampan itu tanpa sadar.

__ADS_1


Jasmine yang mendengar itu terkesiap dan seketika memegang wajah nya, saat itu juga dia sadar jika dirinya sudah tidak memakai cadar nya.


“Tu-tuan?”


“Arlen.”


“Hah?” Jasmine dibuat cengo oleh ucapan pria tampan yang masih betah berada di atas nya itu.


“Panggil aku Arlen.”


“O-oh” akhirnya Jasmine paham sekarang.


“Tu-tuan Arlen, bisakah anda turun dari tubuh ku?” tanya Jasmine dengan gugup.


Pria tampan yang mengaku bernama Arlen itu pun segera tersadar dan bangkit dari posisi nya tadi.


“Maaf aku lupa.” ucap nya dengan dingin.


Jasmine hanya bisa mengangguk dan segera bangkit dari posisi nya tadi, dia menepuk-nepuk pakaian nya yang sudah kotor karena tiduran di tanah tadi.


Setelah itu Jasmine pun segera mengambil kembali pedang nya dan menatap waspada pada pria tampan yang masih menatap Jasmine itu.


“Tu-tuan, kenapa anda mengikuti ku tadi?” tanya Jasmine dengan gugup.


Arlen yang mendengar itu seketika langsung ingat dengan tujuan nya mengejar perempuan cantik yang berada di hadapan nya itu.


“Kau bukan seorang perampok bukan?” selidik Jasmine dengan waspada.


Pria yang mengaku bernama Arlen itu terdiam dengan wajah bingung nya, entah kenapa seketika dirinya menjadi ingin mengerjai perempuan itu.


Dia berjalan perlahan dan mendekati Jasmine dengan senyum yang sulit di artikan oleh Jasmine.


Jasmine yang melihat pria di depan nya berjalan mendekat menjadi waspada dan mundur ke belakang.


“Tu-tuan..” Jasmine semakin mundur ketakutan saat Arlen sudah dua langkah di depan nya.


Tapi saat itu juga tubuh Jasmine menabrak sebatang pohon di belakang nya.


Brugh


“Aww..” Jasmine meringis sakit saat tubuh nya menabrak pohon dengan lumayan keras.


Tapi saat dia masih meringis kesakitan tiba-tiba dirinya melihat kedua tangan pria itu sudah berada di sisi kanan dan kiri tubuhnya, pria bernama Arlen itu mengapitnya dengan kedua tangan yang di letakkan di sisi kanan dan kiri nya.


Saking gugup nya Jasmine segera menyilangkan kedua tangan nya kepada dada nya masih dengan tangan kanan yang memegang pedang nya, tapi saat itu juga pedang nya membentur pedang pria itu tapi Jasmine masa bodoh karena saat ini yang berada di pikiran nya dia harus segera pergi dari sini.


“Tu-tuan..”


“Arlen.”


“Hah?”

__ADS_1


“Kenapa kau terus memanggil ku tuan?”


Jasmine yang bingung harus menjawab apa hanya bisa menatap wajah tampan di hadapan nya itu, dia sedang membatin.


Kenapa ada pria setampan ini di dunia ini?.


“Aku tau aku tampan, tidak usah memperlihatkan wajah bodoh mu seperti itu!” ledek Arlen.


Jasmine yang mendengar itu seketika sadar dan segera mengalihkan pandangan nya, dan tepat saat itu juga..


Deg...


Jasmine terdiam membeku di tempatnya dengan mata yang kembali membelalak lebar, hingga membuat nya sulit untuk bernafas dan menelan ludah nya.


Ini... kenapa?


Ujian macam apa lagi ini!!! teriak Jasmine dengan frustasi di dalam hati nya.


.


.


.


.


.


Hello guys, how are you? Fine kan? iya lah hehehe


Maafkan Othor luknut ini yang sudah membuat kalian menunggu dan berada dalam ketidakpastian ya Khihihi🤭🤭


Soalnya demi kekayaan pangeran Chen yang tiada habis nya itu dan kesialan yang Jasmine hadapi Othor bener-bener sibuk selama beberapa hari ini hiks🤧


Tapi ya udah lah ya, Mau Othor jelasin sampe lebaran apel juga kalian ga akan peduli karena emang ga penting!!! ye kan? hahaha😂😂.


Tapi karena Othor nya yang emang lagi pengen banyak b*cot aja jadi dengan suka rela Othor jelasin ke kalian, kenapa Othor ngilang gitu aja kaya di telen Doraemon.


Satu, karena dari tanggal sepuluh kemarin Othor rewang di tempat sepupu yang nikah kemarin tanggal 16.


Dan dua, di tanggal 17 kemarin Othor sibuk rewang lagi di tempat Om Othor yg anak nya mau sunat dan besok hari H nya.


Jadi seperti nya besok Othor tidak bisa Up lagi hehehe.


Maaf ya sayang, salam sayang dari Othor muahhhh semoga kalian tidak selingkuh dari Othor yang luknut ini ya huhuhu🤧🤧.


Cukup sekian dan terimagaji😊💎.


(Ternyata ga enak juga kebanyakan b*cot mulut nya serasa banyak buih lautan nya khihihi).


Maaf dikit, karena emang Othor ga ada niat mau nulis banyak hari ini khihihi...

__ADS_1


__ADS_2