
Orang-orang yang berada di aula yang melihat Yui, Jia Li, Li Xuan, dan Jingmi yang tertawa terbahak-bahak menatap mereka dengan heran, ada apa? itulah isi pemikiran mereka saat ini.
Sedangkan Hong Shilin menatap Zu yang sekarang sedang menunduk malu, entah kenapa? dia bingung sendiri, setelah mendengar ucapan pangeran Chen kenapa orang-orang yang berada di depan nya ini tertawa terbahak-bahak sedangkan Zu menunduk malu.
Sedangkan pelaku yang membuat keempat orang itu tertawa berkedip beberapa kali dengan wajah polos nya, dia menatap bunda, ayah serta paman, bibi nya yang sedang tertawa.
“Bunda, ayah, paman, bibi, kenapa kalian tertawa? apakah ucapan Chen salah?” tanya Chen dengan bingung.
Jia Li dan Yui yang mendengar ucapan Chen berhenti tertawa dan menatap Chen dengan kekehan nya, mereka masih sulit untuk meredakan tawa mereka.
“Chen sayang, kenapa kau bertanya seperti itu pada paman Zu hem?” tanya Yui dengan menatap Zu geli.
“Apakah salah ayah? paman Zu buaya darat, bunda yang bilang waktu itu” Chen menatap Yui dengan wajah polos nya.
Yui yang mendengar ucapan Chen menatap Jia Li dengan mengigit bibir bawah nya, tawa nya hampir meledak lagi.
Sedangkan Li Xuan dan Jingmi menggelengkan kepalanya dan mencoba menghentikan tawa mereka.
“Chen sayang? kenapa kau mengatakan jika bunda yang bilang paman Zu buaya darat?” tanya Jia Li tidak terima.
Iyalah tidak terima, kan Chen yang bilang sendiri jika Zu buaya darat waktu itu.
Chen menggeleng mendengar ucapan Jia Li.
“Chen mengatakan yang sebenarnya, bunda bilang waktu bunda memakai pakaian laki-laki untuk melindungi bunda dari buaya darat, dan paman Zu lah buaya darat nya” jawab nya dengan mengangguk kan kepala nya dengan polos.
Hong Shilin yang mendengar ucapan pangeran Chen menatap Zu bingung, dia masih bingung apa maksud dari ucapan buaya darat?.
“Em, sebenarnya ini ada apa ya?” tanya Hong Shilin dengan bingung.
Jia Li, Yui, Li Xuan, Jingmi dan Chen yang mendengar suara Hong Shilin serempak menatap Hong Shilin.
Mereka lupa jika di sini ada calon istri dari Zu!.
“Bibi cantik, paman Zu buaya darat!” ucap Chen dengan menatap Hong Shilin polos.
Hong Shilin yang mendengar itu mengernyit kan dahinya, dan menatap Zu yang sekarang masih menunduk kan kepala nya dengan wajah yang memerah dari balik topeng yang dia pakai.
Oh ayolah, rasanya dia sangat ingin bersembunyi di dalam lubang semut sekarang ini!.
“Maksud pangeran apa ya? buaya darat apa nya?” tanya Hong Shilin lagi dengan menatap kelima orang itu bingung.
“Oh, bibi paman Zu itu suka sekali ber---” sebelum Chen menyelesaikan ucapannya mulut nya segera di tutup oleh Jia Li.
Chen yang di perlakukan seperti itu memukul tangan Jia Li pelan.
“Em nona Shilin, jangan dengarkan ocehan anak berumur dua tahun ya, Chen memang suka sekali bicara ngelantur hehe” Jia Li melepaskan tangan nya dari bibir Chen lalu setelah nya dia mengambil Chen dari gendongan Yui.
“Bunda, kenapa menutup mulut Chen! Chen belum selesai bicara pada bibi cantik!” rengek Chen.
“Sayang tidak baik bicara seperti itu oke, kau mau calon bibi mu nanti kabur?” Chen yang mendengar itu menatap Jia Li bingung.
“Calon bibi? siapa Bun?”
“Bibi cantik itu calon bibi mu, dia akan menikah dengan paman Zu sebentar lagi!” jelas Jia Li.
“Oh, berarti paman Zu tidak akan jadi buaya darat lagi? atau nanti paman Zu akan ganti-ganti bibi?” tanya Chen lagi dengan wajah polos nya dan berkedip beberapa kali.
Yui, Jia Li, Li Xuan, dan Jingmi yang mendengar itu mengulum senyum untuk mencoba meredakan tawa yang hampir saja meledak lagi.
__ADS_1
Chen kenapa kau polos dan menggemaskan sekali!!!.
Zu yang sudah tidak tahan dengan malu nya pun akhirnya angkat suara.
“Oh ayolah pangeran, apa kau tidak kasihan pada paman hem?” rengek Zu dengan kesal.
Chen yang mendengar ucapan Zu menatap Zu bingung, lalu setelah nya menggeleng.
“Tidak, Chen tidak kasihan pada paman. Chen hanya kasihan pada bibi cantik, paman kan akan ganti-ganti bibi” ucap Chen.
Sekali lagi, keempat orang itu akhirnya tidak bisa menahan tawa mereka dan akhirnya mereka pun kembali tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan polos Chen.
Sedangkan Zu berdecak kesal dan segera menarik tangan Hong Shilin untuk pergi dari hadapan kelima orang yang sangat menyebalkan itu menurut Zu, Hong Shilin yang di tarik oleh Zu hanya bisa diam dan menatap Zu bingung.
Chen yang melihat Zu membawa bibi cantik pun berucap.
“Paman, jangan bawa bibi cantik biarkan bibi cantik disini, jika paman ingin ganti bibi!” ucap Chen dengan sedikit keras agar Zu mendengar nya.
Zu yang mendengar teriakan Chen berdecak kesal.
“Ck, anak itu! kepolosan nya sangat-sangat menyebalkan!” gerutu Zu dengan kesal.
Dan akhirnya mereka berdua pun keluar dari aula itu dan pergi menuju kamar Zu.
Sedangkan Yui Jia Li, Li Xuan dan Jingmi yang melihat Zu pergi membawa Hong Shilin menggeleng kan kepala nya.
“Ratu Jia, sebenarnya Zu sudah mengatakan yang sebenarnya pada nona Hong itu” ucap Li Xuan setelah tawa nya reda.
Jia Li yang mendengar ucapan Li Xuan menatap Li Xuan bingung.
“Maksud mu?” tanya Jia Li.
Jia Li yang mendengar itu tersentak kaget begitupun dengan Jingmi dan Yui.
“Lalu?” tanya Jia Li dan Jingmi serentak.
“Yah nona Hong mau menerima Zu dengan sepenuh hati nya, dan Zu juga bilang jika dia beruntung di cintai oleh gadis seperti nona kedua Hong itu” jelas Li Xuan lagi dengan menatap ke arah pergi nya Zu dan Hong Shilin.
Jia Li, dan Jingmi yang mendengar itu menghela nafas lega.
“Baguslah, aku pikir nona Hong itu belum mengetahui nya, ternyata Zu orang nya jujur juga” ucap Jia Li.
Yui yang mendengar ucapan Jia Li mengernyit.
“Jadi laki-laki memang harus begitu” timpal Yui.
Jia Li yang mendengar ucapan Yui menatap Yui jengah.
Setelah itu mereka pun kembali ke tempat masing-masing, dan acara itu pun kembali di teruskan tanpa Zu dan Hong Shilin.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Zu yang sudah sampai di kediaman nya membuka pintu kamar nya dan setelah itu menarik Hong Shilin untuk ikut masuk kedalam kamar nya, setelah di dalam Zu menutup pintu nya dan mengunci pintu kamar itu.
Setelah selesai dia pun membuka topeng nya dan menaruk nya di meja samping tempat tidur nya, Hong Shilin yang melihat Zu membuka topeng nya berjalan menuju peraduan Zu dan duduk di sana.
“Zu, apa maksud dari ucapan pangeran Chen?” tanya Hong Shilin setelah melihat Zu duduk di samping nya.
Huftt
Zu menghela nafas panjang.
“Kau tau sendiri bukan jika aku seorang bajjingan, dan yah pangeran Chen mengartikan nya dengan sebutan buaya darat untuk ku, karena waktu itu dia tidak sengaja mendengar ucapan ku saat aku sedang bercerita dengan para anggota ku.
Dan yah hasil nya karena kepolosan nya itu, semua orang jadi tahu jika aku waktu itu suka sekali bermain wanita” jelas Zu dengan menatap wajah Hong Shilin.
Hong Shilin yang mendengar ucapan itu mengangguk paham.
“Tapi kau tidak akan berganti-ganti istri kan? seperti ucapan pangeran Chen tadi?” Hong Shilin memicingkan matanya menatap Zu.
Zu yang mendengar itu terkesiap.
“Bodoh!” Zu memukul pelan kepala Hong Shilin.
“Bagaimana bisa aku berganti-ganti istri sedangkan aku hanya mencintai mu!”
Hong Shilin mengerucutkan bibirnya dan mengusap pelan kepala nya yang di pukul oleh Zu.
“Ya siapa tahu!” ucap nya dengan kesal.
“Aku tidak akan mengkhianati mu, karena aku hanya mencintai mu!” ucap Zu.
Hong Shilin yang mendengar itu tersenyum lalu memeluk Zu.
“Aku tahu!” ucap Hong Shilin dengan senyum nya.
Dan Zu pun membalas pelukan Hong Shilin.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ampun bang Chen, suka banget ya bikin paman Zu malu😭😭🤣🤣
Jangan lupa like, Comen and vote oke❤️🤗❤️🤗❤️🤗❤️🤗
__ADS_1