Time Travel: Jenderal Jia Li

Time Travel: Jenderal Jia Li
Musim Ke-3: Story the King of Black Wolf


__ADS_3

Pangeran Chen terbungkam saat mendapat kan tamparan yang begitu keras di pipi nya, dia menunduk karena sangat takut saat melihat bunda nya itu marah.


“Kau kenapa?.” tanya Freya saat dia melihat ada yang berbeda dalam diri kakak nya itu.


Pangeran Chen tak menjawab.


“Jika kau berani berkata sekasar itu lagi pada adik mu, aku akan menghukum mu pangeran Chen!.” ancam Jia Li dengan dingin.


Dia sadar dan sangat sadar, ada yang berbeda dari diri putra nya itu.


Yui yang melihat istri nya marah itu menenangkan nya, lalu tak lama Fiona datang dengan membawa wadah berisi air dan lap.


Yui segera membantu pangeran Chen berdiri lalu mendudukan nya di peraduan, dia mengambil air itu dan membasahi lap nya.


Yui mulai membersihkan darah pada wajah putra pertama nya itu, Yui tau jika diam nya putra nya itu pasti ada yang di sembunyikan oleh nya.


Jia Li yang melihat pangeran Chen begitu terluka terenyuh, dia belum pernah melihat tatapan seperti itu di mata pangeran Chen.


Jia Li duduk di samping kiri pangeran Chen, dia membenarkan rambut nya yang terlihat berantakan.


“Chen kenapa hem? Cerita pada bunda, kenapa Chen seperti ini?.” tanya Jia Li dengan lembut.


Dia mengusap wajah pangeran Chen dengan lembut.


Yui yang telah selesai membersihkan darah di wajah pangeran Chen beralih pada tangan nya.


“Tangan mu terluka begitu parah Chen, apa kau berniat merobohkan dinding kamar mu?.” ledek Yui.


Tak ada tanggapan, pangeran Chen masih terdiam.


“Fiona obati tangan kakak mu.” perintah Yui setelah dia selesai membersihkan tangan pangeran Chen.


Fiona mengangguk, dia segera mengambil keperluan untuk mengobati tangan kakak nya itu.


Yui berjalan mengelilingi kamar pangeran Chen yang terlihat seperti kapal pecah itu, dia menghela nafas sedangkan Freya dan Devin hanya duduk diam di kursi yang telah Devin benarkan.


“Ada apa sebenarnya dengan dia?.” gumam Yui seraya menghela nafas panjang.


“Chen?.” panggil Jia Li dengan lembut.


Pangeran Chen menoleh.


“Ada yang kau sembunyikan dari bunda?.” tanya Jia Li dengan lembut.


Pangeran Chen terdiam lalu tak lama menggeleng.

__ADS_1


Dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya, jika diri nya seperti ini karena di tinggal pergi oleh seorang gadis yang baru di kenal nya.


Jia Li tersenyum saat pangeran Chen tidak berkata jujur, sebagai seorang ibu dia tahu jika putra nya itu menyembunyikan sesuatu dari nya.


“Sudah selesai!.” ucap Fiona setelah dia selesai mengobati tangan kakak nya.


“Kita ke ruang keluarga, bunda akan menyuruh pelayan untuk membereskan kamar mu dulu.” ajak Jia Li dengan menggandeng tangan pangeran Chen.


“Sebentar, bunda akan mengambil pakaian mu, kau bersihkan diri mu di kediaman bunda.” Jia Li melepaskan tangan nya.


Dia berjalan menuju lemari dan mengambil pakaian pangeran Chen, sedang kan pangeran Chen tak bersuara sejak tadi.


Fredy mendekati kakak nya itu lalu merangkul bahu nya, dia tersenyum tipis saat melihat kakak nya menatap nya dengan dingin.


“Ayok kak, kau pasti lelah.” ajak Fredy dengan membawa kakak nya itu.


Saat Devin dan Freya melihat Fredy membawa pergi pangeran Chen, Devin menatap Freya.


“Ada yang tidak beres dengan nya, dia terlihat berbeda dari biasanya.” ucap Devin seraya bangkit berdiri.


Freya mengangguk membenarkan ucapan suami nya itu.


“Aku tau, karena sedingin-dingin nya kak Chen, dia tidak akan pernah berkata kasar pada adik nya sendiri.


“Biarkan dia seperti itu terlebih dahulu, jika bunda sudah mengetahui penyebab diri nya bisa seperti ini, baru bunda bertindak.” ucap Jia Li tiba-tiba.


Freya mengangguk begitupun dengan Devin, lalu mereka pun pergi dari sana menyusul Fredy, Fiona, pangeran Chen dan Yui yang sudah pergi lebih dulu.


Setelah semua selesai dan pangeran Chen sudah membersihkan diri, mereka pun saat ini berada di ruang keluarga bersama raja Ken dan ratu Amanda yang baru saja datang.


Mereka mengernyit heran saat melihat cucu pertama mereka yang terlihat berbeda itu, tangan nya di perban dan wajah nya begitu dingin.


Bahkan dia tak mengeluarkan sepatah kata pun sejak tadi.


“Ada apa dengan cucu pertama ku?.” tanya raja Ken pada semua orang.


Mereka menggeleng serempak.


Pangeran Chen yang memang sebenarnya mendengar semua ucapan mereka lebih memilih diam.


Dia menatap ke arah pedang nya.


“Kau pergi kemana? apa yang kau bisa lakukan di luar sana? apa kau marah dan membenci ku karena aku berbohong pada mu?.” batin pangeran Chen dengan lirih.


“Kau sudah membuat ku seperti ini, aku tidak akan mengampuni mu jika kau bisa aku temukan nanti!!.” lanjut nya lagi dengan semakin mendingin kan tatapan nya.

__ADS_1


Semua orang menatap pada pangeran Chen yang terlihat menggertakkan giginya itu, mereka semakin bingung saat merasakan hawa dingin dari diri pangeran Chen.


Jia Li menghela nafas saat melihat putra nya itu terlihat marah.


“Sebenarnya ada apa dengan nya?.” gumam Jia Li dengan menghela nafas berat.


“Chen?.” panggil Yui.


Pangeran Chen menoleh.


“Ayah mendapatkan surat dari tuan Grissham, kau mau melihat nya?.” tanya Yui seraya memperlihatkan sebuah surat yang masih tergulung rapih.


Pangeran Chen terdiam lalu mengangguk, dia bangkit berdiri dan berjalan menuju Yui.


Yui memberikan surat itu pada pangeran Chen, lalu pangeran Chen pun kembali ke tempatnya.


Setelah duduk, dia pun mulai membuka surat itu.


Dia mengernyit saat membaca isi surat itu.


...Isi Surat...


Pangeran Chen, ini saya Arsenio putra dari tuan Grissham, maaf sebelumnya karena aku mengirimkan surat pada mu atas nama ayah ku.


Aku hanya ingin bertanya, apa kau sudah berhasil mencari tau tentang keberadaan gadis yang memiliki pedang sama seperti mu?.


Aku hanya ingin kau mempercepat pencarian gadis itu, karena ayah ku tiba-tiba saja sakit. dia selalu mempertanyakan tentang gadis itu.


Aku hanya tidak ingin sakit ayah ku bertambah parah karena dia selalu memikirkan gadis itu, pangeran.


^^^Arsenio Grissham.^^^


Pangeran Chen mendengus setelah membaca surat itu, dia meremas surat itu dengan wajah yang terlihat marah.


Dia sampai lupa mengabari tuan Grissham.


Sedangkan orang-orang yang melihat pangeran Chen kembali marah saling menatap.


Pangeran Chen bangkit berdiri, dia membungkuk pada semua keluarga nya.


“Pangeran ini pamit undur diri terlebih dahulu, pangeran ini memiliki urusan.” ucap pangeran Chen dengan sangat dingin.


Tanpa mendengar jawaban dari keluarga nya dia pun pergi dari ruangan itu dan kembali menuju kediaman nya, dia akan membalas surat ini dan mengatakan jika Jasmine adalah gadis yang benar-benar mereka cari.


////

__ADS_1


__ADS_2